Pemkot Mataram Serius Tangani Kasus HIV/AIDs

HIV AidsMataram (Global FM Lombok)-Kota Mataram diklaim sebagai kota yang cukup serius memperhatikan penyebaran virus HIV/AIDs. Hal ini terlihat dari adanya tempat khusus yang digunakan sebagai pusat pencegahan HIV/AIDs yaitu Puskesmas Karang Taliwang. Berdasarkan dari data yang ada sampai pada bulan Mei 2013 tercatat sebanyak 284 kasus HIV/AIDs. Sebanyak 80 persen dari kasus tersebut adalah warga yang masih dalam usia produktif.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H. Lalu Makmur Said kepada Global FM Lombok Selasa (17/6) di Lombok Plaza. Ia menjelaskan perhatian yang diberikan tidak hanya kepada para tenaga kerja namun semua element masyarakat. Selain puskesmas Karang Taliawang, BNNK Mataram juga ikut serta untuk mencegah HIV/AIDs melalui pencegahan penyalahgunaan narkoba yang sering terjadi. Direncanakan, pemerintah Kota Mataram akan mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) terkait pencegahan HIV/AIDs.

“Di NTB ini, Mataram yang paling memperhatikan dan itu wajarlah dan kalau Mataram tidak memperhatikan maka itu yang tidak wajar. Karena pertama pusat kota, jadi ibu kota provinsi jadi aktifitasnya banyak disini dan kedua tenaga kerja hampir sebagaian besar ada di Mataram. Makanya kita punya trauma center, dan juga punya rehabilitasi dan penyegehanan HIV/AIDs di puskesmas Karang Taliwang,” kata Sekda

Menurutnya, sosialisasi HIV/AIDs kepada para pekerja dinilai cukup penting, karena bisa mencegah penyebaran HIV/Aids melalui peraturan pada perusahaan masing-masing. Para peserta sosialisasi diharapkan bisa memberikan sosialisasi kepada tenaga kerja yang lain. Sehingga perusahaan dan tenaga kerja mengerti HIV/AIDs tersebut.

Sekda menerangkan, dampak yang akan timbul dengan terjangkitnya virus HIV/AIDs tersebut yaitu menurunnya tingkat pendapatan pekerja dan produktivitas perusahaan. Selain itu meningkatnya klaim asuransi yang akan dikeluarkan oleh perusahaan.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kota Mataram Ahsanul Khalik mengatakan, pada tahun ini ada 30 tenaga kerja dari 17 perusahaan yang menjadi perserta sosialisasi pencegahan HIV/AIDs. Jumlah tersebut cukup kecil jika dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang ada di Kota Mataram mencapai 680 perusahaan. Disosnakertrans akan melakukan sosialisasi secara bertahap terhadap pencegahan penyebaran HIV/AIDs di tempat kerja. (azm)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply