Sejak 1 Desember, Tamu MICE Hotel di Mataram Anjlok Hingga 35 Persen

Salah satu ballroom di hotel Santika yang nampak sepi akibat pembatasan permuan PNS di Hotel

Salah satu ballroom di hotel Santika Mataram yang nampak sepi akibat pembatasan permuan PNS di Hotel

Mataram (Global FM Lombok)-Sejak 1 Desember 2014 lalu, rata-rata tamu hotel yang mengadakan pertemuan atau MICE di kota Mataram turun hingga 35 persen. Hal ini dipicu oleh surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menpan RB) no 11 tahun 2014 tentang pembatasan kegiatan di luar kantor. Bahkan sebagian besar hotel di kota Mataram tidak pernah mendapat satupun tamu dari kalangan pemerintah sejak awal Desember lalu.

Untuk menyikapi turunnya tingkat hunian hotel ini, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kota Mataram akan melayangkan beberapa permintaan kepada kepala daerah. Ketua Korwil PHRI kota Mataram Reza Bovier Sabtu (10/1) mengatakan, turunnya tingkat hunian hotel mengakibatkan usaha perhotelan sangat lesu. Padahal jumlah hotel dalam kota yang baru tumbuh mencapai belasan unit.

Reza mengatakan, pihaknya akan meminta kepada gubernur NTB dan bupati walikota agar menerbitkan instruksi kepada jajaran SKPD agar tetap melakukan pertemuan di hotel. Masalahnya, dalam SE Menpan itu tidak tercantum larangan PNS rapat dihotel. Pertemuan di hotel masih tetap bisa dilakukan jika kapasitas gedung pemerintah tidak bisa menampung peserta pertemuan.

“ Soundingnya sudah salah duluan, dilarang meeting di hotel, ya itu salah. Kemarin saya ngomong sama pak Lanang ( Ketua PHRI NTB-red) kalau begini caranya instruksi gubernur harus keluar untuk menanggapi SE ini, biar SKPD ini berani meeting gitu. Kan semua SKPD dibawah gubernur pak, kalau gubernurnya tidak sounding tetap saja begini, lama-lama hotel bisa mati. Kalau dampaknya 20 – 35 persen penurunan untuk meeting” ujarnya

GM Hotel Santika Mataram ini mengatakan, dampak dari menurunnya tamu hotel yaitu ancaman perumahan karyawan. Bahkan di Santika Mataram, pekerja hariannya sudah di putus karena tidak ada lagi pekerjaan. “ Apa yang mau dikerjakan? Ibaratnya sekarang makan disini cukup dua tiga waiter, kan di dalam kosong” katanya. (ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply