Mayoritas PPTKIS di NTB Jual Beli Calon TKI ?

Wakil ketua komisi V DPRD NTB MNS Kasdiono saat meninjau gedung LTSP

Wakil ketua komisi V DPRD NTB MNS Kasdiono saat meninjau gedung LTSP

Mataram (Global FM Lombok)- Pengurus Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia APJATI NTB menyebut sekitar 70 persen perusahaan penyalur tenaga kerja Indonesia atau PPTKIS di Provinsi NTB memperjualbelikan calon TKI yang sudah direkrut. Namun Komisi V bidang ketenagakerjaan DPRD NTB menyayangkan klaim jual beli calon TKI antar perusahaan penyalur tenaga kerja di NTB.

Pimpinan komisi V DPRD NTB MNS Kasdiono mengatakan, tidak percaya ada jual beli. Namun yang ada hanya praktek pengalihan calon TKI yang sudah direkrut oleh PPTKIS ke perusahaan penyalur lainnya dimungkinkan dalam aturan. Menurutnya kerjasama antar PPTKIS dalam memberangkatkan TKI ke negara tujuan lebih bagus daripada calon TKI itu diperdaya oleh para calo yang cenderung merugikan.

” Benar tidak terjadi jual beli? saya sangat menyayangkan itu kalau itu pernyataan dari Apjati. Mestinya kita patut bersyukur bahwa ada kerjasama antara PPTKIS, itu perlu diatur. Sekarang begini, PPTKIS punya permintaan pasar mungkin 100 orang, namun dalam perkembangan masyarakat banyak yang mendaftar dan lebih dari itu. Makanya solusinya itu, bukan di jual belikan namun dialihkan ke PPTKIS lain dengan mekanisme tertentu.” Kata Kasdiono Selasa (17/2).

Sebelumnya, salah seorang pengurus APJATI NTB mengatakan, sekitar 70 persen PPTKIS di Provinsi NTB memperjualbelikan calon TKI yang sudah direkrut. Hal itu terungkap dalam diskusi anggota Komisi IX DPRRI, Disnakertrans NTB dan APJATI NTB Senin kemarin.

Pengurus APJATI ini mengatakan, jumlah PPTKIS di NTB  sebanyak 194 unit. Dari jumlah tersebut, hanya 30 persen diantaranya yang betul-betul melaksanakan tugas dan fungsinya merekrut dan menempatkan calon TKI dibidang pekerjaan yang dijanjikan. Sisanya sekitar  70 persen cenderung hanya merekrut dan menjual kembali kepada PPTKIS yang memiliki job order dari mitranya.(ris)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply