Keterwakilan Perempuan di DPRD NTB Makin Menurun

caleg perempuanMataram (Global FM Lombok)-Meski keharusan kuota 30 persen perempuan dalam komposisi calon anggota legislative (caleg) sudah diterapkan pada pemilu legislative, namun hanya sedikit dari kalangan caleg perempuan yang mampu menduduki kursi parlemen. Ironisnya, keterwakilan perempuan di DPRD NTB dipastikan berkurang dari enam wakil perempuan pada periode 2009-2014 menjadi empat wakil perempuan periode 2014-2019.

Menurut Dekan Fakultas Sosial Politik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM) Abdurrahman, minimnya keterwakilan perempuan yang melenggang ke parlemen disebabkan oleh beberapa factor. Salah satunya adalah minimnya kualitas perempuan yang masuk dalam dunia politik. Banyak parpol memasang caleg perempuan hanya untuk memenuhi kuota 30 persen yang dipersyaratkan oleh aturan. Namun dalam kompetisi politik kadang tidak memiliki visi yang jelas.

“ Kemarin itu kan hanya proses pemaksaan bagaimana dia mendapatkan 30 persen. Lalu kemudian justru kaum perempuan yang masuk disitu itu adalah sesungguhnya dia tidak memiliki visi untuk masuk dalam dunia politik. Hanya berpikir bagaimana partai saya bisa masuk untuk menduduki posisi itu, itu kebanyakan yang saya lihat. Ibu-ibu yang masuk ke arena ini itu sangat kecil memiliki kualitas” kata Abdurrahman.

Dia mengatakan, sejumlah faktor juga turut menurunkan tingkat keterpilihan kepada kaum perempuan seperti maraknya politik transaksional. Dimana calon yang paling banyak memberikan sesuatu memiliki lebih banyak peluang untuk menang.

Selain itu, para pemilih akan menjatuhkan pilihannya sering berdasarkan factor impersonal. Artinya alasan memilih caleg berdasarkan keluarga, kedekatan dan pertemanan. Ada juga pemilih yang cerdas, namun jumlah pemilih cerdas masih cukup minim.(ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply