Langgar Etika Siaran, Program Tayangan Wayang Kulit di TV Lokal Mataram Terancam Dihentikan

Ketua KPID NTB Sukri Aruman

Ketua KPID NTB Sukri Aruman

Mataram (Global FM Lombok)-Program tayangan wayang kulit di salah satu TV lokal di kota Mataram kena semprit Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB. Masalahnya, tayangan tersebut dinilai telah melanggar etika bersiaran sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran atau P3/SPS. Dalam tayangan wayang tersebut sering diucapkan guyonan dengan kata-kata kasar, makian serta kalimat yang mengarah pada mesum.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPID NTB Sukri Aruman kepaga Global FM Lombok Rabu (21/1). Dia mengatakan, pihkanya sudah memanggil manajemen TV bersangkutan untuk melakukan klarifikasi dan memperbaiki kualitas program siaran. Dalam aturan, jika sudah diberikan teguran sebanyak dua kali, sanksi bisa ditingkatkan menjadi penghentian sementara program acara tersebut.

“ Dan sesungguhnya kami sudah dua kali memanggil, mengklarifikasi kepada manajemen TV bersangkutan agar kiranya mereka memperbaiki kualitas tayangan wayang tersebut agar sesuai dengan P3/SPS. Nah beberapa temuan yang mencolok yang sudah dipastikan melanggar itu adalah soal ungkapan kata-kata kasar, makian, atau kata-kata yang berkonotasi jorok dan mesum atau olok-olokan yang merendahkan kelompok tertentu seperti janda “ kata Sukri.

Sukri Aruman mengatakan, KPID telah meminta pandangan sejumlah pihak terkait dengan tayangan wayang kulit seperti dari kalangan budayawan, akademisi, tokoh agama serta tokoh masyarakat. Pandangan sejumlah pihak itu akan menjadi bahan referensi KPID dalam memberikan sanksi berupa penghentian sementara penayangan wayang kulit itu.

Dia mengatakan, program yang banyak ditonton oleh masyarakat mestinya mengedepankan sisi edukasi, tidak hanya hiburan semata. Sukri membantah bahwa pihaknya terlambat memberikan teguran kepada tayangan wayang kulit itu karena program tersebut sejatinya telah cukup lama tayang di televisi bersangkutan. Dia mengklaim sudah lama melakukan kajian, namun dulu sempat muncul polemik terkait dengan tayangan wayang ini yaitu antara potensi pelanggaran aturan siaran dengan produk budaya masyarakat.

Beberapa hari lalu, KPID NTB juga telah menegur salah satu TV lokal lainnya lantaran menayangkan salah satu video klip lagu Green Day karena memuat adegan cukup erotis dalam video klip tersebut (ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply