Rumah Tangga NTB Banyak Beralih ke Gas Elpiji 3 Kg

Machsun Ridwainny

Machsun Ridwainny

Mataram (Global FM Lombok)-Semakin banyak rumah tangga di NTB yang mulai beralih ke tabung gas elpiji 3 Kg setelah pemerintah menaikkan harga tabung gas elpiji 12 Kg. Salah satu dampaknya yaitu permintaan gas elpiji 3 Kg semakin tinggi, bahkan agen atau distributor elpiji belum bisa memenuhi semua permintaan para pengecer di Lombok.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang agen elpiji di Lombok, Machsun Ridwainny kepada Global FM Lombok di Mataram Selasa (16/9). Dia mengatakan, kini muncul kekhawatiran adanya tabung gas elpiji 3 Kg oplosan yang beredar seiring dengan meningkatnya permintaan elpiji bersubsidi. Namun sejauh ini belum ada bukti bahwa tabung elpiji 3 Kg telah dioplos oleh oknum tertentu.

“ Tapi pasti dengan adanya kenaikan ini saya lihat sudah banyak yang beralih ke 3 Kg yang biasanya menggunakan 12 Kg. Makanya sekarang Elpiji 3 Kg itu terasa agak seret di lapangan. Banyak sekali permintaan yang belum bisa kita layani juga, tidak bisa penuh kita layani” kata Machsun.

Machsun mengatakan, tingginya permintaan tabung gas elpiji 3 Kg juga dipicu oleh kebutuhan tembakau. Petani tembakau di Lombok bisa menggunakan elpiji sebagai bahan bakar omprongan tembakaunya sehingga kebutuhan rumah tangga menjadi terganggu.      

Sebagaimana diketahui, terhitung mulai 10 September 2014, PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga elpiji non subsidi ukuran 12 kg sebesar Rp 1.500 per kg atau kenaikan Rp 18 ribu per tabung. Langkah ini diambil menyusul tingginya harga gas di pasar internasional dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat(ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply