Mahasiswa di Mataram Kembali Demo Tolak Rencana Kenaikan BBM

Demo ratusan Mahasiswa yang menolak kenaikan BBM

Demo ratusan Mahasiswa yang menolak kenaikan BBM

Mataram (Global FM Lombok)-Ratusan mahasiswa yang berasal dari sejumlah organisasi kampus di Mataram Senin (17/11) siang kembali turun ke jalan guna memprotes rencana kenaikan harga BBM dalam waktu dekat ini. Mereka mendatangi gedung DPRD NTB di Jalan Udayana, Mataram. Kali ini, mahasiswa diterima oleh wakil ketua DPRD NTB Mori Hanafi.

Salah seorang korlap aksi dari HMI MPO Mataram, Furqan mengatakan, mahasiswa dengan tegas menolak rencana kenaikan BBM. Disamping akan memberatkan ekonomi masyarakat juga kenaikan ini dinilai tidak tepat karena harga BBM dunia justru sedang jatuh.

Selain memprotes harga BBM, dia menentang pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN, meminta agar pemerintah segera mencabut UU Sisdiknas karena dinilai merugikan mahasiswa.

Setelah lama berorasi, wakil ketua DPRD NTB Mori Hanafi menemui para pengunjuk rasa di luar gerbang gedung DPRD. Mori mengatakan, rata-rata anggota dewan provinsi NTB menolak rencana kenaikan BBM karena efek berantai terhadap kenaikan harga-harga kebutuhan tidak bisa dihindarkan.

Terhadap dugaan terjadinya kasus pengalihan BBM bersubsidi di NTB dinilai sangat kecil mengingat tidak banyak perusahaan besar di daerah ini seperti di pulau Jawa. Meski demikian, jika ada dugaan penggunaan BBM bersubsidi oleh kalangan industri diharapkan pihak kepolisian mengusut tuntas.

“ Kalau MEA itu kesepakan Internasional yang sudah ditunda berkali-kali. Mudahan ini tidak terjadi karena secara umum masyarakat Indonesia belum siap menghadapinya. Adapun UU Sisdiknas tidak akan dicabut tapi akan disempurnakan” ujarnya.

Aksi ratusan mahasiswa ini dikawal ketat oleh puluhan aparat kepolisian. Aksi unjuk rasa berjalan lancar. Tidak ada aksi dorong-mendorong antara mahasiswa dengan aparat keamanan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.(ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply