Beranda blog Halaman 35

Lahan Kian Tergerus, Bale Adat Sembalun Diharapkan Segera Peroleh Sertifikat Hak Ulayat

Selong (globalfmlombok.com)  – Keberadaan Bale Adat Sembalun yang terletak di Desa Sembalun Lawang, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Kawasan yang menjadi saksi sejarah entitas masyarakat di bawah kaki Gunung Rinjani itu terus tergerus dan banyak diklaim pihak lain. Masyarakat pun berharap tempat ini segera mendapatkan hak ulayat agar statusnya terlindungi secara hukum.

Tokoh masyarakat Sembalun, Martawi, kepada Suara NTB mengungkapkan bahwa dulu kawasan Bale Adat Sembalun sangat luas. Namun seiring waktu, banyak lahan di sekitarnya diklaim sebagai hak milik pribadi.

“Saat ini kondisi Bale Adat semakin tergerus. Kawasan yang dulu cukup luas sekarang terus menyusut karena banyak yang mengklaim lahan di sekitar menjadi hak milik,” ujar Martawi.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Sembalun Lawang bersama para tokoh masyarakat mengusulkan agar Bale Adat Sembalun bisa mendapat pengakuan hak ulayat. Usulan ini pun telah mendapat restu dari pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah sudah merestui. Yang dibutuhkan sekarang adalah sertifikasi atas lahan balai adat tersebut, sehingga tidak lagi dicaplok oleh masyarakat,” jelas Martawi.

Saat ini, luas lahan tempat Bale Adat Sembalun berdiri hanya tersisa sekitar 30 are. Para tokoh adat dan masyarakat sekitar sepakat mengusulkan agar kawasan perbukitan di sebelah timur balai adat yang luasnya sekitar 5 are hingga 5/6 are juga dimasukkan ke dalam kawasan Bale Adat Sembalun, sehingga wilayahnya menjadi lebih luas dan proporsional.

Di sisi lain, manajemen pengelolaan Bale Adat Sembalun dinilai belum bagus secara kelembagaan. Kawasan tersebut saat ini hanya dikelola oleh Karang Taruna yang menempatkan petugas tanpa disertai struktur kelembagaan yang jelas.

“Sebaiknya warga yang tinggal di sekitar kawasan adat yang dilibatkan dan diberi kelembagaan yang jelas untuk mengelola kawasan ini,” tambah Martawi.

Padahal, kawasan objek wisata bersejarah ini diharapkan bisa menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan. Namun hingga kini, belum ada pengelolaan secara manajerial dan kelembagaan yang lebih baik.

Bale Adat Sembalun diketahui menjadi salah satu bukti sejarah keberadaan Sembalun sebagai entitas masyarakat yang hidup di bawah kaki Gunung Rinjani. Dengan adanya hak ulayat dan pengelolaan yang profesional, kawasan ini diharapkan tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu mendongkrak potensi wisata budaya di Lombok Timur.

Kondisi bangunan fisik Bale Adat sendiri pada saat gempa 2018 silam sempat hancur total. Kemudian, tahun 2023 direnovasi, tetapi belum semuanya bisa dikembalikan seperti sedia kala.
Sebagai salah satu bangunan-bangunan peninggalan sejarah diharapkan keberadaan balai adat Sembalun bisa dipertahankan. Harapan terbesarnya kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata budaya yang bisa dikunjungi oleh wisatawan yang pada akhirnya dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah BPN Lotim, Darmawan Wibowo dikonfirmasi menyampaikan Bale Adat Sembalun ini berpotensi untuk diberikan sertifikat tanah hak Ulayat. Hanya saja diperlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

BPN Lotim saat ini masih proses pengkajian terhadap usulan warga yang meminta sertifikat hak ulayat. Berdasarkan kriteria tanah ulayat, yakni tanah milik masyarakat hukum adat yang memiliki pengakuan dan pengelolaan jelas.

“Tanah ulayat ada kriteria tertentu. Kami lihat apakah ada masyarakat hukum adat di situ, siapa pengelolanya dan syarat lainnya,” pungkas Darmawan Wibowo. (rus)

Jangan Asal Sat Set! Tengok Belakang Dulu Baru Jalan demi Keamanan

Mataram (globalfmlombok.com) –

Keselamatan berkendara sering kali ditentukan dari kebiasaan kecil yang dilakukan pengendara sebelum mulai melaju di jalan raya. Salah satu kebiasaan yang masih sering diabaikan adalah melakukan pengecekan kondisi sekitar sebelum menjalankan sepeda motor.

Di tengah kondisi lalu lintas Nusa Tenggara Barat (NTB) yang semakin padat dan dinamis, risiko kecelakaan dapat terjadi kapan saja, terutama saat pengendara keluar dari parkiran, gang kecil, maupun ketika hendak masuk ke jalur utama. Banyak pengendara yang terburu-buru menarik gas tanpa memastikan kondisi di sekitar benar-benar aman.

Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengatakan bahwa kebiasaan sederhana seperti melihat spion dan menengok langsung ke arah belakang atau samping sebelum berjalan sangat penting untuk menghindari potensi kecelakaan.

“Banyak pengendara merasa cukup hanya melihat spion, padahal masih ada blind spot yang tidak terlihat. Karena itu penting untuk tetap menengok langsung sebelum mulai berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, kecelakaan kerap terjadi akibat pengendara kurang fokus dan terlalu terburu-buru saat mulai berkendara. Padahal, hanya dengan beberapa detik melakukan pengecekan kondisi sekitar, risiko tabrakan dapat diminimalisir.

Astra Motor NTB membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan pengendara sebelum mulai berkendara, di antaranya memastikan posisi kendaraan stabil, mengecek spion kanan dan kiri, menengok langsung ke area sekitar kendaraan, menggunakan lampu sein sebagai tanda, serta mulai melaju secara perlahan.

Selain itu, pengendara juga diimbau untuk selalu menggunakan perlengkapan berkendara lengkap seperti helm berstandar SNI yang terpasang dengan benar, jaket, celana panjang, sarung tangan, dan sepatu guna memberikan perlindungan maksimal selama perjalanan.

Melalui campaign “Jago #Cari_Aman Biar Happy”, Astra Motor NTB terus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan keselamatan sebagai bagian dari gaya hidup berkendara sehari-hari. Campaign ini mengingatkan bahwa berkendara aman bukan berarti tidak seru, melainkan cara agar perjalanan tetap nyaman, menyenangkan, dan semua bisa sampai tujuan dengan selamat.

“Anak muda sekarang harus bisa jadi pengendara yang keren sekaligus peduli keselamatan. Jago di jalan itu bukan soal ngebut, tapi soal bisa menjaga diri sendiri dan orang lain agar tetap aman dan happy selama perjalanan,” tambah Satria.

Melalui edukasi keselamatan berkendara yang terus dilakukan, Astra Motor NTB berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya #Cari_Aman semakin meningkat sehingga tercipta budaya berkendara yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Karena pada akhirnya, tujuan utama berkendara bukan hanya cepat sampai, tetapi bisa pulang dengan selamat dan tetap happy bersama orang-orang terdekat.(r)

Seorang Pria Diduga Aniaya Ipar hingga Meninggal Dunia

Mataram (globalfmlombok.com) – Satreskrim Polresta Mataram mengamankan seorang pria berinisial AM (23) asal Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, karena diduga menganiaya iparnya, seorang pria berinisial RI (19) hingga meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, mengatakan peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Jumat (22/5/2026), sekitar pukul 22.30 Wita, di sebuah kos di Lingkungan Pagesangan Timur, Kelurahan Pagesangan, Kota Mataram.
“Saat ini terduga pelaku telah kami amankan di Mapolresta Mataram,” kata dia, Sabtu (23/5/2026).
Dharma menjelaskan, peristiwa bermula dari korban mendatangi terduga pelaku di sebuah kos di Kelurahan Pagesangan tersebut. Keduanya langsung terlibat perkelahian saat bertemu.

“Setelah pergulatan tersebut, korban tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri,” sebutnya.

Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Kota Mataram untuk pertolongan pertama, namun nyawa korban tidak tertolong. Setelahnya, pihak kepolisian membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses autopsi.

Saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. “Kami masih menunggu dari ahli forensik Rumah Sakit Bhayangkara Mataram,” kata Dharma.

Di tahap penyelidikan, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tempat kejadian. Mereka juga telah meminta keterangan sejumlah saksi. Rekaman CCTV yang merekam perkelahian antara korban dan terduga pelaku juga telah diamankan sebagai barang bukti.

Terkait motif perkelahian yang menyebutkan terduga pelaku memiliki utang pada korban, aparat masih mendalami hal tersebut. “Masih kami dalami, meskipun pengakuan awal kami dapat seperti itu,” terangnya.

Sebelumnya, insiden pada Jumat (22/5/2026) itu sempat memicu ketegangan ketika puluhan warga dari Lingkungan Gubug Mamben mendatangi Mapolsek Mataram. Warga yang terbawa emosi hendak meluapkan amarah mereka kepada terduga pelaku AM. Sejumlah aparat kepolisian sempat diturunkan untuk melakukan pengamanan. (mit)

BGN : Cakupan Penerima Manfaat MBG di NTB Perlu Diperluas untuk Jangkau Seluruh Jenjang Pendidikan

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi pelaksanaan MBG yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), Satgas MBG, serta para mitra penyelenggara program di NTB yang berlangsung di hotel Lombok Raya, Jumat 22 Mei 2026.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Fathul Gani, menegaskan bahwa Satgas MBG memiliki fungsi sebagai fasilitator dan penghubung untuk memastikan kebijakan pemerintah dapat berjalan secara efektif di daerah.

“Satgas bertugas menjembatani koordinasi agar kebijakan dapat terlaksana dengan baik. Seluruh pihak diharapkan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing serta mengoptimalkan peran unsur-unsur formal di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, Program MBG merupakan program nasional yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah sebagai representasi pemerintah pusat di wilayah masing-masing. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program.

Sementara itu, Penasihat Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Erwin Chahara Rusmana, menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional yang berkelanjutan dan tetap menjadi prioritas pemerintah.

Dirinya menjelaskan bahwa berbagai isu mengenai keberlanjutan maupun penyesuaian anggaran tidak akan memengaruhi pelaksanaan program inti MBG. Penyesuaian yang dilakukan hanya menyasar program pendukung, sedangkan anggaran untuk operasional dapur, pengadaan makanan dan minuman, serta kebutuhan mitra tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi mikro, memperluas perputaran ekonomi di tingkat bawah serta mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Erwin juga mengapresiasi capaian Provinsi NTB yang dinilai menjadi salah satu Provinsi dengan perkembangan pelaksanaan MBG yang baik berkat dukungan pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur III Inspektorat Utama (Ittama) BGN, Rudyanto, menyampaikan bahwa NTB termasuk daerah dengan pertumbuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur MBG yang cukup pesat di Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan kuat Pemerintah Provinsi NTB serta keberanian para mitra yang sejak awal ikut berpartisipasi dalam program meskipun menghadapi berbagai tantangan pada tahap awal pelaksanaan.

Rudyanto menegaskan bahwa cakupan penerima manfaat MBG masih perlu terus diperluas mengingat jumlah peserta didik yang harus dilayani masih sangat besar, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga pondok pesantren.

Untuk mendukung keberlanjutan program, pemerintah daerah juga didorong memperkuat sinergi dengan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan guna memastikan ketersediaan bahan pangan yang memadai dan berkelanjutan.

“Jangan sampai ketika jumlah SPPG bertambah, kita justru mengalami kekurangan pasokan pangan. Oleh karena itu, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus dipersiapkan sejak dini agar mampu memenuhi kebutuhan program secara berkelanjutan,” tegas Rudyanto.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemprov NTB terus mendorong penguatan ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi potensi lokal. Pemerintah menargetkan sedikitnya 30 persen kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.

Gerakan pemanfaatan lahan pekarangan pun kembali digalakkan dengan melibatkan PKK, kelompok masyarakat, organisasi desa dan kelurahan, hingga gerakan pramuka untuk mengembangkan berbagai komoditas pangan produktif.

Selain sektor pertanian, pengembangan budidaya perikanan dan peternakan seperti lele, patin, serta komoditas pangan lainnya juga terus didorong sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pemerintah juga mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG agar mengelola anggaran negara secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi menjaga kualitas layanan serta memastikan manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.(r)

OJK Pastikan Fundamental Perbankan Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

Jakarta (globalfmlombok.com)-

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mencermati perkembangan perekonomian global yang saat ini masih dibayangi gejolak geopolitik dan harga minyak yang berdampak pada eskalasi volatilitas di pasar keuangan global serta penguatan US Dollar index yang membuat peningkatan fluktuasi nilai tukar negara emerging markets.

Di tengah kondisi demikian, fundamental perekonomian Indonesia dinilai tetap resilien ditopang tingkat inflasi yang terkendali serta momentum positif pertumbuhan ekonomi domestik yang cukup tinggi.

Secara berkesinambungan, OJK terus melakukan monitoring intensif terhadap perkembangan kinerja industri perbankan, termasuk mencermati tren pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) berdasarkan jenis valuta.

Pada April 2026, DPK tumbuh sebesar 11,39 persen (yoy), yang didominasi oleh DPK dalam denominasi Rupiah yang tumbuh sebesar 11,49 persen (yoy). Pertumbuhan DPK Rupiah didorong oleh Giro yang tumbuh sebesar 23,25 persen (yoy), Tabungan sebesar 7,88 persen (yoy), dan Deposito sebesar 6,91 persen (yoy).

Adapun DPK Valas secara tahunan tumbuh sebesar 10,87 persen (yoy) dengan rincian Giro Valas tumbuh sebesar 3,15 persen (yoy), Tabungan Valas sebesar 23,21 persen (yoy), dan Deposito Valas sebesar 22,00 persen (yoy).

Sejalan dengan hal tersebut, jumlah rekening DPK terus mencatatkan peningkatan hingga April 2026 telah mencapai sebanyak 667.169.152 rekening atau tumbuh 7,22 persen (yoy) dan sebagian besar masih didominasi oleh rekening dengan denominasi rupiah.

”Sejak awal 2026, kami melihat bahwa memang terdapat peningkatan porsi DPK Valas terhadap DPK total. Namun demikian, peningkatan DPK Valas masih tergolong wajar sehingga porsi DPK Valas terhadap DPK total sampai saat ini relatif stabil dan bergerak pada kisaran 15 persen-16 persen”, kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangan tertulisnya, Jumat 22 Mei 206.

Meningkatnya porsi DPK Valas utamanya pada deposito, mengingat suku bunga deposito valas yang ditawarkan oleh bank besar cukup kompetitif dengan tujuan antara lain sebagai insentif bagi eksportir yang menempatkan dananya di dalam negeri.

Likuiditas Perbankan Memadai

OJK menegaskan bahwa stabilitas keuangan domestik saat ini tetap terjaga. Ketahanan perbankan terjaga resilien tercermin dari tingkat permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang cukup tinggi untuk menjadi buffer dalam menyerap risiko yang dihadapi.

Hal ini juga didukung oleh likuiditas perbankan yang memadai dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) pada April 2026 sebesar 86,88 persen dan Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing tercatat sebesar 111,13 persen dan 25,39 persen yang berada jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Dengan demikian, fungsi intermediasi serta layanan transaksi valuta asing kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Selain itu, OJK senantiasa melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terkait perubahan nilai tukar dan dampaknya terhadap perbankan. Rasio Posisi Devisa Neto (PDN) perbankan yang secara konsisten berada jauh di bawah threshold maksimum 20 persen dari modal bank menunjukkan bahwa eksposur langsung perbankan terhadap risiko nilai tukar relatif terjaga dan terkendali. Dengan demikian, dampak immediate dari pelemahan rupiah terhadap stabilitas perbankan relatif masih terbatas.

Namun demikian, OJK tetap mencermati potensi second round impact yang berasal dari meningkatnya tekanan yang berasal dari imported inflation maupun cost-push inflation seiring dengan kenaikan harga minyak global. OJK menilai fluktuasi permintaan valas yang terjadi sebagai bagian dari respon diversifikasi aset yang wajar dan terukur.

OJK terus memperkuat koordinasi kebijakan serta strategi komunikasi publik bersama BI, LPS,​ dan Kementerian Keuangan dalam kerangka KSSK untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan global dan domestik guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Pengelolaan Dam Haji Kini Makin Tertib dan Transparan, Indonesia Salurkan Manfaat hingga Palestina

Makkah (globalfmlombok.com) —

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan pengelolaan dam jemaah haji tahun 2026 berjalan lebih tertib dan transparan. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut hingga Jumat pagi waktu Arab Saudi (22 Mei 2026), total dam yang telah dibayarkan jemaah mencapai 126.832 hadyu.

Rinciannya, sebanyak 90.956 dam akan dipotong di Tanah Suci melalui Adahi, 32.691 dipotong di Indonesia, 3.195 jemaah menjalankan puasa, dan 1.076 jemaah melaksanakan haji ifrad.

“Dalam sejarah perhajian, tidak ada data yang bisa serapi ini. Tahun sebelumnya yang terdata hanya sekitar 10 ribu. Tahun ini melonjak secara tertib sampai 126 ribu,” ujar Dahnil di Makkah, Jumat (22/5/2026) seperti dikutip dari laman haji.go.id.

Ia menjelaskan, pemotongan dam di Tanah Suci akan dimulai pada 10 Zulhijah atau Rabu, 27 Mei 2026, melalui program Adahi. Proses pemotongan akan disaksikan langsung oleh perwakilan Kemenhaj dan wartawan sebagai bentuk transparansi kepada publik dan jemaah.

“Nanti teman-teman wartawan bisa melihat secara langsung proses pemotongannya. Ada perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah sebagai representasi dari jemaah yang memotong di Tanah Suci,” katanya.

Kemenhaj juga memastikan jemaah yang membayar dam melalui Adahi akan menerima notifikasi melalui aplikasi Nusuk. Melalui notifikasi tersebut, jemaah dapat mengetahui status pembayaran dan pemotongan hadyu mereka secara langsung.

“Informasi bahwa hadyu jemaah sudah dipotong akan muncul melalui notifikasi di HP jemaah pada aplikasi Nusuk,” jelas Dahnil.

Sementara itu, untuk dam yang dipotong di Indonesia, pelaksanaannya menjadi kewenangan masing-masing jemaah melalui lembaga yang dipercaya maupun dilakukan di daerah asal masing-masing. Pemerintah menghormati pilihan fikih dan keyakinan jemaah dalam pelaksanaan dam.
Lebih lanjut, Dahnil menyampaikan bahwa sebagian besar daging dam jemaah Indonesia yang dipotong di Tanah Suci akan dikemas dan didistribusikan untuk masyarakat Palestina melalui koordinasi dengan Adahi dan Pemerintah Arab Saudi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sudah meminta kepada Adahi dan secara khusus kepada Pemerintah Saudi Arabia agar daging-daging dam ini didistribusikan untuk masyarakat Palestina,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian Indonesia terhadap masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperluas nilai manfaat ibadah dam jemaah haji Indonesia.

“Ini seiring dengan perintah Presiden untuk memberikan atensi lebih tinggi kepada saudara-saudara kita di Palestina. Presiden berharap daging dam jemaah haji Indonesia dapat didistribusikan untuk warga Palestina yang membutuhkan,” pungkasnya.(r)

Kemenko PM Dorong Penguatan Ekonomi Desa yang Adaptif Bencana Perubahan Iklim

Jakarta (globalfmlombok.com)-

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Program SIAP SIAGA, program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), memperkuat sinergi lintas kementerian/lembaga dalam membangun ekonomi masyarakat desa yang tangguh menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim.

Upaya tersebut dibahas dalam Forum Kolaborasi Sinergi Program Berbasis Desa Lintas K/L bertema “Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa melalui Sinergi Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Ketangguhan Desa Menghadapi Risiko Bencana dan Perubahan Iklim” yang diselenggarakan di Swiss-Belresidences Kalibata, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/05/2026).

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat desa harus menjadi bagian utama dalam membangun ketangguhan desa secara menyeluruh.

Menurutnya, berbagai program pemberdayaan masyarakat desa yang selama ini dijalankan lintas kementerian/lembaga perlu diintegrasikan agar saling terhubung dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa, khususnya dalam memperkuat UMKM desa, BUM Desa, koperasi desa, dan usaha ultra mikro agar lebih adaptif terhadap risiko bencana dan perubahan iklim.

“Kemenko PM hadir sebagai orkestrator untuk memastikan berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat bergerak dalam arah yang sama dan membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Ketangguhan desa tidak cukup dibangun hanya melalui pendekatan kebencanaan, tetapi juga melalui penguatan fondasi ekonomi masyarakatnya,” ujar Prof. Abdul Haris.

Sementara itu, Plt. Deputi Pencegahan BNPB, Drs. Pangarso Suryotomo, M.MB., menyampaikan bahwa penguatan ketangguhan desa memerlukan kolaborasi multipihak karena masyarakat desa merupakan kelompok yang paling dekat dengan risiko bencana dan perubahan iklim.

“Melalui forum ini diharapkan terbangun langkah bersama lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan dalam memperkuat pengembangan ekonomi masyarakat desa yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” katanya.(r)

Kajati NTB Siap Tindak Tegas Jika Ada Temuan Jaksa Terima Suap di Kasus TPPU Subhan

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB siap menindak tegas jika ada temuan jaksa yang diduga menerima suap dari terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan Sirkuit MXGP Samota, Subhan.

“Kalau misalnya ada (dugaan suap), informasi itu tentunya akan jadi bahan evaluasi dari penyidik,” kata Kepala Kejati NTB, Wahyudi, Jumat (22/5/2026).

Untuk saat ini, pihaknya belum menemukan adanya dugaan aliran dana dari terdakwa Subhan ke sejumlah jaksa. “Tidak ada laporan ke saya soal itu (dugaan suap) tidak ada itu,” katanya menepis informasi yang beredar itu.

Wahyudi menegaskan, pengusutan perkara menyanhkut Subhan telah dilakukan dengan cermat. Ia juga mempersilahkan apabila Subhan melapor ke Komisi III DPR RI terkait adanya dugaan suap tersebut. “Itu haknya dia. Silahkan saja. Kita sudah berdasarkan fakta dan data,” pungkasnya.

Sebelumnya, informasi adanya aliran uang dari Subhan ke sejumlah oknum jaksa itu dibeberkan oleh kuasa hukum terdakwa, Kurniadi. Ia menegaskan bahwa pihaknya memiliki bukti sejumlah oknum jaksa sebagai penerima suap. “Ada bukti transfer. Ada di kita. Di situ ada uang masuk keluar,” katanya.

Ia melanjutkan, bukti transfer tersebut belum tercatat sebagai bagian dari bahan pemeriksaan jaksa terhadap kliennya pada proses penyidikan kasus TPPU maupun gratifikasi. Pengusutan TPPU dan gratifikasi itu sebelumnya merupakan pengembangan perkara pokok pengadaan lahan tersebut.

Kurniadi menegaskan, apabila penyidik tidak mendalami dugaan aliran uang ke sejumlah jaksa dalam rangkaian penyidikan kasus TPPU dan gratifikasi, maka pihaknya akan membuka hal tersebut ke publik.

“Jadi, semuanya (bukti transfer) belum masuk BAP (berita acara pemeriksaan), artinya belum ada permintaan keterangan terkait itu (aliran uang). Walaupun jaksa atau penyidik nantinya tidak ada bertanya, ya itu yang kita ungkap, harus kita ceritakan semua,” terangnya.

Sebenarnya, kata dia, hari ini kliennya hendak menjalani pemeriksaan oleh penyidik sebagai saksi kasus TPPU dan gratifikasi. Momentum ini akan dijadikan untuk mengungkap hal tersebut. Hanya saja, kliennya berhalangan memberikan keterangan karena alasan sakit.

“Subhan sakit, baru selesai diperiksa di klinik kejati, kami dampingi. Karena sakit, jadi ditunda (pemeriksaan),” bebernya.

Hasil pemeriksaan kesehatan pada Klinik Pratama Adhyaksa Kejati NTB, menyatakan Subhan mendapat gangguan saraf pada bagian tulang belakang.

Menurutnya, Subhan yang saat ini menjalani penahanan di Lapas Kelas II A Lombok Barat atas status terdakwa pengadaan lahan, harus mendapat tindak lanjut pemeriksaan kesehatan dari dokter spesialis saraf.

Kurniadi juga tidak memungkiri jika penanganan kesehatan yang terkesan lamban membuat pemeriksaan kliennya ini menjadi tertunda. (mit)

Tak Lagi Ajukan Bunker Radioterapi

Mataram (globalfmlombok.com) – RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB tidak lagi mengajukan pembangunan bunker radioterapi setelah gagal tender di tahun 2025 lalu. Bunker radioterapi ini awalnya akan dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp10 miliar.

Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD NTB, Baiq Nelly Kusumawati mengatakan pihaknya tidak mengajukan proyek tersebut karena rumah sakit masih kekurangan sumber daya manusia (SDM). “Karena gagal tender jadi sudah menjadi konstruksi dalam pengerjaan. Jadi bukan kesalahan dari rumah sakit,” ujarnya di Kantor Gubernur NTB, pekan kemarin.

Meski tidak mengajukan tahun ini, mantan Inspektur Kota Mataram ini mengaku RSUD NTB berencana akan mengajukan bunker terapi kanker itu ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di tahun depan saat SDM di rumah sakit sudah terpenuhi.

“Sambil kami menunggu juga SDM yang masih sekolah. Jadi kami lagi mengkaji ulang untuk bisa kita anggarkan di tahun depan. Sepertinya memang di tahun depan,” jelasnya.

Pengajuan kembali bunker kedokteran nuklir ke Kemenkes dinilai tidak mudah, apalagi setelah mengalami gagal tender. Harus memperoleh izin dari sejumlah lembaga seperti Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Karena proyek ini sempat gagal tender, seharusnya Kemenkes tidak lagi menganggarkan karena sudah melewati batas tahun.

Di awal tahun lalu, RSUD NTB melalui Pelaksana Tugas (PLT) Direktur RSUD NTB, Lalu Hamzi Fikri sempat mengaku akan mengajukan kembali proyek bunker ini ke pusat. Semua persyaratan dokumen dikatakan sudah terpenuhi. Hanya ada beberapa syarat teknis yang belum terpenuhi. Namun, dalam perjalanannya, ternyata proyek ini tidak lagi diusulkan. Dan berencana akan diajukan di tahun berikutnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Lalu Hamzi Fikri menyatakan, penyakit kanker masuk daftar 10 penyakit tertinggi di NTB. Temuan terbanyak yaitu kanker leher rahim dan kanker payudara. Faktor tingginya penyakit kanker di NTB selain karena genetik juga karena perubahan gaya hidup. Selain itu, radikal-radikal bebas gampang menjangkit manusia.

“Baik makanan, gaya hidup kita yang juga sudah berbeda. Sebelum-sebelumnya kita banyak bergerak, sekarang kita kurang gerak,” terangnya. (era)

Komitmen Lanjutkan Tugas Kapolda Sebelumnya

Mataram (globalfmlombok.com) – KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program dan tugas yang telah dirintis kapolda sebelumnya, usai resmi menjabat sebagai Kapolda NTB.

Kalingga mengatakan, jajaran Polda NTB akan terus bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah NTB. Selain itu, pihaknya juga akan terus menjalankan fungsi sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat.

“Kami akan melaksanakan tugas apa yang sudah dirintis oleh beliau (kapolda sebelumnya, Irjen Pol Edy Murbowo). Kami akan terus bekerja sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Provinsi NTB,” tegasnya dalam acara pisah sambut di Polda NTB, Kamis (21/5/2026).

Ia juga menegaskan, kepolisian harus menjadi mitra masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, termasuk dalam mendukung berbagai program pemerintah dan Asta Cita Presiden.

Menurutnya, keamanan menjadi aspek penting bagi NTB yang memiliki banyak destinasi wisata bertaraf internasional.

“NTB merupakan daerah dengan banyak destinasi internasional, sehingga keamanan menjadi sangat penting,” sebutnya.

Kalingga resmi menjabat Kapolda NTB setelah pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi terhadap Edy Murbowo dari jabatan Kapolda NTB bersama sejumlah kapolda lainnya di Indonesia.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026 yang ditandatangani Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Anwar.

Edy Murbowo dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) Polda NTB dalam rangka memasuki masa purna tugas. Posisi Kapolda NTB selanjutnya diisi oleh Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja.

Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 2 November 1970. Ia merupakan perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian 1992 tersebut dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang sumber daya manusia dan pengawasan internal di tubuh Polri. Pengalaman itu dinilai menjadi bekal penting untuk memimpin wilayah strategis seperti NTB.

Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda NTB, dia menjabat Kakorbinmas Baharkam Polri sejak Desember 2025. Ia juga pernah menduduki posisi Auditor Kepolisian Utama Tk II Itwasum Polri.
Di bidang SDM, Irjen Kalingga pernah dipercaya mengemban jabatan sebagai Karo SDM Polda Kepri dan Karo SDM Polda Riau.

Pengalaman kewilayahannya pun cukup luas. Ia sempat menjabat Kapolresta Tegal dan Kapolres Klaten sebelum bertugas di tingkat Mabes Polri. Selain itu, dia juga pernah menjabat Irwasda Polda Aceh dan Irwasda Polda Jawa Barat. (mit)