Pengusaha NTB Optimis Bisa Penuhi Permintaan Beras Jatim

Global FM
25 Apr 2023 16:48
Pemerintahan 0 3154
2 minutes reading

Mataram (Global FM Lombok) – Kerja sama antara Pemprov NTB dengan Pemprov Jawa Timur (Jatim) yang telah ditandatangani beberapa waktu lalu akan terus ditindaklanjuti secara teknis. Salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menandatangai perjanjian kerjasama itu adalah Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB. Salah satu kerjasama antara kedua belah pihak yaitu jual beli komoditas beras, kopi, kacang tanah dan jagung.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Dr. H Fathul Gani mengatakan, misi kerjasama antara kedua belah pihak berdasarkan asas saling menguntungkan. Pasca-penandatanganan kerjasama itu pelaku usaha di NTB dengan pelaku usaha di Jatim sudah melakukan transaksi sejumlah komoditas.

Jatim sendiri meminta sekitar 30 ton beras sehari dari NTB. Dari pengakuan pengusaha, permintaan tersebut optimis bisa dipenuhi, mengingat saat ini sudah mulai memasuki musim panen. Namun demikian, NTB akan mengeluarkan beras setelah dilakukan perhitungan yang matang terkait dengan kebutuhan di dalam daerah.

“Kita lihat analisis, berapa yang bisa kita keluarkan dan berapa yang kita bisa tahan. Pemerintah sudah mengeluarkan HPP, harga pembelian pemerintah yang sekarang sudah naik dari Rp4.550 sampai Rp 4.650 gabah kering panen. Kalau gabah kering giling kan Rp5.200 – 5.700 per kilo,” kata Fathul Gani belum lama ini.

Sementara itu pengelola UD. Hasil Bumi Lombok Timur Ubaidillah mengatakan, nilai pemesanan untuk beras dari NTB dari Jatim sebesar sebesar Rp47 miliar, belum termasuk komoditas pertanian lainnya. Artinya kerjasama NTB – Jatim ini sangat bagus untuk kedepannya.

“Optimis bisa kami penuhi permintaan beras itu, apalagi kita sudah mulai panen. Saya juga yakin petani padi juga senang dengan harganya di Jatim kan lebih tinggi daripada di sini. Sehingga petani akan sejahtera,” ujarnya.

Untuk memenuhi permintaan Provinsi Jatim, pihaknya tak sampai mengambil gabah atau beras dari Pulau Sumbawa karena stok dari Lombok Timur dan Lombok Tengah saja sudah cukup untuk memenuhinya.

“Kalau permintaan selain beras, misalnya kopi MoU dengan Jatim itu sebesar 37 miliar. Kita di bulan enam (bulan Juni) kan panen, jadi dengan harga yang lebih bagus, saya yakin petani akan sejahtera,” katanya.(ris)

No Comments

Leave a Reply

Live Streaming