Tahun 2015, NTB Bentuk Lembaga Sensor Film

sensor film (ilustrasi)

sensor film (ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)-

Pembentukan lembaga sensor film di tingkat daerah dinilai merupakan suatu keharusan pemerintah untuk mengendalikan tayangan di tengah masyarakat. Karena film bisa membuat konflik tengah masyarakat. Ditargetkan pada tahun 2015 mendatang provinsi NTB memiliki lembaga sensor film. Namun pembentukan Lembaga Sensor Film daerah juga harus memenuhi criteria seperti jumlah stasiun TV dan production house.

Demikian disampaikan wakil ketua Lembaga Sensor Film RI Nunus Supardi pada saat memberikan sambutan acara sosialisasi kebijakan pembentukan sensor yang berlangsung di Mataram Senin (7/7) kemarin di Mataram. Menurutnya, keberadaan Lembaga sensor Film daerah bisa membantu lembaga Sensor Film pusat untuk melakukan penyensoran.

Pada tahun lalu lembaga sensor film pusat menyensor film, rekaman lagu, iklan dan lain sebagainya sebanyak 60 ribu materi. Sementara waktu yang diberikan untuk menyensor materi tersebut cukup singkat sehingga ia mengakui cukup kualahan. Selain itu para pembuat film, iklan dan lain sebagainya memprotes bahwa penyensoran yang dilakukan dinilai lamban. Sehingga keberadaan lembaga sensor film daerah akan membantu mempercepat penyensoran film-film tersebut.

Nunus mengatakan, ada masyarakat yang pro kontra terhadap keberadaan lembaga sensor film. Masyarkat yang setuju dengan keberadaan lembaga sensor film menginginkan penyensoran yang dilakukan harus lebih rinci lagi. Sehingga adegan yang bisa memicu reaksi negative dari masyarakat harus disensor.

Sementara itu asisten II bidang ekonomi pemerintah provinsi NTB Lalu Gita Ariyadi mengatakan, film merupakan salah satu dari 14 sektor ekonomi kreatif. Sehingga seiring dengan perkembangan berbagai kegiatan kreatif termasuk film tentu tidak bisa atas nama kebebasan pers dan hal tersebut harus dikontrol. Ia mencontohkan, video klip lagu Sasak yang berjudul “besoq botol” yang belum disensor mendapatkan reaksi kuat dari tokoh masyarakat dan budayawan. Sehingga kedatangan Lembaga sensor film menjadi kendali dan memberikan pembinaan terhadap kraetifitas.(azm)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply