Polisi Diminta Usut Penimbun Elpiji 3 Kg

elpiji 3 kg ( ilustrasi)

elpiji 3 kg ( ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)-Terkait dengan adanya dugaan terhada penimbunaan tabung gas elpiji 3 Kg, wakil walikota Mataram H. Mohan Roliskana meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut dugaan tersebut. Pasalnya kelangkaan tabung gas elpiji ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana kepada Global FM Lombok Selasa (21/10) di ruang kerjanya. Ia mengatakan, kelangkaan tabung gas elpiji bersubsidi ini menimbulkan spekulasi ditingkat pengecer. Menurutnya, kegiatan operasi pasar yang dilakukan biasanya hanya untuk kebutuhan pokok lainnya seperti beras, minyak, gula dan lain sebagainya.

Sementara operasi pasar untuk tabung gas elpiji dilakukan karena terjadi kelangkaan. Selain itu tabung gas elpiji dinilai merupakan kebutuhan yang spesifik karena yang bisa melakukan itu hanya pertamina gas elpiji. Pendistribusian tabung gas elpiji juga sudah mempunyai arah yang jelas. Sehingga jika terjadi masalah kelangkaan tabung gas elpiji, pihak terkait harus mencari tahu kendala yang terjadi dilapangan.

Sementara itu staf monitoring Pertamina Agung Wibowo mengatakan, kelangkaan tabung gas elpiji diindikasikan ada penimbunaan yang dilakukan, namun ia tidak mengetahui titik penimbunan tersebut. Akibat dari kelangkaan tersebut harga tabung gas elpiji 3 kg menjadi meningkat.

Selain itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram Wartan mengklaim, pihaknya tetap melakukan pengawasan ditingkat pengecer. Namun terkait dengan adanya dugaan penimbunaan,maka pengawasan akan ditingkatkan.

Seperti diketahui harga gas elpiji 3 Kg di tingkat agen di pulau Lombok sebesar Rp 14.750, namun karena terjadi kelangkaan, para pengecer menjual gas bersubsidi ini mencapai Rp 22 ribu.(azm)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply