Beranda blog Halaman 376

Kota Mataram Siap Jadi Tuan Rumah KORMI, 15 Ribu Peserta akan Hadir

Mataram (globalfmlombok.com) – Kota Mataram akan menjadi tuan rumah kegiatan besar berskala nasional yang digelar oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI). Ajang olahraga rekreasi ini dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga awal Agustus 2025 dan akan melibatkan lebih dari 15 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Demikian disampaikan Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dalam rapat paripurna di DPRD Kota Mataram, Rabu (18/6). Kegiatan yang merupakan bagian dari program Induk Olahraga Rekreasi Nasional ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan bagi sektor ekonomi dan pariwisata lokal. Pemerintah Kota Mataram menyatakan kesiapannya dalam menyambut dan menyukseskan ajang bergengsi tersebut.

“Ini merupakan momen penting bagi Kota Mataram. Kami telah berkoordinasi langsung dengan tim pusat dan menyampaikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini,” ujar Mohan.

Berbagai fasilitas dan venue telah dipersiapkan sebagai lokasi kegiatan, di antaranya sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang akan difungsikan sebagai tempat penyelenggaraan cabang-cabang olahraga rekreasi. Selain itu, Teras Udayana, Eks Bandara, dan beberapa gedung lainnya juga telah ditetapkan sebagai lokasi pendukung kegiatan.

Pihak penyelenggara menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan acara ini. Tidak hanya OPD, dukungan dari pihak legislatif dan masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan kegiatan yang akan berlangsung selama sekitar satu pekan tersebut.

“Dengan jumlah peserta yang besar, kami juga telah mendapatkan laporan bahwa hampir seluruh hotel di Kota Mataram telah dibooking untuk periode kegiatan. Ini tentu menjadi angin segar bagi sektor perhotelan dan ekonomi kreatif lokal,” jelasnya.

Diharapkan, kehadiran ribuan peserta dan pendamping dari berbagai provinsi dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus memperkenalkan Kota Mataram sebagai destinasi unggulan untuk kegiatan olahraga dan rekreasi nasional.

Kegiatan KORMI ini tidak hanya bertujuan sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi dan promosi budaya antar daerah. Orang nomor satu di Kota Mataram ini  mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan kota selama kegiatan berlangsung. “Mari kita menjadi tuan rumah yang baik. Ini adalah kesempatan emas bagi Mataram untuk tampil di tingkat nasional,” pungkas Mohan. (fit)

Okupansi Hotel di Lombok Utara Diproyeksi Mencapai 90 Persen

Mataram (globalfmlombok.com) – Tingkat hunian kamar hotel di Kabupaten Lombok Utara diproyeksikan meningkat hingga mencapai 90 persen menjelang puncak musim kunjungan wisatawan pada Agustus 2025. Optimisme ini disampaikan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Lombok Utara (KLU), meski sejumlah daerah di NTB terdampak efisiensi anggaran, termasuk Kota Mataram.

Sekretaris PHRI KLU, Vicky Hanoi, menyampaikan bahwa kondisi pariwisata Lombok Utara masih stabil, terutama karena daya tarik kawasan wisata unggulan seperti Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air yang terus menjadi magnet bagi wisatawan, khususnya mancanegara.

“Untuk Lombok Utara masih bagus, dengan akan datangnya musim high season. Okupansi target 90 persen pada bulan Agustus kemungkinan besar akan tercapai,” ujar Vicky, pekan ini.

Saat ini, tingkat hunian kamar di kawasan tersebut berada di kisaran 70–80 persen. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terdapat sedikit penurunan sekitar 5–10 persen, terutama pada segmen wisatawan korporat dan pemerintahan yang biasa datang melalui program MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

“Pasar utama Lombok Utara adalah wisatawan mancanegara yang biasanya melanjutkan perjalanan dari Bali. Sementara MICE lebih berdampak pada wilayah daratan Lombok Utara yang memiliki fasilitas penunjang kegiatan tersebut,” tambahnya.

Meskipun begitu, segmen wisatawan individu dan keluarga (leisure) dinilai masih cukup kuat dan menjaga kestabilan sektor pariwisata di daerah tersebut.

Untuk mempertahankan momentum dan menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, promosi pariwisata tetap menjadi prioritas.

“Promosi masih tetap berjalan. Kami terus bersinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat sekitar,” pungkas Vicky. (bul)

Peserta Uji Kompetensi Diminta Tulis Makalah Secara Langsung

Mataram (globalfmlombok.com) – Uji kompetensi pejabat di Lingkup Pemkot Mataram akan digelar pada, Senin (23/6) pekan depan. Pelaksanaan uji kompetensi berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Peserta akan diminta menulis makalah secara langsung.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri ditemui pada, Rabu (18/6) menyampaikan, pelaksanaan uji kompetensi dimulai pada, Senin, Rabu, dan Kamis (23,25-26/6) pekan depan. Pelaksanaannya berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Peserta uji kompetensi akan diminta menulis makalah secara langsung. Tujuannya, tim penguji ingin melihat antara kemampuan kepemimpinan dengan kemampuan akademik (teori,red). “Kadang ada pejabat yang memiliki kemampuan secara teori bagus, tetapi di lapangan tidak bagus. Nah, ini yang akan kita melihat kemampuannya secara langsung,” jelasnya.

Pimpinan organisasi perangkat daerah tidak diperbolehkan membawa perangkat elektronik. Mereka akan diberikan waktu selama 120 menit untuk mengerjakan. Alwan menyebutkan, aspek penilaian dari makalah berkaitan dengan program prioritas masing-masing pimpinan OPD berkesesuaian dengan visi-misi kepala daerah.

Selain itu, pihaknya menghindari peluang dibuatkannya makalah oleh orang lain. “Kalau sekarang mereka tidak bisa. Pimpinan OPD langsung buat makalah di dalam ruangan. Kita akan berikan kertas double polio,” ujarnya.

Penilaian makalah relatif besar mencapai 80 persen meliput persentasi dan wawancara. Sedangkan, penilaian rekam jejak mencapai 20 persen. Penguji akan melihat rekam jejak pimpinan OPD meliputi hubungan dengan mitra, staf, serta stakeholder lainnya. “Kita akan meminta masukan dari staf dan stakeholdernya,” katanya.

Hasil uji kompetensi akan dipadukan dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai pimpinan OPD dengan makalah yang ditulis secara langsung. Seperti diketahui, uji kompetensi sebagai syarat untuk melakukan rotasi atau mutasi pejabat setingkat eselon II. Jabatan eselon II yang kosong meliputi, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perdagangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Dinas Pertanian, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Mataram, Staf Ahli dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mataram. (cem)

Soal Lokasi TPS, Pemerintah Harus Lebih Bijak

RENCANA pemerintah untuk menjadikan salah satu titik di tengah permukiman penduduk di Tanjung Karang, sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah mendapat penolakan dari warga. Mereka menilai lokasi tersebut tidak layak karena dekat dengan tempat tinggal, usaha kuliner, dan fasilitas anak-anak.

Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., dalam rapat pleno baru-baru ini. Warga menyuarakan keberatan mereka, lanjut dia,  karena lokasi TPS tersebut berada di lingkungan yang sudah lebih dulu dihuni dan dijadikan area usaha oleh masyarakat. Selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan TPS dinilai berpotensi mengganggu kesehatan warga dan mengancam kelangsungan usaha kuliner yang telah lama berdiri.

“Ini kan pemukiman warga, banyak anak-anak dan pelaku usaha kuliner. Kalau ada aroma tidak sedap, bisa tutup usaha orang dan berdampak pada kesehatan,” ujar Sekretaris Komisi IV ini kepada Global FM Lombok di ruang kerjanya.

Sebelumnya, sambung Erna, warga juga sempat melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas pembuangan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup di lokasi tersebut.

Erna meminta pemerintah lebih bijak, dengan mencari lokasi alternatif yang jauh dari permukiman dan area usaha masyarakat. Erna menekankan pentingnya transparansi sejak awal, termasuk soal izin mendirikan TPS dan sosialisasi kepada warga sekitar.

“Kalau memang tidak ada pilihan lain, minimal pemerintah harus memastikan sampah tidak lama berada di situ. Langsung diangkut ke tempat pembuangan akhir agar tidak menimbulkan bau,” demikian Erna.

Beberapa usulan teknis pun disampaikan, seperti penggunaan kendaraan khusus yang bisa langsung membawa sampah ke tempat akhir tanpa perlu menurunkan di TPS. Anggota dewan dari daerah pemilihan Ampenan ini  berharap pemerintah lebih inovatif dalam mencari solusi pengelolaan sampah tanpa merugikan masyarakat.

“Ini waktunya berpikir kreatif dan bersama-sama mencari solusi,” ujar Erna. Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan keputusan akhir terkait lokasi TPS tersebut. Namun, dia berharap agar keputusan yang diambil tetap berpihak pada kenyamanan dan kesehatan masyarakat. (fit)

Mataram Masih Banyak Tantangan Menuju Kota Cerdas

Mataram (globalfmlombok.com) – Program smart city tidak mudah diimplementasikan. Sebagai kota cerdas berbagai indikator harus dipenuhi. Kota Mataram masih memiliki banyak tantangan menjadi kota cerdas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suandiasa menjelaskan, rapat koordinasi menghadirkan semua organisasi perangkat daerah sebagai pengampu pilar smart city. Program smart city memiliki berbagai pilar utama yakni, smart governance berkaitan tentang peningkatan efisiensi dan transparansi pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi. Misalnya, sistem perizinan online, pengelolaan data kependudukan, dan penerapan e-budgeting. Kedua, smart economy berupa peningkatan daya saing ekonomi melalui inovasi dan adopsi teknologi, seperti pengembangan ekonomi digital, dukungan untuk startup, dan promosi produk lokal.

Ketiga, smart living mencakup peningkatan kualitas hidup warga melalui berbagai layanan berbasis teknologi, seperti sistem transportasi cerdas, pengelolaan sampah terpadu, dan pemantauan lingkungan. Keempat, smart environment berkaitan tentang pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi, seperti sistem pemantauan kualitas udara dan air, pengelolaan energi terbarukan, dan pengembangan ruang hijau. Kelima, smart society mencakup peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota melalui pemanfaatan teknologi informasi, seperti platform komunikasi warga, forum diskusi online, dan pelatihan literasi digital.

Keenam, smart branding meliputi peningkatan citra kota melalui pemanfaatan teknologi dan strategi pemasaran, seperti promosi potensi wisata, pengembangan produk lokal, dan pengelolaan media sosial. Terakhir, smart mobility meliputi peningkatan sistem transportasi yang efisien dan berkelanjutan, seperti pengembangan transportasi publik yang terintegrasi, sistem parkir cerdas, dan manajemen lalu lintas.

“Kita sudah menginventarisir program OPD yang bisa dijadikan parameter untuk memenuhi pilar itu. Kota Mataram telah memenuhi indikator yang ditetapkan pemerintah pusat,” terangnya.

Meskipun diakui, pilar utama sebagai kota cerdas belum sempurna tetapi ini sebuah proses agar bisa diperbaiki program kerjanya. Menurutnya, tantangan program sebagai kota cerdas banyak sekali baik secara internal dan eksternal. Artinya, pemerintah harus menghadirkan teknologi informasi dan data untuk menyelesaikan permasalahan kota secara efisien, transparan, dan berkelanjutan.

Partisipasi masyarakat tidak mudah karena perlu menggandeng masyarakat untuk berkolaborasi dengan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan. “Kita juga diminta untuk keterbukaan fiskal, teknologi kita dengan luar sana yang sangat jomplang. Percepatan di era industry cepat sekali,” ujarnya.

Nyoman mencontohkan pemerintah mendorong UMKM naik kelas. Hal ini tidak mudah menghadapi ekosistem digital karena berhadapan dengan aplikasi lainnya. Pemanfaatan teknologi digital sebenarnya telah berjalan tetapi menghadapi faktor eksternal.

Adapun program kota cerdas tidak ada target dari pemerintah pusat, melainkan gerakan menuju 100 kota cerdas di Indonesia. “Program ini berkembang terus dan tidak stagnan,” demikian kata dia. (cem)

Bank Indonesia Jadi Sponsor Utama dalam Mahasiswa Ummat Expo #2 Tahun 2025

Mataram (globalfmlombok.com) – Bank Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan kewirausahaan generasi muda dengan menjadi sponsor utama dalam kegiatan Mahasiswa Ummat Expo #2 Tahun 2025, yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) selama tiga hari, dari 17 Juli hingga 19 Juli 2025.

Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi Mewujudkan Ekosistem Enterpreneurship Mahasiswa yang Kreatif, Mandiri, Berdampak, dan Berkelanjutan” ini menghadirkan sebanyak 62 stan mahasiswa, yang menampilkan berbagai produk inovatif seperti kuliner, jasa digital, alat mesin, produk kosmetik, dan lain sebagainya.

Partisipasi Bank Indonesia dalam kegiatan ini tidak hanya dalam bentuk dukungan moral, tetapi juga melalui kontribusi dana sebesar Rp25.000.000, yang digunakan untuk mendukung penyelenggaraan berbagai rangkaian acara. Hal ini menjadi bukti nyata peran aktif Bank Indonesia dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, menyampaikan komitmen BI dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif di kalangan mahasiswa. “Bank Indonesia tidak hanya berperan sebagai otoritas moneter, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk generasi muda. Melalui Mahasiswa Ummat Expo ini, kami melihat potensi luar biasa dari mahasiswa sebagai calon wirausahawan masa depan. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen BI dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di NTB,” ujarnya.

Wakil Rektor III Ummat, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan tersebut. “Alhamdulillah, Mahasiswa Ummat Expo #2 2025 dapat terlaksana dengan baik atas dukungan dari berbagai pihak, terutama Bank Indonesia sebagai sponsor utama. Kehadiran Bank Indonesia bukan hanya mendukung finansial, tetapi juga mendorong lahirnya enterpreneur muda yang visioner dan berdampak,” ujarnya.

Selain pameran produk mahasiswa, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni seperti tari tradisional, puisi, drama, musik, dan vokal, serta talkshow inspiratif bersama perwakilan dari Bank Indonesia dan kreator konten Rian Fahardhi. Kehadiran para tokoh inspiratif ini memberikan wawasan dan motivasi kepada mahasiswa dan pengunjung untuk terus berkarya dan berinovasi.

Kegiatan hari pertama tercatat dikunjungi oleh lebih dari 2.000 orang, terdiri dari mahasiswa Ummat, siswa-siswi SMA, serta masyarakat umum. Antusiasme ini menjadi cerminan suksesnya kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor keuangan dalam menciptakan ruang aktualisasi yang positif bagi generasi muda.

Dengan menjadi sponsor utama dalam Mahasiswa UMMAT Expo #2, Bank Indonesia tidak hanya memperkuat perannya sebagai otoritas moneter, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun SDM unggul dan enterpreneur masa depan yang tangguh dan berdaya saing. (ron)

Gas Melon Masih Langka, Warga Berebut Saat Stok Datang

Mataram (Suara NTB) –

Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (gas melon) masih dirasakan masyarakat Kota Mataram hingga pekan ini, khususnya di wilayah Kekalik. Berdasarkan pantauan Global FM Lombok pada Rabu (18/6), sejumlah warga terlihat berebut gas melon saat pasokan baru tiba di salah satu pangkalan elpiji di kawasan Kekalik Jaya.

Salah seorang warga, Sumiati, mengaku sudah menunggu sejak pagi demi mendapatkan satu tabung gas. “Kalau tidak cepat, bisa tidak kebagian. Sudah dua hari saya keliling cari gas,” ungkapnya.

Sementara itu, di tingkat pengecer, tabung-tabung kosong tampak tersusun di depan kios dan warung. Salah seorang pedagang di wilayah Kekalik, Masni, mengaku belum mendapat jatah dari pangkalan karena seluruh stok habis diserbu warga.

“Biasanya kita stok sampai 10 tabung, sekarang tidak ada. Kalaupun dapat cuma 2 atau 3. Pangkalan kan lebih mendahulukan warga daripada pengecer,” katanya.

Kelangkaan juga dirasakan pelaku usaha kecil. Salah seorang pedagang ayam geprek di Kekalik Jaya, Asni, menyebut sejak pekan lalu ia kesulitan mendapatkan gas untuk keperluan usahanya. “Biasa saya beli 20 ribu, mulai susah dicari sejak minggu kemarin, dan harganya jadi mahal, 25 ribu. Malah ada tetangga saya yang dapat di harga 27 ribu,” ungkapnya.

Harga gas elpiji di tingkat pengecer kini bervariasi dan melampaui harga eceran tertinggi (HET). Di sejumlah kos-kosan sekitar Kekalik, elpiji 3 kilogram dijual seharga Rp25.000 hingga Rp27.000 per tabung. “Kami butuh buat masak, jadi mau tidak mau beli walau mahal,” ujar Rahman, seorang mahasiswa yang tinggal di salah satu kos di Kekalik Jaya.

Kondisi ini membuat warga khawatir kelangkaan akan berlangsung lebih lama. Mereka meminta perhatian dari pemerintah untuk memastikan pasokan tetap lancar dan harga stabil. “Kami ini masyarakat kecil. Kalau gas langka dan mahal begini, kami yang susah,” keluh Asni.

Warga juga berharap ada pengawasan langsung dari pemerintah terhadap harga di lapangan. “Kalau bisa ada operasi pasar atau pengawasan langsung dari dinas, supaya penjual tidak seenaknya naikin harga,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Lalu Martawang, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pangkalan LPG di Kota Mataram. Ia memastikan bahwa tim dari Disdag telah bergerak di lapangan untuk memantau kondisi distribusi.

Sebagai langkah antisipatif, Martawang menyebut Pemkot Mataram telah menandatangani rekomendasi untuk penambahan satu pangkalan baru, yang diharapkan bisa memperkuat pasokan dan menekan lonjakan harga.

Sementara itu, Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, menyampaikan bahwa hingga awal pekan ini sekitar 80.000 tabung elpiji 3 kilogram telah disiapkan untuk kebutuhan warga.

Salah satu agen elpiji bahkan dilaporkan telah menyalurkan hingga 600 tabung dalam satu hari. Penyaluran tersebut dilakukan menggunakan satu truk bermuatan sekitar 560 tabung, yang langsung didistribusikan ke sejumlah pangkalan di wilayah terdampak. Distribusi ini disebut sudah mulai berjalan secara bertahap untuk mengurangi tekanan permintaan di lapangan. (hir)

Mahasiswa Asistensi Mengajar V FKIP Unram Inisiasi Program Inovatif  

Mataram (globalfmlombok.com) – Program Asistensi Mengajar (AM) Angkatan V yang digelar oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram (FKIP Unram) resmi berakhir di SD Negeri 24 Mataram. Setelah lebih dari tiga bulan menjalani aktivitas pendidikan sejak Maret 2025, para mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) akhirnya ditarik kembali pada Senin (16/6/2025) ke kampus.

Selama melaksanakan AM V, para mahasiswa tidak hanya melaksanakan kegiatan intrakurikuler dan supervisi, tetapi juga menginisiasi berbagai program inovatif seperti outing class pemilahan sampah, pemanfaatan lahan kosong untuk menanam TOGA, pembuatan ecobrick, hingga pembinaan ekstrakurikuler seperti paskibra, tahfiz, dan kelas Bahasa Inggris.

Mereka juga menyelenggarakan workshop pemanfaatan bahan ajar berbasis Microsoft PowerPoint, membangun kelas baca, membuat mading edukatif, hingga menghadirkan media pembelajaran kreatif seperti pohon numerasi, dan ular tangga matematika.

Kepala SD Negeri 24 Mataram, Endiyah Sukesiningsih, S.Pd., secara langsung menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Program AM V ini luar biasa. Mahasiswa tidak hanya fokus pada kegiatan mengajar, tetapi juga mampu memberikan kontribusi langsung melalui berbagai inovasi yang sangat bermanfaat bagi lingkungan sekolah. Mereka hadir dengan semangat dan ide-ide segar yang membuat suasana belajar lebih hidup,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Prayogi Dwina Angga, S.Or., M.Pd., selaku dosen pembimbing lapangan dari FKIP Unram, menyatakan rasa bangganya terhadap capaian para mahasiswa.

“Mahasiswa kami telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan setiap program yang telah dirancang. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh seluruh komponen SD Negeri 24 Mataram. Mewakili lembaga, saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada kepala sekolah, seluruh guru, dan guru pamong atas bimbingan serta kerja samanya,” ujarnya.

Dalam acara penarikan, seluruh guru dan staf SDN 24 Mataram turut memberikan kesan dan pesan yang hangat kepada para mahasiswa. Sebagian besar menyampaikan kesan positif terhadap kinerja mahasiswa yang dinilai aktif, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah.

Program Asistensi Mengajar FKIP Unram telah menjadi wahana penting dalam menyiapkan calon pendidik yang tak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan semangat pengabdian tinggi. “Penarikan ini menjadi simbol selesainya satu fase dan awal dari perjalanan panjang menjadi pendidik profesional yang sesungguhnya,” pungkas Prayogi Dwina Angga. (ron)

Polres KSB Ringkus IF, Bandar Sekaligus DPO Kasus Narkoba

Taliwang (globalfmlombok) – Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa Barat kembali berhasil meringkus pelaku pelanggaran hukum narkoba di wilayahnya. Kali ini warga berinisial IF alias PO seorang bandar sekaligus DPO kasus narkoba ditangkap.

Penangkapan terhadap IF itu terjadi pada, Jumat (13/6) pekan lalu. Tim Opsnal Sat Resnarkoba yang dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Iptu I Made Mas Mahayuna menangkap IF tanpa perlawanan di wilayah Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang.

“Penangkapan dilakukan di rumah terduga pelaku, di mana turut ditemukan pula sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba,” kata Kapolres KSB, AKBP Zulkarnain melalui rilis resminya, Rabu (18/6).

Dalam pemeriksaan awal di hadapan penyidik, IF mengakui bahwa sabu tersebut ia beli dari seseorang berinisial SP yang beralamat di wilayah Lembar, Lombok Barat. Ia mengaku membeli sabu seberat 5 gram seharga Rp5 juta untuk kemudian dikemas dalam paket-paket kecil. Sebagian dijual di wilayah Taliwang dan sebagian dikonsumsi sendiri. Sementara uang hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan hidup dan foya-foya.

Dari informasi yang diperoleh, IF alias PO diketahui pernah menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan Mataram pada tahun 2016 untuk kasus serupa. Selain itu, ia juga telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Barat terkait kasus narkoba pada bulan Agustus 2024 lalu.

Kini, IF telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan pasal 114 ayat (1) juncto pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun serta denda hingga Rp10 miliar, atau pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun serta denda maksimal Rp8 miliar.

Kapolres mengatakan, mengapresiasi keberhasilan tim Opsnal Sat Resnarkoba yang telah mengungkap kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa Polres Sumbawa Barat akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba hingga ke akar-akarnya. “Kami tidak akan memberi ruang bagi para pelaku peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” tegasnya.

Kaplres juga mengimbau agar masyarakat turut berperan aktif dalam membantu pihak kepolisian dengan memberikan informasi terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar. “Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat. Diperlukan partisipasi dan kesadaran seluruh elemen masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita bersih dari narkoba demi masa depan yang lebih baik,” tukasnya. (bug)

Gubernur NTB Dorong Bank NTB Syariah Harus Jadi Kebanggaan Masyarakat

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong Bank NTB di masa depan dapat menjadi satu-satunya holding company milik Pemprov NTB di bidang keuangan. Saat ini, Pemprov sedang memproses pengalihan BPR NTB menuju skema syariah agar nantinya bisa diintegrasikan secara vertikal dengan Bank NTB Syariah.

Hal ini disampaikan Gubernur NTB, Dr. L. Muhamad Iqbal, saat membuka Webinar IKA Universitas Mataram di Wilayah Jabodetabek bertema “Membangun Masa Depan Perbankan Syariah: Pelajaran dari Dinamika Bank NTB Syariah”, Minggu (25/5).

Ia berharap ke depan Bank NTB Syariah dapat semakin dibanggakan masyarakat NTB dalam berbagai aspek.

“Kita bangga dalam arti yang sesungguhnya. Bangga bahwa Bank NTB Syariah menjadi bank yang asetnya besar. Bangga memiliki Bank NTB Syariah yang memiliki portofolio besar. Bangga terhadap Bank NTB yang SDM-nya bisa diandalkan secara teknis maupun secara integritas. Yang paling penting juga bangga dari performance dan bisa mencetak laba yang besar untuk pemerintah provinsi, kabupaten/kota, pemilik saham, dan juga masyarakat,” ujar gubernur.

Gubernur juga menekankan bahwa perbankan syariah memiliki potensi luar biasa, terutama di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global yang turut memengaruhi situasi nasional.

“Justru perbankan syariah memiliki potensi karena yang diberikan oleh perbankan syariah kepada pengusaha adalah kepastian. Kepastian bagi hasil, kepastian tidak ada bunga. Saya banyak bertemu dengan teman-teman yang bahkan nonmuslim. Pengusaha nonmuslim sudah mulai masuk ke perbankan syariah. Pertimbangan utamanya adalah kepastian,” jelasnya.

Meskipun Bank NTB Syariah sempat menghadapi berbagai dinamika belakangan ini, gubernur menyampaikan bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk melangkah maju dan melakukan perbaikan-perbaikan, agar kehadiran Bank NTB Syariah benar-benar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Khususnya dalam hal pemberdayaan usaha masyarakat.(r)