Beranda blog Halaman 356

Spesies Baru Jamur Morel Ditemukan di Rinjani, Bisa Jadi Bahan Pangan

Mataram (globalfmlombok.com)

Tim Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini menemukan spesies jamur Morel. Tim menemukan jamur Morel itu di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Jamur unik dari Rinjani yang memiliki nama latin Morchella Rinjaniensis ini menjadi jamur tropis pertama di Indonesia yang mempunyai deskripsi secara ilmiah.

Mengutip dari akun media sosial BRIN, tim peneliti menemukan jamur morel itu tumbuh liar di kawasan Cagar Biosfer Rinjani, Lombok. Tim menemukannya di ketinggian 900-1.200 MDPL. Atau lebih tepatnya di sekitar jalur Torean, Senaru, Sembalun, Tetebatu, dan Aik Berik.

Jamur Morchella Rinjaniensis umumnya muncul saat musim peralihan, sekitar April-Mei.

Jamur Morel dari Rinjani dan Tidak Ada Duanya

Keunikan dan kebaruan Jamur Morchella Rinjaniensis itu terbukti dari segi morfologi dan genetiknya yang berbeda dari jamur Morchella lain.

Ukuran jamur ini bisa mencapai 19 cm dengan pola lubang (pits) yang acak. Selain itu, jamur yang tumbuh di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani ini memiliki spora besar dan permukaan mirip labirin.

“Ditempatkan dalam klade yang berbeda secara genetik membuktikan bahwa jamur Morel dari Rinjani ini adalah spesies yang baru,” jelas peneliti BRIN, Atik Retnowati dikutip dari keterangannya di akun medsos resmi BRIN, Senin 28 Juli 2025.

Punya Potensi Jadi Bahan Konsumsi

Atik juga menyebut, Jamur Morchella Rinjaniensis ini juga dapat menjadi bahan konsumsi dan bernilai ekonomi tinggi. Jamur Morel Rinjani tumbuh subur di hutan alami dekat aliran air.

Peneliti terus mendorong konservasi berkelanjutan. Hal itu sejalan program Man and The Biosphere UNESCO dengan harapan agar bisa dikembangkan jadi sumber pangan baru yang ramah lingkungan.

“Morchella Rinjaniensis punya karakter unik yang tidak ditemukan pada jenis Morel lain, baik secara bentuk maupun genetik. Temuan ini penting untuk masa depan riset, konservasi, dan budi daya jamur lokal,” pungkasnya. (sib)

Kasus Kematian Brigadir Nurhadi: Tersangka M Dikenakan Tambahan Pasal Pembunuhan

Mataram (globalfmlombok.com)

Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menambahkan pasal sangkaan terhadap tersangka M dalam kasus kematian Brigadir Muhammad Nurhadi, anggota Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTB yang ditemukan tewas di kolam Vila Tekek, Gili Trawangan, Lombok Utara, pada Rabu, 16 April 2025.

Kuasa hukum M, Yan Mangandar Putra, mengonfirmasi bahwa kliennya telah menjalani pemeriksaan tambahan oleh penyidik Polda NTB pada Selasa, 29 Juli 2025. Pemeriksaan ini merupakan yang ketiga kalinya sejak Misri ditetapkan sebagai tersangka. “Dalam pemeriksaan kali ini, penyidik memberikan tambahan pasal terhadap Misri,” ungkap Yan kepada media.

Sebelumnya, M hanya dikenakan Pasal 351 ayat (3) dan/atau Pasal 359 juncto Pasal 55 KUHP. Kini, penyidik menambahkan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, serta Pasal 221 KUHP mengenai upaya menghalangi proses hukum.

Yan menyebut bahwa selama pemeriksaan, M diberikan 12 pertanyaan oleh penyidik. Dalam jawabannya, Misri tetap konsisten menyatakan tidak melihat Ipda HC—tersangka lain dalam kasus ini—melakukan kekerasan terhadap korban. “M juga menjelaskan bahwa ia berkomunikasi melalui WhatsApp, baik chat maupun telepon, dengan Kompol Y pada 15–26 April 2025,” terang Yan.

Menurutnya, tambahan pasal terhadap kliennya tidak memiliki korelasi hukum yang kuat. “M tidak punya motif, dan secara fisik pun tak mungkin melakukan kekerasan terhadap korban,” tegas Yan.

Suara NTB telah mencoba menghubungi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) dan Kabid Humas Polda NTB untuk mendapatkan tanggapan terkait tambahan pasal terhadap M. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka: Kompol IMYPU, Ipda HC, dan M. Ketiganya dikenakan Pasal 351 ayat (3), Pasal 359, serta Pasal 55 KUHP, dan saat ini ditahan di Direktorat Tahti Polda NTB.

M ditahan sejak 2 Juli 2025. Kompol Y dan Ipda HC menyusul ditahan pada 7 Juli 2025. Meski telah ada tersangka, penyidik Polda NTB belum menetapkan siapa pelaku utama dalam kematian Brigadir Nurhadi.

Berkas perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, namun dikembalikan (P-19) karena dinilai belum memenuhi unsur pembuktian. Jaksa menilai berkas masih jauh dari sempurna, terutama karena belum ada uraian jelas mengenai motif dan modus pembunuhan. (mit)

BP3MI NTB Pastikan Tak Ada Pekerja Migran Asal NTB di Thailand dan Kamboja

Mataram (globalfmlombok.com)

Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa tidak ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang secara resmi bekerja di Thailand maupun Kamboja. Hal ini disampaikan untuk merespons kekhawatiran publik terkait situasi konflik di kawasan Asia Tenggara.

Kepala BP3MI NTB, Noerman Adhiguna, menyampaikan bahwa baik Thailand maupun Kamboja tidak termasuk negara tujuan penempatan resmi bagi pekerja migran asal Indonesia, khususnya dari wilayah NTB. “Kami memantau kondisi yang terjadi antara Thailand dan Kamboja. Namun hingga saat ini, tidak ada laporan dari masyarakat NTB terkait anggota keluarganya yang bekerja di dua negara tersebut,” ujar Noerman di Mataram, Selasa, 29 Juli 2025.

Menurutnya, kemungkinan adanya PMI asal NTB yang bekerja di kedua negara tersebut sangat kecil. Bila pun ada WNI di sana, kemungkinan besar adalah pelajar atau warga yang tinggal sementara karena urusan pribadi, yang menjadi tanggung jawab Kementerian Luar Negeri.

Lebih lanjut, Noerman mengingatkan bahwa Kamboja kerap dikaitkan dengan praktik judi online ilegal, sehingga tidak menjadi pilihan logis sebagai negara tujuan kerja. “Kalau pun ada yang bekerja di sana, besar kemungkinan secara ilegal. Dan biasanya, akan ada laporan dari pihak keluarga,” tegasnya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, BP3MI NTB terus mengintensifkan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait risiko kerja ilegal di luar negeri. Masyarakat diimbau untuk tidak tergiur tawaran kerja non-prosedural, apalagi ke negara-negara yang tidak memiliki kesepakatan penempatan tenaga kerja resmi dengan Indonesia.

Secara terpisah, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, menyatakan bahwa Kemlu RI bersama KBRI Phnom Penh dan KBRI Bangkok terus memantau konflik bersenjata di perbatasan Provinsi Oddar Meanchey (Kamboja) dan Ubon Ratchathani, Si Sa Ket, serta Surin (Thailand). “Hingga kini, tidak terdapat informasi WNI yang menjadi korban konflik bersenjata tersebut,” ujar Judha.

Sebagai langkah antisipatif, KBRI di kedua negara telah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh WNI untuk: meningkatkan kewaspadaan, menghindari perjalanan ke wilayah konflik, memantau informasi dari media dan otoritas setempat, melapor diri ke perwakilan RI terdekat, menghubungi hotline KBRI jika menghadapi situasi darurat. (bul)

Penjelasan Gapasdap Lembar soal Penumpukan Penumpang: Tidak Ada Penutupan Pelabuhan

Mataram (globalfmlombok.com)

Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar, Firman Dandy menanggapi adanya penumpukkan penumpang di Pelabuhan Lembar. Ia memastikan tidak ada penutupan pelabuhan.

Firman Dandy memastikan bahwa hingga Selasa malam, 29 Juli 2025 aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat maupun di Pelabuhan Padang Bai, Bali, tetap berjalan normal tanpa penutupan.

“Sampai malam ini tidak ada penutupan pelabuhan baik di Lembar maupun Padang Bai. Kapal Dharma Ferry 8 juga sudah berangkat sesuai jadwal, dengan kondisi ombak sekitar 1 hingga 1,5 meter yang masih tergolong aman untuk pelayaran,” ujar Firman.

Ia juga menepis kabar yang menyebutkan adanya penumpukkan penumpang di Pelabuhan Lembar akibat penutupan pelabuhan. Menurutnya, penyebab antrean penumpang yang terjadi karena eksodus penumpang dari jalur fast boat yang ditutup sementara karena cuaca buruk.

“Penutupan terjadi di jalur fast boat dari Senggigi dan Teluk Nare menuju Padang Bai, bukan di jalur feri reguler. Ini kemungkinan karena faktor cuaca, sehingga sebagian besar penumpang beralih ke Pelabuhan Lembar untuk menyeberang menggunakan kapal feri,” jelasnya.

Firman menambahkan, penyeberangan kapal feri di Lembar masih berjalan sesuai jadwal. Meski demikian, ia mengakui bahwa pada kondisi cuaca tertentu, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) bisa mengeluarkan imbauan kepada kapal berukuran kecil untuk tidak berlayar.

“Namun untuk kapal berukuran besar dengan stabilitas tinggi, biasanya tetap diperbolehkan melaut. Sampai malam ini pun belum ada imbauan dari KSOP terkait cuaca ekstrem, jadi semua berjalan aman dan lancar,” katanya.

Firman mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan agar tetap tenang dan memantau informasi resmi dari pihak pelabuhan atau operator kapal. Ia menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. (bul)

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Mataram Imbau Warga Pesisir Waspada

Mataram (globalfmlombok.com)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mengimbau warga pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang dan gelombang tinggi, yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Imbauan ini merupakan langkah mitigasi menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG sebelumnya merilis data potensi cuaca ekstrem yang menunjukkan wilayah terdampak. Meliputi Pulau Jawa, Sumatera, serta beberapa daerah di bagian tengah dan timur Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB). Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal informasi resmi guna mengantisipasi risiko bencana.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, Kota Mataram berpotensi mengalami angin kencang dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang tinggi, terutama di wilayah pesisir.

“Kami mengimbau warga yang bermukim atau beraktivitas di kawasan pesisir untuk tetap waspada. Imbauan kami sampaikan melalui grup WhatsApp dan jejaring Desa Tangguh Bencana (Destana),” ujarnya, Selasa, 29 Juli 2025.

Ia menambahkan, meskipun kondisi cuaca secara umum masih tergolong stabil, namun peningkatan kecepatan angin yang terjadi sejak Senin, 28 Juli 2025 perlu diantisipasi, terutama di area yang berdekatan dengan perairan.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Mataram terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca. Selain itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) telah disiagakan bersama sarana prasarana darurat seperti perahu evakuasi, logistik, serta sistem komunikasi bencana.

“Patroli ke wilayah rawan juga kami tingkatkan. Masyarakat kami minta tidak panik, namun tetap siaga. Jika ada informasi resmi dari pemerintah atau BMKG, mohon segera disebarluaskan melalui jalur komunikasi yang tersedia,” tegasnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Wilayah III Denpasar, perairan NTB diprediksi mengalami gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter, khususnya di Selat Lombok (bagian utara dan selatan) serta Samudra Hindia selatan NTB. Kecepatan angin berkisar antara 8–22 knot, dengan arah dominan dari selatan hingga barat daya.

Sementara itu, wilayah perairan lainnya seperti Laut Bali dan Selat Bali (bagian utara dan selatan) diperkirakan berawan dengan gelombang sedang, antara 1,25 hingga 2,5 meter, serta kecepatan angin mencapai 25 knot.

Dalam prospek cuaca mingguan NTB periode 24–30 Juli 2025, angin permukaan dominan bertiup dari tenggara hingga selatan, dengan kecepatan maksimum mencapai 37 km/jam (sekitar 20 knot). Tinggi gelombang diperkirakan mencapai kurang lebih 2 meter di sejumlah selat sekitar Lombok dan Samudra Hindia selatan NTB.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti perkembangan melalui kanal resmi pemerintah untuk menghindari hoaks dan kepanikan yang tidak perlu. (pan)

Lepas PMI ke Malaysia, Gubernur Ingatkan PMI Sisihkan Hasil Kerja untuk Investasi Bekal Masa Depan

Mataram (globalfmlombok.com)

Gubernur NTB, Dr. H.Lalu Muhammad Iqbal, secara resmi melepas keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tujuan Malaysia Barat melalui program perekrutan tanpa biaya (zero cost) di Mataram, pada Selasa, 29 Juli 2025.

Program ini menjadi terobosan penting dalam upaya mengurangi beban calon PMI, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka dengan memastikan keberangkatan yang aman, legal, dan bebas dari praktik percaloan atau pungutan liar.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap para PMI NTB yang telah mengambil keputusan besar untuk merantau demi kehidupan yang lebih baik.

“Merantau itu adalah sebuah keputusan yang tidak mudah. Hanya orang-orang berani yang sanggup untuk merantau,” ujarnya dihadapan para calon PMI yang akan berangkat.

Ia juga mengingatkan bahwa keberangkatan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari proses perubahan. Gubernur menekankan pentingnya membawa pulang hasil perjuangan, tidak hanya perubahan fisik.

Selanjutnya, Gubernur mendorong para PMI untuk menggunakan pendapatan yang mereka hasilkan selama kontrak kerja untuk berinvestasi demi masa depan. Sehingga ada keberlanjutan ekonomi keluarga untuk kedepannya.

“Perjuangan hanya 2 tahun. Kontrak pertama dua tahun, pastikan dalam 2 tahun ini ada sesuatu yang berubah dalam hidupmu,” tambahnya.

Selain itu, Gubernur menegaskan pemerintah juga terus berupaya memberikan perlindungan menyeluruh, tidak hanya bagi PMI yang bekerja di luar negeri, tetapi juga untuk keluarga yang ditinggalkan.

“Kewajiban perlindungan itu, bukan hanya melindungi TKI-nya. Tapi melindungi keluarga yang ditinggalkan, anak-anaknya kita pastikan sekolah,” jelasnya.

Gubernur mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga perbankan untuk merancang skema pinjaman tanpa bunga guna mendukung pembiayaan keberangkatan PMI. Selain itu, upaya edukasi pengelolaan keuangan juga akan diperkuat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SD Guthrie, perusahaan yang selama 10 tahun terakhir melakukan perekrutan langsung di Lombok dan menjadi pelopor implementasi program zero cost di NTB. Ia berharap praktik baik ini dapat diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya.

Menutup sambutannya, Gubernur menitipkan para PMI kepada pihak perusahaan. Sembari berpesan agar para pekerja menunjukkan sikap disiplin, menjaga etika, dan tetap menjaga komunikasi dengan keluarga di rumah.

“Kita ingin supaya urusan TKI ini menjadi lebih baik. NTB adalah pengirim TKI terbesar ketiga atau keempat di Indonesia. Mudah-mudahan jumlah yang besar itu, TKI yang setelah menjadi TKI, berubah hidupnya menjadi lebih baik, mudah-mudahan besar TKI-nya, besar berkahnya, besar manfaatnya,” tutupnya. (ndi/*).

BI dan TNI AL Edarkan Rupiah Rp8 Miliar ke Pulau Terpencil NTB Lewat Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025

Mataram (globalfmlombok.com)

Bank Indonesia (BI) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025 dengan misi utama: memastikan uang Rupiah layak edar sampai ke pelosok negeri, khususnya wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat berlangsung di Pelabuhan Gili Mas Lembar, Lombok Barat, Selasa 29 Juli 2025.

Deputi Kepala BI NTB, Andhi Wahyu Riyadno mengatakan, sebanyak Rp8,085 miliar uang Rupiah diangkut menggunakan Kapal Perang KRI Tongkol-813 ke lima pulau terpencil. Dalam rangka memperkuat distribusi uang nasional berdasarkan UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, BI berkomitmen menyediakan Rupiah dalam jumlah cukup dan kondisi layak edar di seluruh wilayah NKRI.

Setidaknya ada tiga tantangan utama dalam pengedaran Rupiah meliputi kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan 17.499 pulau, ketimpangan pendidikan yang memengaruhi perlakuan terhadap uang serta penggunaan mata uang asing di perbatasan yang berdampak pada kedaulatan Rupiah.

🚢 Sinergi BI dan TNI AL: Mengatasi Tantangan Geografis

Andhi Wahyu Riyadno, menjelaskan bahwa BI bersama TNI AL telah bersinergi sejak 2012 melalui layanan kas keliling 3T, sosialisasi “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah,” serta edukasi masyarakat tentang pentingnya mata uang nasional. Hingga 2024, kolaborasi ini telah menjangkau 665 pulau melalui 127 kegiatan kas keliling.

📅 Ekspedisi 2025: 90 Pulau di 18 Provinsi

Tahun ini, Ekspedisi Rupiah Berdaulat ditargetkan menjangkau:

  • 90 pulau di 18 provinsi
  • Telah berlangsung 12 kali di NTB
  • Meliputi Pulau Moyo, Medang, Maringkik, Bajo Pulo, dan Pusu Langgudu
  • Dengan total uang yang dibawa: Rp8,085 miliar (naik 6,2% dari tahun sebelumnya)

🏆 Penghargaan Internasional: Central Banking Awards 2024

Atas keberhasilan ERB dalam menjangkau daerah 3T dan mengurangi emisi karbon sebesar 400.000 kg CO₂ per tahun, Bank Indonesia memperoleh Currency Initiative Award di ajang Central Banking Awards 2024 di London.

“Melalui ERB, BI menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan ekonomi nasional dan memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil, memiliki akses terhadap mata uang Rupiah yang layak. Kolaborasi dengan TNI AL menjadi simbol sinergi antar-lembaga yang kuat untuk negeri,” ujar Andhi.(ris)

Perempuan Disabilitas di Loteng jadi Korban Kekerasan Seksual

Mataram (globalfmlombok.com)

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah menahan seorang pria berinisial SA (44) asal Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah karena kasus dugaan persetubuhan.

Dugaan pihak kepolisian, SA telah melakukan persetubuhan berulang kali kepada seorang perempuan penyandang disabilitas intelektual berinisial W (24).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Lombok Tengah, Iptu Lukluk Il Maqnun, membenarkan penahanan SA tersebut. “Benar yang bersangkutan telah kami tahan sejak Senin, 28 Juli 2025 kemarin,” ujar Lulluk, Selasa (29/7/2025).

Temuan pihak kepolisian saat ini, tersangka telah lima kali melakukan dugaan persetubuhan terhadap korban. Polisi mengatakan, SA menjalankan aksi bejatnya itu sejak Mei 2025 lalu.

“Tersangka mengirim pesan ke korban untuk menyuruhnya datang ke rumahnya,” ucapnya.

Karena korban merupakan penyandang disabilitas intelektual, korban menurut saja saat tersangka memerintahkan dirinya. “Intinya tersangka memanfaatkan kondisi korban yang seperti itu,” tambahnya.

Dia menjelaskan, tersangka melancarkan seluruh aksi bejatnya di kamar tidur di rumahnya.

SA sendiri, kata Lukluk merupakan tetangga dari korban. Tersangka sehari-harinya bekerja serabutan.

Kasus ini terungkap karena adanya kecurigaan warga setempat pernah melihat korban keluar masuk rumah tersangka. Orang tua korban pun menaruh kecurigaan hingga akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.

Selain menetapkan SA sebagai tersangka dan telah menahannya. Polres Lombok Tengah saat ini juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban dan pelaku.

Atas tindakan kejinya, pihak kepolisian menjerat SA dengan Pasal 6 huruf a dan/atau huruf c Jo Pasal 15 huruf h Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

“Tersangka terancam hukuman penjara paling lama 12 tahun dan bisa lebih satu atau tiga tahun karena korban merupakan penyandang disabilitas,” pungkasnya. (*)

TNI Kawal Kantor Kejati NTB, Wujud Kolaborasi Penegakan Hukum Bali-Nusra

Mataram (globalfmlombok)-

Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi ditugaskan untuk mengamankan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai bagian dari kerja sama antara Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri wilayah Bali-Nusra.

📅 PKS Ditandatangani di Lapangan Upacara Kejati Bali — Senin, 28 Juli 2025
Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini ditandatangani oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Kepala Kejati Bali Ketut Sumedana, Kajati NTB Wahyudi, dan Kajati NTT Zet Tadung Allo. Upacara ini turut dihadiri personel TNI dan pegawai Kejati Bali.

📌 TNI Jadi Organik Asisten Pidana Militer Kejaksaan
Ketut Sumedana menjelaskan bahwa penempatan personel TNI mengacu pada Perpres No. 15 Tahun 2021 dan Peraturan Jaksa Agung No. PER-006/A/JA/07/2017. Langkah ini bertujuan memperkuat sistem penegakan hukum yang adil dan terintegrasi.

🎯 Tugas Personel TNI: Pengamanan & Dukungan Terbatas Sesuai Hukum
Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan bahwa peran TNI dalam kerja sama ini bersifat mendukung dalam koridor hukum. Fokus utamanya adalah:

  • Pengamanan objek vital dan personel Kejaksaan
  • Kegiatan operasi bersama jika diperlukan
  • Pencegahan dini terhadap potensi gangguan hukum dan keamanan

🛡️ Penekanan terhadap Profesionalisme Prajurit
Beberapa poin penting dalam penugasan personel TNI meliputi:

  1. Menjaga netralitas dan profesionalisme dalam bertugas
  2. Koordinasi pengamanan berdasarkan MoU dan surat tugas
  3. Pelaksanaan deteksi dan cegah dini gangguan keamanan
  4. Menjaga disiplin dan moralitas sebagai representasi institusi

📚 Landasan Hukum Kerja Sama Kejaksaan-TNI
Kerja sama ini merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman Nomor: 4 Tahun 2003 dan Nomor: NK/6/IV/2023/TNI serta tindak lanjut dari Perpres No. 66 Tahun 2025 tentang perlindungan terhadap jaksa dalam menjalankan tugas dan fungsi.

Berita ini telah terbit di www.suarantb.com dengan judul “Kantor Kejati NTB akan Dijaga Prajurit TNI” tanggal 29 Juli 2025.

Pertandingan Panahan Tradisional Perpatri NJ Berlangsung di Stadion Turida, Hadirkan Nuansa Budaya

Mataram (globalfmlombok.com) –

Panahan tradisional Perpatri NJ resmi dipertandingkan dalam Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII yang berlangsung di Stadion Turida, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pertandingan yang satu ini berlangsung selama dua hari yaitu 29 – 30 Juli 2025.

Sebanyak 14 provinsi dari seluruh Indonesia turut ambil bagian dalam cabang olahraga ini. Panahan menjadikan salah satu cabang baru yang menyita perhatian dalam gelaran Fornas tahun ini.

Technical Delegate cabang panahan tradisional, Heru, mengatakan penyelenggaraan ini merupakan hasil dari proses panjang dan bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Pasalnya, panahan tradisional menjadi momen penting, karena untuk pertama kalinya dipertandingkan secara resmi di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).

“Ini adalah event pertama secara resmi digelar oleh KORMI di NTB untuk panahan tradisional. Kita tidak bim salabim langsung menjadi seperti ini. Perjalanan panjang, komunikasi intens, dan kerja keras komunitas di seluruh Indonesia akhirnya membuahkan hasil,” ujar Heru di sela pembukaan kegiatan, Selasa (29/7).

Pertandingan hari pertama sudah dimulai sejak pukul 06.30 WITA dengan kedatangan peserta dari berbagai daerah. Suasana di Stadion Turide tampak meriah dan penuh warna sejak pagi. Keunikan tampak dari penampilan seluruh peserta yang mengenakan pakaian adat khas masing-masing daerah asal mereka.

“Peserta dari Sumatra Utara mengenakan ulos, kontingen Jawa Tengah tampil dengan beskap dan blangkon, sementara peserta dari Nusa Tenggara Timur tampil anggun dalam balutan tenun ikat khas daerah,” ujarnya.

Pakaian tradisional ini tidak hanya dikenakan saat pembukaan, namun juga selama bertanding di lapangan. Kombinasi antara ketangkasan memanah dan busana tradisional menciptakan pemandangan yang tidak hanya menarik dari sisi olahraga, tetapi juga mencerminkan keberagaman budaya Indonesia.

Menurut Heru, penggunaan pakaian adat menjadi bagian dari penilaian utama yang diusung oleh panahan tradisional. Olahraga ini lahir dari akar budaya masyarakat dan harus terus dijaga dalam semangat kekeluargaan dan pelestarian tradisi.

“Panahan ini lahir dari tradisi, jadi sudah seharusnya semangat budaya dibawa dalam setiap pelaksanaannya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan kali ini, terdapat 16 kategori yang dipertandingkan oleh para peserta. Masing-masing kategori mewakili keragaman teknik dan gaya yang berkembang di berbagai komunitas panahan tradisional di Indonesia.

“Seluruh kategori tetap berada dalam koridor panahan tradisional, tanpa sentuhan teknologi modern seperti alat bidik atau stabilisator. Peserta bertanding menggunakan busur sederhana yang umumnya dibuat dari bahan kayu lokal, dengan anak panah hasil kerajinan tangan komunitas masing-masing,” ungkapnya.

Heru menambahkan bahwa kompetisi ini tidak semata-mata bertujuan untuk mencari pemenang, namun lebih kepada membangun ruang silaturahmi antar komunitas dan mempererat kebersamaan. Ia berharap penyelenggaraan panahan tradisional di Fornas VIII menjadi tonggak penting untuk pengembangan olahraga masyarakat berbasis budaya di masa mendatang.

“Kita ingin panahan tradisional ini terus berkembang, bukan hanya sebagai olahraga, tapi sebagai warisan budaya yang membanggakan. Lewat Fornas, kita berharap panahan tradisional semakin dikenal dan dicintai,” katanya.(ris)