Beranda blog Halaman 358

Polisi Tangani Kasus Masker Covid-19 dalam Tiga Berkas

Mataram (globalfmlombok.com)

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram menangani kasus dugaan korupsi pengadaan masker Covid-19 dalam tiga berkas perkara.

Kepala Satreskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili melakukan pemisahan berkas perkara tersebut karena enam tersangka dalam kasus ini memiliki peran dan perbuatan yang berbeda-beda.

“Empat orang dalam satu berkas perannya sama, dua berkas lainnya berbeda-beda,” jelas Regi, Minggu (27/7/2025).

Pemisahan berkas perkara juga merupakan permintaan dari jaksa. “Nanti kalau menggabung semuanya jadi satu, kami takut akan ada yang terlewat,” tuturnya.

Pihak kepolisian saat ini telah menahan seluruh tersangka dalam berkas pertama. Empat tersangka itu antara lain, Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) NTB, Wirajaya Kusuma. Pihak kepolisian menahan Mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB itu pada Senin (14/7/2025). Wirajaya berperan sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) pada saat pengadaan masker Covid-19 tahun 2020 itu.

Selanjutnya dalam berkas pertama itu, polisi menahan Kamaruddin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada saat itu. Kamaruddin menjalani penahanan sejak Rabu (16/7/2025) berselang sehari setelah penahanan Wirajaya.

Selanjutnya, polisi juga menahan Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Chalid Tomasoang Bulu, Senin (21/7/2025). Cholid saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan UKM Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop UKM) NTB.

Tersangka terakhir dalam berkas pertama adalah M. Haryadi Wahyudin selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Polisi menahan Wahyudin sehari setelah penahanan Cholid pada Selasa (22/7/2025).

Pihak kepolisian menjerat keempatnya dengan pasal yang sama, yakni Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke satu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dengan ancaman pidana penjara 20 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Regi menjelaskan, dua berkas lainnya berisi masing-masing satu nama tersangka. Dua tersangka tersebut berinisial RA dan DN. Kasat Reskrim Polresta Mataram itu tidak merinci kapan akan memanggil kedua tersangka tersebut.

“Kemungkinan minggu depan keduanya datang, tapi belum bisa kami pastikan. Lihat saja nanti,” ucapnya.

Regi menegaskan akan langsung menahan seluruh tersangka dalam kasus ini setelah selesai melakukan pemeriksaan sebagai tersangka.

Mantan Kasat Reskrim Polres Bima mengisyaratkan bahwa pihak kepolisian akan menambahkan pasal atau memberikan pasal alternatif kepada dua tersangka yang belum menjalani penahanan.

“Mungkin lebih jelasnya kita lihat nanti setelah pemeriksaan,” tandasnya.

Riwayat Penanganan Kasus Pengadaan Masker Covid-19

Kasus ini bermula dari proyek pengadaan masker pada tahun 2020 dengan anggaran sebesar Rp12,3 miliar, yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Dinas Koperasi dan UMKM NTB. Pihak dinas pada saat ini melakukan pengadaan dalam tiga tahap dan melibatkan lebih dari 105 pelaku UMKM.

Berdasarkan Surat Nomor: B/673/V/RES.3.3/2025/Reskrim tertanggal 7 Mei 2025, polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Wakil Bupati Sumbawa (DN), Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah NTB (WK), serta K, CT (Chalid Tomasoang), MH, dan RA.

Pihak kepolisian melakukan penyelidikan dalam kasus ini pada Januari 2023. Polisi kemudian meningkatkannya ke tahap penyidikan pada September 2023 setelah menemukan indikasi perbuatan melawan hukum.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB menaksir kerugian negara akibat dalam kasus mencapai Rp1,58 miliar. (*)

Menko AHY dan Wamen ATR/BPN Kunjungi Desa Golong, Serahkan E-Sertifikat Pertama di Lombok Barat

Giri Menang (globalfmlombok.com)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono atau Menko AHY bersama Wakil Menteri ATR/BPN, H. Ossy Dermawan mengunjungi Desa Golong, Kecamatan Narmada, Lombok Barat pada Minggu (27/7/2025).

Kunjungan Menko AHY ini dalam rangka menyerahkan Serifikat Elektronik program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL. Penyerahan sertifikat dalam bentuk elektronik ke masyarakat ini merupakan kali pertama di Lombok Barat.

Menko AHY pun mengapresiasi Kades dan jajaran Pemdes bersama seluruh masyarakat yang telah mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini.

“Terima kasih khususnya kepada bapak Kepala Desa beserta jajaran dan masyarakat Desa Golong yang telah mendukung dan menyukseskan program ini,” kata AHY. Menko juga memastikan program ini untuk membantu rakyat dalam mendapatkan kepastian hukum dan haknya atas tanah.

Wamen ATR/BPN juga menyampaikan apresiasi serupa kepada Kades dan masyarakat Golong. Menurutnya, menjadi kebanggaan dan keberkahan serta nilai plus bagi Desa Golong karena menjadi lokasi penyerahan serifikat Elektronik PTSL ini. “Kebanggan, serta keberkahan juga pak kades, Desa Golong dikunjungi langsung oleh pak Menko,” kata dia.

Kades Golong Sampaikan Terima Kasih atas Kedatangan Menko AHY

Sementara itu, Kades Golong H. M. Zainudin, S.E., menyampaikan terima kasih kepada Menko AHY dan Wamen serta Bupati Lobar yang telah mengunjungi desanya. “Tentu ini jadi kebanggaan bagi kami, dan masyarakat,” kata Kades Golong ini.

Ia menyebutkan, jumlah warganya yang menerima sertifikat elektronik PTSL sebanyak 150 orang. Desanya memperoleh total sebanyak 350 Persil. Dari 350 Persil itu, yang sudah tuntas sekitar 150 lebih.

Kades Golong H. M. Zainudin (kiri) dan Sekdes Ahmad Syukri. (globalfmlombok.com/ist)

Desa Golong merupakan desa yang paling banyak mencapai 350 Persil. Jumlah itu lebih banyak daripada beberapa daerah yang dialokasikan program serifikat Elektronik PTSL ini. Desa lainnya itu adalah Gerung Utara, Gerung Selatan, Kelurahan Dasan Geres, Dasan Tapen, dan Keru.

Desa dan kelurahan ini pun masih kurang, sehingga Kementerian menawarkan lagi untuk tambahan program serifikat elektronik PTSL ini.

“Totalnya 1.200 persil se-Lobar. Kita harapkan bisa naik 400-500 Persil karena ada ditawarkan dari BPN untuk tambahan,” imbuhnya. Pihaknya pun akan berupaya membantu warga yang membutuhkan serifikat elektronik ini.

Penyerahan serifikat elektronik PTSL di Desa Golong, Lombok Barat, Minggu (27/7/2025). (globalfmlombok.com/her)

Sementara itu, Sekdes Golong Ahmad Syukri, S.Adm., menyebutkan dari alokasi 300-350 Persil sertifikat elektronik PTSL ini, warga yang sudah terdata atau mendaftar sebanyak 291 orang.

Rinciannya, Dusun Kebun Nyioh 66 Persil, Bangket Punik 140, Dusun Tibu Piling 13, Golong 59 Persil, dan Dusun Peninkaoan 13 persil. “Ada tambahan kami rencana dapat juga,” imbuhnya.

Dari jumlah ini, yang sudah tuntas sertifikat elektronik sebanyak 150 Persil lebih. Dalam program ini tidak ada beban biaya ke warga alias gratis.

Pihak desa berupaya jemput bola, turun sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di dusun-dusun. Gencarnya sosialisasi ini mendorong warga untuk sadar sehingga mengikuti program sertifikat gratis ini. (her)

Perputaran Ekonomi Fornas VIII NTB Diprediksi Lebih dari Rp800 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com)

Panitia Fornas VIII memprediksi perputaran Ekonomi dari adanya gelaran Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII NTB lebih dari Rp800 miliar.

Event yang diselenggarakan mulai 26 Juli hingga 1 Agustus 2025 ini menghasilkan multiplier effect. Panitia menargetkan, perputaran ekonomi Fornas VIII NTB berdampak terhadap bangkitnya industri perhotelan yang sempat melemah karena adanya efisiensi sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2025.

Termasuk, ramainya industri transportasi, logistik, hingga membuka 9.500 lapangan pekerjaan sementara baik lintas formal maupun non-formal.

Ketua Panitia Pelaksana Fornas VIII, Ibnu Riza Pradipto mengatakan sebanyak 38 provinsi turut berpartisipasi sebagai peserta Fornas VIII NTB dengan total 12.378 pegiat pertandingan.

Terdapat 3.878 perangkat pertandingan dan ofisial, 74 Inorga pertandingan dengan nomor pertandingan 847.

“13 Inorga eksibisi, tiga Inorga undangan Gubernur NTB. Total peserta Fornas VIII NTB lebih dari 18 ribu orang,” ujarnya dalam sambutannya di acara pembukaan Fornas VIII di halaman kantor Gubernur NTB, Sabtu, 26 Juli 2025.

Ibnu melanjutkan, Fornas VIII NTB merupakan ajang olahraga rekreasi masyarakat yang siap go internasional. Sebagai pemicu mengubah gaya hidup masyarakat untuk lebih aktif berolahraga.

“Hal ini tidak hanya mendorong masyarakat untuk sehat dan bugar. Namun, juga mendorong produktivitas bangsa secara keseluruhan,” katanya.

Ketua KORMI Nasional, Adil Hakim menekankan Fornas VIII NTB bukan hanya ajang kompetisi olahraga. Namun juga pembangkit sportivitas dan budaya olahraga di seluruh kalangan masyarakat.

Menurutnya, Fornas bukan hanya merebutkan soal piala, tetapi juga kesehatan dan kebugaran sesuai tagline Fornas VIII NTB “Kalah Senang Semua Senang”.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan hal senada. Ia mengatakan Fornas bukan hanya ajang kompetisi, tetapi sebagai pemacu perekonomian daerah.

Sebab, 90 persen kegiatan Fornas VIII NTB melibatkan unsur masyarakat. Mulai dari panggung, event organizer, lighting, dan lainnya.

“Kegiatan Fornas VIII 90 persen disediakan, dibangun oleh putra putri NTB sendiri,” katanya.

Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas, pelajar, hingga lansia.

Mantan Duta Besar RI untuk Turki ini melanjutkan, Fornas juga menjadi ajang promosi pariwisata daerah. Tidak hanya keindahan alamnya, tetapi juga budaya dan senyum masyarakatnya.

“Pertunjukan seni daerah; kuliner khas (suku) Sasak, Samawa, Mbojo; hingga pameran komunitas menjadi bukti bahwa olahraga masyarakat dapat beriringan dengan budaya dan ekologi,” jelasnya.

Menko AHY Apresiasi Visi Gubernur NTB

MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendukung pembangunan jalan Tol Lembar-Kayangan. Dia menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur khususnya dalam hal konektivitas antarwilayah di NTB.

“Kita tahu bahwa NTB juga perlu mendapat dukungan, termasuk juga atensi pembangunan infrastruktur, ruas-ruas jalan, konektivitas di Lombok sampai dengan Bima,” ujarnya, Minggu 27 Juli 2025.

Ia menilai NTB termasuk salah satu daerah yang masih memiliki banyak ruang untuk pertumbuhan, baik secara ekonomi nasional maupun lokal. Untuk itu, dia mendorong pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan.

“Kita berharap Infrastruktur semakin baik, infrastruktur dasar utamanya jalan-jembatan. Tapi juga terkait konektivitas,” tambahnya.

Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang merangkap Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini juga memberikan apresiasi atas visi Gubernur NTB, Dr.H. Lalu Muhamad Iqbal. Menurutnya, Iqbal memiliki pandangan jauh ke depan dalam menjadikan NTB sebagai provinsi yang makmur dan mendunia.

“Itu bisa menambah devisa, pariwisata juga dikembangkan. Dan itu semua membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur. Ikhtiarnya di situ,” katanya.

Untuk mendukung realisasi mega proyek jalan tol Lembar-Kayangan, AHY menekankan Gubernur NTB harus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota.

Proyek pembangunan jalan tol atau port to port Lembar-Kayangan sudah diikhtiarkan sejak beberapa tahun lalu, di masa Presiden Jokowi.

Pemprov NTB pun telah menyelesaikan pra feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Saat ini, masih menunggu waktu untuk FS yang informasinya batal dilakukan tahun ini.

Berdasarkan hasil pra FS, tiga jalur rencananya akan menjadi opsi jalan tol. Jalur Utara, dimulai dari Pelabuhan Lembar menuju jalur utara Pulau Lombok menuju Pelabuhan Kayangan.

Jalur Selatan, dari Pelabuhan Lembar, melewati Patung Sapi, masuk ke Bypass Mandalika menuju Pelabuhan Kayangan. Jalur Tengah, dari Pelabuhan Lembar menuju Praya terhubung ke bypass atau jalur lama menuju Pelabuhan Kayangan. (era)

Pegiat Fornas NTB Sumbang Medali, Dokter Jack Raih Medali Emas, Wirawan Maju ke Final

Mataram (globalfmlombok.com)

Memasuki hari kedua pelaksanaan FestivalOlahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025 di NTB, sejumlah duta-duta NTB yang berlaga di sejumlah Induk Organisasi Olahraga (Inorga) berhasil menyumbang medali bagi NTB. Pada event ini, sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTB juga tidak mau kalah dalam membela nama daerahnya.

Seperti dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.H., yang turun pada Inorga Off-road Federation (IOF) yang digelar di Sirkuit Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bisa memberikan kontribusi pada medali bagi NTB. Dokter Jack, sapaan Direktur RSUD Provinsi NTB ini meraih medali emas pada kelas Upper +4000 CC.

Dokter Jack berhasil unggul dengan menggunakan spesifikasi mesin 8.000 CC dalam ajang paling bergengsi Free For All (FFA). Kelas FFA merupakan kelas bebas modifikasi dan paling bergengsi di Inorga IOF. Peringkat kedua diraih pegiat asal Sulawesi Tengah dan menyusul peringkat ketiga diraih Provinsi Kalimantan Tengah.

Tidak hanya itu, NTB kembali mengantongi emas di kelas under atau di bawah 2.500 CC. NTB memperoleh juara 1 dan ketiga, kemudian disusul Jawa Tengah.
Dalam keterangan yang diterima Suara NTB, Minggu, 27 Juli 2025 malam, Dokter Jack mengatakan target medali yang dikumpulkan dalam IOF pada Fornas VIII NTB 2025 telah tercapai. Pihaknya berterima kasih, karena target medali pada Fornas VIII telah tercapai.

Diakuinya, Sirkuit Giri Tembesi Gerung memiliki tantangan yang sangat menarik dan masuk dalam standar nasional untuk ajang off-road. Selain itu, peserta juga merasa sangat nyaman berada di sirkuit tersebut. Dalam arti, pegiat IOF menemukan karakter sirkuit yang begitu menarik untuk memacu ‘monster tanah’ melewati lintasan yang penuh tantangan tersebut.

Pada inorga lainnya, pegiat Fornas NTB H. Wirawan, SSn., MT., melaju ke putaran final inorga Perkumpulan Tonis Seluruh Indonesia (Pertonsi), Minggu, 27 Juli 2025. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB yang berpasangan dengan Maya berhasil mengungguli duta Provinsi Jawa Tengah dalam babak semifinal di arena Wawa Sport.

Kepala Bidang Pengembangan Dayasaing Kepemudaan pada Dispora Provinsi NTB, H. Tarmidzi, menjelaskan, set pertama dimenangkan oleh pasangan Jawa Tengah dengan skor 21-11. Namun, pasangan H. Wirawan dan Maya bangkit pada set kedua dengan strategi matang dan semangat pantang menyerah dengan kemenangan 21-15. Laga penentuan di set ketiga berlangsung ketat, namun akhirnya pasangan NTB berhasil mengunci kemenangan dengan skor 15-12.

Kemenangan ini memastikan langkah pasangan H. Wirawan dan Maya melaju ke babak final, sekaligus mencetak kejutan besar dengan menyingkirkan pasangan unggulan dari provinsi Jawa Tengah.

Pada Esport, Inorga Indonesia Esport Association (IESPA) telah menuntaskan seluruh rangkaian perlombaan, dan kontingen DKI Jakarta tampil gemilang. Pegiat esport DKI Jakarta, menjuarai dua dari tiga divisi game yang dipertandingkan.

Medali emas pertama untuk DKI Jakarta datang dari divisi Tekken 8. Pegiat IESPA DKI Jakarta, Christian Samuel. Samuel berhasil menjadi juara setelah mengalahkan perwakilan Sumatera Selatan di babak final. Sedangkan medali perunggu di divisi ini menjadi milik Bali. Samuel juga sukses mengunci satu slot di babak final, di mana pada babak pamungkas ia kembali menunjukkan kelasnya dengan mengalahkan Sumatera Selatan dengan skor telak 3-0. (ham)

SheInspire, Inisiatif XLSMART dan KemenPPPA untuk Perempuan Berdaya di Lapas Perempuan NTB

Mataram (globalfmlombok.com)-

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART), melalui inisiatif sosial pemberdayaan perempuan Sisternet, bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia, secara resmi menutup rangkaian program SheInspire Sinergi Berdaya: Bersinar Bangkit Bersama tahun 2025 di Lapas Perempuan Kelas III Mataram, NTB.

Penutupan ini menandai selesainya pelaksanaan program pelatihan intensif yang telah menjangkau 10 Lapas perempuan di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam program pelatihan yang digelar di Lapas Perempuan Kelas III Mataram, NTB, Jumat (24/7), hadir secara langsung,  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi,  Director & Chief People Officer XLSMART, Jeremiah Ratadhi, Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART, Reza Z. Mirza, dan Regional Group Head XLSMART East Region, Dodik Ariyanto, dan Kepala Lapas Perempuan Kelas III Mataram, NTB,   Udur Martionna.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifah Fauzi memberikan apresiasi kepada XL SMART melalui program unggulan Sisternet She Inspire yang telah menjangkau 500 perempuan di 10 lokasi percontohan, termasuk di Lapas Perempuan Kelas III Mataram sebagai titik terakhir lokasi pelatihan.

“Program ini juga telah berhasil mendokumentasikan aspirasi serta harapan warga binaan untuk kembali berdaya saat kembali ke tengah masyarakat. Inilah pentingnya upaya keberlanjutan, dimana pendampingan lanjutan sangat dibutuhkan agar keterampilan yang dimiliki tidak berhenti di dalam Lapas, tetapi terus dikembangkan hingga menjadi sumber penghidupan yang mandiri dan produktif,” ujar Arifah Fauzi.

Director & Chief People Officer XLSMART, Jeremiah Ratadhi, mengatakan penutupan program ini adalah awal dari babak baru dalam pendampingan perempuan warga binaan pasca pembinaan.  XLSMART percaya bahwa setiap perempuan memiliki potensi besar untuk bangkit dan berdaya, termasuk mereka yang tengah menjalani masa pembinaan.

“SheInspire bukan sekadar pelatihan, tapi gerakan pemberdayaan. Dengan dukungan teknologi dan ekosistem digital, kami ingin membuka akses seluas-luasnya agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan keterampilan, mentalitas, dan peluang baru,” ujarnya.

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Mataram, NTB,  Udur Martionna, juga menekankan manfaat program ini dari sisi pembinaan.  “SheInspire telah membuka ruang pembinaan yang bermakna dan menyentuh aspek psikologis warga binaan. Kami menyaksikan sendiri bagaimana pelatihan ini membangun kembali kepercayaan diri, semangat, dan keinginan untuk berkontribusi secara positif setelah masa pembinaan mereka berakhir.”

Program SheInspire bertujuan mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan warga binaan melalui pelatihan keterampilan kewirausahaan, literasi keuangan dan digital, serta pendampingan psikososial untuk mempercepat proses reintegrasi sosial pasca pembebasan.

Program pelatihan ini dirancang dengan empat tujuan utama yang terukur. Pertama, memperkuat kapasitas kewirausahaan para perempuan eks-narapidana melalui pelatihan intensif yang mendorong kemandirian dalam membangun usaha.

Kedua, menumbuhkan rasa percaya diri melalui seminar inspiratif dan sesi motivasi agar mereka siap kembali berperan aktif di masyarakat dan dunia usaha. Ketiga, membuka akses terhadap jaringan sosial yang luas dengan menghubungkan peserta kepada mentor, komunitas usaha, dan pelaku industri. Keempat, menyediakan dukungan moral dan sosial yang berkelanjutan guna membantu peserta menghadapi berbagai tantangan pasca-pembebasan.

Di Lapas Perempuan NTB, peserta mendapatkan pelatihan hard skill seperti pembuatan kue marble dan kerajinan tangan lukis scarf, serta soft skill berupa manajemen keuangan rumah tangga dan strategi memulai usaha mikro.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2024, SheInspire telah menjangkau lebih dari 500 perempuan warga binaan di 10 Lapas perempuan, termasuk Tangerang I & II, Lampung, Malang, Bandung, Yogyakarta, Medan, Makassar, Denpasar, dan NTB. Berdasarkan evaluasi:

98% peserta merasa lebih mampu mengelola emosi,

100% peserta menjadi lebih percaya diri dalam berkomunikasi,

Usaha yang dijalankan oleh warga binaan mengalami peningkatan penjualan sebesar 5% selama program berlangsung.

Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART, Reza Z. Mirza menambahkan setelah penutupan program pelatihan tahun 2025, SheInspire akan melanjutkan fase pendampingan dan pendampingan lanjutan bagi warga binaan yang masa hukumannya sudah berakhir, termasuk inkubasi ide usaha, foto promosi produk, pelatihan literasi keuangan lanjutan, serta akses pemasaran digital yang akan berkolaborasi dengan Balai Pemasyarakatan.

XLSMART dan KemenPPPA juga berkomitmen memperluas jangkauan program ini sampai ke Lapas Perempuan di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2026, dengan lebih banyak sesi tematik, kolaborasi lintas sektor, dan pendampingan bagi para alumni program agar dapat berdaya secara mandiri dan berkelanjutan.

Harapannya program SheInspire di NTB ini tidak hanya keterampilan baru yang dibawa para peserta, tetapi juga tekad dan kepercayaan diri untuk menata kembali masa depan yang lebih baik dan penuh harapan.(r)

Mangrove Indonesia di Tengah Krisis Iklim: Menuju Pemulihan Atau Kerusakan ?

Oleh: Markum

Guru Besar Universitas Mataram

Jabatan: Ketua Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDAL),

Pascasarjana Unram dan Ketua Forum DAS dan Lingkungan Hidup NTB.

Di tengah gelombang krisis iklim global yang semakin tak terelakkan, hutan mangrove Indonesia berdiri sebagai benteng terakhir perlindungan pesisir, pengendali emisi karbon, dan penyelamat keanekaragaman hayati. Namun ironisnya, justru ekosistem vital ini terus mengalami tekanan akibat konversi lahan, pencemaran, hingga kebijakan pembangunan yang abai terhadap keberlanjutan. Sebagai negara dengan kawasan mangrove terluas di dunia, Indonesia sesungguhnya memegang peran strategis dalam menahan laju krisis iklim. Tapi pertanyaannya kini: apakah kita sedang bergerak menuju pemulihan yang berarti, atau justru perlahan menuju kerusakan ekologis yang tak terpulihkan? Hari Mangrove Sedunia menjadi momen penting untuk meninjau kembali komitmen, aksi nyata, dan arah kebijakan kita terhadap warisan alam yang tak ternilai ini.

Mangrove: Ekosistem Strategis yang Terabaikan

Indonesia adalah negara dengan hutan mangrove terluas di dunia, yaitu sekitar 3,36 juta hektar. Luasan ini setara dengan lebih dari 20 persen total mangrove dunia. Namun ironisnya, lebih dari 637 ribu hektar di antaranya dalam kondisi rusak. Di tengah semakin nyata dan ancaman krisis iklim—dengan meningkatnya abrasi, rob, dan kenaikan muka laut—mangrove seharusnya menjadi benteng alami yang dilindungi dengan segala daya. Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya: mangrove terus ditebang dan dialihfungsikan menjadi yang lain.

Kerusakan mangrove bukan sekadar kehilangan pepohonan pesisir. Ia berdampak sistemik dan menyentuh lapisan sosial, ekonomi, hingga ketahanan iklim. Kajian oleh Blue Forests & Wetlands International (2020) mencatat bahwa hutan mangrove mampu menyerap hingga 1.000 ton karbon per hektar, lima kali lebih besar dibandingkan hutan daratan. Tak hanya sebagai penyerap karbon (carbon sink), mangrove juga menyimpan karbon dalam lapisan sedimen hingga ratusan tahun.

Di sisi ekonomi, kawasan mangrove yang sehat menyumbang rata-rata pendapatan tambahan Rp 6–12 juta per tahun per rumah tangga nelayan dari hasil kepiting, madu, dan ekowisata. Sayangnya, banyak kawasan mangrove ditebang untuk perluasan tambak intensif, reklamasi, dan infrastruktur wisata eksklusif. Data KLHK 2022 menunjukkan bahwa 60 persen konversi mangrove menjadi tambak dilakukan tanpa izin resmi. Mangrove bukan hanya penting untuk mitigasi iklim, tetapi juga untuk adaptasi.

Pemulihan: Antara Rencana dan Realitas

Sadar akan pentingnya mangrove, pemerintah menargetkan rehabilitasi 600.000 hektar mangrove hingga tahun 2024, sebagaimana tertuang dalam Rencana Aksi Nasional Mangrove. Namun, dari target tersebut, capaian  baru menyentuh sekitar 140.000 hektar. Banyak program penanaman tidak berumur panjang karena tidak memperhatikan aspek teknis seperti salinitas, substrat tanah, dan arus air. Bahkan, lebih dari 30% bibit mangrove hasil rehabilitasi tidak bertahan hidup.

Kunci dari keberhasilan restorasi mangrove bukan hanya pada teknis tanam, tetapi bagaimana masyarakat lokal merasa memiliki dan terlibat dalam proses pemulihan. Pada beberapa contoh, pendekatan berbasis komunitas terbukti lebih efektif berhasil memulihkan ekosistem mangrove sambil meningkatkan ekonomi lokal.

Studi kasus di Pulau Lombok memperlihatkan bahwa perbedaan pendekatan dalam pengelolaan mangrove menghasilkan dampak yang nyata, baik terhadap kualitas ekosistem maupun aspek ekonomi masyarakat. Model pengelolaan berbasis ekowisata, seperti yang dikembangkan di kawasan Ekowisata Mangrove Tanjung Batu Sekotong (Lombok Barat) dan Bale Mangrove di Jerowaru (Lombok Timur), terbukti tidak hanya menjaga keberlanjutan habitat, tetapi juga mendorong tumbuhnya efek pengganda ekonomi melalui sektor jasa wisata, usaha mikro, kuliner pesisir, hingga edukasi lingkungan bagi generasi muda.

Kebutuhan untuk  Bertindak  

Pemerintah perlu segera memperkuat perlindungan kawasan pesisir dalam tata ruang daerah dan nasional. Selain itu, pengakuan dan dukungan terhadap inisiatif lokal harus menjadi prioritas. Insentif fiskal, bantuan teknis, dan perlindungan hukum bagi penjaga mangrove perlu diinstitusionalisasi. Sudah saatnya negara lebih tegas dalam menertibkan ekspansi tambak, pariwisata, atau infrastruktur pesisir yang merusak mangrove.

Pembiaran terhadap alih fungsi ilegal bukan hanya bentuk kelalaian, tetapi pengabaian terhadap masa depan ekologi dan masyarakat pesisir. Tak cukup lagi sekadar imbauan, dibutuhkan penegakan hukum yang konsisten dan sanksi nyata bagi para pelanggar.

Indonesia bisa memilih: memulihkan secara menyeluruh dan berkelanjutan, dengan keberpihakan nyata kepada ekosistem dan masyarakat pesisir, atau terus membiarkan kerusakan datang perlahan.   Di tengah krisis iklim yang kian mendesak, pilihan untuk bertindak bukan lagi soal komitemn, tapi soal tindakan nyata.

Hari Mangrove Sedunia mestinya tak hanya menjadi momen refleksi, tetapi juga pijakan arah pembangunan pesisir ke depan. Kita cukup memiliki sumber daya, selanjutnya  yang kita butuhkan adalah keberanian memilih jalur yang berkeadilan ekologis, ditengah krisis iklim yang sedang kita hadapi.

Pembukaan FORNAS NTB Spektakuler, Penampilan Kolosal Pukau Ribuan Penonton

Mataram (globalfmlombok.com)-

Panggung megah pembukaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) Sabtu malam (26/07/2025) berhasil memukau puluhan ribu mata peserta, tamu undangan, dan masyarakat yang hadir. Penampilan kolosal seni budaya yang melibatkan 500 penari dari seluruh kabupaten/kota di NTB, di bawah arahan koreografer dan sutradara teater senior NTB, Lalu Suryadi Mulawarman menjadi magnet utama dalam seremoni akbar ini.

Untuk diketahui, pertunjukan pembukaan FORNAS VIII kali ini bukan sekadar tarian daerah biasa, melainkan sebuah kolaborasi megah yang merajut benang merah antara kekayaan budaya dan narasi sejarah. Usai pembukaan FORNAS VIII NTB, Lalu Suryadi Mulawarman menjelaskan bahwa konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman visual dan emosional yang mendalam.

“Kita tidak hanya mengangkat kultur budaya, tetapi juga sisi historis dari NTB. Banyak tokoh-tokoh besar dari masa lalu yang belum banyak dikenal publik, itu yang coba kita angkat,” ujar Lalu Suryadi, merujuk pada visi di balik karya tersebut.

Pertunjukan dibuka dengan segmen yang memperkenalkan sosok mitologis Dewi Anjani, atau yang dalam masyarakat Lombok disebut “Inen Gumi” (ibu Bumi). Dewi Anjani ditampilkan bukan sekadar legenda, melainkan sebagai simbol kekuatan perempuan dan pelindung alam yang agung.

Segmen berikutnya membawa penonton menyelami jejak-jejak peradaban dan tokoh bersejarah. Kisah Kesultanan Samawa, Kesultanan Mbojo, serta kerajaan-kerajaan di Lombok Timur dihadirkan dengan visualisasi memukau. Salah satu tokoh sentral yang diangkat adalah TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pahlawan nasional pendiri Nahdlatul Wathan, serta Sultan Salahuddin dari Bima yang berjasa mempersatukan wilayah Mbojo dan Dompu dalam bingkai NKRI.

“Ini bukan hanya tarian. Ada narasi sejarah yang disampaikan secara visual, ada unsur teatrikal, ada musikalitas. Bisa disebut drama tari. Kita ingin menyampaikan sejarah dan budaya NTB secara utuh kepada penonton nasional dan internasional,” imbuh Lalu Suryadi.

Lebih lanjut, pertunjukan ini mengeksplorasi berbagai simbol budaya menjadi bentuk artistik tari yang unik. Tembolak atau tudung saji khas NTB, misalnya, diubah menjadi properti tari yang merepresentasikan kekuatan dan perlindungan. Kain tenun Tembe Nggoli dari Dompu juga ditampilkan sebagai elemen eksploratif yang menambah keindahan gerak tari.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan kolosal tersebut.

“Malam ini kita tidak hanya menyaksikan pembukaan FORNAS, tetapi juga sebuah persembahan seni budaya yang luar biasa. Penampilan kolosal ini adalah bukti nyata kreativitas dan kekayaan budaya NTB yang mampu disajikan dalam skala megah,” ujar Gubernur Iqbal dengan bangga.

Ia menambahkan, perpaduan sejarah dan budaya yang ditampilkan oleh 500 penari muda NTB tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan mendalam.

“Ini adalah cara kita memperkenalkan identitas diri kepada seluruh tamu dan kontingen dari seluruh Indonesia. Bahwa NTB bukan hanya indah alamnya, tetapi juga kaya akan sejarah dan seni budaya,” tegasnya.

Penampilan pembukaan FORNAS VIII NTB ini terbukti menjadi salah satu pertunjukan seni budaya terbesar dalam sejarah NTB, melibatkan ratusan penari, seniman, penulis naskah, pemusik, hingga komunitas budaya lintas daerah. Semua bergandengan tangan, mempersembahkan karya terbaik dari Bumi Gora yang berhasil menciptakan euforia dan kebanggaan di malam pembukaan FORNAS VIII 2025. (*)

Gubernur NTB : FORNAS Bukan Sekadar Kompetisi, Namun Momentum Budaya dan Persatuan

Mataram (globalfmlombok.com)-

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan rasa syukur dan bangga karena NTB dipercaya menjadi tuan rumah pertama di kawasan timur Indonesia untuk ajang olahraga nasional ini.

“Hari ini menjadi catatan sejarah. Untuk pertama kalinya FORNAS digelar di wilayah timur Indonesia. Lebih dari 18.000 peserta dari seluruh Nusantara hadir, dan kami merasa terhormat menyambut mereka di bumi NTB,” ujar Gubernur Iqbal dalam acara opening ceremony FORNAS 2025 yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB, Sabtu 27 Juli 2025.

Iqbal menegaskan bahwa FORNAS tidak hanya sebatas kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk merawat nilai-nilai budaya, menjaga kelestarian lingkungan, serta membangun persatuan.

“FORNAS adalah tentang pelestarian budaya, kegiatan ramah lingkungan, dan semangat kebersamaan. Dari seni pertunjukan, kuliner khas Sasak, Samawa dan Mbojo, hingga pameran komunitas—semua menjadi bukti bahwa olahraga masyarakat bisa berjalan seiring dengan budaya dan ekologi,” ungkapnya.

Mengangkat semboyan “Kalah Menang, Semua Senang”, FORNAS VIII ingin menekankan bahwa partisipasi dan kebahagiaan menjadi inti dari olahraga rekreasi masyarakat.

Lebih dari 90% elemen acara FORNAS VIII ini disiapkan oleh putra-putri NTB sendiri. Dari pembangunan panggung, tari kreasi, desain tematik, hingga produksi lagu tematik FORNAS semuanya melibatkan anak-anak daerah.

“Dalam waktu persiapan hanya tiga bulan, kami tidak hanya belajar dari para ahli, tapi juga berupaya menciptakan dampak ekonomi lokal sebesar-besarnya,” katanya.

Turut hadir, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas penyelenggaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 di Nusa Tenggara Barat.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, beserta Ibu Wakil Gubernur, Hj. Indah Dhamayanti Putri, yang telah menjadi tuan rumah acara yang luar biasa ini,” ujar AHY disambut tepuk tangan para peserta.

AHY menekankan bahwa keunikan FORNAS dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) terletak pada basis komunitasnya yang kuat. Olahraga yang dipertandingkan datang dari passion dan kecintaan para pelaku komunitas, bukan karena penugasan formal.

“Inilah yang membuat FORNAS istimewa. Semangat yang lahir dari komunitas menjadikan olahraga lebih langgeng, menyenangkan, dan dekat dengan masyarakat,” tutur AHY.

Ia menggarisbawahi pentingnya menjaga keseimbangan hidup melalui olahraga, terlebih dalam konteks modern yang penuh tekanan. Dengan masyarakat yang sehat, bugar, dan gembira, maka kesejahteraan bangsa akan semakin tercapai.

Menko AHY menilai bahwa FORNAS bukan hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan momentum penting untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Ia pun mengapresiasi kehadiran pelaku UMKM dan keterlibatan sektor pariwisata lokal yang secara langsung mendapatkan manfaat dari acara ini.

“Event-event olahraga seperti FORNAS ini memiliki multiplier effect. Ekonomi daerah bergerak, UMKM tumbuh, dan pariwisata berkembang. Ini sejalan dengan semangat NTB: Makmur dan Mendunia,” jelasnya.

Menko AHY berharap FORNAS bisa terus digelar setiap tahun dan menjadi ajang konsolidasi nasional dalam memperkuat budaya olahraga berbasis komunitas. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, khususnya Ketua KORMI, Adil Hakim, serta Ketua Panitia Nasional FORNAS VIII, Ibnu Riza Pradipto.

“Semoga semua cabang olahraga yang dipertandingkan sukses dan dinikmati. Selamat untuk NTB, semoga FORNAS menjadi momentum kebangkitan olahraga masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (r)

Bank NTB Syariah Dukung TEGAR Bangkitkan Pariwisata Taman Narmada

Giri Menang (globalfmlombok.com)

Bank NTB Syariah mendukung Teman Generasi Toleransi (TEGAR) untuk membangkitkan kembali pariwisata Taman Narmada yang saat ini mengalami penurunan (sepi) pengunjung.

Dimana dulunya, Taman Narmada merupakan tempat rekreasi primadona masyarakat lokal, nasional hingga mancanegara. Namun, dengan berjalannya waktu, pesona Taman Narmada mulai memudar dengan banyaknya tempat wisata baru yang bermunculan di Lombok.

Selajutnya, upaya TEGAR untuk membangkitkan kembali pariwisata Taman Narmada dan menggerakkan roda perekonomian, diapresiasi oleh General Manager Divisi Dana dan Jasa Bank NTB Syariah, Dedi Kariadi.

“TEGAR ini selain punya kegiatan-kegiatan sosial, tapi bisa memproduktifkan anggotanya. Tidak hanya bersifat sosial, tapi membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Sangat bagus sekali, sangat mulia sekali niatnya,” ungkap Dedi usai berdiskusi bersama TEGAR di Taman Narmada, Jum’at (25/7).

Lebih lanjut Dedi menjelaskan diskusinya membahas tentang upaya-upaya meramaikan kembali Taman Narmada dengan salah satu caranya adalah memperbanyak menggelar event-event.

Kemudian, membahas keinginan transaksi keuangan digital dengan menggunakan “Qris”. Yang nantinya masyarakat bisa memakai Qris saat mau masuk taman (tempat wisata) maupun transaksi keuangan lainnya.

Selain itu, juga membahas upaya-upaya memberdayakan masyarakat melalui pembiayaan, jelasnya.

Dedi juga mengatakan, Bank NTB Syariah siap memberikan bantuan pembiayaan kepada TEGAR dan Anggotanya untuk menghidupkan Taman Narmada selama memenuhi persyaratan.

“Selama persyaratan itu terpenuhi kenapa tidak, tentunya pembiayaan itu harus selektif, harus berhati-hati, jadinya pasti ada analisa analisa dalam proses pembiayaan itu. Jadi bergantung pada kemampuan anggota yang memiliki usaha, atau apalah itu,” katanya.

Sementara, Ketua TEGAR NTB Nyoman Santiyasa berharap Bank NTB Syariah bisa membantu dari segala arah, karena dalam waktu dekat akan menggelar berbagai macam event di Taman Narmada, seperti pentas seni lagu-lagu daerah, lomba kelentang, lomba gendang beleq, lomba pemayun, lomba bleganjur, dan lomba-lomba lainnya.

“Jadi kami sangat berharap Bank Syariah bisa membantu dari segala sisi untuk mewujudkan Taman Narmada kembali ramai pengunjung,” ucap Nyoman.(r)