Di Mataram, Banyak Perusahaan Tahan Ijazah Mantan Karyawannya

isosnakertrans Kota Mataram H. Ahsanul Khalik

isosnakertrans Kota Mataram H. Ahsanul Khalik

Global FM Lombok (Mataram) –Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Mataram, H. Ahsanul Khalik mengakui  banyak perusahaan di Kota Mataram yang belum menerapkan norma kerja. Meski tak bisa menyebutkan angka secara pasti, namun perusahaan di Kota Mataram banyak yang mengekang karyawan dengan memaksanya melepas jilbab. Selain itu, banyak perusahaan yang menahan ijazah karyawannya dan meminta untuk ditebus dengan biaya yang mencapai Rp 500 ribu per ijazah.

Hal itu dikatakan H. Ahsanul Khalik usai mendampingi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri melakukan Sidak di Mataram Mall Jum’at (20/02). Ia mengatakan, pada tahun 2014 lalu, pihaknya telah menerima sekitar 10 sampai 15 laporan kasus karyawan yang ijazahnya ditahan ditempatnya bekerja.

Perusahaan yang menahan ijazah karyawannya itu didominasi oleh perusahaan Finance atau perusahaan jasa serta retail modern. Ia mengatakan pihaknya tak  bisa langsung memberikan sanksi pada perusahaan-perusahaan itu karena belum ada regulasi yang  mengatur.

“Perusahaann semua bagus di Kota Mataram, tinggal masih banyak yang belum menerapkan norma kerja yang menjadi tugas kami untuk melakukan pembinaan. Penahan ijazah kepada para karyawan itu tak ada peraturan. Tapi kalau ada tenaga kerja yang ditahan ijazahnya ketika dia berhenti laporkan kepada kami kami akan selesaikan dan saya jamin tidak akan ada yang nebus-nebus. Lembaga finance yang banyak dan saya sudah banyak menyelesaikan kasus penahanan ijazah. Kalau yang kasus ijazah ada sampai 10 samapi 15  kasus yang kita tangani tahun 2014 kemarin”, katanya Jumat (20/2).

Dilanjutkan, semua karyawan yang telah melaporkn penahan ijazah itu telah ditangani dan tidak ada yang menebusnya dengan uang. Selain itu, pihaknya membuka ruang kepada para karyawan yang ingin melaporkan terkait penahanan  ijazah jika telah berhenti bekerja di tempat tersebut. Terdapat 800 lebih perusahaan di Kota Mataram. Sebanyak 35 perusahaan besar yang menjadi prioritas pembinaan,156 perusahaan menengah dan sisanya perusahaan kecil. (ris/irs)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

1 Komentar

  1. Toko Baririe22 February 2015, 03:50 at 3:50 am

    Mudah2n kedepan lebih baik bapak H.Ahsanul khalik .Penahanan ijazah alasannya adalah sebuah doktrin modern yang di terapkan di kotan Beriman tercinta karena ada monopoli bisnis yang besar di mataram.sehingga dalam kurun waktu 15 tahun mataram sangat tertinggal jauh dengan daerah lain karna ada satu golongan yang takut bersaing secara nasional dalam bidang perniagaan.mau tau contoh realnya liat kantong masing2 heheh

Leave a Reply