Tekan Angka Pernikahan Dini, BP3AKB NTB Bentuk Dialog Warga

Pernikahan Dini (ilustrasi)

Pernikahan Dini (ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)-Untuk mengantisipasi persoalan kesehatanreproduksi perempuan akibat tingginya angka pernikahan dini yang mencapai 50 persen, Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) NTB melakukan sejumlah program. Salah satunya, dilakukan melalui kegiatan dialog warga sebagai salah satu metode untuk mempromosikan kesehatan reproduksi remaja dan pendewasaan usia perkawinan. Dimana, masalah kesehatan perempuan banyak diakibatkan oleh perkawinan dini.

Pernikahan dini sebanyak 50 persen di NTB dihitung berdasarkan angka perempuan yang menikah dibawah usia 19 tahun.

Hal itu dikatakan Kepala BP3AKB NTB, Wismaningsih Drajadiah kepada Global FM Lombok di Mataram. Ia mengatakan, pembentukan kelompok dalam Dialog Warga ini untuk mendorong perubahan pola pikir perempuan tentang perkawinanan dini tersebut. Terlebih telah ada surat edaran gubernur NTB tentang pengurangan angka perkawinan dini. Yakni untuk laki-laki dan perempuan harus menikah pada umur 21 tahun ke atas.

Jadi dialog warga ini baru dibentuk sebagai salah satu upaya dalam mensosialisasaikan kesehatan reproduksi bagi remaja dan perempuan serta tujuannya untuk menurunkan angka pernikahan dini. Yang dimana NTB ini 50 persen penduduk berdasarkan data statistik menikah di bawah 19 tahun ke bawah. Nah inilah yang kita lakukan, kita membentuk kelompok dialog agar mereka memahami persolan itu dan mereka mau mengatasinya”, paparnya.

Disebutkan Wisamaningsih, sejauh ini baru satu kelompok warga yang telah terbentuk, yakni kelompok PKK di Desa Dasan Baru Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah yang beranggotakan 20 orang. Diharapkan kelompok tersebut nantinya bisa mensosialisasikan kesehatan reproduksi perempuan itu. (irs/ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply