Tanah Terlantar Puluhan Tahun, Gubernur Dinilai Tidak Peka

Rapat Paripurna DPRD NTB

Rapat Paripurna DPRD NTB

Mataram (Global FM Lombok)- Dalam Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) gubernur tahun anggaran 2014 yang disampaikan tanggal 6 April lalu terdapat sebanyak 4000 rekapitulasi tanah terlantar berdasarkan Hak Guna Usaha (HGU) di NTB. Tanah dengan luas total 20 ribu hektar lebih itu, telah terlantar selama 27 tahun tanpa dilakukan aktifitas pembangunan di atasnya oleh sekitar 92 perusahaan berbadan hukum atau PT yang telah memperoleh izin Hak Guna Bangunan (HGB) nya.

Fraksi Gerindra DPRD NTB melalui juru bicaranya Iwan Rahadi pada acara rapat paripurna DPRD NTB dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap LKPJ gubernur NTB tahun 2014, Senin (13/04) siang mengatakan, berdasarkan PP No 1 tahun 2010, tanah yang telah ditelantarkan selama 5 tahun berturut-turut, bisa diambil oleh pemerintah.

Dia menilai tanah yang terlantar itu adalah tanah produktif dan potensial. Sehingga gubernur dengan sembilan item kewenangannya di bidang pertanahan dinilai tidak peka lantaran tidak berbuat apa-apa.

“ Dalam LKPJ gubernur, tertera dalam table 4000 rekapitulasi tanah terindikasi terlantar berdasar status kepemilikian tanah. Tercatat sangat mencengangkan, dari 20 perusahaan PT yang memperoleh HBG itu. PT iti sudah memperoleh izin penggunaan tanah produktif itu. Itu sudah mendekati 27 tahun menjadi tanah terlantar. Mengapa sampai sekarang ini mengapa BPN mandul dan gubernur juga tidak peka dan tidak berbuat apa-apa”, katanya.

Ia melanjutkan, jika tanah terlantar yang produktif itu dikembangkan maka akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pembukaan lapangan pekerjaan. Namun, melihat kondisi ini, Badan Pertanahan Negara (BPN) juga dinilai mandul karena membiarkan kondisi tersebut. Selain itu, fraksinya juga menyangkan tanah seluas 1000 hektar di kawasan Mandalika Resort di Lombok Tengah yang belum di lakukan pembangunan selama 25 tahun yang dikuasia ITDC namun tidak disinggung dalam LKPJ gubernur. (irs)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply