Budidaya Rumput Laut Rontok, Diklaim Karena Kelebihan Beban

rumput laut ( ilustrasi)

rumput laut ( ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Aminullah membantah adanya penyakit rontok yang menyerang budidaya rumput laut di kawasan pantai Serewe, Kabupaten Lombok Timur. Menurutnya rontoknya rumput laut tersebut, disebabkan karena kelebihan beban dan lemahnya ikatan rumput laut.

Demikian disampaikan Kepala DKP NTB, Aminollah kepada Global FM Lombok, Sabtu (20/09) di Mataram. Namun, ia mengakui meski tidak terlalu signifikan, namun kerontokan rumput laut tersebut bisa berpengaruh terhadap target produksi rumput laut. Kementerian Kelautan telah meminta kepada petani rumput laut agar menghitung kemampuan daya dukung lahan budidaya rumput laut.

Hal itu perlu dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih budidaya sehingga tidak merusak ekosistemnya.

“Ini sebenarnya masalah rontok ini bukan karena adanya penyakit, mungkin karena bebannya banyak, bisa saja. Memang pengaruh iklim ini juga karena panas ,tapi itu bukan menjadi suatu hal yang drastis mengurangi produksi. Kecuali curah hujan tinggi. Pertumbuhannya terlalu lebat, itu yang seharusnya 15 atau 20 gram mungkin ditaruh 50 gram. Jika itu terlalu banyak ia bisa saja rontok. Jadi itu bukan karena penyakit”, kata Aminullah.

Sementara itu, untuk target produksi budidaya laut secara keseluruhan pada tahun 2014 ini sebanyak 825 ribu ton. Sedangkan untuk budidaya rumput laut sampai dengan triwulan ke tiga mencapai 313 ribu ton. (irs)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply