Beranda blog Halaman 352

Jenazah Pria Diduga Gangguan Jiwa Ditemukan di Pantai Dagong Jerowaru Lotim

Selong (globalfmlombok.com)

Seorang pria berusia sekitar 48 tahun ditemukan meninggal di Pantai Dagong, Dusun Sungkun, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), pada Minggu (3/8/2025) pagi sekitar pukul 07.00 Wita.

Kepala Seksi Humas Polres Lotim, AKP Nikolas Osman menjelaskan jenazah tersebut teridentifikasi bernama Syukur, alias Peje, warga Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Berdasarkan laporan, Syukur diduga mengalami gangguan jiwa sebelum ditemukan meninggal.

Jenazah pertama kali ditemukan oleh sekelompok pemuda yang sedang berlibur ke Pantai Dagong. Saat berjalan menuju pantai, mereka melihat sosok tak bergerak dari jarak sekitar 15 meter. Karena takut mendekat, kelompok pemuda tersebut segera mencari warga setempat untuk melaporkan penemuan tersebut.

Mereka bertemu dengan Hamdi alias Endi (35), seorang petani asal Dusun Tabuan, Desa Kwangrundun, yang saat ini tinggal di Selong. Hamdi kemudian melaporkan hal ini kepada Kepala Dusun (Kadus) Tabuan, Murdi alias Amak Jon (48), yang juga warga Dusun Tabuan, Desa Kwangrundun.

Saat Hamdi dan Murdi tiba di lokasi, sejumlah warga sudah lebih dulu berada di TKP. Jenazah ditemukan dalam posisi tengkurap di pesisir pantai. Korban hanya mengenakan baju, sementara sarung yang dipakainya ditemukan terpisah sekitar 10 meter dari posisi jenazah. Khawatir jenazah akan tergenang air laut yang mulai pasang, warga kemudian mengangkat dan memindahkannya ke daratan yang lebih aman.

Petugas piket Polsek Jerowaru bersama Unit Reskrim, Unit Intelkam, dan Babinsa tiba di lokasi kejadian pada pukul 08.45 Wita. Kehadiran mereka untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan awal.

Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan mobil ambulans Desa Sekaroh menuju Puskesmas Jerowaru pada pukul 11.05 Wita untuk dilakukan pemeriksaan lahiriah (visum et repertum) guna membantu penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian.

Jenazah Ditemukan di Lotim Diduga Memiliki Riwayat Gangguan Jiwa

Sejumlah keterangan warga sekitar lokasi kejadian (TKP) menyebutkan bahwa Syukur alias Peje diduga memiliki riwayat gangguan jiwa sebelum peristiwa penemuan jenazahnya terjadi. Penyebab dan kronologi pasti kematiannya masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.

Pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Jerowaru, diperkirakan masih melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, termasuk para pemuda penemu pertama dan warga yang terlibat, serta menunggu hasil pemeriksaan medis untuk menentukan langkah hukum lebih lanjut. Keluarga korban di Desa Beleka, Lombok Tengah, juga telah dihubungi terkait penemuan ini. (rus)

Diduga Cemburu, Seorang Pria di Loteng Habisi Nyawa Istrinya

0

Praya (globalfmlombok.com)

Diduga karena cemburu, seorang pria berinsial FA (36) warga Kelurahan Semayan Kecamatan Praya, Lombok Tengah (Loteng) tega menghabisi nyawa istrinya sendiri. Pelaku kini sudah ditahan Mapolres Lombok Tengah (Loteng) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Setelah sebelumnya pelaku sempat menyerahkan diri ke Polsek Praya, usai menghabisi nyawa istrinya.

Kejadiannya sendiri berlangsung pada Minggu (3/8/2025). Saat itu, korban BMPF (28) yang bekerja di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) baru saja pulang kerja. Begitu sampai di rumahnya, korban bertemu dengan pelaku. Saat itu pelaku menyinggung soal dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh korban.

Akibatnya, korban pun emosi. Karena pelaku terus-terusan mengungkit soal dugaan perselingkuhan tersebut. Hingga terjadinya perang mulut di antara keduanya. Tidak tahan, korban sempat beranjak untuk pergi meninggalkan rumah. Namun dihalangi oleh pelaku.

Dalam kondisi emosi, pelaku memeluk korban memiting leher korban di atas kasur di kamar tidur sembari memperlihatkan bukti perselingkungan di dalam handphone atau HP. Korban sempat berusaha melawan dan meronta-ronta. Namun karena kalah tenaga, korban tidak bisa berbuat apa-apa.

Sesaat kemudian korban pun lemas dan tidak bergerak lagi. Barulah pelaku melepaskan tanganya dari leher korban. Semula, pelaku mengira istrinya pingsan. Sehingga korban sempat dibaringkan di atas kasur. Namun, nyatakan korban tidak kunjung sadarkan diri.

Panik, pelaku kemudian memberitahukan adiknya untuk selanjutnya menghubungi kakaknya yang berprofesi sebagai dokter untuk memeriksa korban. Barulah diketahui kalau korban sudah meninggal dunia.

“Pelaku awalnya mengira korban hanya pingsan dan sempat menyelimutinya sambil menunggu korban sadar. Namun, korban tak kunjung sadar. Sampai kakanya datang memeriksa kondisi korban,” terang Kasat Reskrim Polres Loteng Iptu Luk Luk II Maqnun, S.Tr.K., S.I.K., M.H., dalam keteranganya, Senin (4/8/2025) kemarin.

Pelaku Mengamankan Diri ke Polsek Praya

Sadar telah melakukan aksi kejahatan dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pelaku kemudian mendatangi Polsek Praya untuk mengamankan diri. Kepada polisi pelaku mengaku sudah membunuh istrinya. Berdasarkan pengakuan pelaku, polisi langsung mendatangi rumah pelaku untuk kemudian membawa mayat korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, untuk keperluan autopsi.

Kejadian tersebut sempat membuat warga sekitar geger. Pihak kelurahan juga sempat mendatangi keluarga dari kedua belah pihak. Sejauh ini kedua belah pihak sepakat untuk menghormati proses hukum yang berjalan. Dan, tidak akan melakukan hal-hal di luar kewajaran. “Baik pihak keluarga korban, terutama keluarga pelaku mengaku siap menerima apapun konsekuensi hokum dari kejadian itu. Sampai saat ini situasi di kedua belah pihak juga aman,” ungkap Lurah Semayan Lalu Rifai, yang dihubungi terpisah. (kir)

Dukung Pemulihan Pascabencana, Indosat Salurkan Ribuan Masker untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

0

Flores Timur (globalfmlombok)-

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) kembali hadir untuk masyarakat Flores Timur yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi, Nusa Tenggara Timur. Melanjutkan rangkaian bantuan kemanusiaan sebelumnya, kali ini Indosat menyalurkan ribuan masker ke tiga titik pengungsian di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Desa Dulipali, Kecamatan Ile Baru, dan Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang.

Upaya ini dilakukan untuk membantu melindungi kesehatan warga yang masih terpapar debu vulkanik akibat aktivitas gunung yang belum sepenuhnya mereda.

Sejak erupsi pertama terjadi pada November 2024, Indosat telah beberapa kali menyalurkan bantuan darurat, termasuk ratusan paket makanan siap saji, perlengkapan bayi (popok dan makanan bayi), tikar, selimut, hingga layanan komunikasi gratis. Selain itu, Indosat juga memperkuat jaringan di wilayah terdampak dengan menghadirkan kartu SIM gratis, perangkat FWA HiFi Air, serta pembangunan BTS fisik di Waigate guna memastikan masyarakat tetap terhubung dengan keluarga dan akses darurat.

Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan, pihaknya memahami bahwa dampak bencana tidak berhenti dalam sehari.

“Oleh karena itu, kami terus hadir dalam fase pemulihan, termasuk hari ini dengan distribusi masker sebagai bentuk perlindungan kesehatan warga dari paparan abu vulkanik. Ini adalah wujud nyata semangat gotong royong yang kami junjung tinggi,”Fahd Yudhanegoro.

Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Indosat, yang berfokus pada respons tanggap darurat dan dukungan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana. Tidak hanya memberikan bantuan fisik, Indosat juga berkomitmen untuk terus menghadirkan konektivitas dan harapan, sebagai bagian dari solidaritas kemanusiaan.

