Gubernur NTB: PNS Tidak Disiplin Harus Diberi Sanksi Tegas

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi saat menyampaikan pengantar LKPJ TA 2013 Senin (5/5) malam.

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi

Mataram (Global FM Lombok)-Aksi protes yang dilakukan oleh perawat dan pegawai administrasi Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB di depan kantor RSUP NTB beberapa waktu lalu ditanggapi oleh gubernur NTB TGH M Zainul Majdi. Gubernur mengatakan, pemprov NTB tengah berupaya melakukan penegakan disiplin bagi pegawai di lingkup pemprov NTB. Jika ada pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh pegawai, Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) nya akan dipotong.

Demikian dikatakan gubernur NTB TGH M Zainul Majdi Kamis (22/05) kemarin. Gubernur mengatakan, awalnya PNS masuk kantor jam 7:30 pagi , namun karena banyak kendala yang menyebabkan keterlambatan, akhirnya dilonggarkan dan disepakati masuk kerja mulai jam 8:00 pagi. Jika kelonggaran itu tetap dilanggar, menurutnya harus diberikan sanksi tegas agar disiplin itu benar-benar ditegakkan.

“Masa kalau ada orang tidak melakukan kewajibannya dan masuk kerja semaunya misalnya terus TKD nya tidak dipotong, kan itu merusak semuanya, yang rajin juga bisa jadi juga ikut malas”, tandasnya. Oleh karenya, ia mengajak semua perawat terlebih instalasi medis untuk memahami bahwa tugas di Rumah Sakit sangat perlu dilakukan dengan penuh kedisiplinan. Menurutnya, selama ini telah banyak keluhan dari pasien terhadap pelayanan Rumah Sakit yang kurang diperhatikan.

Terkait absensi dokter yang hanya satu kali, menurut gubernur pada prinsipnya tidak pernah ada pengecualian dalam keputusan gubernur. Namun dalam kondisi tertentu, dokter melakukan operasi dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga melewati waktu absensi.

Aksi unjuk rasa oleh perawat dan pegawai RSUP NTB beberapa waktu lalu dilakukan untuk menuntut keadilan dari pihak Rumah sakit terkait dengan prosedur absensi jam kerja. Mereka merasa didiskriminasikan, terkait kewajiban absensi dua kali sehari. Ketika masuk kerja pukul 08:00 dan pulang pukul 14:00. Jika terlambat TKD nya akan dipotong sebanyak 2 persen. Namun perlakuan istimewa diperoleh dokter yang hanya absensi satu kali. (Irs)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply