Tren Realisasi Keuangan Pemprov NTB 2015 Meningkat

Sekjen FITRA NTB Ervyn Kaffah

Sekjen FITRA NTB Ervyn Kaffah

Mataram (Global FM Lombok)-Tren realisasi keuangan Pemprov NTB Tahun 2015 hingga Triwulan II menggembirakan karena menunjukkan peningkatan dibanding tahun lalu. Jajaran birokrasi Pemprov NTB diminta fokus untuk memacu kecepatan belanja pada triwulan III ini, sehingga diharapkan ada peningkatan realisasi keuangan pada akhir tahun.

Sekretaris Jenderal FITRA NTB, Ervyn Kaffah, mengatakan pada Akhir Juni 2015, Pemprov NTB mencatat realisasi keuangan sebesar 36,51 persen atau ada kenaikan realisasi sekitar 4 persen lebih dibanding tahun 2014 lalu yang mencatat realisasi keuangan hanya 24,07 persen. Tren kenaikan tersebut merupakan kabar yang menggembirakan dan diharapkan dapat terus ditingkatkan.

Namun meski realisasi keuangan tahun ini menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya, Ervyn menjelaskan bahwa tren tahun ini belum mampu melampaui pencapaian Pemprov NTB pada tahun 2013. Pada tahun 2013 lalu, realisasi keuangan Pemprov NTB pada triwulan II bisa mencapai titik 41 persen. Karena itu, ia mendorong jajaran Pemprov NTB untuk lebih fokus memacu kegiatan belanja sesuai rencana anggaran yang telah ditetapkan.

“Dengan situasi ini, masih terbuka peluang bagi Pemprov NTB untuk mengejar proyeksi realisasi keuangan yang lebih tinggi pada akhir tahun. Karena itu kami mengharapkan dalam tiga bulan ini sejak Juli sampai September ini jajaran Pemprov NTB dapat memacu kinerja dengan harapan pada September nanti bisa melampaui realisasi tahun 2013. Terus semangat. Mari pasang target baru, paling tidak pada akhir tahun bisa setara dengan realisasi keuangan tahun 2013,” kata Ervyn.

Ervyn juga mengingatkan seluruh Kepala Daerah di NTB bahwa realisasi keuangan yang on track berbasis targetyang disusun sangat penting bagi laju perekonomian daerah, khususnya di NTB yang signifikan dipengaruhi oleh belanja pemerintah daerah. Hal ini menjadi lebih krusial karena pada Akhir tahun ini sebagian besar Kabupaten/Kota akan menggelar Pilkada serentak sehingga dapat mengganggu konsentrasi pemerintah. “Jadi, bukan hanya Pemprov saja. Seluruh Pemda kami dorong bekerja keras. Publik menunggu akselerasi Pemda karena hal tersebut akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Tahun ini Pemprov NTB menganggarkan total belanja senilai Rp. 2,993 Trilyun, terdiri dari Belanja Langsung Rp. 1,332 Trilyun dan Belanja Tidak Langsung mencapai Rp. 1,660 Trilyun. Laju Belanja Tidak Langsung tercatat telah mencapai 44,22 persen lebih cepat daripada Belanja Langsung yang baru mencapai 26,90 persen, artinya realisasi keuangan hingga Triwulan II ini sebesar 36,51 persen dominan dipengaruhi oleh laju Belanja Tidak Langsung. Karena itu perlu perhatian jajaran Pimpinan daerah untuk melakukan percepatan dan segera menuntaskan pengadaan barang/jasa public baik melalui mekanisme lelang maupun non-lelang.(ris)

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply