RSUP NTB “Overload”, Pelayanan Terganggu

Gedung RSUP NTB yang baru di dasan cermen

Gedung RSUP NTB yang baru di Dasan Cermen. Gedung ini belum ditempati.

Mataram (Global FM Lombok)-Rumah Sakit Umum (RSUP) NTB saat ini dalam kondisi overload atau kelebihan pasien. Kondisi ini terjadi lantaran ruangan dan perangkat kesehatan di rumah sakit tersebut masih terbatas. Sehingga terkadang, pasien dipindahkan ke kamar lain yang tak sesuai dengan kamar yang seharusnya ditempati. RSUP NTB juga sering menolak pasien dengan kartu Jaminan Kesehatan lantaran ruangan yang tersedia cenderung berbeda dengan ketentuan yang ada di kartu Jaminan Sosial tersebut.

Hal itu dikatakan Direktur RSUP NTB, dr Mawardi Hamri kepada Global FM Lombok, Rabu (11/03) di kantor gubernur NTB. Ia mengatakan, kelebihan pasien di rumah sakit ini telah terjadi sejak dua bulan terakhir. Kondisi tersebut cukup mempengaruhi pelayanan pasien di rumah sakit, terutama kenyamanan pasien yang terganggu.

“Memang kalau sekarang ini pasien itu overload rumah sakit kita. Maka janganlah kita dianggap menolak pasien. Makanya IGD itu dilihat penuh karena memang sedang penuh, ya terpaksa di UGD kita tempatkan. Pelayanan dari segi petugas tidak terganggu, tapi ruangan yang terbatas ya terganggu karena ruangan kita penuh, kenyamanan pasien terutama tentu pasti terganggu. Kita overload memang dari bulan Februari sampai Maret ini”, katanya.

Ia mengatakan, rumah sakit saat ini hanya memiliki 350 kamar sehingga belum mampu melayani seluruh pasien yang ada. Disebutkan, minimal jumlah kamar rumah sakit rujukan sebanyak 500 kamar. Ia mengatakan RSUP NTB yang baru di Dasan Cermen telah tersedia sebanyak 600 kamar pasien sehingga diprediksi akan mampu menampung pasien. Namun gedung RSUP yang baru itu belum ditempati (ris/irs)-

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply