Beranda blog Halaman 345

Jaksa Tuntut Mantan Kabid SMK Dinas Dikbud NTB, Ahmad 2,5 Tahun Penjara

Mataram (globalfmlombok.com) – Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa kasus dugaan pungutan liar (pungli) terkait pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2024, Ahmad Muslim 2,5 tahun penjara. Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tuntutan di Ruang Sidang Utama, Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Selasa, 12 Agustus 2025.

Persidangan itu dipimpin oleh Glorious Anggundoro, dengan Djoko Soepriyono dan Mukhlassudin sebagai hakim anggota. Juru Bicara Pengadilan Negeri-Negeri Mataram, Lalu Mohammad Sandi Iramaya membenarkan perihal tuntutan 2,5 tahun kepada Mantan Kepala Bidang SMK Dinas Dikbud NTB itu. “Betul terdakwa dituntut 2 tahun dan 6 bulan penjara,” ucap Sandi kepada Suara NTB.

JPU juga menuntut Ahmad Muslim dengan pidana denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan. Ahmad Muslim terbukti bersalah dan meyakinkan menerima uang hadiah padahal hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau wewenang yang berhubungan dengan jabatannya.

Oleh karena itu, terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dalam Pasal alternatif, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polresta Mataram pada 11 Desember 2024 di Kantor Dinas Dikbud NTB. Ahmad Muslim tertangkap usai menerima uang Rp50 juta dari seorang penyedia bahan bangunan yang terlibat dalam proyek DAK Fisik di SMKN 3 Mataram.

Proyek tersebut memiliki total anggaran sebesar Rp1,3 miliar yang bersumber dari DAK tahun 2024. Ahmad Muslim diduga meminta fee sebesar 5 hingga 10 persen dari nilai proyek kepada para penyedia barang atau jasa, dengan ancaman pencairan anggaran akan ditunda jika permintaan tidak dipenuhi.

Atas perbuatannya, jaksa mendakwa Ahmad Muslim dengan Pasal 12 huruf e dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (mit)

Wali Kota Pantau Progres Pembangunan Huntara Korban Banjir

Mataram (globalfmlombok.com) – Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana, memantau progres pembangunan hunian sementara di Lingkungan Pamotan, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara pada, Selasa, 12 Agustus 2025. Huntara ini diperuntukan bagi 14 kepala keluarga yang terdampak banjir pada awal bulan Juli lalu.

Progres pembangunan dinilai bagus dan ditargetkan dalam waktu sepekan telah tuntas. Masyarakat yang akan menempati dikoordinir dengan baik. “Saya minta pembagian huntara dikoordinir secara baik,” kata Wali Kota.

Selain pembangunan huntara sambung Mohan, kawasan di sekitar hunian sementara juga akan ditata. Lahan kosong akan dimanfaatkan untuk penyediaan fasilitas pendukung seperti musala, ruang pertemuan dan lain sebagainya. Penyediaan fasilitas ini sesuai dengan permintaan dari masyarakat.

Orang nomor satu di Kota Mataram berterima kasih kepada masyarakat yang bersabar menunggu proses rehabilitasi. “Saya berterima kasih masyarakat sudah bersabar menunggu sampai proses ini tuntas,” ujarnya.

Pemkot Mataram juga akan memberikan dukungan kepada 14 kepala keluarga berupa peralatan memasak. Kelengkapan peralatan lainnya telah disediakan anggarannya dan tinggal di eksekusi. “Barangnya mungkin sudah ada. Nanti coba saya cek di BPBD,” jawabnya.

Beberapa lokasi pembangunan huntara yakni, Lingkungan Karang Jero dan Lingkungan Pamotan. Khusus di Lingkungan Karang Jero telah ditempati oleh warga. Jumlah huntara yang dibangun hanya 7 kepala keluarga. Wali Kota menambahkan, perbaikan rumah warga yang rusak dibantu oleh Royal Estate Indonesia (REI).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, M. Nazaruddin Fikri mengatakan, pengerjaan huntara belum rampung karena tukang kesulitan mengangkut material ke lokasi pembangunan. Sebab, akses menuju pembangunan huntara relatif sempit. “Untuk bawa materialnya satu persatu,” katanya.

Nazaruddin mengatakan sesuai arahan Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana supaya dukungan berupa peralatan memasak segera didistribusikan. Pihaknya juga menyediakan kamar mandi, air bersih, dan lain sebagainya. Prosesnya dikerjakan secara bertahap.

Nurhayati, calon penghuni huntara bersyukur dan bahagia dibangunkan huntara oleh pemerintah. Rumah miliknya telah rusak parah. Ia juga membutuhkan peralatan dapur, karena seluruh barang miliknya hanyut. “Alhamdulillah, saya bahagia sekali dibangunkan tempat tinggal,” ucapnya. (cem)

Jagung Melimpah Namun Harga Rendah, Pemerintah Dorong Investasi Peternakan di Sumbawa

0

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah mendorong investor untuk melirik pengembangan industri peternakan ayam di wilayah timur Indonesia, khususnya Pulau Sumbawa, NTB. Hal ini menyusul melimpahnya produksi jagung di daerah tersebut yang belum diimbangi dengan kehadiran industri peternakan atau industri pakan ternak.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian, Suwandi, menyebutkan bahwa terjadi ketimpangan antara sentra produksi jagung dan daerah industri peternakan ayam. Ia mencontohkan Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai daerah peternakan unggas yang justru mengalami kesulitan bahan baku pakan.

“Di Sumbawa, Dompu, dan Bima, jagung melimpah. Tapi tidak ada industri petelur di sana. Mendekatkan industri ayam ke sentra pakan butuh investasi. Kami harap pengusaha mulai melirik Indonesia Timur,” ujar Suwandi dalam kegiatan Rakor Pengendalian Inflasi yang digelar secara virtual Senin, 11 agustus 2025.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, harga rata-rata jagung kering panen secara nasional per 9 Agustus 2025 tercatat sebesar Rp5.195 per kilogram, dengan luas panen pada Juli–Agustus mencapai 398 ribu hektare. Harga tersebut berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram, meski di beberapa daerah tercatat lebih tinggi.

Sementara itu Deputi Kepala Kantor Staf Presiden, Dr. Edy Priyono, mengungkapkan bahwa harga jagung di tingkat peternak secara nasional telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp5.800 per kilogram (pipilan kering dengan kadar air 15 persen) dengan harga terakhir mencapai Rp6.326 per kilogram. Kenaikan ini tercatat sekitar 2 persen secara bulanan, atau 9 persen di atas HAP.

“Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, harga jagung sudah di atas Rp6.000 per kilogram. Sementara di NTB dan Gorontalo, harganya justru murah, bahkan di bawah Rp5.000. Ada gap antara daerah produsen dan pengguna jagung, ini pekerjaan rumah lama kita,” ujar Edy.

Ia menambahkan, jika harga jagung terus naik, banyak peternak rakyat yang terpaksa menutup usaha. “Populasi ayam menurun, suplai telur berkurang, dan harga telur pun naik,” katanya.

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, pemerintah mendorong perbaikan distribusi jagung dari daerah produsen ke sentra industri peternakan. Selain itu, Bulog diharapkan dapat melepas cadangan jagung ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

“Distribusi jagung harus diperbaiki agar industri peternakan tetap berjalan. Ini penting untuk menjaga stabilitas harga telur dan keberlanjutan usaha peternak rakyat,” pungkas Edy.(ris)

Bocah 14 Tahun Jadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Sumbawa

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Seorang siswi berusia 14 tahun di salah satu madrasah di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa menjadi korban dugaan pelecehan yang dilakukan teman-teman sekolahnya. Pelecehan itu diduga terjadi di belakang salah satu SD di wilayah setempat, Rabu, 6 Agustus 2025 lalu.

“Kasusnya masih kita dalami. Sementara terduga pelaku PD (13) bersama tiga teman lainnya termasuk saksi sudah kami amankan di Mapolres guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Dilia Pria Frimawan, Selasa, 12 Agustus 2025.

Menurut Dilia, para terduga pelaku sudah dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara ini, korban belum bisa dimintai keterangan, karena masih mengalami trauma akibat perbuatan yang dilakukan para terduga.

“Keempat terduga pelaku bersama empat saksi lainnya sudah kita amankan di Polres Sumbawa, atas sepengetahuan orang tua,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, dugaan pencabulan ini terjadi Rabu, 6 Agustus 2025. Saat itu, terduga pelaku yakni PD (13) bersama tiga temannya, berkumpul di bawah pohon asam belakang SD yang kerap menjadi tempat nongkrong siswa ketika pulang sekolah.

Tidak berselang lama, korban datang dan menemui PD dan meminta PD menjadi pacarnya, namun PD menolak. Korban yang mendengar penolakan itu, seketika terdiam di lokasi dan PD mendekati korban dan langsung melakukan perbuatan dewasa.

Tidak berhenti di situ, PD kemudian meminta tiga orang temannya yang lain untuk melakukan perbuatan yang sama. Termasuk ada juga yang diminta untuk mengangkat baju korban hingga melakukan perbuatan lainnya.

“Korban sempat berontak, mamun korban kalah kuat dan tidak bisa melepaskan cengkeraman empat orang tersebut,” ucapnya.

Setelah aksi itu dilakukan, para pelaku kemudian melepas korban dan pulang sendiri ke rumahnya. Sementara para pelaku pulang bersama setelah melampiaskan perbuatan tidak senonoh tersebut ke korban. (ils)

Pengusaha Hiburan Senggigi Protes Penarikan Royalti Musik yang Dinilai Tak Transparan

0

Mataram (globalfmlombok.com) – Sejumlah pengusaha hiburan di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, menyuarakan protes terhadap sistem penarikan royalti musik yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Mereka menilai mekanisme saat ini tidak transparan, tidak adil, dan berpotensi membebani keberlangsungan usaha di sektor pariwisata dan hiburan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi, Hermanto, menyatakan bahwa para pelaku usaha pada dasarnya mendukung perlindungan hak cipta musisi. Namun, sistem penarikan royalti yang sporadis dan tidak proporsional justru menimbulkan keresahan di kalangan pelaku usaha.

“Kita sebenarnya mendukung perlindungan hak cipta. Tapi kalau penarikannya sporadis dan tidak jelas, malah membuat gaduh,” tegas Hermanto.

Hermanto menjelaskan bahwa LMKN kerap menghitung besaran royalti berdasarkan luas area (m²) atau jumlah tempat duduk tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan usaha, terutama di masa pemulihan pasca pandemi. “Usaha ini untung atau rugi, bisa bertahan atau tidak, itu tidak dipertimbangkan. Mereka hanya fokus pada ukuran tempat dan kapasitas,” ujarnya.

Hermanto juga membandingkan kafe karaoke dengan restoran, di mana musik hanya pelengkap, bukan layanan utama. Bahkan, sebagian pengusaha telah berlangganan layanan legal seperti YouTube Premium atau platform musik berbayar lainnya. “Kami sudah bayar aplikasi resmi, tapi tetap dipungut lagi. Sementara tempat lain bebas mutar musik tanpa bayar,” keluhnya.

APH Senggigi menilai kebijakan ini bisa membuat banyak usaha tutup karena tidak sanggup menanggung beban tambahan. Hermanto juga mempertanyakan posisi pemerintah daerah jika izin usaha yang telah diterbitkan harus dicabut karena kegagalan membayar royalti. “Kalau gak mampu bayar dan harus ditutup, lalu bagaimana dengan izin usaha yang dikeluarkan Pemda,” tanyanya.

Isu lain yang disorot adalah distribusi royalti lagu, terutama untuk lagu-lagu internasional yang sering diputar di kafe demi memenuhi selera wisatawan. Pengusaha ingin kejelasan apakah royalti benar-benar diteruskan kepada pencipta lagu. “Kami ingin tahu apakah uang yang kami bayar betul-betul sampai ke pemilik lagu. Itu hak kami sebagai pelaku usaha,” ujarnya.

Sebagai solusi, Hermanto mendorong LMKN dan Wahana Musik Indonesia (WAMI) untuk membuat aplikasi digital yang bisa digunakan untuk pembelian lisensi dan pembayaran royalti. Dengan sistem digital, pengawasan dan pendataan akan lebih mudah serta adil bagi semua pelaku usaha. “Buat saja aplikasi, biar jelas semua. Kalau digital, lebih mudah dicek dan tidak ada perlakuan berbeda,” sarannya.

Hermanto menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kesetaraan perlakuan bagi semua tempat hiburan, baik yang resmi maupun tidak. “Yang resmi malah kena beban, sementara warung-warung bisa bebas mutar musik tanpa bayar. Ini harus ditata ulang,” pungkasnya. (bul)

FORNAS VIII Dongkrak Trafik Penumpang Bandara Lombok hingga 93.215 Orang

Mataram (globalfmlombok.com) – Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII 2025 sukses mendorong lonjakan jumlah penumpang di Bandara Internasional Lombok. Selama periode 24 Juli hingga 3 Agustus 2025, tercatat sebanyak 93.215 penumpang dilayani, meningkat 16% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan jumlah penumpang tersebut berkaitan langsung dengan pelaksanaan FORNAS VIII yang berlangsung dari 26 Juli hingga 1 Agustus 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ribuan kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia berdatangan untuk mengikuti ajang olahraga rekreasi nasional ini.

Selain peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat di Bandara Lombok juga mengalami lonjakan signifikan. Dari 725 penerbangan di tahun 2024, naik menjadi 907 pergerakan selama periode FORNAS 2025—melonjak sekitar 25%. Bandara juga melayani 15 extra flight untuk memenuhi kebutuhan transportasi tambahan para peserta dan pengunjung.

General Manager Bandara Lombok, Stephanus Millyas Wardana, menyatakan bahwa lonjakan trafik selama FORNAS mencerminkan peran strategis Bandara Lombok sebagai gerbang utama masuknya wisatawan dan pelaku kegiatan ke NTB. “Pertumbuhan pergerakan penumpang dan pesawat selama event ini menjadi bukti tingginya potensi pergerakan wisatawan dan pelaku kegiatan dari berbagai daerah,” ujar Millyas.

Secara keseluruhan, Bandara Lombok juga mencatat performa positif di Semester I 2025 (Januari–Juni). Total pergerakan pesawat tercatat sebanyak 11.659 kali, meskipun mengalami sedikit penurunan 2,8% dibanding tahun lalu (11.993 pergerakan). Namun, jumlah penumpang justru meningkat 1,4% menjadi 1.113.294 orang, dari sebelumnya 1.097.972 penumpang.

“Hal ini menunjukkan peningkatan load factor atau tingkat keterisian kursi yang lebih baik, mencerminkan efisiensi operasional maskapai dan tingginya permintaan perjalanan,” tambah Millyas.

Dengan tren positif ini, Bandara Lombok optimis trafik penumpang akan terus tumbuh hingga akhir 2025. Sejumlah agenda besar yang akan digelar di NTB seperti Pocari Run, MotoGP Mandalika, libur Natal dan Tahun Baru, serta event lainnya diprediksi menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut. (bul)

Tak Sesuai Harga, Lahan Pembangunan Kantor Wali Kota Belum Tuntas

Mataram (globalfmlombok.com) – Lahan pembangunan Kantor Wali Kota Mataram, di Jalan Gajahmada, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela belum tuntas. Pemilik lahan belum sepakat dengan harga ditawarkan pemerintah.

Dua lahan itu persis berada di depan lokasi pembangunan Kantor Wali Kota. Pemilik lahan adalah mantan Direktur RSUP NTB, dr. Mawardi dan pemilik toko smartphone Atlantis.

Sekda Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri dikonfirmasi pada, Selasaenerangkan, pihaknya telah bertemu dengan kedua pemilik lahan baik pemilik lahan di Toko Atlantis maupun ahli waris dari lahan milik dr. Mawardi. Mereka sepakat agar tanahnya dibebaskan. Tetapi menjadi persoalannya adalah hasil perhitungan tim appraisal belum disepakati oleh pemilik lahan. “Kita sudah bertemu dengan pemilik lahan di Toko Atlantis,” kata Sekda.

Ia mempersilakan pemilik lahan menunjuk tim apprasial untuk menghitung harga tanah mereka. Hasil perhitungan akan dicocokan dengan hasil penilaian pemerintah dan pemilik lahan untuk mencari solusi. “Nanti tim appraisal duduk bersama. Mungkin ada yang salah atau keliru,” ujarnya.

Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram menegaskan, pemilik lahan diminta melengkapi administrasi. Jika hasil kajian dari Kejaksaan dinilai tidak memungkinkan, maka akan ditempuh jalan yang lain.

Ia menegaskan, penitipan pembayaran melalui Pengadilan merupakan alternatif terakhir. Pihaknya menginginkan penyelesaian melalui musyawarah mufakat. “Kalau bisa kita selesaikan dengan musyawarah,” demikian kata  Alwan. (cem)

Mantan Kadis dan Pejabat Dikbud NTB Diperiksa Jaksa Terkait Pengadaan Chromebook

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB memeriksa mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Aidy Furqan dan sejumlah pejabat dinas tersebut terkait dugaan korupsi pengadaan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berupa laptop Chromebook, Selasa (12/8/2025).

Dari pantauan suarantb.com, Aidy datang ke Kejati NTB mengenakan pakaian dinasnya. Ia menjalani pemeriksaan sejak pagi dari pukul 09.00 Wita. Sempat istirahat makan dan salat (Ishoma), dia kemudian lanjut menjalani pemeriksaan pada 13.56 Wita.

Aidy membenarkan bahwa dirinya datang untuk pemeriksaan terkait pengadaan Chromebook pada tahun 2021-2023.

“Ya, datang memenuhi panggilan karena waktu itu saya menjadi Kepala Dinas Dikbud NTB,” ucap Aidy yang saat ini menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB.

Aidy datang ke Kejati NTB tanpa membawa dokumen. Ia juga mengaku tidak mengetahui apakah ada pejabat Dikbud lainnya yang dipanggil Kejati NTB untuk diperiksa.

“Tidak tahu kalau itu,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Dikbud NTB, Jaka Wahyana juga terlihat keluar dari Gedung Kejati NTB sekitar pukul 14.35 Wita.

Jaka mengaku tidak diperiksa Kejati NTB melainkan hanya mengantar Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) untuk Aidy Furqan.

“Hanya mengantarkan DPA untuk Pak Aidy terkait pengadaan Chromebook tahun 2022,” jelas dia.

Selain Aidy dan Jaka, Suara NTB juga menemui Kepala Sekolah SMAN 4 Mataram, Jauhari Khalid.

Khalid mengaku datang bersama salah seorang rekannya yang juga dari SMAN 4 Mataram.

“Datang terkait pengadaan Chromebook,” kata Khalid.

Sebagai informasi, saat ini beberapa Kejaksaan Negeri (Kejari) di NTB yakni Kejari Lombok Timur, Kejari Bima, Kejari Mataram, dan Kejari Sumbawa tengah mengusut perkara Chromebook.

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI juga mengarahkan seluruh Kejaksaan di NTB untuk mengusut pengadaan Chromebook tersebut. (mit)

Diduga, Kompol Y dan Ipda HC  Pelaku Utama Kematian Nurhadi

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Daerah (Polda) NTB menyebut bahwa tersangka Kompol Y dan Ipda HC merupakan pelaku utama kematian Brigadir Muhammad Nurhadi. Polisi mengantongi pelaku utama tersebut setelah melakukan rekonstruksi di Villa Tekek Gili Trawangan, Lombok Utara dengan bantuan ahli forensik dan ahli bela diri.

“Ketiga tersangka berpotensi. Namun ada dua pelaku utama yang berat (diduga) melakukan pembunuhan yakni Kompol Y dan Ipda HC,” jelas Syarif, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat.

Kompol Y dan Ipda HC kuat menjadi pelaku utama karena mereka berdualah yang berada di tempat kejadian saat itu. Dugaan pembunuhan terhadap Nurhadi diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.59 Wita hingga 20.00 Wita.

“Sekitar waktu itu kami duga kuat ada tindak pidananya,” ucapnya. Meskipun telah mengantongi pelaku utama, Syarif mengaku masih belum menemukan motif pembunuhan. “Tidak perlu ada motif. Motif masih kami dalami,” tuturnya.

Dengan menggandeng ahli bela diri, bagaimana tulang lidah dan tulang leher korban bisa patah, akhirnya terungkap. Ahli bela diri yang hadir dalam rekonstruksi tersebut menyebut bahwa Nurhadi meninggal karena dipiting dan dipukul.

“Ahli mempraktikkan, bagaimana bisa tulang lidah itu patah, teknik seperti apa yang digunakan,” tandasnya.

Meskipun mengerucut pada dua pelaku utama. Pasal sangkaan tetap sama kepada ketiga tersangka, yakni Pasal 351 ayat (3) dan/atau Pasal 359 juncto Pasal 55 KUHP. Dengan tambahan Pasal 338 dan Pasal 221 KUHP.

Pihak kepolisian merekonstruksi 88 adegan terkait kasus kematian anggota Bid Propam Polda NTB itu.

Tiga adegan di kediaman Kompol Y, 6 adegan di Polda NTB, 21 adegan di Pelabuhan Senggigi, 16 adegan di Fresh Market, dan 42 di Gili Trawangan. Di Gili Trawangan, polisi merekonstruksi 42 adegan di 3 lokasi, yakni di Villa Tekek, Natya Hotel, dan Klinik Warna Medica.

Sebagai informasi, rekonstruksi kematian Brigadir Nurhadi tersebut merupakan bagian dari petunjuk jaksa dalam pengembalian berkas tiga tersangka ke Polda NTB beberapa waktu lalu.

Permintaan rekonstruksi itu bertujuan untuk mengungkap penyebab kematian Brigadir Nurhadi. Termasuk peran dari masing-masing tersangka juga, untuk mengetahui siapa pelaku utama.

Sebelumnya, Brigadir Muhammad Nurhadi ditemukan meninggal dunia di kolam Vila Tekek, Gili Trawangan, Lombok Utara, pada Rabu, 16 April 2025. Sejumlah kejanggalan dalam peristiwa ini memicu penyelidikan mendalam hingga akhirnya polisi menetapkan tiga tersangka, yakni: Kompol Y, Ipda HC, dan Perempuan berinisial M. (mit)

Penyaluran Kredit NTB Tembus Rp108 Triliun, Tumbuh 16,96 Persen di Kuartal II/2025

Mataram (globalfmlombok.com)-

Penyaluran kredit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif. Hingga kuartal II/2025, total penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek mencapai Rp108,83 triliun, tumbuh 16,96 persen secara tahunan (year on year/YoY). Capaian ini mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi dan kepercayaan sektor keuangan di wilayah NTB.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Berry Arifsyah Harahap, menyebutkan bahwa jika dilihat berdasarkan lokasi bank, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 13,89 persen YoY, dengan nilai mencapai Rp73,63 triliun.

“Pertumbuhan kredit di NTB didorong oleh akselerasi kredit modal kerja yang tumbuh 28,81 persen YoY, serta kredit investasi yang naik 10,72 persen YoY. Sebagian besar kredit tersebut disalurkan ke sektor pertambangan, yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah,” ujar Berry, Senin (11/8/2025).

Sementara itu, kredit konsumsi tercatat tumbuh lebih moderat sebesar 7,74 persen YoY, menunjukkan pola belanja masyarakat yang cenderung stabil.

Kualitas Kredit Terjaga, Dana Pihak Ketiga NTB Ikut Tumbuh

Pertumbuhan kredit yang tinggi di NTB turut didukung oleh rasio kredit bermasalah (NPL) yang masih terjaga di bawah ambang batas, yakni 1,71 persen. Stabilitas ini menjadi indikator penting bagi keberlanjutan sektor perbankan di daerah.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kuartal II/2025 tumbuh 3,16 persen YoY, lebih baik dibanding triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan DPK dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan perbaikan DPK dari sektor swasta. Namun, DPK dari rumah tangga tercatat tumbuh melambat sebesar 5,73 persen YoY.

Transaksi Digital NTB Meningkat, Pengguna QRIS Capai 493 Ribu

Meski nominal transaksi kliring, RTGS, dan BI-FAST tercatat tumbuh lebih rendah pada kuartal II/2025, hal ini dipengaruhi oleh bergesernya periode Ramadan 2025 ke kuartal I. Namun, tren digitalisasi tetap menunjukkan peningkatan.

Penggunaan kartu APMK dan UE di NTB masing-masing tumbuh 10,35 persen dan 162,19 persen YoY, menandakan adopsi teknologi pembayaran yang semakin luas.

Hingga Juni 2025, jumlah pengguna QRIS di NTB mencapai 493.000 orang, dengan 369.000 merchant terdaftar. Volume transaksi QRIS selama tahun 2025 tercatat sebanyak ±24 juta transaksi, memperkuat posisi NTB sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat.(ris)