FITRA Sarankan Wagub Turun Tangan Percepat Proses Lelang

Ervyn Kaffah

Ervyn Kaffah

Mataram (Global FM Lombok)-Wakil Gubernur NTB diharapkan segera mengambil langkah untuk mempercepat pelaksanaan proses lelang barang/jasa Pemprov NTB pada tahun anggaran 2015 ini. Menurut catatan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) NTB sampai pertengahan April ini, ada 12 SKPD yang memerlukan intervensi Wagub karena mereka lamban mengajukan lelang ke Unit Layanan Pengadaan atau ULP.

Sekretaris Jenderal FITRA NTB, Ervyn Kaffah dalam rilisnya Rabu (22/4) mengatakan, Wakil Gubernur NTB, HM Amin, perlu turun tangan untuk mempercepat proses lelang pada 12 SKPD Pemprov NTB, yang belum juga mengajukan lelang kepada ULP-LPSE NTB.

“Wagub perlu turun tangan segera, jangan menunda dan memberi kelonggaran kepada SKPD-SKPD itu untuk melalaikan kewajibannya. Intervensi Wagub langsung penting dilakukan untuk memastikan lelang proyek-proyek tersebut segera dilaksanakan,” katanya.

Menurut Ervyn Kaffah, Bulan Maret hingga Akhir April adalah kurun waktu yang krusial dalam memastikan kelancaran proses pengadaan barang/jasa, khususnya yang melalui metode lelang di ULP-LPSE. Selain masalah dokumen dan jumlah PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) yang terbatas, factor paling berpengaruh adalah kelalaian jajaran birokrasi dalam menaati jadwal atau time-line yang sudah direncanakan. FITRA menyebut 12 SKPD yang lamban mengajukan lelang ini masuk zona merah sehingga perlu intervensi segera dari Pimpinan.

Ervyn menyebut, SKPD yang perlu segera diintervensi itu adalah Biro Umum, Dikpora, Dinas Budpar, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kelautan dan Perikanan, BPBD, Disnakertrans, Dishubkominfo, Dinas Kehutanan, Dispenda, dan Kantor Penghubung Pemprov NTB di Jakarta.

 

SKPD yang Belum Juga Mengajukan Lelang s.d 15 April 2015

No SKPD Nominal Lelang (Rp. Juta) Jml Paket
1 Biro Umum                      4,016                11
2 Dikpora                    12,483                12
3 Disbudpar                      5,288                13
4 Diskop dan UMKM                      1,875                    4
5 Disnak dan Keswan                    10,002                11
6 Dislutkan                      2,570                    4
7 BPBD                      1,904                    4
 
SKPD yang Hanya Punya Kewajiban 1 Paket tapi Belum Juga Mengajukan Lelang s.d 15 April 2015
No SKPD Nominal Lelang (Rp. Juta) Jml Paket
1 Disnakertrans                          344                    1
2 Dishubkominfo                          477                    1
3 Dishut                          520                    1
4 Dispenda                      1,000                    1
5 Ktr. Penghubung                          855                    1

 

 

 

7 SKPD Perlu Perhatian Khusus.

Selain 12 SKPD tersebut, FITRA NTB mengharapkan jajaran Pemprov NTB memberikan perhatian khusus (Perkus) terhaap 7 SKPD lainnya, yang meskipun sudah mulai mengajukan lelang dengan jumlah terbatas, namun sisa paket proyek yang menjadi kewajibannya masih tinggi. 7 SKPD itu yakni: Dinas Pertanian TPH, Dinas Perkebunan, RSJP, Bakorluh, Dinas KEsehatan, Distamben, dan RSUP.

 

SKPD dengan Sisa Kewajiban Mengajukan Lelang yang Masih Tinggi
No SKPD Lelang Blm mengajukan Lelang
Rp (juta) Jml Pkt Jml Pkt Rp (juta) %
1 Dinas Pertanian TPH                    12,476                10                9              11,676        94.00
2 Disbun                    15,441                10                9              14,441        93.52
3 RSJP                    13,136                    8                7              12,906        98.25
4 Bakorluh                      3,330                    3                2                3,195        95.95
5 Dinas Kesehatan                      5,179                    7                5                3,222        62.21
6 Distamben                    17,881                16                6              12,132        67.85
7 RSUP                132,572                16                6              94,367        71.18

 

 

Sebagai contoh, Dinas Pertanian TPH, dengan 10 Paket Proyek senilai Rp. 12,476 milyar tahun ini, baru mengajukan lelang hanya 1 paket proyek, sehingga tersisa 9 paket proyek (Rp. 11,676 milyar). Ini berarti Dinas ini baru mengajukan lelang hanya senilai 6% dan masih tersisa 94% anggaran proyek yang harus segera diajukan lelangnya ke ULP. Sementara Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB misalnya, dengan 8 Paket Proyek senilai Rp. 13,136 milyar namun baru mengajukan lelang hanya 1 paket proyek, sehingga tersisa 7 paket proyek (Rp. 12,906 milyar), atau masih tersisa 98,25%. Contoh lainnya adalah RSUP yang tahun ini menangani 16 Paket Proyek senilai Rp. 132,572 milyar namun masih tersisa 6 paket yang belum diajukan lelang dengan sisa anggaran cukup signifikan mencapai Rp. 94,367 milyar. Atau tersisa paket proyek yang belum diajukan lelangnya dengan nominal diatas 70% (baca: 71,18%) dari keseluruhan nilai proyek di SKPD ini.

Menurut Catatan FITRA NTB, pada tahun 2015 ini, dengan APBD sebesar Rp. 2,993 Trilyun, nilai pengadaan barang/jasa Pemprov NTB mencapai Rp. 1,23 Trilyun atau sekitar 41% dari total anggaran (Artinya sebagian besar anggaran diperuntukkan bagi Belanja Tidak Langsung, termasuk Belanja Pegawai, belanja Hibah dan lain sebagainya. Nominal pengadaan melalui lelang pada ULP-LPSE NTB adalah senilai Rp. 510,049 milyar, sementara sisanya dengan nominal yang jauh lebih besar ditetapkan oleh Pemprov ditempuh melalui metode non-lelang senilai Rp. 720 milyar.(ris)-

 

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

1 Komentar

  1. Info Anggaran NTB29 April 2015, 07:06 at 7:06 am

    Jadi, Total general ada 19 SKPD Lelet dari 28 SKPD Pemprov yang menangani lelang… jumlah SKPD lelet diatas 60% itu, jadi bertanya-tanya soal efektif tidaknya pemerintahan NTB ini… Ayo dong gaesss….

Leave a Reply