Media tak Netral Menambah Buram Potret Demokrasi

PWI NTB melaksanakan diskusi dengan pembicara pemerhati politik Dr Kadri, Redaktur Radar Lombok Tony Edy Wibowo dan Penanggung Jawab Suara NTB H Agus Talino

PWI NTB melaksanakan diskusi dengan pembicara ( Ki-ka ) pemerhati politik Dr Kadri, Redaktur Radar Lombok Tony Edy Wibowo dan Penanggung Jawab Suara NTB H Agus Talino

Mataram (Global FM Lombok)-Pada musim kampanye pemilu presiden (pilpres) 2014 ini, sejumlah media nasional terkotak-kotak dan cenderung partisan dalam pemberitaan. Pemberitaan media yang seharusnya berimbang dan bersikap netral malah semakin jauh dari penerapan UU Pers kan Kode Etik Jurnalistik. Hal ini menambah buram potret demokrasi di Indonesia.

Pandangan itu disampaikan pemerhati politik Dr Kadri dalam diskusi “ Menggugat Independensi Media untuk Ikut Mensukseskan Pilpres” yang berlangsung di sekretariat PWI Cabang NTB Kamis (26/6). Kadri mengatakan, sejumlah televisi dan media online nasional menyodorkan informasi yang cenderung tidak berimbang dalam pemberitaan capres-cawapres. Namun dalam konteks media lokal, aksi dukung-mendukung capres tertentu tidak terjadi.

“Karena prinsip-prinsip pers itu menurut saya sangat tidak dimaksimalkan. Kalaupun ditampilkan sangat tidak berimbang, cover both side-nya juga tidak ada. Terus ada praktek representasi dan misrepresentasi misalnya calon calon dimunculkan lebih bagus, calon yang lain tidak dimunculkan tidak bagus. Oleh karenanya praktek-praktek seperti itu yang bagi saya menambah buramnya potret demokrasi kita saat ini” kata Kadri.

Sementara itu, pemateri lainnya pimpinan Suara NTB Agus Talino dalam kesempatan itu mengatakan, calon pemimpin banyak yang menggoda media untuk ikut partisan. Saat media ikut tergoda, maka harapan public untuk melahirkan pemimpin yang sesuai dengan harapan tidak akan terwujud.

Ia mengatakan dalam UU Pers maupuan kode etik jurnalistik tidak ada satupun pasal yang membolehkan media memihak atau condong kepada calon tertentu. Media seharusnya tidak terjebak dalam permainan politik para peserta pemilu karena media harus tetap netral dan tetap memberikan pencerahan serta pendidikan bagi masyarakat.(ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply