Cegah Pernikahan Dini, BP2KB Beri Perhatian Khusus Daerah Pinggiran

Pernikahan Dini (ilustrasi)

Pernikahan Dini (ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)-Masih banyaknya kasus pernikahan dini yang terjadi di daerah pinggiran Kota Mataram diklaim merupakan kasuistik. Pasalnya Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) kota Mataram tetap melakukan sosialisasi penyesuaian usia pernikahan. Pemerintah Kota Mataram memberikan perhatian khusus untuk daerah pinggiran.

Demikian disampaikan Kepala BP2KB Kota Mataram Sutrisno kepada Global FM Lombok Selasa (10/6) di Mataram. Diharapkan anak-anak mempersiapkan diri dari segi pendidikan, keterampilan dan lain sebagainya baru menikah.Pihaknya akan melakukan survey terhadap daerah-daerah pinggiran untuk melihat faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini.

“Kita kan tetap menyebarluaskan informasi tentang penyesuaian usia kawin. Itu (pernikahan dini) kasuistik jangan dibesar-besarin. Jadi anak-anak itu sekolah-sekolah dulu, belajar, keterampilan dan nanti pada saatnya silahkan itu hak azasi manusia. Kalau di Bertais Daye kita akan coba turun menanyakan factor-faktornya yang jelas kalau daerah pinggiran kita tetap berikan perhatian khusus,”katanya

Menurutnya, dampak dari pernikahan dini cukup berat bagi anak. Karena mereka belum siap segala sesuatu baik itu bagi keluarga atau bagi masa depan anak-anak tersebut. Selain itu kesejahtraan bagi anak tersebut cukup rendah.

Sutrisno mengatakan, penyesuaian usia pernikahan anak merupakan upaya pemerintah Kota Mataram untuk mengentasakan kemiskinan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu usia menikah untuk perempuan minimal 20 tahun dan untuk laki-laki minimal 25 tahun.(azm)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply