Sebagian Besar Koperasi di Indonesia Tidak Aktif

Menteri Koperasi UKM AA Ngurah Puspayoga

Menteri Koperasi UKM AA Ngurah Puspayoga

Mataram (Global FM Lombok)-Sebagian besar koperasi yang berdiri di Indonesia tidak aktif. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, dari 206 ribu koperasi di seluruh Indonesia, hanya 35 persen yang tercatat aktif menjalankan aktifitasnya. Sementara koperasi yang lain ada yang tutup, pengurusnya tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan lain sebagainya.

Hal itu disampaikan Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspayoga saat melakukan kunjungan kerja di Mataram Selasa (23/12). Puspayoga mengatakan, mulai tahun 2015 nanti, koperasi yang tidak aktif, maka izinnya akan dicabut.

“ Secara nasional jumlah koperasi kita 206 ribu, yang tidak jalan 30 persen, yang aktif 70 persen. Tetapi yang aktif ini 50 persennya tidak melaksanakan RAT, itu artinya hany 35 persen koperasi kita yang aktif. Tadi saya sempat komunikasi juag dengan pak kadis Koperasi, yang tidak aktif itu mau dicabut izinnya. Dan ini inspirasi juga buat kita pak” kata Puspayoga.

Puspayoga mengatakan, koperasi di Indonesia akan ditingkatkan perannya sehingga mampu lebih hidup dan berkembang. Salah satu caranya yaitu koperasi diberikan wewenang sebagai distributor pupuk bersubsidi. Menurutnya, koperasi memiliki kemampuan untuk menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani, hanya saja selama ini aturan yang kurang berpihak kepada koperasi.

Untuk diketahui, provinsi NTB merupakan daerah sentra pangan yang telah menyerap pupuk bersubsidi lebih dari 222 ribu ton pada tahun 2014. Pupuk di NTB dilayani oleh dua produsen yaitu PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Kaltim dengan jumlah distributor sebanyak 63 distributor dan 2234 pengecer. Dari jumlah itu hanya 6 unit koperasi yang menjadi distributor dan 58 pengecer pupuk. Jumlah itu tentu sangat kecil sehingga pemerintah pusat mengidektifikasi koperasi-koperasi yang potensial menjadi penyalur pupuk.(ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply