30 Persen Sampah Belum Terangkut, Dinas Kebersihan Stop Anggarkan Pembangunan TPS

Salah satu potret tumpukan sampah di jalan lingkungan kota Mataram

Salah satu potret tumpukan sampah di jalan lingkungan kota Mataram

Mataram (Global FM Lombok)-Sampai saat ini masalah sampah di Kota Mataram belum bisa tertangani dengan maksimal oleh pemerintah Kota Mataram. Karena volume sampah yang dihasilkan dalam sehari yaitu sebesar 1350 meter kubik, namun yang bisa terangkut hanya 70 persen. Meski sampah belum tertangani maksimal, Dinas Kebersihan justru tidak lagi menganggarkan pembangunan tempat pembuangan sampah (TPS).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebersihan Dedi Supriadi kepada Global FM Lombok di Mataram. Ia menilai, jika pemerintah Kota Mataram tetap membangun tempat pembuangan sampah maka pemerintah Kota Mataram seolah mengajak masyarakat untuk membuang sampah. Menurutnya, sampah yang ada di Kota Mataram tidak hanya bersumber dari masyarakat Kota Mataram melainkan masyarakat luar Kota Mataram.

“Jadi begini untuk kedepannya, kami di Dinas Kebersihan itu tidak lagi membuat tempat pembuangan sampah yang membuang itu bukan masyarakat kota saja dari luar kota juga. Jadi sampah itu besok kita akan perbanyak grobak. Nanti lingkungan dan RT kita akan bagikan gerobak sampah nanti petugas yang mengangkut sampah dari rumah ke rumah itu menunggu di pinggir jalan truknya datang tinggal di naikkan. Itu rencana kita kedepan dimulai sekarang ini perlahan bertahap dia tidak bisa sekaligus,” kata Dedi

Dedi Supriadi mengatakan, Dinas Kebersihan akan menganggarkan dana untuk pengadaan gerobak sampah yang akan dibagikan kepada semua RT di setiap kelurahan. Pengadaan grobak sampah tersebut akan dianggarkan setiap tahun mulai tahun 2015 ini yaitu sebanyak 50 unit. Selain itu, disebutkan walikota Mataram juga berencana akan membagikan kendaraan di setiap keluarahan untuk menganggkut sampah.

Menurut Dedi, pengaruh keberadaan Bank sampah dan pengelolaan sampah oleh masyarakat dalam mengurangi jumlah sampah masih sangat kecil. Ia mengklaim hal itu terjadi karena jumlah bank sampah dan pengelolaan sampah di Kota Mataram masih sangat sedikit. Sehingga diharapkan bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah Prancis melalui program eco district tersebut dinilai akan memberikan pengaruh besar terhadap pengurangan volume sampah di kota Mataram.(ris/azm)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply