Suasana mencekam sempat terjadi di wilayah Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, pada Minggu dini hari (22/06/2025) sekitar pukul 00.30 Wita, menyusul terjadinya perkelahian antarwarga yang melibatkan pemuda dari dua lingkungan berbeda di kelurahan tersebut.
Insiden tersebut berawal dari cekcok antar individu, yang kemudian berujung pada aksi saling serang antar kelompok hingga menyebabkan ketegangan di tengah masyarakat. Beruntung, situasi tidak berlanjut lebih jauh setelah Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta staf Kelurahan Monjok segera turun tangan ke lokasi kejadian.
Langkah cepat pun dilakukan, yakni dengan mengamankan situasi dan memfasilitasi mediasi agar masalah bisa diselesaikan secara damai. Mediasi kemudian dilaksanakan di aula Mapolsek Selaparang, yang turut dihadiri oleh pihak-pihak yang berseteru, tokoh masyarakat dari masing-masing lingkungan, dan perangkat kelurahan.
“Benar, dini hari tadi sempat terjadi ketegangan akibat perkelahian yang dipicu oleh cekcok antar pemuda dari dua lingkungan. Namun, Alhamdulillah, masalah berhasil diredam dan diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi,” ujar Kapolsek Selaparang Ipda Zulharman Lutfi, SH., saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan bahwa tindakan cepat untuk memfasilitasi perdamaian ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Selaparang dalam menjaga stabilitas Kamtibmas, terlebih menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79.
“Langkah mediasi adalah bentuk pendekatan persuasif dalam mencegah konflik meluas. Kita ingin memastikan bahwa situasi di wilayah hukum tetap aman dan kondusif. Apalagi sekarang momentum Hari Bhayangkara, keamanan masyarakat adalah prioritas utama kami,” tegas Kapolsek.
Situasi di lokasi saat ini telah kondusif, dan para pihak yang terlibat telah berkomitmen untuk tidak mengulangi kejadian serupa, serta mengutamakan penyelesaian masalah lewat musyawarah.(r)
Pemprov NTB melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, Pertamina telah menyalurkan sebanyak 84.520 tabung gas elpiji 3 Kg khusus di Pulau Lombok.
Plt Kepala Dinas ESDM NTB, H.Wirawan Ahmad, S.Si.MT menyatakan, pihaknya telah bergerak cepat mengatasi kondisi tersebut dengan berkoordinasi langsung bersama PT Pertamina Patra Niaga. Hasilnya, distribusi elpiji 3 Kg ditambah secara fluktuatif untuk seluruh kabupaten/kota se-NTB.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina Perta Niaga dan menambahkan kuota. Khusus Pulau Lombok, telah disalurkan tambahan sebanyak 84.520 tabung elpiji 3 Kg sejak hari Minggu, 15 Juni lalu,” ujarnya, akhir pekan kemarin.
Disampaikan, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang sempat terjadi di sejumlah daerah bukan karena kekurangan stok, melainkan dipicu oleh lonjakan permintaan pasca perayaan Iduladha dan kegiatan keagamaan lainnya.
Termasuk dengan peningkatan kebutuhan selama periode libur panjang menyebabkan adanya tekanan distribusi di lapangan. Untuk itu, penambahan kuota menjadi langkah darurat agar ketersediaan gas subsidi tetap terjaga dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Untuk pasokannya itu kita sudah bersurat dan sudah ditambah sesuai dengan kebutuhan senilai yang tadi itu (84.520),” ungkapnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ini mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih. Ia menekankan bahwa gas bersubsidi ini diperuntukkan bagi rumah tangga dan pelaku UMKM kecil, bukan untuk kegiatan industri skala besar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli elpiji sesuai dengan kebutuhan wajar demi kelancaran distribusi,” imbaunya. (era)
Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat telah memfinalkan jumlah nelayan dan pembudidaya perikanan yang berhak mengakses program asuransi nelayan. Adapun jumlahnya sebanyak 3.649 orang.
“Tidak bisa saya rinci berapa nelayan tangkap, berapa nelayan pembudidaya. Yang jelas itu sudah kami validasi dan finalnya sebanyak 3.649 orang,” terang kepala Dinas Perikanan KSB, Noto Karyono, Jumat, 20 Juni 2025.
Data penerima asuransi nelayan sebagai bagian dari Program Kartu KSB Maju itu sudah termasuk data nelayan dari program sebelumnya. Menurut Noto, data 1.001 nelayan dari program tahun 2024 lalu sekaligus dilebur pada data terbaru saat ini.
Ia menjelaskan, data penerima bantuan asuransi nelayan tersebut telah diajukan ke Bappeda untuk kebutuhan penganggaran. Termasuk juga kepada BPJS selaku otoritas penyelenggara asuransi. “Anggarannya nanti akan disiapkan melalui APBDP tahun ini. Tapi kalau yang 1.001 orang tetap berjalan sejak awal tahun bantuan preminya,” ujarnya.
Nilai bantuan asuransi bagi nelayan ini dikatakan Noto, tidak besar. Dalam setahun tiap nelayan hanya membayar sebesar Rp201.600 atau Rp16.800/bulan. Namun dari sisi manfaat, jika terjadi kecelakaan kerja terhadap nelayan peserya sangat besar.
“Kalau mengalami kecelakaan dan meninggal tidak sedang dalam bekerja nilai klaimnya Rp43 juta. Tapi kalau saat bekerja Rp72 juta ditambah 2 anak ahli warisnya disekolahkan hingga jenjang S1,” tukas Noto. (bug)
Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin menyambut kepulangan Jemaah Haji Kloter 8 Kota Bima di Asrama Haji Mataram, Kota Mataram, pada Sabtu (21/06/2025).
Jumlah jemaah haji Kota Bima yang melaksanakan ibadah Haji 1446 H sebanyak 310 jemaah yang dibagi kedalam 2 kloter. Jumlah jemaah haji tahun ini merupakan kuota terbanyak bagi Kota Bima.
Dari 310 jemaah haji yang diberangkatkan, 1 orang jemaah haji atas nama Muhammad Ali Poo asal Kelurahan Kodo Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima meninggal dunia di Hotel Sofa Almurjan-Mekkah setelah menyelesaikan seluruh rukun haji.
Sebanyak 154 jemaah haji kloter 8 asal Kota Bima yang terdiri dari 69 jemaah haji pria dan 85 jemaah haji wanita tiba lebih awal di tanah air pada pukul 15.26 WITA menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA5408 dari Jeddah menuju Lombok. Sementara untuk jemaah haji Kota Bima kloter 10 tiba di Kota Bima pada tanggal 25 Juni 2025.
Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin menyampaikan ucapan selamat dan rasa syukur serta do’a agar para jemaah haji menjadi haji yang mabrur dan mabruroh, memberikan dampak positif bagi diri sendiri, keluarga dan kehidupan bermasyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bima saya ucapkan selamat disertai rasa syukur yang mendalam kepada seluruh jemaah haji Kota Bima yang telah menyelesaikan seluruh rukun haji di tanah suci. Kepada 1 jemaah haji asal Kelurahan Kodo, semoga almarhum meninggal dalam keadaan husnul khatimah,” ungkap Wali Kota dalam keterangan yang disampaikan Diskominfotik Kota Bima.
“Selamat berkumpul kembali bersama keluarga tercinta dan semoga dengan kembalinya para jemaah haji dapat membawa berkah serta kebaikan bagi masyarakat Kota Bima,” imbuhnya.(r)
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD partai Golkar NTB untuk periode 2025-2030. Keterpilihan Mohan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) -XI DPD Golkar NTB pada Minggu 22 Juni 2025 di Mataram.
Seluruh pemilik suara dalam Musda tersebut yakni 10 Ketua DPD II Partai Golkar se-NTB dalam rapat pleno pengambilan keputusan, bersepakat menunjuk kembali Mohan Roliskana untuk menahkodai partai berlambang pohon beringin tersebut untuk periode keduanya.
Proses rapat pleno berlangsung cukup singkat, nyaris tanpa ada dinamika. Sebab seluruh pemilik suara secara bulat menyatakan mendukung Mohan. Setelah keputusan diambil, hasil keputusan rapat pleno tersebut langsung dibacakan Ketua Steering Committee (SC) Musda Partai Golkar NTB Didi Sumardi.
“Memutuskan dan menetapkan Haji Mohan Roliskana sebagai Ketua DPD I Partai Golkar NTB periode 2025-2030 dengan dukungan 100 persen suara,” ucap Didi Sumardi.
Usai pembacaan berita acara keputusan penetapan Mohan sebagai Ketua DPD I partai Golkar NTB itu. Mohan langsung menerima bendera panji kebesaran Partai Golkar, dan menyampaikan pidato politiknya.
“Alhamdulillah saya terima panji kebesaran partai Golkar ini. Saya siap kibarkan di seluruh penjuru NTB,” kata Mohan.
Pada kesempatan tersebut, Mohan menyampaikan bahwa setelah dirinya resmi menerima mandat untuk kembali memimpin partai beringin NTB. Dirinya segera akan mengambil langkah-langkah setrategis untuk memperbesar partai.
“Setelah proses Musda ini selesai, selanjutnya nanti pada tahapan berikutnya nanti, kita punya waktu 30 hari ke depan untuk menyusun kepengurusan, dan juga mempersiapkan agenda Musda DPD II Kabupaten/Kota,” pungkasnya. (ndi)
Penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero Mulyadi yang saat ini tengah berlibur di kampung halamannya di Praya Lombok Tengah (Loteng), mengisi waktu senggangnya dengan menggelar kegiatan sosial. Dengan menyambangi anak yatim yang bersekolah siswa SMP Negeri 6 Jonggat, Sabtu 21 Juni 2025.
Selain menyerahkan bantuan kepada anak yatim, Emil yang datang bersama keluarganya juga menyempatkan diri bermain bola dengan anak-anak di sekitar sekolah. Kedatangan pemain naturalisasi itu pun disambut ramah siswa dan anak-anak sekitar sekolah. Beberapa di antaranya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama sembari meminta tanda tangan pemain bertinggi badan 1,92 meter tersebut.
“Kegiatannya informal. Jadi tidak ada persiapan apapun,” ungkap Kepala SMPN 6 Jonggat M. Zaki Nurzam, kepada Suara NTB, Minggu 22 Juni 2025.
Dikatakanya, Emil datang bersama istri dan dua anaknya beserta saudara, ayah serta ibunya. Tidak hanya memberikan santunan, Emil juga turut memberikan motivasi kepada para anak yatim yang tengah menuntut ilmu di SMPN 6 Jonggat. Yang memang merupakan boarding school khusus anak yatim di Loteng.
“Anak-anak pun sangat antusias dan senang bisa dikunjungi pemain sepak bola dunia. Itu jadi tambahan motivasi tersendiri bagi anak-anak kami,” sebutnya.
Perihal rencana kedatangan penjaga gawang timnas tersebut disampaikan oleh ayah Emil dua hari sebelumnya. Atas rekomendasi dari Yayasan Peduli Yatim Loteng, karena kebetulan SMPN 6 Jonggat memang menampung anak yatim. “Jadi ya mereka datang dan kita sambut dengan apa adanya. Karena memang tidak ada persiapan sebelumnya,” terang Zaki.
Kegiatan tersebut digelar keluarga Emil sebelumnya Emil berangkat kembali ke Italia untuk persiapan di klub jelang kompetisi sepak bola Italia dimulai. Sebelum itu, Emil ingin mengisi dengan kegiatan-kegiatan positif. “Informasinya awal Juli mendatang Emil sudah harus kembali ke Italia. Jadi sebelum itu, Emil mengisi waktu libur dengan kegiatan sosial,” imbuhnya. (kir)
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN UIW NTB) melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat guna membahas pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB ini dihadiri oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dan General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti.
Pertemuan tersebut membahas langkah PLN dalam mendukung target Provinsi NTB menjadi wilayah berbasis energi bersih dan rendah karbon, khususnya mencapai target Net Zero Emission Provinsi NTB pada tahun 2050, 10 tahun lebih cepat dari NZE nasional. PLN menyampaikan bahwa saat ini bauran EBT di sistem kelistrikan NTB telah mencapai 5,37% dari total kapasitas terpasang. Angka ini ditargetkan meningkat menjadi 25,19% pada tahun 2034, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
“PLN siap berkolaborasi dengan Pemprov NTB dan pihak pihak terkait dalam mencapai target energi hijau. Melalui pengembangan pembangkit EBT dan penguatan sistem, kami optimistis NTB dapat menjadi contoh provinsi berkelanjutan di Indonesia,” ujar Heny.
NTB memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat menjanjikan, mulai dari tenaga surya, angin, biomassa, hingga panas bumi dan arus laut. PLN terus mengoptimalkan pemanfaatan potensi tersebut melalui pengoperasian sejumlah pembangkit EBT dan rencana pembangunan pembangkit baru yang telah masuk dalam agenda RUPTL.
Isu pengelolaan sampah juga menjadi topik utama dalam audiensi ini. Pemprov NTB mendorong pengembangan teknologi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) sebagai bagian dari program “Waste to Energy”. PLN menyatakan dukungan terhadap rencana ini, khususnya jika proyek PLTSa dapat dimasukkan ke dalam RUPTL sebagai bagian dari rencana jangka panjang kelistrikan.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyambut baik dukungan PLN dan menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan solusi energi yang ramah lingkungan. “Kami mengapresiasi komitmen PLN yang siap berperan aktif dalam transformasi energi di NTB,” ungkapnya.
Hadir dalam pertemuan ini Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB dan jajarannya, Senior Manager Perencanaan PLN NTB, serta pejabat lainnya dari kedua belah pihak. Langkah kolaboratif antara PLN dan Pemprov NTB ini sejalan dengan komitmen nasional dalam mencapai target net zero emission pada tahun 2060.
“Dengan perencanaan yang matang dan implementasi yang terintegrasi, pengembangan energi terbarukan diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat,” tutup Heny. (r)
Jakarta (globalfmlombok.com) – PT PLN (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024 dengan mencetak pendapatan sebesar Rp545,4 triliun sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam sejarah perseroan.
“Pencapaian ini tidak bisa dilepaskan dari peran besar dan keberpihakan pemerintah untuk mendukung PLN agar tetap kuat dan tangguh di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global,” ucap Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu, 18 Juni 2025.
Sepanjang 2024, PLN berhasil membukukan penjualan tenaga listrik sebesar 306,22 terawatt hour (TWh) atau tumbuh 6,17 persen dibandingkan dengan realisasi 2023. Capaian ini juga setara 102,08 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 299,99 TWh.
Laba bersih PLN pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp17,76 triliun. Penjualan tenaga listrik menjadi penopang utama pendapatan perseroan yang mencapai Rp353,17 triliun, meningkat dari Rp333,19 triliun pada tahun sebelumnya.
Pada 2024, penjualan listrik didominasi oleh sektor rumah tangga sebesar 43 persen, disusul industri 30 persen, bisnis 19 persen, dan lainnya 8 persen.
Peningkatan penjualan tenaga listrik ini juga didukung oleh upaya penambahan aset serta konsolidasi seluruh proses bisnis PLN hingga menjadi perusahaan yang modern, inovatif dan siap beradaptasi dengan perubahan iklim bisnis global.
Berkat upaya tersebut, jumlah pelanggan tumbuh 5,88 persen dari periode sebelumnya atau sebesar 3,72 juta pelanggan. Sementara itu, dari sisi pelanggan rumah tangga, PLN terus memperluas jangkauan layanan melalui program listrik desa (Lisdes).
Sesuai arahan pemerintah, pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terus dikebut. Upaya ini berhasil mengerek rasio elektrifikasi nasional menjadi 99,83 persen.
Penambahan tersebut juga berimbas pada peningkatan penjualan listrik pelanggan rumah tangga sebesar 130,43 TWh, naik 6,62 persen.
“Peningkatan jumlah pelanggan di sektor rumah tangga, khususnya di desa-desa, merupakan komitmen kami untuk memastikan pemerataan akses listrik di seantero Indonesia sesuai arahan pemerintah,” ucap Darmawan.
Di sektor industri, selaras dengan target pemerintah, PLN juga turut berkontribusi menyukseskan program hilirisasi nasional.
Hal ini tercermin melalui penjualan tenaga listrik yang meningkat sebesar 92,28 TWh atau tumbuh 4,17 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Sejalan dengan hal tersebut, ke depan, PLN di bawah naungan Danantara berkomitmen untuk terus menghadirkan suplai listrik yang bukan hanya andal, namun juga bersih dan terjangkau. Upaya ini sejalan dengan semangat swasembada energi yang dicanangkan pemerintah.
“PLN berkomitmen untuk terus mendukung program hilirisasi nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan industri dalam negeri,” kata Darmawan. (ant)
Suara bising turbin Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Santong menyeruak ke telinga saat kami memasuki ruangan turbin Kamis, 19 Juni 2025. Pegawai PLTMH memberi kami earplug atau penutup telinga untuk menghalau suara bising dari mesin yang sedang beroperasi.
I Kadek Ariana, Manager Unit Layanan Pusat PLTMH Tanjung menemani kami meninjau langsung PLTMH sambil menenteng megaphone di tangan kirinya. Ia berbicara menggunakan alat tersebut agar penjelasannya bisa terdengar di tengah deru suara mesin turbin.
Turbin PLTMH adalah komponen vital dalam PLTMH yang berfungsi untuk mengubah energi kinetik dari aliran air menjadi energi mekanik putaran, yang kemudian diubah lagi menjadi energi listrik oleh generator.
“Rata-rata per tahun produksi kita di 3,5 juta Kwh. Jika terjadi penurunan produksi di Santong misalnya produksi Kwh-nya tidak berpengaruh ke sistem karena ada pembangkit besar yang menopang di sistem,” kata I Kadek Ariana.
Pembangkit PLTMH Santong di Kabupaten Lombok Utara adalah satu dari sekian pembangkit listrik ramah lingkungan yang dioperasikan oleh PLN Unit Induk Wilayah NTB untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan di Provinsi NTB. Lokasinya berada di kaki Gunung Rinjani, sehingga sumber air tersedia cukup melimpah sepanjang tahun.
PLTMH Santong yang memiliki kapasitas 1.000 kilowatt (KW) merupakan salah satu pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki dan dioperasikan oleh PLN. Pembangkit ini memanfaatkan aliran air pegunungan yang stabil sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Pembangkit ini bagian dari upaya strategis PLN dalam mendorong transformasi menuju energi hijau. Ini upaya PLN menghadirkan listrik yang tidak hanya andal, tetapi juga rendah emisi,” kata General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti saat berbicara kepada media di PLTMH Santong Kamis, 19 Juni 2025.
Saat ini, PLN NTB memiliki total kapasitas pembangkit EBT sebesar 39,20 MW. Dari jumlah tersebut, 16,47 MW berasal dari pembangkit tenaga mikrohidro yang tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa, salah satunya PLTMH Santong. PLTMH Santong menjadi salah satu pembangkit yang menunjang pencapaian bauran energi bersih di NTB yang per Mei 2025 telah mencapai 5,11 persen.
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PLN NTB menargetkan penambahan pembangkit EBT sebesar 457 MW atau setara 36,94 persen dari total tambahan kapasitas listrik di NTB hingga tahun 2034.
Di Pulau Lombok sendiri, pengembangan EBT direncanakan sebesar 190 MW, dengan fokus pada pemanfaatan energi surya plus baterai dan air.
“PLTMH Santong ini bukan hanya pembangkit, tetapi juga simbol dari pemanfaatan potensi lokal untuk keberlanjutan energi. Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya air di wilayah pegunungan, kami tidak hanya menghadirkan listrik yang bersih, tapi juga memberdayakan wilayah sekitar,” ujar Heny.
PLN terus mendorong pemanfaatan EBT melalui berbagai inisiatif, termasuk penyediaan produk energi hijau seperti Renewable Energy Certificate (REC). Di NTB, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi pelanggan dalam mendukung energi bersih dan pencapaian target net zero emission lebih cepat.
Sejumlah pembangkit listrik berbasis EBT telah beroperasi di berbagai wilayah NTB, baik dalam skala mikro, menengah, hingga sistem hibrida. Pembangkit listrik ramah lingkungan ini terdiri atas Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan pembangkit hybrid.
“Jadi keberadaan pembangkit-pembangkit ini tidak hanya menyuplai kebutuhan listrik masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan, namun juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi daerah dan mendukung target nasional net zero emission 2060.
Di sektor mikro hidro, NTB memiliki sejumlah PLTMH yang tersebar di berbagai lokasi, di antaranya PLTMH Pengga di Lombok tengah, PLTMH Narmada Lombok Barat dan PLTMH Santong di Lombok Utara.
Dari data yang diterima globalfmlombok.com, untuk EBT ini terdapat pula PLTMH Independent Power Producer (IPP) yang dikelola swasta seperti PLTMH IPP Kukusan (PT Persada Karya Tama). PLTMH IPP Sesaoat (PT Tirta Daya Rinjani). PLTMH IPP Kokoq Putih (PT Nusantara Indo Energi). PLTMH IPP Cakra (PT Tirta Daya Rinjani).
Untuk pemanfaatan tenaga surya, sejumlah PLTS juga telah dibangun dan beroperasi terutama di wilayah kepulauan dan kawasan wisata seperti PLTS Gili Trawangan, PLTS Gili Air, PLTS Gili Meno. PLTS ini berperan besar dalam mendukung kebutuhan listrik destinasi wisata ramah lingkungan, serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Beberapa pembangkit PLTS lainnya dikelola oleh pihak swasta sebagai bagian dari proyek IPP (Independent Power Producer), antara lain PLTS IPP Pringgabaya (PT Infrastruktur Terbarukan Adhiguna). PLTS IPP Selong (PT Infrastruktur Terbarukan Buana). PLTS IPP Sengkol (PT Infrastruktur Terbarukan Cemerlang) dan PLTS IPP Sambelia (PT Delapan Menit Energi).
PLN menyampaikan bahwa saat ini bauran EBT di sistem kelistrikan NTB telah mencapai 5,35 persen dari total kapasitas terpasang. Angka ini ditargetkan meningkat menjadi 25,20 persen pada tahun 2034, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
“PLN siap berkolaborasi dengan Pemprov NTB dan pihak pihak terkait dalam mencapai target energi hijau,” kata Heny.
Penyuplai Energi Hijau Sambil Berdayakan Warga
Keberadaan PLTMH Santong berada di salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh warga. Air sungai yang dingin dan jernih menjadi magnet warga, terutama pada hari libur dan akhir pekan. Kawasan ini justru semakin ramai setelah muncul PLTMH karena ada akses jalan yang sangat layak untuk dilalui.
I Kadek Ariana, Manager Unit Layanan Pusat PLTMH Tanjung bertutur, di kawasan PLTMH Santong ini terdapat air terjun buatan yang sumbernya dari limpasan air bak tampung yang berada di ketinggian. Saat air dibuang, maka akan muncul air terjun yang indah.
“Ketika bak tampung itu tumpah, maka mengalir ke sungai. Kita open terhadap pengunjung. Bagi warga sekitar, berkegiatan di mana pun di sini silahkan, terlebih di sekitar sini adalah kebun-kebun warga,” katanya.
Menurutnya, setelah kunjungan wisatawan makin ramai di sekitar PLTMH Santong ini, sekarang muncul warung untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Artinya ekonomi warga juga hidup dengan keberadaan wisata yang berdampingan dengan pembangkit listrik ramah lingkungan ini.
Dari segi sumberdaya air, sejak berdirinya PLTMH Santong tahun 2014 sampai dengan saat ini volume air yang digunakan tak akan berkurang sedikitpun, sehingga tidak mengganggu pemanfaatan air oleh masyarakat. Sehingga kebutuhan masyarakat terhadap air, baik untuk irigasi pertanian, konsumsi dan komersil masih tetap terlaksana dengan baik.
“Tak ada kendala bagi masyarakat,” terang Kadek Ariana.
Saat kami melipir ke belakang PLTMH, sejumlah siswa remaja dan anak-anak sedang asyik mandi di sekitar air terjun buatan tersebut. Tak lupa mereka berswafoto dengan latar belakang air terjung temporer hasil limpasan bak penampung pembangkit listrik.
“Kita tetap datang ke sini untuk mandi, terutama pada hari libur,” kata Adit bersama empat orang temannya.
Ia bercerita, orang dari luar Desa Santong juga banyak yang berwisata di sungai dan air terjun PLTMH karena alamnya yang memesona dan airnya yang sejuk.
Keberadaan PLTMH Santong memberi dampak ekonomi yang tak kecil bagi warga sekitar. Selain berupa program tanggung jawab sosial perusahaan dan pemberdayaan lainnya, pembangkit ini telah menghadirkan usaha warga berupa warung yang dibangun di samping area pembangkit.
Jika akhir pekan atau hari libur tiba, lokasi ini ramai dikunjungi warga. Mereka membeli aneka camilan, mie instan atau sekedar kopi untuk menghangatkan badan usai mandi.
“Ramai kalau hari Minggu atau libur. Alhamdulillah ramai kalau sedang banyak pengunjung,” tutur Inaq Rus yang mengelola warung ini.(ris)
PLTMH Santong yang berlokasi di Kabupaten Lombok Utara
Seorang wisatawan perempuan berkebangsaan Brasil (JDSP, 27 tahun) dilaporkan jatuh ke arah Danau Segara Anak di sekitar titik Cemara Nunggal dengan kedalaman ratusan meter saat mendaki menuju puncak Gunung Rinjani. Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu pagi, 21 Juni 2025.
Kantor SAR Mataram segera mengerahkan puluhan personil setelah menerima laporan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).
“Personel yang diberangkatkan ke lokasi dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram, dengan membawa berbagai peralatan SAR,” kata I Kadek Agus Ariawan, Koordinator lapangan tim rescue Kantor SAR Mataram dalam keterangannya, Sabtu 21 Juni 2025.
Agus menyebutkan, perlengkapan yang dibawa meliputi peralatan mountaineering untuk medan terjal, alat evakuasi, drone untuk pemantauan udara, perangkat komunikasi, alat medis, serta kendaraan operasional dan pendukung lainnya.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI, Polri, BPBD Lombok Timur, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Damkar, Relawan Rinjani, porter, dan unsur terkait lainnya.
Seluruh tim berkoordinasi untuk melakukan upaya evakuasi di medan yang ekstrem dan menantang ini. Hingga berita ini diturunkan, proses penyelamatan masih terus berlangsung.(r)