353 Hektar Lahan Padi di NTB Alami Puso

sawah puso ( internet)

sawah puso ( internet)

Mataram (Global FM Lombok)-Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Distan TPH) NTB mencatat, hingga 27 Juli 2015, sebanyak 4.046 hektar tanaman padi di NTB mengalami kekeringan. Dengan kondisi ini, sebanyak 353 hektar tanaman padi mengalami puso atau gagal panen. Selebihnya adalah kekeringan ringan sekitar 2200 hektar, kekeringan sedang sekitar 1100 hektar dan kekeringan berat sekitar 294 hektar lebih.

Hal itu dikatakan Kepala Distan TPH NTB, Husnul Fauzi kepada Global FM Lombok, di kantor gubernur NTB Kamis (30/07). Ia mengatakan, padi yang mengalami kekeringan tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 18 ribu lebih dengan padi puso seluas 3.400 hektar. Jumlah itu juga termasuk palawija sementara tahun ini belum ada palawija yang mengalami kekeringan. Hanya jagung sekitar 13 hektar yang mengalami kekeringan ringan.

“Bencana alam kekeringan kita sampai laporan kami ke bapak Gubernur tanggal 27 Juli 2015 ini bahwa kekeringan kita sudah 4.126 hektar yang didominasi oleh klasifikasi ringan sekitar 2000 hektar lebih, puso 353 hektar” kata Husnul Fauzi

Jika melihat perbandingan kekeringan ini, ia mengatakan Dinas Pertanian tidak mengkhawatirkan produksi padi tahun ini. Pasalnya, hingga saat ini produksi padi telah mengalami peningkatan sebesar 6,29 persen. Melebihi produksi tahun 2014 lalu sebesar 2 juta lebih. Menurutnya, kondisi ini belum berpengaruh secara signipikan terhadap target produksi padi. Meskipun demikian, ia mengaku pihaknya telah mendistribusikan bantuan alat-alat pengairan seperti mesin pompa air lebih dari 300 unit kepada kelompok tani. (irs)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply