Di Bumi Gora, Ketika Si Merah yang Kian Merambah

Telkomsel dan pengguna

Telkomsel dan pengguna

Sepuluh tahun yang lalu, warga NTB nyaris hanya mampu berkomunikasi dengan layanan dasar seperti suara dan SMS. Lambat laun, teknologi komunikasi terus berkembang pesat. Teknologi memanjakan konsumen dengan layanan yang semakin beragam. Kini telpon pintar dan aneka gadget menjamur sampai ke pelosok. Indonesia sudah memasuki era digital. Bagaimana potretnya kini di NTB?

Haris Mahtul (31) , seorang karyawan di perusahaan swasta di Mataram terlihat sibuk membalas beberapa postingan di grup blackberry di awal pekan bulan November ini. Maklum dia tergabung dalam sembilan grup yang rata-rata aktif tiga sampai empat grup dalam sehari. Dia mengaku pengguna layanan Telkomsel untuk kelancaran komunikasi sehari-hari.

Haris menilai, Base Transceiver Station (BTS) milik Telkomsel paling baik se Indonesia. Di provinsi NTB, jaringan Telkomsel bisa ditemukan di daerah-daerah terpencil.Di kawasan Tambora, gunung yang dikenal Pompeii dari timur itu, jaringan Telkomsel selalu nongol menemani para wisatawan minat khusus.

” Saya pernah ke kawasan Gunung Tambora, disaat jaringan provider lain melemah, hand phone saya yang memakai Simpati Loop malah tetap kencang. Begitu juga wilayah-wilayah terpencil di Bima saya tetap andalkan Telkomsel” ujar pria asal Bima ini.

Dia bertutur, sejak menggunakan blackberry awal tahun lalu, kartu yang cocok adalah Simpati Loop karena bisa menyesuaikan dengan kapasitas blackberry miliknya. Menurutnya, jika provider lain belum tentu lancar karena kendalanya gadget bisa hang atau cepat panas.” Kalau pakai Telkomsel relatif aman. Telkomsel relatif lancar meskipun sedang berkomunikasi dengan beberapa grup di waktu yang sama.” Kata Haris.

Generasi saat ini merupakan generasi dengan konsumsi yang sangat tinggi terhadap media sosial dan aplikasi digital. Mereka memiliki potensi yang amat besar untuk berpartisipasi secara aktif dalam perkembangan industri digital di Tanah Air.

Daerah Sembalun dari atas bukit

Daerah Sembalun dari atas bukit

Andif Bayu (28), salah seorang karyawan swasta di Mataram menuturkan, kartu As community sangat membantunya dalam berkomunikasi dengan rekan kerja yang masuk dalam satu komunitas. Saat nomor kontak rekan kerja masuk dalam satu grup, kemudahan dan murahnya komunikasi mulai dirasakan. Memang yang menjadi daya tarik kartu ini adalah layanan yang bagus dan tarif yang murah.“ Paket BB saya 25 ribu sebulan dapat 1,5 giga byte, terus BBM-an saya ambil 30 ribu sebulan. Kalau daftar yang 10 ribu dapat nelpon dan SMS free sebulan sesama grup kita” ujarnya.

Dia beberapa kali mendatangi wilayah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dalam rangka tugas dari perusahaannya. Sembalun yang berada di kaki gunung Rinjani dengan topografi yang berbuki-bukit masih mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar. Namun untuk sinyal internet dikatakan masih bisa meski tidak terlalu kuat.

“Yang saya suka dari Telkomsel itu jaringannya yang beda-beda antara komunikasi telpon atau SMS dengan jaringan internet. Beda jaringan ini memungkinkan pelanggan bisa menikmati layanan dengan baik. Misalnya saat jaringan internet sedang krodit, nelpon tetap lancar atau sebaliknya telpon lagi gangguan, internya tidak apa-apa. Nah kalau provider lain saya kira jaringannya gabung” ujar Andif.

Beri Andil di Pemilu

Kiprah Telkomsel di NTB tidak dipungkiri dalam hal layanan komunikasi yang prima. Pada saat pemilu legilatif bulan April lalu, KPU NTB menggandeng Telkomsel cabang Mataram untuk menyebarkan informasi yang memuat ajakan untuk berpartisipasi dalam pemilu legislatif.

Dipilihnya Telkomsel oleh KPU NTB lantaran provider milik BUMN ini dianggap memiliki jaringan paling luas yang dapat menjangkau wilayah-wilayah paling terpencil. Apalagi, di NTB mayoritas wilayahnya adalah kepulauan dan pegunungan.

“Sinyal Telkomsel paling baik di NTB. Jumlah pelanggannya pun mencapai 1,5 juta orang di NTB. Inilah alasan kami menggandeng perusahaan seluler ini,” kata Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Anshori.

Dalam kerjasama awal bulan April itu, para penyelenggara Pemilu mulai tingkat KPU provinsi, KPU kabupaten/kota, PPK dan PPS di semua wilayah NTB diberikan kartu spesial “Bumi Gora” perdana secara gratis oleh pihak Telkomsel. Fasilitas komunikasi yang diberikan Telkomsel adalah dalam bentuk 92 ribu kartu perdana bagi anggota KPU dan badan penyelenggara ad hoc Pemilu di NTB. Penyelenggara pemilu dapat berkomunikasi sepuasnya selama 24 jam hanya dengan 10 ribu dalam sebulan.

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori

Menurut Aksar, masyarakat baik yang sudah memiliki hak suara atau yang belum tetap menerima pesan berantai ini. Bagi yang belum memiliki hak suara, KPU memastikan pesan berantai ini bisa dijadikan pembelajaran politik. “ Hampir semua masyarakat memiliki HP, pesan pemilu bisa dilihat langsung dalam genggaman. Ini untuk meningkatkan partisiapasi pemilih” ujarnya.

Manager Telkomsel Branch Mataram Khalid J. Salam mengatakan, dengan kartu kartu spesial “Bumi Gora” itu, seluruh penyelenggara pemilu mampu berkomunikasi dengan baik, bahkan disaat traffic sedang padat. “ Hanya dengan 10 ribu, bisa nelpon sampai kuping panas dalam sebulan. “ ujarnya.

Program-program Telkomsel di NTB mendapat respon yang sangat positif, terlebih di pulau Sumbawa yang sudah lama berada dikuasasi si merah – sebutan si merah merujuk provider Telkomsel-.

Khalid J. Salam mengatakan pada Agustus 2014 lalu mengatakan, jumlah pelanggan Kartu As di Sumbawa mengalami pertumbuhan cukup signifikan dalam waktu setahun terakhir. Dibandingkan pertengahan tahun 2013, tercatat jumlah pengguna produk prabayar milik Telkomsel ini meningkat sebesar 32 persen.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya penggunaan Paket Serbu Samawa yang diluncurkan tahun lalu. Paket yang dipersembahkan khusus bagi masyarakat Sumbawa ini memberikan gratis nelpon selama 180 menit seharian penuh 24 jam.

Untuk melayani tingginya kebutuhan komunikasi pelanggan, pada tahun ini Telkomsel melakukan penambahan 48 BTS di Pulau Sumbawa. Saat ini Telkomsel telah menggelar 200 BTS di Sumbawa, di mana sekitar 20 persen di antaranya merupakan BTS 3G.

“Selain meningkatkan kualitas layanan suara dan SMS, pada tahun ini kami juga berfokus untuk menjamin kenyamanan pelanggan dalam memanfaatkan layanan data,” ungkap Khalid.

Menuju Masyarakat Digital

Telkomsel meraih hasil yang memuaskan hingga kuartal ketiga 2014 dengan mencatatkan pencapaian 139,3 juta pelanggan atau tumbuh 8,9% dari tahun sebelumnya. Telkomsel memiliki pertumbuhan di segala lini bisnis baik digitalberupa mobile broadband dan digital services maupunbisnis suara dan SMS.

“Kami akan terus menghadirkan berbagai terobosan produk, layanan dan teknologi terkini kepada para pelanggan. Ke depannya kami berkomitmen untuk memberikan layanan mobile broadband dan secara berkelanjutan membangun infrastrukturnya agar dapat mempercepat terwujudnya Masyarakat Digital Indonesia. Hingga kini kami telah menjangkau lebih dari 95% dari total poulasi Indonesia, membangun 369 kota sebagai broadband city dengan didukung lebih dari 83 ribu BTS dimana 37 ribu BTS diantaranya merupakan BTS 3G”, ujar Direktur Utama Telkomsel, Alex J. Sinaga.

Saat ini Telkomsel memiliki 63.5 juta pelanggan data atau lebih dari 46% total pelanggannya. Selain itu saat ini Telkomsel memiliki 35.4 juta pelanggan pengguna smartphone  yang merepresentasikan 25% dari total pelanggan. Untuk meningkatkan penggunaan mobile broadband di Indonesia Telkomsel melakukan serangkaian program edukasi bertajuk “Indonesia Genggam Internet”. Program ini diharapkan akan dapat mendorong adopsi smartphone 3G oleh pelanggan 2G serta memberikan manfaat positif internet yang seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia.

“Hingga saat ini pelanggan telah dilayani melalui lebih dari 400 kantor pelayanan Telkomsel atau  GraPari yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan  268 mobile GraPari yang siap menembus daerah pelosok sekalipun, serta Call Center yang bersertifikasi ISO 9001:2008”, tutup Alex.

Abdurrahim, salah seorang TKI yang bekerja di Malaysia asal kecamatan Pringgarata Lombok Tengah menuturkan, komunikasi dengan keluarga dirumah kini semakin gampang. Dia bekerja di negara bagian Selangor di sektor perkebunan sawit. Di negeri Jiran, dia memakai kartu Maxis. Menurutnya, kartu ini membuat komunikasi dengan keluarga dirumah sangat gampang dan lancar. Biayanyapun tidak terlalu menguras kantong TKI. “ Biayanya kalau tidak salah 10 ringgit per jam kalau nelpon ke Lombok” tuturnya.

Sebenarnya ada kartu khusus dari Indonesia yang bisa digunakan di Malaysia seperti kartu As Malaysia, namun kartu itu belum diketahuinya, sehingga masih menggunakan provider negeri jiran.

Yetty Kusumawati, Executive VP Telkomsel Area Jawa Bali saat silaturahmi bersama keluarga TKI di Desa Jenggik Utara, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, NTB Juli lalu mengatakan, Telkomsel menghadirkan paket nelpon murah ke Malaysia dan Arab Saudi menggunakan fasilitas sambungan langsung internasional (SLI) 01017.

Memang provinsi NTB adalah salah satu provinsi penyumbang jumlah TKI terbesar di Indonesia. Menurut pejabat Disnakertrans NTB, H Zaenal, jumlah TKI NTB ke Malaysia saja sekitar 350 ribu orang.

“Paket nelpon murah Rp 3.000 selama 10 menit ke Malaysia dapat dinikmati dengan menghubungi *266*30#. Sementara paket nelpon murah Rp 3.500 selama 5 menit ke Arab Saudi bisa diperoleh dengan menghubungi *266*31#. “ Kata Yetty.

Kepala Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Mataram, Supriadi akhir September lalu mengatakan, hari bhakti postel 2014 memiliki tema “ Indonesia Menuju Digital”. Ini sangat penting untuk mendorong masyarakat Indonesia, terlebih warga NTB melek digital dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan.

Menurutnya, atas dedikasi dan inovasi penyelenggara telekomonikasi di NTB ini, masyarakat saat ini bisa menikmati perkembangan teknologi yang semakin pesat terutama dari segi digital.” Kita patut mengapresiasi penyelenggara telekomunikasi yang terus melakukan pelayanan kepada masyarakat” ujarnya.

Soal jaringan selular di NTB, wakil ketua DPRD NTB TGH Mahally Fikri memiliki beberapa cacatan. Dia sudah menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) agar terus melakukan komunikasi meminta bantuan pengusaha provider agar terus mengembangkan jaringan seluler sampai wilayah pelosok.

“ Kadang kita hanya bisa bicara mulai dari Pemenang, setelah sampai wilayah Gangga tidak bisa bicara apalagi kalau naik ke atas. Ke arah Bayan saja sudah mulai terputus pembicaraan kita.” Ujarnya.

Dia mengatakan, kemungkinan keuntungan yang diperoleh oleh penyedia layanan komunikasi di Lombok Utara belum ada, namun kedepan kampung-kampung disana akan terus berkembang.” Di desa-desa justru lebih banyak menggunakan internet dibanding dengan orang kota. Sebagai contoh saya tidak selalu menggunakan media sosial untuk berkomunikasi, namun pemuda dari kampung yang saya lihat banyak membagi informasi. Mereka sangat melek dan jago internet.” Ujarnya.

Mahally mengatakan, KLU adalah salah satu dari segelintir Daerah Otonomi Baru (DOB) di Indonesia yang tergolong berhasil. Disana potensi pertanian, peternakan dan wisata sangat menjanjikan sehingga sebagian wilayah yang belum terjamah jaringan seluler agar segera dilayani untuk meningkatkan ekonomi dan kemajuan masyarakat.

Meski di beberapa daerah di NTB terdapat blank spot yang menghambat komunikasi warga, namun di provinsi NTB yang dijuluki Bumi Gora, jaringan yang dikembangkan si Merah sudah semakin merambah. (ris)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply