56 Persen Angkatan Kerja di NTB Hanya Tamatan SD

Rapat Paripurna penyampaian komisi-komisi terhadap LKPJ Gubernur NTB tahun 2013 yang berlangsung di gedung DPRD NTB Rabu (14/5).

Rapat Paripurna penyampaian komisi-komisi terhadap LKPJ Gubernur NTB tahun 2013 yang berlangsung di gedung DPRD NTB Rabu (14/5).

Mataram (Global FM Lombok)-Sebagian besar angkatan kerja di provinsi NTB yaitu sebanyak 1,1 juta orang lebih atau 56,02% masih bependidikan SD atau tidak sekolah. Dengan kondisi yang seperti ini dinilai cukup sulit mengarahkan daerah NTB masuk pada industry olahan kategori sedang.

Ha itu disampaikan sekretaris komisi II bidang ekonomi dan pariwisata DPRD NTB Mori Hanafi dalam rapat paripurna penyampaian komisi-komisi terhadap LKPJ Gubernur NTB tahun 2013 yang berlangsung di gedung DPRD NTB Rabu (14/5).

Menurut Mori Hanafi, provinsi NTB baru bisa memasuki fase industry kecil, menengah ke bawah.Hal ini lebih realistis mengingat memang pada saat ini sebagian angkatan kerja didaerah ini adalah petani dan orang-orang yang bergerak dalam industri olahan kecil menengah.

Mori Hanafi mengatakan, jumlah penduduk yang bekerja di NTB per Agustus 2013 sudah mencapai 1,9 juta jiwa lebih. Naik hanya tiga ribu orang dari tahun 2012. Suatu jumlah kenaikan angkatan kerja yang begitu kecil. Padahal pertumbuhan ekonomi NTB mencapai 5,61% pada tahun 2013 lalu.

Bagi Komisi II hal ini cukup mengkhawatirkan karena seharusnya setiap 1% pertumbuhan ekonomi di NTB akan menyerap sekitar empat ribuan angkatan kerja baru. Sehingga seharusya pada tahun 2013 lalu ada lebih dari 20 ribu angkatan kerja baru di NTB.

“Sehingga kami khawatir jangan-jangan petumbuhan ekonomi kita semu belaka. Hal lain yang perlu menjadi perhatian kita bersama adalah yang menyangkut kualitas angkatan kerja kita. Bahwa ada sebanyak 1.056.954 orang (53,3%) bekerja diatas 35 jam per minggu. Hal ini cukup baik, akan tetapi ada yang bekerja kurang dari 15 jam per minggu mencapai 227.012 orang (11,45%). Dalam teori Dalam teori ekonomi pada angkatan kerja yang bekerja seperti ini disebut dengan pengangguran terselubung.” Kata Mori.(ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply