Beranda blog Halaman 357

Polisi Bubarkan Judi Sabung Ayam di Desa Pelat

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com)

Kepolisian Sektor (Polsek) Sumbawa, membubarkan judi sabung ayam di lahan kosong Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, Minggu, 27 Juli 2025 karena dianggap meresahkan bagi masyarakat setempat.

“Pada saat kita sampai di lokasi masyarakat sedang melakukan aktivitas (judi sabung ayam) sehingga langsung kita bubarkan dan meminta mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut,” kata Kata Kapolsek Sumbawa Iptu Rohmad Rondhi, Senin, 28 Juli 2025.

Ia melanjutkan, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat bahwa di lokasi lahan kosong di sudah lama digunakan sebagai tempat praktik judi sabung ayam. Bagian di lokasi tersebut juga kerap dibubarkan oleh petugas tetapi mereka tidak melakukan aktivitas itu.

“Kami mengingatkan kepada warga untuk tidak lagi melakukan kegiatan tersebut karena dapat mengganggu ketertiban masyarakat dan menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Kapolsek turut menegaskan bahwa kegiatan judi sabung ayam merupakan pelanggaran hukum yang merugikan masyarakat. “Kami akan terus melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum dan meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Rondhi tidak menampik, berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat lokasi tersebut kerap digunakan untuk mengadu ayam secara ilegal. “Kita sudah pernah bubarkan aktivitas mereka beberapa bulan lalu. Tetapi mereka tetap kembali melakukan aktivitas yang sama sehingga kami memberikan tindakan tegas,” ucapnya.

Ia menambahkan, “kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, serta bekerja sama dengan kepolisian dalam menjaga Harkamtibmas, agar wilayah tetap aman dan kondusif, ” tutupnya. (ils)

Wapres Gibran Dijadwalkan Hadiri Penutupan Fornas VIII NTB

Mataram (globalfmlombok.com)

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan menghadiri acara penutupan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat 1 Agustus 2025 malam. Kehadiran RI 2 ini menandai puncak perhelatan akbar olahraga rekreasi terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi indikator dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan olahraga masyarakat.

Pasi Ops Korem 162/WB, Kapten Amdatullah mengonfirmasi rencana kedatangan tersebut. “Siang ini kita akan rakor dulu di Kantor Gubernur untuk membicarakan mekanisme VVIP. Tim advance akan datang besok (Rabu, 30 Juli 2025). Kedatangan Wapres sudah 90 persen,” jelas Kapten Amdatullah, Senin (28/7/2025).

Deputi V Panitia Pelaksana FORNAS VIII NTB, Indra Kuswara merinci jadwal kehadiran Wakil Presiden di malam penutupan.

“Wapres diperkirakan hadir jam 7 malam. Beliau akan menyaksikan hiburan yang telah disiapkan. Balik ke hotel, besok pagi langsung bertolak ke Jakarta,” ujar Indra Kuswara.

Acara penutupan akan dimeriahkan oleh penampilan musisi papan atas seperti Slank, Pelita Group, Gea Indrawari, serta sejumlah artis lokal NTB.

Meski bertajuk pesta rakyat, kehadiran Wapres menuntut pemberlakuan skrining ketat bagi seluruh pengunjung demi kenyamanan dan keamanan. Indra Kuswara menyebut, kapasitas maksimal penonton di area utama mencapai 30 ribu hingga 36 ribu orang, yang akan dihitung berdasarkan luasan venue tanpa sistem digital.

Sementara untuk pengamanan, acara penutupan ini akan jauh lebih ketat dibandingkan dengan saat pembukaan Sabtu malam lalu. “Soal pengamanan jauh lebih dari opening. Soalnya RI 2 akan hadir,” tegas Indra Kuswara.
Kendaraan VVIP dan VIP akan menggunakan stiker khusus dengan titik turun dan parkir yang jelas.

Untuk masyarakat umum, panitia telah mengatur alur lalu lintas dan parkir secara seksama. “Parkir masyarakat umum di runway Selaparang,” kata

Pembagian jalur masuk pun telah ditentukan: “Untuk umum masuk dari pintu Barat, pintu tengah untuk VIP, VVIP, dan artis, sementara pintu Timur khusus buat keluar umum. Ini agar tidak terjadi penumpukan di bundaran,” tambahnya.

Rencana kedatangan Wakil Presiden ini diharapkan semakin menambah semarak penutupan Fornas VIII NTB, sekaligus menjadi momen penting bagi NTB dalam menunjukkan kemampuannya sebagai tuan rumah event berskala nasional. (ham)

Menko AHY Harap SRMP Sentra Paramita Lahirkan Siswa Berkarakter Unggul

Mataram (globalfmlombok.com)

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Sentra Paramita, pada Senin, 28 Juli 2025. Dalam kunjungannya, Menko AHY berharap Sekolah Rakyat, khususnya SRMP 18 Mataram dapat melahirkan lulusan yang berkarakter dan unggul.

Menko AHY mengatakan, masyarakat yang selama ini sulit menjangkau akses pendidikan gratis dan berkualitas, berharap dapat terakomodasi oleh sekolah rakyat ini. Karena, sekolah rakyat menyasar rakyat yang dalam kategori miskin dan miskin ekstrem.

“Dan ini bersama, tidak hanya ruang-ruang kelas, tapi juga ada ruang asrama yang sekali lagi diharapkan bisa membentuk bukan hanya kecerdasan, tetapi juga karakter, kepribadian yang baik, yang unggul dan mereka sehat tentunya karena juga diperhatikan makannya, gizinya, dan dengan demikian pada saat mereka lulus bisa melanjutkan SMA dan pada akhirnya bisa menempuh pendidikan lanjutan atau masuk langsung ke dunia kerja,” ujarnya, Senin 28 Juli 2025.

Menko AHY menyampaikan rasa bahagianya karena dapat berkunjung secara langsung ke SRMP 18 Mataram. Ia mengatakan, sekolah rakyat merupakan program strategis sekaligus prioritas dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memutus rantai kemiskinan.

“Dalam rangka kegiatan saya di NTB ini saya tentunya berupaya menyempatkan melihat kondisi Sekolah Rakyat yang merupakan kolaborasi dari Kemensos yang menentukan lokasi. Apalagi ini juga sentra yang dikelola sejak awal oleh Kemensos yang kemudian saat ini dikonversi menjadi sekolah rakyat dan dilakukan sejumlah renovasi termasuk pembangunan terbatas yang dilakukan oleh kementerian PU (Pekerjaan Umum),” ujarnya.

Menko AHY Mengecek Kondisi Sekolah Rakyat

Bersama stakeholder terkait, seperti Kepala Sentra Paramita, Kepsek SRMP, Ditjen Sarpras Kemen-PU, dan Dinsos Lobar, Menko AHY mengecek kondisi sekolah rakyat yang berada di Jl. Tgh. Saleh Hambali, Lombok Barat itu.

“Secara umum Sekolah Rakyat ini memang dihadirkan untuk bisa mengakomodasi anak-anak kita yang terkategori berasal dari keluarga kurang mampu. Bisa dikatakan keluarga miskin. Bahkan miskin ekstrem yang ada di desil satu dan desil dua. Dari strata ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut menjelaskan mengapa kemudian pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama Kemenko bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

“Infrastruktur bukan hanya jalan, bukan hanya jembatan, atau bendungan tetapi juga infrastruktur untuk sumber daya manusia. Artinya sektor pendidikan menjadi sangat penting dan kami siap untuk terus berkolaborasi dengan semua pihak,” jelas AHY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Menko AHY Minta Pemerintah Berkolaborasi

Pemerintah kata dia, tidak bisa bekerja sendirian. Pemerintah Pusat dan Daerah, dan antarkementerian juga mesti berkolaborasi untuk menyukseskan program prioritas besutan Presiden Prabowo itu.

“Seperti Kemensos dan Kemen-PU ini juga tentunya menjadi salah satu model yang baik. Kolaborasi yang konkret bisa mewujudkan hal-hal yang juga bisa langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” contohnya.

Dari pantauan, AHY berkeliling melihat kondisi sekolah satu persatu. Mulai dari ruang kelas, ruang laboratorium, ruang guru, asrama, dan fasilitas-fasilitas lainnya. AHY juga memberi apresiasi terhadap kelengkapan dan kualitas fasilitas milik SRMP itu.

“Ada empat kelas. Masing-masing 25 orang. Jadi ada empat Rombel. 100 totalnya. Kemudian airnya bagus, sanitasinya baik, lapangan bermain ataupun berolahraga juga tersedia. Lab-nya. Tadi lab untuk sains, IPA, termasuk juga ada lab komputer yang nanti juga bisa digunakan untuk mereka belajar IT komputer utama. Dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya,” urainya.

Menko AHY Menyapa Siswa

Pada kesempatan yang sama, AHY juga turut menyapa siswa-siswi SRMP 18 Mataram yang tengah belajar di dalam kelas. Siswa-siswi terlihat antusias berinteraksi dengan Menko AHY.

“Jadi saya sempat berdialog dengan anak-anak kita. Terharu. Karena tentunya mereka juga masih belajar beradaptasi. Masih berproses, baru dua minggu lepas dari orang tuanya. Dari keluarganya. Tapi saya yakin keluarga mereka juga begitu datang ke sini melihat suasana seperti ini akan senang. Dan tentunya berterima kasih dan mudah-mudahan ini semua bisa kita pertanggung jawabkan,” tutur Menko AHY.

Menko AHY juga menyampaikan, rintisan awal sekolah rakyat di Indonesia, seperti di Sentra Paramita ini bersifat sementara. Ke depannya, pihaknya akan menyiapkan lokasi-lokasi permanen untuk keberlanjutan sekolah rakyat.

“Sentra-sentra seperti yang ada di Paramita ini. Ini sebuah rintisan. Nanti satu tahun dua tahun ke depan tentu kita juga sambil mempersiapkan lokasi-lokasi yang lebih permanen. Tanahnya. Kemudian setelah itu pembangunannya juga tidak boleh asal-asalan. Harus bagus. Kemudian pada akhirnya masuklah untuk urusan kurikulum dan lain-lain,” tandasnya.

“Jadi ini akan menjadi program jangka pendek, menengah, dan panjang. Dan ini akan berlaku di berbagai kabupaten kota dan provinsi di Indonesia,” imbuh Menko AHY. (sib)

Dampak Ekonomi Fornas VIII NTB Diklaim Lampaui MotoGP Mandalika

Mataram (globalfmlombok.com)

Gelaran Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) disebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan, bahkan diklaim melampaui MotoGP Mandalika.

Ketua Panitia Pelaksana Fornas VIII, Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, menyebut bahwa ajang yang berlangsung dari 26 Juli hingga 1 Agustus 2025 ini menciptakan perputaran uang lebih dari Rp800 miliar, jauh di atas estimasi dampak MotoGP Mandalika yang tercatat sekitar Rp544,41 miliar berdasarkan riset Litbang Kompas.

Ibnu menjelaskan bahwa sebanyak 38 provinsi ikut berpartisipasi dalam Fornas VIII, dengan total 12.378 pegiat olahraga, 3.878 perangkat dan ofisial pertandingan, serta 74 induk olahraga (Inorga) yang menggelar 847 nomor pertandingan. “Total ada lebih dari 18 ribu orang yang terlibat langsung. Ini memberikan efek ekonomi signifikan, termasuk menciptakan 9.500 lapangan kerja sementara, baik di sektor formal maupun non-formal,” jelasnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, mendukung pernyataan panitia dengan menegaskan bahwa Fornas bukan hanya ajang olahraga, melainkan momentum penggerak ekonomi kerakyatan. “Sebanyak 90 persen kegiatan Fornas melibatkan unsur masyarakat, mulai dari panggung, event organizer, lighting, hingga pelibatan komunitas, pelajar, hingga lansia,” ujar Iqbal.

Sebagai pembanding, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyebutkan bahwa perputaran uang dari penonton MotoGP Mandalika 2024 mencapai Rp544,41 miliar.

Jumlah tersebut berasal dari estimasi belanja penonton sekitar Rp320,24 miliar, dikalikan dengan multiplier effect sebesar 1,7. MotoGP 2024 juga tercatat meningkatkan PDB Indonesia sebesar Rp542,9 miliar, dan PDB NTB sebesar Rp291,9 miliar.

Sektor UMKM juga ikut terdampak positif. Pendapatan usaha kecil meningkat antara 3% hingga 100%, serta terjadi lonjakan kunjungan wisata di berbagai destinasi unggulan di Lombok.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada MotoGP 2022 mencatat bahwa rata-rata pengeluaran penonton perempuan mencapai Rp16,5 juta, sementara penonton laki-laki Rp7,5 juta per orang. Biaya tersebut mencakup tiket, penginapan, makan, transportasi lokal, hingga belanja oleh-oleh.

Meski Fornas VIII diklaim memberi dampak ekonomi lebih besar dari MotoGP, sejumlah pihak, termasuk pengusaha lokal, mempertanyakan validitas data yang disampaikan panitia. Sebagian menganggap angka mendekati Rp1 triliun sebagai klaim berlebihan tanpa kajian ekonomi yang kredibel. (bul)

16 WN Bangladesh Ditangkap, Diduga Terlibat Jaringan Penyelundupan Manusia Tujuan Australia

Mataram (globalfmlombok.com)

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram bersama Direktorat Intelijen Keimigrasian Ditjen Imigrasi dan pihak Kepolisian menangkap 16 Warga Negara (WN) Bangladesh. WN Bangladesh ini diduga terlibat dalam sindikat Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) dengan tujuan Australia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Mirza Akbar, Senin (28/7/2025) mengatakan, penangkapan 16 WN Bangladesh itu berangkat dari informasi awal dari Tim Ditintelkom Ditjen Imigrasi. Ke 16 orang ini ditangkap Kamis (24/7/2025) di tiga unit rumah sewaan di Desa Batu Layar Akbar, Lombok Barat.

“Informasi awal yang kami dapatkan, terdapat delapan orang sindikat penyelundupan manusia di sebuah rumah di Lombok Barat,” kata Mirza. Setelah pengembangan lebih lanjut selama kurang lebih satu minggu, pihak Imigrasi menemukan tiga rumah lainnya yang menampung WN Bangladesh tersebut.

Setelah melakukan pemeriksaan awal, pihak Imigrasi mendapati bahwa WN Bangladesh berinisial SJ (33) merupakan ketua dari sindikat TPPM itu. Sembilan orang lainnya bertindak sebagai agen yang mengumpulkan dan memberangkatkan WN Bangladesh lainnya. Sedangkan enam orang lainnya adalah korban dari ketua dan agen sindikat itu. “Ketua dan agen ini mengiming-imingi memberangkatkan 6 orang ini,” jelasnya.

Saat ini, 16 orang itu tengah menjalani pemeriksaan oleh petugas dan telah ditahan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram.

Mirza menyebutkan, para terduga pelaku TPPM melanggar Pasal 113 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Pasal tersebut menjelaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja masuk atau keluar wilayah Indonesia yang tidak melalui pemeriksaan oleh Pejabat Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100 juta.

“Mereka juga melanggar pasal 119 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp500 juta,” tandasnya. (mit)

Slank Siap Meriahkan Penutupan Fornas VIII NTB

Mataram (globalfmlombok.com)

Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII NTB 2025 akan ditutup, Jumat, 1 Agustus 2025 malam di eks Bandara Selaparang, Kota Mataram.

Pada closing ceremony ini, masyarakat umum diizinkan untuk hadir langsung menyaksikan pesta rakyat ini. Masyarakat bisa berbaur bersama kontingen dari seluruh Indonesia. Apalagi pada closing ceremony ini band legendaris Slank dan artis papan atas lainnya dijadwalkan menghibur masyarakat dan kontingen Fornas dari seluruh Indonesia.

Deputi V Panitia Pelaksana Fornas VIII NTB, Indra Kuswara menegaskan acara penutupan ini memang didesain sebagai “pesta rakyat” yang terbuka bagi publik.

“Masyarakat umum dipersilakan hadir dan menikmati seluruh rangkaian acara penutupan, termasuk konser musik dari Slank, Pelita Group, Gea Indrawari, dan sejumlah artis lokal,” ujar Indra Kuswara, Senin, 28 Juli 2025.

Menurutnya pada penutupan ini menjadi aspek kebersamaan dan kegembiraan, karena peserta Fornas dan masyarakat umum terkumpul di satu titik.

Meski demikian, mengingat acara ini juga akan dihadiri oleh tamu VVIP seperti Wakil Presiden Republik Indonesia, panitia akan menerapkan prosedur skrining yang ketat demi keamanan dan kenyamanan semua pihak. Kapasitas penonton di area utama diperkirakan mencapai 30 ribu hingga 36 ribu orang.

Untuk memastikan kelancaran akses dan mencegah penumpukan, panitia juga telah mengatur skema masuk dan keluar lokasi secara cermat. Masyarakat umum yang datang diimbau untuk masuk melalui pintu barat eks Bandara Selaparang.

“Parkir masyarakat umum telah disiapkan di runway Selaparang,” tambah Indra.
Ia juga memastikan bahwa ada cukup ruang untuk kendaraan pengunjung.

Sementara itu, pintu tengah akan diperuntukkan bagi VVIP, VIP, dan artis, serta pintu Timur khusus untuk jalur keluar umum.

Kabag Binops Roops Polda NTB, AKBP Rohadi juga memberikan pesan kepada para penonton yang ingin menikmati penampilan Slank.

“Penonton boleh membawa bendera, namun tidak boleh membawa tongkat. Ini sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan selama acara berlangsung,” ujarnya mengingatkan.

Dengan persiapan matang dan akses yang terbuka bagi masyarakat luas, Closing Ceremony Fornas VIII NTB 2025 di Eks Bandara Selaparang diproyeksikan akan menjadi malam penutupan yang meriah dan tak terlupakan, menyatukan semangat olahraga dan hiburan dalam satu perayaan akbar. (ham)

5G Sapa Lombok dan Sumbawa, Infrastruktur Telkomsel Hadir di Titik Strategis

Mataram (globalfmlombok)—

Telkomsel terus memperluas jangkauan jaringan 5G di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai bagian dari komitmen mendorong transformasi digital di kawasan timur Indonesia. Sejumlah titik strategis, terutama destinasi wisata dan area publik, telah mendapat akses jaringan generasi kelima ini.

Manager Mobile Consumer Telkomsel Branch Mataram Gede Jadiarte mengatakan, hingga saat ini, sejumlah lokasi di NTB telah tercakup jaringan Telkomsel 5G, antara lain kawasan Senggigi, Bandara Internasional Lombok (BIL), Sirkuit Mandalika, serta area tambang milik Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Infrastruktur pendukung jaringan, seperti Base Transceiver Station (BTS), disebut telah dalam kondisi siap, meski implementasi 5G dilakukan bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan perangkat pelanggan.

“Kalau terkait dengan dukungan network untuk mendukung jaringan 5G di NTB, kesiapan network di NTB sangat siap untuk teknologi 5G, namun pembangunan 5G mengikuti kebutuhan dan kesiapan gadget pelanggan,” ujar Gede Jadiarte kepada globalfmlombok.com Senin, 28 Juli 2025.

Di sektor pariwisata, jaringan 5G Telkomsel sudah hadir di titik-titik vital seperti Bandara Internasional Lombok, Sirkuit Mandalika, dan Pantai Senggigi. Penggunaan layanan ini dominan oleh wisatawan, baik mancanegara maupun lokal, seiring dengan meningkatnya mobilitas di area publik.

“Fokus implementasi 5G berada di lokasi wisata dan area publik, mengingat segmen penggunanya saat ini masih didominasi oleh turis,” ujarnya.

Peta jaringan 4 G dan 5G Telkomsel di Lombok dan Sumbawa (Sumber foto : https://www.nperf.com)

Dengan kapasitas yang 10 kali lebih besar dibanding jaringan 4G, jaringan 5G Telkomsel diklaim mampu memberikan kecepatan hingga 20 kali lipat serta responsivitas yang meningkat hingga 10 kali. Keunggulan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas digital masyarakat dan pelaku industri pariwisata di NTB, serta menjadi fondasi menuju ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Dikutip dari laman telkomsel.com, perbedaan antara jaringan 5G dan 4G terletak pada kecepatan data dan kerapatan koneksi. 5G adalah teknologi seluler yang merupakan evolusi dari Teknologi 4G LTE, yang secara teori dapat mencapai data rate (kecepatan data) lebih cepat, latency lebih rendah, dan jumlah connection density (kerapatan koneksi) lebih banyak dari 4G.

Pada tahap pertama peluncuran 5G Telkomsel secara komersil, secara teori sinyal 5G bisa memberikan kecepatan download hingga 400Mbps untuk Orbit dan hingga 750Mbps untuk mobile. Namun, rata-rata pengalaman download bisa mencapai kecepatan hingga 100Mbps – 250Mbps, tergantung pada kualitas sinyal, kapabilitas perangkat 5G yang digunakan, dan kepadatan pelanggan 5G di lokasi tersebut.

Feedback dari pelanggan akan menjadi pertimbangan Telkomsel untuk terus mengembangkan jangkauan Telkomsel 5G dan menjangkau lebih banyak pelanggan di Indonesia dengan pengalaman 5G terbaik.

Adapun keuntungan 5G yaitu koneksi data lebih cepat untuk download dan streaming yang lebih lancar, latensi yang sangat rendah mampu membuat koneksi menjadi lebih responsive serta apasitas lebih besar untuk menghubungkan banyak perangkat tanpa mengurangi kualitas jaringan

Jaringan 5G Telkomsel telah hadir menyapa masyarakat Lombok, terutama di Sirkuit Mandalika sejak gelaran MotoGP tahun 2022 lalu. Telkomsel menghadirkan jaringan 4G/LTE dan Hyper 5G berteknologi terdepan untuk mendukung pergelaran balap motor paling akbar tersebur. Saat itu, sebanyak 382 BTS 4G/LTE dan 16 BTS 5G diperkuat di titik strategis, termasuk bandara dan area wisata, guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi pengunjung.(ris)

Sukses Fornas VIII Bukti NTB Siap Jadi Tuan Rumah PON 2028, Komisi X DPR RI Siap Mengawal

Mataram (globalfmlombok.com)-

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas torehan prestasi para atlet Nusa Tenggara Barat dalam ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang tengah berlangsung di Bumi Gora.

Dua medali emas dari Indonesia Offroad Federation (IOF) dan satu emas dari Tim Wira Bhakti Airsoft Club (WBAC) NTB merupakan bukti bahwa NTB tidak hanya unggul sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai penghasil atlet berkelas nasional.

“Atas nama pribadi dan sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI, saya menyampaikan selamat kepada seluruh atlet NTB yang telah mengharumkan nama daerah dengan torehan emas di ajang FORNAS VIII. Prestasi ini bukan hanya milik mereka semata, tetapi juga menjadi kebanggaan kolektif masyarakat NTB,” ujar Lalu Hadrian Irfani dalam keterangannya di Mataram, Minggu (27/7).

Politisi Fraksi PKB dari Dapil NTB 2 yang membidangi olahraga, kepemudaan, pendidikan, dan kebudayaan ini juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan FORNAS VIII, khususnya Ketua Panitia Pusat Ibnu Riza, Gubernur NTB dan jajaran Pemerintah Provinsi NTB, serta panitia lokal yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.

“Saya menyaksikan langsung saat pembukaan FORNAS VIII. Ini bukan hanya seremoni biasa, tapi sebuah mahakarya kolosal yang menunjukkan bahwa NTB mampu menjadi panggung nasional dengan cita rasa global,” tuturnya.

Lalu Hadrian Irfani secara khusus juga memberikan apresiasi kepada Lalu Suryadi Mulawarman, koreografer asal NTB yang telah menampilkan pertunjukan seni pembukaan yang memukau. Ia menilai, penampilan tersebut merupakan bentuk ekspresi budaya lokal NTB yang dikemas dengan kualitas artistik berkelas dunia.

“Fornas kali ini bukan sekadar kompetisi olahraga rekreasi, tapi juga ajang unjuk diri betapa besarnya potensi kebudayaan kita. Komisi X DPR RI sangat menaruh perhatian pada ekosistem olahraga dan budaya yang saling menopang seperti ini,” imbuhnya.

Menurut Lalu Hadrian, keberhasilan NTB menyelenggarakan FORNAS VIII dengan gemilang menjadi bukti kesiapan daerah ini untuk menjadi tuan rumah ajang-ajang olahraga yang lebih besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di masa mendatang. Ia menyatakan optimisme bahwa momentum FORNAS VIII merupakan pemanasan strategis bagi NTB menuju PON, sekaligus sebagai investasi sosial-budaya yang penting.

“Saya yakin dan percaya, jika sinergi pusat-daerah terus diperkuat, NTB sangat layak menjadi tuan rumah PON 2028 di masa depan. Komisi X DPR RI tentu akan terus mengawal pengembangan potensi olahraga dan kebudayaan di daerah, termasuk dalam alokasi anggaran, pembinaan atlet, serta penguatan infrastruktur dan SDM-nya,” tandasnya.

Sebagai representasi rakyat dari Dapil NTB II, Lalu Hadrian Irfani menegaskan komitmennya untuk menjadikan FORNAS bukan hanya sebagai ajang rutin, tetapi sebagai batu loncatan untuk memperluas akses dan partisipasi masyarakat dalam olahraga, memperkuat identitas budaya, serta mendorong kebangkitan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis komunitas.

“Ini adalah saat yang tepat untuk membuktikan bahwa olahraga dan kebudayaan bukan sekadar hobi atau tontonan, melainkan instrumen strategis dalam membentuk karakter bangsa, menggerakkan ekonomi, dan mempererat kebhinekaan,” pungkasnya.(r)

Pertama di Indonesia, Pemprov NTB Dorong Teluk Saleh Sebagai Kawasan Konservasi Hiu Paus Berbasis Biota

Mataram (globalfmlombok.com)

Pemprov NTB bakal menjadikan perairan Teluk Saleh, Pulau Sumbawa sebagai kawasan konservasi berbasis biota. Perairan seluas 1.459 kilometer persegi dan panjang 282 kilometer tersebut merupakan habitat Hiu Paus yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim menyebutkan proses penentuan kawasan Konservasi Hiu Paus Berbasis Biota didukung penuh oleh yayasan Konservasi Indonesia sebagai NGO mitra. “Jadi harus ada perhatian khusus untuk kelestarian dan keberlanjutan kawanan hiu paus di Teluk Saleh ini,” kata Muslim, pada pekan kemarin.

Dia pun mendorong agar pada titik-titik tertentu dari perairan di kawasan Teluk Saleh dapat dijadikan sebagai wilayah konservasi hiu paus berbasis biota. Kawasan tersebut jangan hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi jangka pendek, namun harus di dorong keberlanjutan keberadaan Hiu Paus tersebut untuk waktu yang lebih lama.

Kendati demikian, Muslim tak bisa menutup sebelah mata atas keberadaan Teluk Saleh yang menjadi pundi-pundi rupiah bagi masyarakat sekitar. “Secara ekonomi, ternyata keberadaan hiu paus tersebut membawa angin segar bagi masyarakat kita, yang ada di sekitar pulau Sumbawa mendapatkan manfaat yang luar biasa,” jelasnya.

Muslim menegaskan agar tata kelola Teluk Saleh harus mengacu pada Peraturan Gubernur NTB Nomor 100 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Hiu Paus. Regulasi itu mengatur daya dukung dan daya tampung wisata beserta standar operasional prosedur (SOP) untuk melakukan aktivitas wisata.

Peraturan Gubernur NTB tersebut kata Muslim, disusun untuk memastikan keberlanjutan biota Hiu Paus yang kelak berdampak terhadap keberlanjutan kemanfaatan ekonomi masyarakat dari aktivitas wisata.

“Sudah ada peraturan gubernur nomor 100 tahun 2023, jadi itu juga harus menjadi pedoman kita dalam menjaga kelestarian kawasan Teluk Saleh, terutama bagi biota hiu paus yang ada di sana,” tegasnya.

Dia menegaskan pengelolaan kawasan Teluk Saleh dilakukan melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan penyusunan seusai SOP yang berlaku. Ketika memasuki kawasan tersebut harus memperhatikan daya dukung dan daya tampung agar kawasan tersebut tetap terjaga.

“Jadi BLUD Bima Dompu itu mengelola pintu masuk dari wilayah dompu, sedangkan Sumbawa dan Sumbawa Barat mengelola pintu masuk melalui perairan Sumbawa,” katanya.

Hasil pemaparan dari konsultan starling yang memotret kondisi pengelolaan BLUD yang masih perlu di perbaiki, diantaranya penguatan fungsi kelembagaan, tata kelola keuangan, tata kelola sistem IT serta penguatan SDM.

“Berbagai pandangan, saran, dan masukan ditampung sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut proses penetapan kawasan konservasi. Harapannya, melalui kolaborasi yang berkelanjutan, konservasi hiu paus di Teluk Saleh dapat terwujud dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sosial, ekonomi, dan ekologis di wilayah itu,” pungkasnya. (ndi/*)

Jadwal MotoGP 2026 Dirilis, Sirkuit Mandalika Tetap Tuan Rumah

Praya (globalfmlombok.com)

Dorna Sport merilis jadwal balapan MotoGP untuk musim 2026 mendatang. Perilisan jadwal balapan MotoGP 2026 bersamaan dengan balapan MotoGP 2025 sudah setengah jalan dan memasuki masa libur musim panas.

Sirkuit Mandalika atau Pertamina Mandalika International Circuit tetap masuk sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan balap roda dua paling bergengsi di dunia tersebut.

Tidak jauh beda dengan musim balapan tahun 2025 ini, musim balapan tahun 2026 juga akan menggelar 22 seri balapan. Bedanya, Brasil akan kembali menggelar balapan MotoGP setelah tahun ini absen. Negeri Samba tersebut akan menggantikan seri Argentina yang tahun depan tidak lagi mengelar balapan MotoGP.

Sesuai rilis di media sosial resmi MotoGP tertanggal 24 Juli 2025, pelaksanaan GP Brasil pada 20-22 Maret 2026. Balapan di Brasil setelah GP Thailand.

Pada musim balap tahun depan, GP Thailand kembali menjadi seri pembuka. Balapan GP Thailand di Buriram International Circuit pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026.

Sementara itu Sirkuit Mandalika sendiri tetap akan menggelar seri ke-18 tahun depan pada 9-11 Oktober 2026. Balapan di Sirkuit Mandalika sepekan setelah GP Jepang.

Setelah belapan di sirkuit Mandalika, balapan MotoGP bergeser ke Australia. Kemudian berlanjut ke Malaysia, Portugal, dan seri balapan penutup MotoGP di Valencia Spanyol.

Setelah Dorna merilis kalender musim balapan MotoGP 2026, ribuan netizen memberikan tanggapan. Termasuk dari pembalap Lenovo Ducati Francesco Bagnaia yang turut memberikan tanggapan menyukai melalui media sosialnya. “Dan, tanpa basa basi lagi (inilah) kalender MotoGP,” bunyi pernyataan Dorna Sport dalam unggahan tersebut.

Hingga pertengahan musim balapan tahun ini, pembalap Lenovo Ducati Marc Masquez masih kokoh memimpin klasemen sementara pembalap MotoGP. Dengan mengumpulkan total 381 poin. Di posisi kedua ada sang adik, Alex Marquez yang terus menguntit dengan 261 poin. Rekan setim Marc Marquez Francesco Bagnaia melengkapi posisi tiga besar dengan mengumpulkan 213 poin.

Setelah GP Ceko balapan kemudian akan berlanjut ke GP Austria yang merupakan seri balapan ke-13 dan direncanakan berlangsung pada 15-17 Agustus 2025 mendatang. (kir)