Fahd menambahkan, pihaknya percaya bahwa berada di sisi masyarakat saat masa sulit adalah tanggung jawab moral yang tak terelakkan. “Kami berharap kehadiran dan dukungan kami dapat meringankan beban warga dan mendorong pemulihan yang lebih cepat. Indosat akan terus berjalan bersama masyarakat untuk bangkit kembali,” imbuhnya.

Dukungan ini pun mendapat apresiasi dari warga setempat. Sekretaris Desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Len Kwuta mengungkapkan, “Kami mewakili warga Desa Konga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Indosat. Masker seperti ini sangat kami butuhkan demi menjaga kesehatan di lokasi pengungsian sementara.”

Aksi kemanusiaan ini menjadi cerminan nilai-nilai keberlanjutan dan semangat gotong royong yang senantiasa dipegang teguh oleh Indosat dalam menjalankan tujuan besarnya untuk memberdayakan masyarakat Indonesia. Indosat berharap bantuan ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi penguat semangat bagi warga untuk terus melangkah ke depan.

Indosat berkomitmen untuk terus hadir—bukan hanya sebagai penyedia teknologi dan konektivitas, tetapi juga sebagai mitra tangguh bagi masyarakat, terutama di saat mereka menghadapi masa-masa paling sulit.(r)

Warga di Kawasan Bukit Keluhkan Musik Keras dari Pantai Duduk Batulayar, Ini Respons Pol PP

Mataram (globalfmlombok.com)-

Warga Dusun Duduk, Desa Batulayar, mengaku resah akibat suara musik keras dari warung-warung di Pantai Duduk. Dentuman karaoke dangdut yang diputar dari pagi hingga larut malam menembus kawasan perbukitan dan mengganggu kenyamanan penghuni.

“Saya pindah ke sini karena suasana tenang. Sekarang, tiap hari rasanya seperti tinggal di klub malam terbuka 24 jam,” ungkap seorang warga yang tak ingin disebutkan Namanya.

Warga telah menyampaikan laporan ke berbagai pihak, dari kepala dusun hingga kepolisian. Bahkan petisi telah ditandatangani puluhan keluarga. Namun, efeknya belum terasa. Justru beberapa warung justru menambah jumlah speaker setelah mendapat teguran.

“Kami tidak menolak usaha atau pariwisata,” jelas warga lainnya. “Tapi tolong jangan abaikan hak kami. Ini bukan soal sepele, ini soal kualitas hidup.” Katanya.

Pantai Duduk yang sebelumnya dikenal sebagai wisata tenang kini berubah menjadi tempat yang cukup riuh dan hampir tak terkendali. Jika tidak segera ditertibkan, warga khawatir kawasan ini kehilangan daya tariknya sebagai destinasi wisata ramah lingkungan.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Lombok Barat I Ketut Rauh, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kebisingan di Pantai Duduk. Bahkan, pelapor disebutkan sudah datang langsung ke Kantor Satpol PP.

“Kami sudah menerima laporan dan meminta perangkat kecamatan untuk melakukan mediasi terlebih dahulu bersama kepala desa dan kepala dusun,” jelas Rauh saat dikonfirmasi wartawan, Senin 4 Agustus 2025.

Satpol PP, kata dia, telah menerjunkan tim pendamping ke lapangan untuk mengecek langsung lokasi yang dikeluhkan. Pihaknya kini menunggu hasil mediasi di tingkat kecamatan.

“Kalau memang tidak bisa selesai di perangkat kewilayahan, baru kami dari kabupaten akan turun langsung mengambil tindakan,” tegas Rauh.(r)

Pemkot Mataram Siapkan SE Libur 18 Agustus, Kegiatan Lomba Disatukan dengan HUT Kota

Mataram (globalfmlombok.com)

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram akan menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait penetapan tanggal 18 Agustus 2025 sebagai hari libur nasional. Edaran ini berbeda dari SE sebelumnya yang hanya mengatur pemasangan dekorasi dan pengibaran bendera dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

 “Untuk edaran libur bersama pada tanggal 18 Agustus, pasti ada tindak lanjutnya. Akan ada SE-nya, (SE tersebut) berbeda dari yang kemarin (SE terkait dengan pemasangan dekorasi), yang mengatur pemasangan bendera dan umbul-umbul,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, saat dihubungi pada Minggu, 3 Agustus 2025.

Penyusunan SE akan dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Mataram. Pemkot ingin memastikan semua perangkat daerah memiliki dasar hukum yang sah untuk meliburkan aktivitas perkantoran.

“Edaran ini akan segera disesuaikan dan diedarkan secara resmi sebelum tanggal 18 Agustus. Supaya setiap kepala OPD punya dasar untuk meliburkan kegiatan kantor,” ujarnya.

Penetapan libur nasional pada 18 Agustus merupakan keputusan pemerintah pusat. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menyatakan, libur ini menjadi salah satu hadiah dari pemerintah bagi rakyat Indonesia dalam rangka perayaan HUT ke-80 RI. Pemerintah mendorong masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk bersuka cita melalui berbagai lomba dan kegiatan meriah.

Menanggapi kebijakan pusat itu, Pemkot Mataram akan menyelaraskan pelaksanaannya dengan agenda HUT Kota Mataram ke-32 yang juga jatuh pada bulan Agustus. Pemkot telah merancang agar seluruh rangkaian kegiatan perayaan dikemas menjadi satu kesatuan.

“Kegiatan perlombaan akan kita sesuaikan dengan kegiatan HUT Kota yang irisan waktunya hampir sama. Tanggal 17 untuk HUT RI dan tanggal 31 untuk HUT kita. Rangkaian ini memang kita satukan,” jelasnya.

Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Mataram telah diminta menyiapkan kegiatan lomba. Berdasarkan identifikasi awal, ada 40 mata lomba yang telah dirancang. Jumlah tersebut masih akan bertambah mengikuti penyusunan final agenda HUT Kota.

“Dari hasil identifikasi lomba yang dilaksanakan OPD itu ada 40 mata lomba yang akan dilaksanakan masing-masing OPD,” sebutnya.

Pemkot mengajak seluruh OPD, ASN, dan masyarakat umum untuk memanfaatkan libur tanggal 18 Agustus sebagai momen kebersamaan. Kegiatan yang digelar diharapkan mampu membangkitkan semangat nasionalisme dan mempererat rasa persaudaraan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. (hir)

Empat Anak di Bawah Umur Asal Lombok Timur Nyaris Jadi Korban TPPO

Mataram (globalfmlombok.com)

Sebanyak empat anak di bawah umur asal Lombok Timur nyaris menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Mereka dijanjikan pekerjaan sebagai buruh sawit di Kalimantan, namun rencana keberangkatan secara ilegal itu berhasil digagalkan pihak kepolisian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Lombok Timur, AKP I Made Dharma Yulia Putra, mengungkapkan bahwa keempat anak tersebut rencananya akan diberangkatkan tanpa prosedur resmi oleh dua pria yang kini ditetapkan sebagai terduga pelaku.

“Korban tertua berinisial RA berusia 19 tahun, sementara tiga lainnya yakni RK (17 tahun), HP (16 tahun), dan yang termuda 15 tahun,” jelasnya pada Minggu, 3 Agustus 2025.

Dua pria yang menjadi terduga pelaku masing-masing berinisial R (40) asal Kecamatan Suela, Lombok Timur, dan S (44) asal Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Mereka menggunakan modus perekrutan ilegal, penampungan, pemalsuan data, dan pengiriman anak di bawah umur ke luar daerah untuk keuntungan pribadi.

Kasus ini bermula ketika RA mendapatkan informasi dari R tentang lowongan kerja di perkebunan sawit Kalimantan. Informasi tersebut kemudian disebarluaskan melalui WhatsApp, sehingga RK dan MA ikut menghubungi R dan menyatakan minat yang sama.

Pada Selasa (29/8/2025), para pelaku memalsukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk menyamarkan usia para korban. Dua hari kemudian, tepatnya pada Kamis, 31 Juli 2025, keempat anak tersebut diberangkatkan ke rumah seseorang di Kota Mataram.

Para korban direncanakan akan menyeberang ke Surabaya bersama 15 orang lain yang berasal dari Lombok Tengah. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh Polres Lombok Barat saat para korban dan pelaku berada di Pelabuhan Lembar.

“Kami telah mengamankan para pelaku dan korban, serta menyita KTP palsu dan tiket kapal sebagai barang bukti,” jelas Dharma. Kini kedua pelaku dijerat dengan Pasal 6, Pasal 10, dan/atau Pasal 11 Undang-Undang RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). “Mereka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp600 juta,” tegas Dharma.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua di Lombok Timur dan sekitarnya, untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan ke luar daerah, terutama jika melibatkan anak di bawah umur dan tidak melalui prosedur resmi. (mit)

Nama Bupati Sumbawa Dicatut, Masyarakat Diminta Waspadai Kasus Penipuan

Sumbawa Besar (Suara NTB)

Pemkab Sumbawa, mengimbau masyarakat agar tidak menanggapi panggilan atau pesan dari nomor yang mengatasnamakan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot karena hal tersebut sudah pasti penipuan.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk waspada aksi penipuan, karena sudah ditemukan adanya nomor tidak dikenal yang menghubungi beberapa orang, mengklaim sebagai Bupati,” Kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Syahruddin, kepada wartawan, Minggu, 3 Agustus 2025.

Ia menyebutkan, beberapa hari terakhir, sejumlah pihak dilaporkan telah menerima pesan dan telepon dari oknum tak dikenal yang mengaku perwakilan Bupati untuk meminta dana tertentu. Pelaku penipuan menggunakan beberapa nomor HP berbeda dalam melancarkan aksinya.

“Jadi, para pelaku ini menyasar investor maupun pelaku usaha yang tengah menjajaki kerja sama di Sumbawa. Secara manipulatif menyampaikan permintaan dana itu merupakan “arahan langsung” Bupati,” jelasnya.

Menanggapi, hal itu Bupati menegaskan tidak pernah, dalam bentuk dan alasan apa pun, menjanjikan atau meminta sejumlah dana. Baik itu para investor yang akan menjajaki kerjasama pelaku usaha, maupun masyarakat umum.

“Kami tegaskan, Bupati Sumbawa tidak pernah memerintahkan atau meminta apa pun dari para investor, apalagi dalam bentuk dana. Ini murni penipuan yang harus kita lawan bersama-sama,” sebutnya.

Pemerintah turut mengingatkan kepada masyarakat bagi siapa yang menemukan nomor ini dan mengatasnamakan Bupati, silakan diblokir atau diabaikan. Nomor ini selain menipu, ternyata juga menggunakan identitas kepala daerah lain.

“Jadi, dengan nomor kontak yang sama juga menggunakan poto profil kepala daerah lainnya, sehingga kami imbau masyarakat untuk tetap waspada,” ucapnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti. Langkah ini diharapkan dapat mencegah lebih banyak korban dan menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat Sumbawa dari praktik penipuan.

“Jika ada yang menghubungi mengatasnamakan Bupati silahkan dilaporkan ke pihak berwajib karena sudah pasti praktik penipuan dan kami imbau masyarakat untuk tetap waspada, ” tukasnya. (ils)

Rehab Puskesmas dan Kantor Dishub, Rekanan Diingatkan Prioritaskan Kualitas Pekerjaan

Mataram (globalfmlombok.com)

Rehab Puskesmas Karang Taliwang dan Kantor Dinas Perhubungan mulai dikerjakan. Rekanan diingatkan menyelesaikan sesuai kontrak dan memperhatikan kualitas pekerjaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. H. Emirald Isfihan menerangkan, pengerjaan rehabilitasi Puskesmas Karang Taliwang masuk tahap tanda tangan kontrak. Rekanan memiliki waktu pengerjaan selama 153 hari, sehingga ditargetkan rehab gedung puskesmas rampung sebelum akhir tahun 2025. “Kita sudah tanda tangan kontrak. Insya Allah, rekanan segara mulai bekerja,” terangnya dikonfirmasi pekan kemarin.

Berdasarkan data LPSE Kota Mataram bahwa rehabilitasi Puskesmas Karang Taliwang memiliki pagu anggaran Rp3,8 miliar. Pekerjaan fisik ini dimenangkan oleh CV. Dyas Karya Konstruksi dengan nilai negosiasi Rp3,7 miliar lebih.

Emirald menjelaskan, pengerjaan Puskesmas Karang Taliwang sifatnya rehab bangunan lama serta menambah aksesoris saja. Perbaikan dilakukan secara parsial atau bertahap supaya tidak mengganggu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Pengerjaannya bertahap dulu bagian sisi kanan. Kalau sudah selesai penataan bangunan lama baru bergeser ke sebelah kiri,” jelasnya.

Proyek Puskesmas Karang Taliwang masuk dalam proyek strategis Kota Mataram. Pemantauan langsung dari aparat penegak hukum, inpsektorat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram. Kendati demikian, ia mengingatkan rekanan tidak perlu terburu-buru bekerja. Artinya, mereka tetap mengacu pada kontrak dengan memperhatikan kualitas pekerjaan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin mengatakan, pengerjaan kantor Dishub on the track atau sesuai perencanaan. Berdasarkan kontrak pekerjaan harus tuntas sampai tanggal 18 Desember 2025. Akan tetapi, ia mengharapkan rekanan lebih cepat menyelesaikan, tetapi tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. “Mereka sudah tahu rambu-rambu pengerjaannya. Kita harapkan kualitas diprioritaskan,” katanya.

Zulkarwin mengatakan, proses pengerjaan tidak terlalu rumit dibandingkan karena tidak dikerjakan dari pondasi. Ia mengharapkan bangunan kantornya segera tuntas sehingga bisa ditempati pada awal tahun 2026. “Targetnya langsung ditempati mebel yang ada dipakai karena tidak semua mebel masuk hanya bagian rapat saja dan ruang kadis,” demikian kata dia. (cem)

Pemerintah Buka Opsi Tempatkan PPPK ke Kopdes Merah Putih

Mataram (globalfmlombok.com)

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah siap membantu operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dengan menempatkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

‘’Tidak ada gaji bulanan (pengurus koperasi). Makanya, Pemerintah membantu dari PPPK,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di Mataram, Sabtu (2/8/2025).

Zulhas mengimbau kepala daerah yang mengajukan pengangkatan PPPK, agar mau menempatkan dua sampai tiga orang di Kopdes Merah Putih. Menurutnya, ada 500 ribu orang yang bisa diangkat menjadi pegawai pemerintahan dengan status kontrak.

“Para Bupati mengajukan orang nanti untuk Kopdes. Kalau ada 1.000 Kopdes berarti perlu 2.000 PPPK,” sebutnya.

Kopdes Merah Putih merupakan lembaga ekonomi beranggotakan masyarakat desa atau kelurahan yang dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan melalui prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi bersama.

Inisiatif pembentukan Kopdes Merah Putih bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu.

Lebih lanjut Zulhas menyampaikan bahwa penempatan PPPK di Kopdes Merah Putih membuat koperasi desa tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar pegawai yang bekerja di sana. Hal itu menunjukkan keberpihakan negara terhadap keberadaan koperasi yang dikelola dan digerakkan langsung oleh masyarakat.

“Ajukan nanti ditempatkan di Kopdes, negara yang bayar. Sehingga koperasi tidak keluar uang,” ujarnya lagi.

Koperasi merupakan amanat konstitusi yang tertuang dalam Undang Undang Dasar 1945, sehingga payung hukumnya jauh lebih kuat dan lebih tinggi ketimbang peraturan yang dibuat oleh pemerintah.

Keberadaan Kopdes Merah Putih sebagai sebuah badan usaha bertujuan mengejar ketertinggalan dari badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik swasta dari sisi aset dan volume usaha kegiatan maupun partisipasi anggota.

Persaingan Tingkatkan Ekonomi Desa

Pemerintah pusat telah meluncurkan 80 ribu Kopdes Merah Putih di bulan Juli lalu. Sebagai pemacu meningkatkan ekonomi desa, perlu adanya persaingan antar Kopdes dan pengusaha.

Zulhas menegaskan, keberhasilan pembangunan ekonomi desa sangat bergantung pada terciptanya kompetisi sehat di tingkat akar rumput. Berdasarkan penuturannya, Koperasi Desa tidak hanya menjadi alat distribusi bantuan. Tetapi juga wadah untuk melatih masyarakat agar siap bersaing secara produktif dan transparan.

‘’Jadi ini kita latih, biar rakyat kita juga ada persaingan, ada kompetisi. Karena tanpa itu enggak maju-maju,” ujar mantan Menteri Perdagangan RI itu.

Menurutnya, persaingan dan kompetisi tidak bisa hadir dengan sendirinya. Tetapi harus dibentuk dan dibiasakan melalui sistem dan struktur yang jelas. Salah satunya adalah dengan memperkuat peran Kopdes sebagai instrumen ekonomi desa yang kompetitif, transparan, dan berbasis kinerja.

‘’Persaingan dan kompetisi itu saling melengkapi. Proses negosiasi, manajemen risiko, hingga cara bertahan itu harus dilatih. Tidak bisa tiba-tiba datang sendiri. Makanya perlu Satgas, pelatihan, dan pembinaan terus menerus,” lanjut Zulhas.

Bupati di NTB Didorong Aktif Gelar Forum Diskusi Bersama Kades

Untuk menentukan nasib Kopdes ke depan, dia mendorong agar para bupati di NTB aktif menggelar forum diskusi mingguan bersama para kepala desa, untuk meningkatkan literasi administrasi dan kemampuan tata kelola.

Zulhas menilai banyak kepala desa yang belum paham bagaimana mengelola anggaran dan pelaporan rutin Kopdes secara bertanggung jawab. ‘’Bukan karena Kopdes bermasalah. Tapi bisa jadi Dana Desa sudah habis dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ini masalah administrasi yang harus dibenahi. Maka dialog rutin itu penting untuk meningkatkan pemahaman,’’ jelasnya.

Ketua Umum PAN itu menjelaskan, Kopdes kini berperan dalam distribusi bahan pangan melalui program seperti SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Begitupun sebagai pengelola bantuan pemerintah seperti traktor, alat pertanian, hingga operasional pasar.

Menyinggung soal honorarium anggota Kopdes Merah Putih, dia dengan tegas memastikan tidak ada gaji dalam bentuk apapun. Hanya ada pembagian sesuai dengan penghasilan koperasi.

“Kopdes ini nanti sewakan alat pertanian, dari situ dapat penghasilan. Tapi tidak ada yang namanya gaji bulanan. Gajiannya berbasis hasil kerja. Jadi kalau untung, ya dihitung berapa untuk desa, berapa untuk operasional,” tegasnya.

Pemerintah pusat juga menyiapkan skema bantuan tenaga kerja melalui PT Garka yang akan ditempatkan di Kopdes, dengan sistem kinerja berbasis digital. Semua aktivitas Kopdes mulai dari stok barang, penjualan, keuntungan, hingga saldo kas kangsung terhubung ke bank dilaporkan lewat sistem IT. (era/ant)

Wapres Gibran Terpesona Kearifan Lokal Suku Sasak

Praya (globalfmlombok.com)

Setelah meninjau Pasar Kebon Roek, Ampenan untuk memantau harga dan stok pangan, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, melanjutkan kunjungan kerja ke Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng). Didampingi Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan unsur Forkopimda, kunjungan ini menjadi momen istimewa dalam mengapresiasi warisan budaya lokal Suku Sasak, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Setibanya di Desa Sade, Wapres Gibran disambut hangat oleh masyarakat adat. apres mengagumi dan terpesona dengan keunikan arsitektur rumah tradisional Suku Sasak yang masih mempertahankan bentuk asli lantai dari campuran tanah liat dan kotoran sapi yang tetap sejuk, serta atap dari alang-alang yang tahan panas.

Tak hanya itu, Wapres juga menyaksikan langsung proses pembuatan tenun khas Lombok, seperti motif kembang komak dan songket, yang dikerjakan dengan pewarna alami dan alat tradisional. Sebagai bentuk apresiasi, Wapres membeli sejumlah produk kerajinan tangan warga, mulai dari gelang tradisional hingga lembaran tenun.

Mengakhiri kunjungannya, Wapres turut menyaksikan pertunjukan budaya Presean, seni bela diri tradisional khas Sasak yang kental dengan nilai sportivitas dan kebersamaan. Wapres menyampaikan kekagumannya atas upaya masyarakat Desa Sade dalam melestarikan warisan leluhur secara konsisten dan otentik.

Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa kearifan lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan aset berharga yang bisa mendukung masa depan NTB sebagai pusat pariwisata budaya dan ekonomi kreatif. (r)