Keberadaan Pos Pantau Dinilai Efektif Tangani Anjal

Pos pantau Anjal di wilayah Karang Jangkong Mataram

Pos pantau Anjal di wilayah Karang Jangkong Mataram

Mataram (Global FM Lombok)-Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kota Mataram membangun pos pantau di 10 titik. Pos pantau ini dibangun untuk memantau keberadaan anak jalanan (anjal), gelandang dan pengemis (gepeng). Keberadaan pos pantau dalam menangani anjal dan gepeng dinilai efektif. Pasalnya di beberapa titik yang banyak terlihat anjal dan gepeng, kini sudah relative berkurang karena keberadaan pos pantau tersebut.

Demikian disampaikan kepala Disosnakertrans Kota Mataram Ahsanul Khalik kepada Global FM Lombok Rabu (2/7) di Mataram. Menurutnya, jika ada anjal dan gepeng masih ada yang beroperasi, hal tersebut merupakan tantangan bagi pelaksanaan pos pantau. Selain itu, beroperasinya anjal dan gepeng dikawasan lain, akan menjadi catatan dan bahan evaluasi. Selain membangun pos pantau, Disosnakertrans juga akan melaksanakan kegiatan patroli.

Dia mengharapkan dukungan dari masyarakat untuk tidak memberikan uang atau barang kepada anjal dan gepeng. Masyarakat disarankan untuk bersedekah ditempat lain atau di lembaga resmi yang ada.

“Ini dan empat hari kawan-kawan itu melakukan pemantauan di 10 titik yang kita sudah tentukan. Kalau bicara efektifitas saya pikir cukup efektif, kalau masih ada anjal dan gepeng itu bukan berarti tidak efektif. Kalau masih ada anjal dan gepeng ini menjadi tantangan bagi pelaksanaan tugas pos pantau ini. Saya mengatakan efektik karena dibeberapa titik yang selama ini banyak anjalnya sudah berkurang dan bahkan ada yang tidak ada anjalnya. Tapi kalau muncul di titik tertentu ini menjadi catatan ini untuk terus kita evaluasi pola pemantauan dan seperti apa kita lakukan penjagaan,”katanya

Khalik menjadwalkan, mulai jam tiga sore sampai malam penjagaan di pos pantau di maksimalkan. Karena pada malam hari petugas pos pantau, melakukan pengawasan dengan cara patroli. Masing-masing pos pantau dijaga oleh lima orang dengan sistem pembagian shif.

Anjal yang tertangkap akan diserahkan kepada orang tua dan diberikan pembinaan. Sementara untuk gepeng akan dikembalikan kepada keluarganya. Diklaim anjal dan gepeng yang beroperasi di Kota Mataram berasal dari luar kota Mataram. Pasalnya beberapa waktu lalu Disosnakertrans sudah menangkap gepeng yang berasal dari Lombok Barat.(azm/ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply