Pemda Tekankan BPR Harus Redam “Bank Subuh”

bank ( ilustrasi)

bank ( ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)-Pemerintah daerah memberi penekanan khusus kepada seluruh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di NTB agar mampu meredam “bank subuh” atau rentenir yang selama ini menyusahkan pedagang dengan sistem kreditnya. BPR harus mampu bersaing dengan “bank subuh” dalam memberikan pelayanan kepada seluruh pengusaha, baik dari pengusaha kecil dan menengah hingga pengusaha bakulan yang merupakan pasar BPR.

Hal itu dikatakan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Manggaukang Raba kepada Global FM Lombok, Jum’at (06/02) di kantor gubernur NTB. Ia mengatakan, penekanan khusus ini menjadi perhatian seluruh BPR se pulau Lombok pada pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPR tahun buku 2014 beberapa waktu lalu. Hal itu sesuai dengan penekanan gubernur NTB yang langsung ditindaklanjuti oleh Biroperekonomian.

“Yang menjadi stressing saya adalah agar semua BPR ini sesuai dengan maksud pendiriannya, ditekankan agar arah kreditnya kepada arah sektor masyarakat, berbeda dengan bank umum. Dan yang lebih penting yang sudah saya sampaikan, BPR harus bisa meredam bank subuh itu, rentenir yang ada. pedagang kecil, bakulan, usaha mikro itu harus menjadi pasar yang harus dilayani oleh BPR kita, bersaing dia dan meredam rentenir yang ada seperti di yang dikatakan pak gubernur dikoran itu kita langsung bereaksi itu”, katanya.

Dilanjutkan, dari hasil RUPS yang telah dilaksanakan oleh seluruh BPR tersebut juga menunjukkan bahwa kredit macet atau NPL seluruh BPR tersebut masih tinggi. Rata-rata jumlah NPL seluruh BPR itu, berada di angka 7 persen. BPR Kabupaten Lombok Timur menjadi atensi pemerintah daerah karena NPL nya lebih tinggi dari angka BPR yang lain, yakni sebesar 9 persen. Untuk itu, ia berharap agar seluruh BPR bisa menurunkan NPL nya pada tahun buku 2015 ini. (irs)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply