Jelang Pemungutan Suara Pilpres, Awasi Politik Uang di TPS

Politik Uang ( ilustrasi)

Politik Uang ( ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)-Sejauh ini, proses kampanye pemilu presiden di NTB masih dalam  kondisi aman. Namun pada saat pemungutan suara tanggal 9 Juli ini, Kelompok Kerja (Pokja) Pemantauan Politik Uang Pemilu 2014 menyerukan kepada masyarakat  untuk benar-benar mengawasi praktik politik uang yang berpotensi terjadi pada H-1 atau pada saat pencoblosan di TPS.

Ketua Pokja Pemantauan Pemilu NTB Ramli dalam rilis yang diterima redaksi Global FM Lombok mengatakan, berkaca dari pengalaman pada pemilu legislatif bulan April lalu, tim Pemantau menemukan banyaknya tim sukses ataupun relawan dari salah satu calon mendatangi rumah-rumah warga pada malam hari sebelum pemungutan suara berlangsung. Mereka membagi-bagi uang atau barang dan meminta agar memilih salah satu caleg tertentu di dalam bilik suara.

Ramli yang menjadi Koordinator Investigasi FITRA NTB ini juga menjelaskan, praktek Jual-beli suara tidak banyak terjadi pada masa kampanye yang sudah berlalu. Menurutnya mobilisasi suara dengan uang maupun barang justru akan banyak beredar pada hari pemungutan suara

Melihat kontestasi politik yang sangat ketat, para calon atau tim pemenangan calon akan lebih giat lagi untuk merebut suara-suara mengambang, hal itu sering dilakukan dengan melakukan jemput bola. Artinya jual beli suara juga di lakukan di lokasi pemungutan suara.

FITRA NTB bersama jaringan dari beberapa daerah yang tergabung dalam Pokja Pemantauan Politik Uang Pemilu 2014 akan lebih fokus memantau beberapa pelanggaran-pelanggaran tersebut. Dia berharap, masyarakat juga dapat berperan serta mengawasi kontestasi politik ini.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply