Sungai Tercemar, Tindaklanjut Program Terhalang Alasan Klasik

Potret sungai yang penuh dengan sampah (ilustrasi)

Potret sungai yang penuh dengan sampah (ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)- Sejumlah sungai yang dijadikan sampel pemeriksaan oleh Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian (BLHP) provinsi NTB diketahui telah tercemar. Namun selanjutnya tidak ada upaya untuk melakukan pencegahan terhadap pencemaran tersebut dengan alasan yang klasik yaitu anggaran yang sangat terbatas.

Kepala BLHP Provinsi NTB Hery Erpan Rayes kepada Global FM Lombok Selasa (23/6) mengatakan, potensi pencemaran sungai di NTB cukup besar terutama oleh tiga factor utama yaitu pembuangan limbah, pembuangan sampah dan buang hajat sebagian masyarakat. Karena pencemaran itulah kualitas air sungai di NTB masuk dalam kategori diatas ambang batas. Dia mengatakan, pencemaran air sungai di NTB sekitar 30 persen.

“ Anggarannya sampai pemantauan saja, tidak ada anggaran untuk tindaklanjut. Kan sebenarnya setelah ada pencemaran, harus ada tindak lanjutnya. Itu sudah kita perjuangkan, sampai sekrang belum. Kan harus ada programnya, contohnya pencemaran harus ada edukasi kepada masyarakat, harus ada penyuluhan ada koordinasi. Kita hanya terbatas pada pemantauan. Kita belum terlalu parah tapi masuk dalam kategori di atas ambang batas untuk sungai” kata Hery Erpan Rayes Selasa (23/6).

Hary Erpan Rayes mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten kota sudah dilakukan untuk mengurangi aktivitas yang membahayakan di lingkungan sekitar sungai. Namun program tindak lanjut dalam bentuk program yang berasal dari pemerintah provinsi belum ada. Untuk di tingkat daerah, kota Mataram sudah melakukan beberapa upaya misalnya merubah arah rumah ke sungai dari sebelumnya membelakangi sungai. Pola ini efektif untuk membuat warga bertanggung jawab terhadap kebersihan sungai. (ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply