Sebanyak 16 Siswa Kota Mataram Terjaring, Dikpora Minta Perketat Penjagaan

Razia Pelajar kota Mataram

Razia Pelajar kota Mataram

Mataram (Global FM Lombok)-Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram H. Ruslan Effendi meminta kepada pihak sekolah untuk lebih memperketat pengawasan kepada siswa. Hal ini dilakukan agar siswa Kota Mataram tidak terjaring kembali pada saat razia pelajar.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram H. Ruslan Effendi kepada Global FM Lombok Kamis (1/29) di Mataram. Ia mengatakan, pembinaan yang dilakukan kepada siswa tidak hanya karena adanya laporan dari wali murid, namun pembinaan yang dilakukan agar siswa lebih disiplin.

“Itu dijaga oleh satpam dan guru. Tapi apapun yang dilakukan oleh pihak sekolah masih saja terjadi seperti ini. Tetap dari pihak sekolah melakukan penjagaan yang ketat,”kata Ruslan

Ia menilai selama ini pemilik Play Station (PS) tidak pernah melarang siswa yang berpakaian seragam. Sehingga ia menghimbau kepada pemiliki PS agar tidak menerima siswa berpakaian seragam memanfaatkan fasilitas yang disewakan. Selain di lokasi PS, Satpol PP juga menjaring siswa di taman Loang Baloq. Menurut Ruslan, banyaknya pelajar yang terjaring di taman rekreasi pada saat jam sekolah menjadi tanggung jawab semua pihak baik itu masyarakat, orang tua, sekolah dan pengelola taman.

Ruslan mengatakan, sekolah yang ada di Kota Mataram dijaga ketat oleh satpam, namun ia belum mengetahui penyebab banyaknya siswa SMA/SMK Kota Mataram yang keluar pada saat jam sekolah.

Sementara salah seorang siswa mengatakan, alasan tidak mengikuti pelajaran karena pihak sekolah tidak memberikan izin untuk mengikuti pelajaran karena terlambat.

Ruslan menyarankan, agar razia pelajar dilakukan setiap hari agar siswa di Kota Mataram tidak keluar lagi pada saat jam sekolah.

Sementara itu, Guru SMKN 2 Mataram Sri Juniarti mengatakan, siswa SMK 2 yang terlambat tetap diberikan izin untuk mengikuti pelajaran, namun harus menghadap kepada guru bimbingan konseling (BK). Sementara dua orang siswa dari SMK 2 Mataram yang terjaring tersebut karena tidak masuk sekolah namun memanfaatkan jam sekolah untuk bermain. Sehingga dengan temuan ini pihak sekolah akan memberikan pembinaan kepada siswanya yang terjaring.(azm/ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply