Beranda blog Halaman 318

Kades Poja, Diduga Tersangkut Kasus  Penyalahgunaan ADD

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepala Desa Poja, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima berinisial RD yang diamankan polisi terkait terbakarnya Gedung Inspektorat Kabupaten Bima,  merupakan terlapor dalam kasus dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2023 dan 2024.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Bima, Catur Hidayat Putra, Jumat (19/9/2025) mengatakan dugaan penyalahgunaan ADD oleh RD itu dilaporkan ke Kejari Bima sekitar Maret 2025.

“Pengaduannya oleh masyarakat kami terima kalau tidak salah pada April atau Maret,” kata Yabo, sapaan akrab Kasi Pidsus Kejari Bima itu.  Atas laporan tersebut, pihaknya kemudian meminta Inspektorat Kabupaten Bima untuk melakukan investigasi.

“Kita garis bawahi, ini audit investigasi. Bukan audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN),” ucapnya.

Yabo menyampaikan demikian karena kasus yang melibatkan Kades Poja itu kini masih dalam tahap investigasi pihak Kejari Bima. “Dari hasil investigasi tersebut ditemukan hampir Rp900 juta,” terangnya.

Di tahap investigasi, jaksa belum melakukan pemeriksaan terhadap para pihak, termasuk terlapor Kades Poja (RD). “Mungkin dalam waktu dekat kami akan melakukan pemeriksaan,”  katanya.

Meskipun Kades tersebut tersangkut dalam kasus dugaan pembakaran Gedung Inspektorat Bima, dugaan penyalahgunaan yang diusut pihak Kejaksaan tetap berjalan.

Inspektur Kabupaten Bima, Drs. Agus Salim, M.Si, membenarkan hal itu. Ia mengatakan, audit investigasi terhadap pengelolaan ADD Desa Poja dilakukan atas permintaan Kejaksaan Negeri Bima.

“Hasil audit investigasi telah diserahkan ke Kejaksaan sebelum kantor Inspektorat Kabupaten Bima mengalami kebakaran,” ujarnya, Jumat (19/9/2025).

Meski begitu, Agus enggan menjelaskan lebih jauh soal hasil audit terhadap RD. “Silakan hubungi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Bima, Suryadin, juga menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap RD memang sudah dilakukan sebelumnya.

“Memang sudah dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat. Laporan hasil pemeriksaan itu sudah diserahkan ke Kejaksaan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya, Jumat (19/9/2025). Ia menambahkan, pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. “Mungkin bisa konfirmasi Humas Kejaksaan,” katanya.

Suryadin juga menegaskan sikap pemerintah daerah. “Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, sampai yang bersangkutan benar benar dinyatakan bersalah secara hukum, itu saja sih,” tutupnya.

Sementara itu, RD kini diamankan di Markas Komando (Mako) Polres Bima Kota. Kepala Satreskrim Polres Bima Kota, AKP Dwi Kurniawan, mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Alhamdulillah, sudah (diamankan). Cuma kita masih dalami pihak-pihak yang terkait. Nanti ya, kami dalami dulu peran masing-masing orang,” ujarnya.

Kasus kebakaran Gedung Inspektorat pada awal Agustus lalu sempat memicu spekulasi luas. Api melahap bagian lobi dan sejumlah ruangan hingga menyebabkan kerusakan besar.

Keterkaitan antara audit ADD dengan kebakaran kini menjadi sorotan publik. Dugaan keterlibatan RD, yang sedang bermasalah dengan pengelolaan dana desa, menambah dimensi baru dalam penyelidikan aparat kepolisian. (mit/hir)

Kasus Dugaan Korupsi Bansos DPRD Lombok Barat Masih Penyidikan

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram masih mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi dana pokok pikiran (pokir) DPRD Lombok Barat tahun anggaran 2024.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Mataram, Muhammad Harun Al Rasyid, Jumat (19/9/2025), menyebutkan, pengembangan perkara ini masih pada penguatan alat bukti sebagai persiapan gelar perkara. Gelar perkara itu untuk agenda penetapan tersangka.

“Yang jelas ini masih penyidikan, intinya penanganan terus berkembang,” kata Harun.

Dia mengatakan, di tahap penyidikan, penyidik masih membutuhkan kelengkapan alat bukti pidana. Salah satunya, meminta keterangan tambahan kepada sejumlah saksi.

Harun tidak mengungkap perihal saksi yang masuk dalam agenda pemeriksaan tambahan itu. Alasannya, dia belum mendapatkan data lengkap dari penyidik pada bidang pidana khusus.

“Nanti kami sampaikan, saya belum menerima data lengkapnya dari tim penyidik. Karena tim juga sedang mendata siapa yang akan diperiksa,” tuturnya.

Kasi Intel Kejari Mataram itu belum bisa membeberkan banyak hal ke publik. Dia menyatakan, perkembangan resmi penyidikan akan disampaikan Kepala Kejari Mataram.

“Tidak semua kami bisa ungkap ke media. Jangan sampai teknis penyidikan yang kami sampaikan bisa menguntungkan pihak lain nantinya. Yang jelas kami sampaikan penanganan kasus masih di tahap penyidikan. Informasi lengkapnya nanti Pak Kajari yang sampaikan,” tandasnya.

Kepala Kejari (Kajari) Mataram, Gde Made Pasek Swardhayana pada Senin (25/8/2025) mengatakan telah mendapat gambaran siapa saja tersangka dalam kasus ini.

Dia membeberkan, saat ini penyidik telah menemukan secara jelas unsur perbuatan melawan hukum. Serta adanya potensi kerugian keuangan negara dalam kasus ini.

Kejari Mataram juga telah melakukan ekspose bersama Inspektorat Provinsi NTB. Dari ekspose tersebut, potensi kerugian negara sudah terlihat jelas.

“Titik temunya adalah apakah masalah kerugian negaranya itu. Apakah selisih atau total loss,” tambahnya.

Saat ini Kejari Mataram hanya tinggal menunggu hasil resmi audit kerugian negara tersebut untuk menetapkan tersangka. “Dalam waktu dekat kita sudah tahu intinya,” tandasnya.

Dari informasi yang Suara NTB himpun, jaksa sejauh ini telah memeriksa sejumlah saksi dari Dinas Sosial dan DPRD Lombok Barat.

Dari pihak dewan, Kejaksaan telah memeriksa Ahmad Zainuri. Sementara itu, dia tidak merinci siapa saja yang telah diperiksa dari Dinsos Lobar. Yang jelas kata dia, jaksa telah memeriksa Kadinsos Lobar, Lalu Martajaya.

Pokir DPRD Lobar itu disebut terealisasi melalui Dinas Sosial dalam bentuk bantuan sosial. Pokir tersebut merupakan milik satu anggota dewan.

Selain mengusut kasus dugaan korupsi dana Pokir DPRD Lobar, Kejari Mataram juga tengah mengusut dugaan korupsi penyaluran Bansos dari dana Pokir DPRD Kota Mataram dengan nilai mencapai Rp6 miliar.

Permasalahan dana Pokir DPRD Kota Mataram tahun anggaran 2024 dalam bentuk Bansos ini berkaitan dengan penyaluran. Ada dugaan pemotongan jatah sehingga tiap penerima tidak mendapatkan Bansos sesuai perencanaan.

Dalam perencanaan, masing-masing anggota DPRD Kota Mataram menyalurkan Bansos yang bersumber dari dana pokir tersebut dalam bentuk uang tunai. Uang dibagikan kepada setiap kelompok dengan nominal anggaran Rp50 juta.

Penyaluran tidak langsung diberikan pihak DPRD, melainkan melalui Dinas Perdagangan Kota Mataram. Selain indikasi pemotongan jatah, dugaan penyelewengan berkaitan dengan dokumen pelaksana anggaran (DPA) DPRD Kota Mataram. Diduga pendaftaran nama para penerima tanpa adanya usulan atau pengajuan.

Saat ini penyidik tengah menunggu hasil audit dari BPKP untuk melakukan gelar dan menetapkan tersangka dalam kasus ini. (mit)

Peringati Maulid Nabi di MAN 1 Mataram, H. Zamroni Aziz : Ini Momentum untuk Memperkuat Kecintaan Kita Kepada Rasulullah

Mataram (globalfmlombok.com)-

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mataram memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan suasana khidmat di aula madrasah, Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi NTB, H. Zamroni Aziz, SH.I, MH.

Dalam sambutannya, Zamroni menegaskan bahwa Maulid Nabi tidak hanya sebatas acara seremonial tahunan, melainkan momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah. Ia pun mengajak siswa untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman hidup.

“Nabi Muhammad adalah figur teladan yang sempurna. Para siswa sebagai generasi muda harus menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Zamroni juga menambahkan bahwa nilai-nilai seperti santun dalam berkata, jujur dalam bertindak, sederhana dalam hidup, dan penuh kasih sayang adalah warisan yang harus terus dijaga.

Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter di madrasah, di mana kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan akhlak dan spiritualitas. “Kecerdasan tanpa akhlak akan menjadi bumerang. Sebaliknya, akhlak mulia yang ditopang ilmu pengetahuan akan melahirkan generasi Qur’ani yang mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Suasana acara semakin syahdu saat Kakanwil mengajak siswa-siswi melantunkan salawat bersama. Lantunan doa dan pujian kepada Nabi menggema di aula, menciptakan atmosfer religius yang penuh kebersamaan.

Plt. kepala MAN 1 Mataram, Sumber Hadi, S. Ag., M. Ag. menyampaikan apresiasi atas kehadiran H. Zamroni Aziz. Ia menilai kehadiran Kanwil Kemenag NTB tidak hanya memberikan semangat baru bagi para siswa, tetapi juga menjadi teladan nyata.

“Kehadiran Bapak Kakanwil menjadi motivasi luar biasa bagi siswa-siswi kami. Semoga pesan yang beliau sampaikan dapat tertanam kuat dalam diri generasi muda,” ungkapnya.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat. Kegiatan diisi dengan tausiyah, pembacaan salawat, dan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan pendidikan, dan keberkahan bagi seluruh umat.

“Semoga momentum ini dapat memantapkan siswa-siswi MAN 1 Mataram dalam menapaki jalan ilmu dan iman, serta menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara,” harapnya.(ris/r).

Pimpinan Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Atensi Program Revitalisasi 100 Sekolah di Lombok Tahun 2025

Praya (globalfmlombok.com)-

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan pada 2025 menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Program ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan diusulkan melalui dua jalur, yakni pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) serta aspirasi masyarakat yang difasilitasi anggota DPR RI.

“Untuk tahun 2025, total ada 100 sekolah di Pulau Lombok yang masuk dalam program revitalisasi, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK. Khusus di Lombok Tengah, sebanyak 40 sekolah kami perjuangkan melalui jalur aspirasi di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ujar Lalu Hadrian Irfani saat menyerahkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Lombok Tengah, Sabtu (20/9/2025).

Menurutnya, besaran anggaran yang dikucurkan bervariasi, mulai dari Rp500 juta hingga sekitar Rp2 miliar, tergantung kondisi fisik sekolah. “Banyak sekolah di Lombok Tengah yang kondisinya memprihatinkan. Ada bangunan yang kalau disundul (disentuh-red) sedikit saja bisa roboh. Situasi ini harus jadi perhatian serius pemerintah daerah,” katanya.

Politisi asal Daerah Pemilihan NTB II ini menekankan pentingnya pemda mengalokasikan anggaran pendidikan sesuai ketentuan mandatory spending sebesar 20 persen dari APBD. Artinya anggaran 20 persen Pendidikan itu tak hanya dari APBN, namun juga dari APBD.

“Jangan hanya fokus memperbaiki jalan atau irigasi. Investasi utama adalah dunia pendidikan,” ujarnya.

Seperti diketahui, revitalisasi satuan pendidikan 2025 merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang bertujuan memperbaiki sarana prasarana sekolah, memperkuat tata kelola, memberdayakan masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran. Program ini menggunakan skema swakelola, sehingga sekolah dan masyarakat turut terlibat langsung dalam pengelolaan anggaran maupun pembangunan.

“Revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendorong kualitas pendidikan yang lebih merata,” ujar Lalu Hadrian.(ris)

Telkomsel Gelar IndonesiaNEXT Summit 2025, Pertajam Talenta Muda dalam Pemanfaatan Teknologi AI

Jakarta (globalfmlombok.com) —

Telkomsel resmi menutup rangkaian program IndonesiaNEXT ke-9 melalui gelaran IndonesiaNEXT Summit 2025 di Jakarta, Rabu (18/9). Mengusung tema AI Sharpening Youths, agenda puncak dari program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan Telkomsel ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI).

Sejak dimulai pada Desember 2024, IndonesiaNEXT ke-9 telah menjaring 9.692 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program ini dirancang sebagai platform pengembangan talenta digital dengan kurikulum berbasis tren industri, mencakup AI, komunikasi digital, pitching inovasi, kepemimpinan, hingga desain layanan. Seluruh rangkaian kegiatan sejalan dengan misi Asta Cita Pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sebanyak 24 finalis terbaik yang terbagi dalam delapan tim mengikuti pembekalan intensif Digitalent Academy pada 15–17 September 2025. Mereka mendapatkan pelatihan dari para pakar industri dengan topik seperti The Future of AI, Communication & Networking, Leadership for Team Building, hingga Service Design.

Dalam IndonesiaNEXT Summit 2025, para finalis mempresentasikan proyek inovasi digital mereka dalam sesi Group Pitching untuk memperebutkan gelar The Best MVP. Sementara itu, sembilan peserta terbaik dari kategori Hipster, Hustler, dan Hacker berkompetisi dalam Digital Talent Challenge untuk meraih predikat The Best Talents.

“Melalui IndonesiaNEXT ke-9, Telkomsel berupaya memastikan generasi muda Indonesia menjadi pelaku aktif dalam transformasi digital. Kami percaya, dengan dukungan yang tepat, talenta digital kita mampu mengakselerasi pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” ujar VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi.

Telkomsel menetapkan Jason Emmanuel (BINUS University) sebagai Best Hacker, Khoiru Rizki B.A. (Universitas Negeri Surabaya) sebagai Best Hipster, dan Atha Marcela (BINUS University) sebagai Best Hustler. Adapun inovasi PennyWise terpilih sebagai The Best MVP. Aplikasi keuangan pintar ini digagas oleh Muhammad Abir N. (Institut Teknologi Bandung), Azzalia Salsabila (Universitas Gadjah Mada), dan Jason Emmanuel (BINUS University), dengan fitur unggulan seperti input one-tap, scan otomatis, chatbot AI, serta rekomendasi penghematan personal.

“IndonesiaNEXT menjadi pengalaman berharga bagi kami. AI membantu kami dalam forecasting saldo, membaca struk, hingga mengembangkan chatbot finansial 24 jam. Bagi kami, AI adalah mitra produktivitas yang memberi dampak nyata,” ujar Jason Emmanuel.

Sejak pertama kali digelar pada 2016, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96.000 peserta dari 807 universitas di 38 provinsi, menghasilkan 256 alumni terbaik dan menerbitkan lebih dari 7.700 sertifikat kompetensi digital.

Najamuddin Resmi Jabat Kepala Kemenag Dompu, Perkuat Moderasi Beragama dan Layanan Publik

Mataram (globalfmlombok.com)—

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zamroni Aziz, M.H., secara resmi melantik H. Najamuddin, M.Pd., sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Dompu. Pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kanwil Kemenag NTB, Jumat (19/9/2025), dihadiri jajaran pejabat administrator dan ketua tim kerja.

Pengangkatan ini menandai babak baru dalam penguatan pelayanan keagamaan dan pendidikan di wilayah Dompu. Dengan pengalaman panjang sebagai Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Kasi Pakis) Kemenag Kota Bima, Najamuddin dinilai memiliki kapasitas strategis untuk memimpin transformasi layanan publik di lingkungan Kemenag Dompu.

“Perubahan kepemimpinan adalah bagian dari dinamika organisasi untuk menyegarkan kinerja dan meningkatkan efektivitas pelayanan,” ujar Zamroni dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Kemenag dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjalankan tugas kementerian.

Najamuddin menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan pengabdian dan memperkuat program moderasi beragama, peningkatan mutu pendidikan keagamaan, serta profesionalisasi layanan publik. Ia juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Dompu.

Dengan pelantikan ini, Kemenag Dompu diharapkan mampu menjawab tantangan zaman melalui pendekatan yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan. Kepemimpinan baru diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas birokrasi keagamaan di tingkat kabupaten.(ris/r)

KK-NTB 2025: Sinergi dan Kolaborasi untuk Mendorong UMKM NTB Mendunia

Mataram (globalfmlombok.com) —

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat peran sektor ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2025. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 September 2025, ini mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Mewujudkan UMKM NTB Berdaya dan Siap Mendunia” dan melibatkan 101 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai sektor unggulan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menyampaikan bahwa KK-NTB menjadi wadah strategis untuk mendorong UMKM naik kelas, baik dari sisi akses pasar maupun pembiayaan. “Framework pengembangan UMKM Bank Indonesia didasari pada tiga pilar, yaitu korporatisasi, kapasitas, dan pembiayaan,” ujarnya dalam pembukaan acara di Mataram, Jumat (19/9).

Sektor wastra dan kriya menjadi sorotan utama dalam gelaran ini. Menenun telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat NTB, baik di Pulau Lombok maupun Sumbawa. Selain itu, kerajinan mutiara, kulit kerang, ketak, dan gerabah turut dipamerkan sebagai produk unggulan daerah.

Untuk mendukung pembiayaan UMKM, Bank Indonesia menggandeng 24 bank di bawah Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB dalam kegiatan business matching lounge. Penurunan BI-Rate menjadi 4,75 persen juga diharapkan dapat memperluas akses kredit dan pembiayaan ke sektor prioritas, termasuk UMKM.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal dalam sambutannya menekankan pentingnya ekonomi kreatif sebagai pilar masa depan pembangunan daerah. “Saat ini, perekonomian mulai bergeser dari dominasi korporasi menuju basis individu, di mana talenta dan kreativitas menjadi penggeraknya,” ujarnya.

Selain bazaar UMKM, KK-NTB juga menghadirkan rangkaian kegiatan seperti fashion show, talkshow, edukasi dan literasi keuangan, perlombaan, serta pertunjukan seni. Sebagian omzet dari kegiatan ini akan disalurkan untuk pengembangan wakaf produktif sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bank Indonesia juga memperluas digitalisasi pembayaran melalui QRIS, termasuk fitur terbaru QRIS Tap yang mempermudah transaksi nontunai. Kolaborasi dengan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) baik bank maupun nonbank menjadi bagian dari strategi akselerasi ekonomi digital di NTB.

Acara pembukaan KK-NTB 2025 turut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi NTB, para kepala daerah, pimpinan instansi vertikal, akademisi, perwakilan pesantren binaan, serta mitra perbankan dan media. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem UMKM NTB menuju pasar global.(ris/r)

Elpiji Langka, Gubernur NTB Larang ASN Gunakan Gas Melon

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal melarang tegas Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov NTB menggunakan gas subsidi 3 kilogram (Kg) atau gas melon. Menurutnya, penggunaan gas subsidi diperuntukkan hanya untuk masyarakat kurang mampu (miskin).

“ASN itu tidak termasuk desil satu dan dua. Bukan termasuk orang yang menggunakan gas elpiji 3 Kg. Di Pendopo tidak masuk (penggunaan elpiji 3 Kg, red),” ujarnya, Jumat, 19 September 2025.

Dia menegaskan, ASN jangan sampai bersaing dengan masyarakat kurang mampu. Elpiji 3 Kg, lanjutnya sudah ada peruntukannya. Dia meminta, seluruh ASN untuk sadar, jangan sampai mengambil hak yang bukan miliknya.

Begitu pun dengan pengguna di luar kategori. Seperti untuk kebutuhan nelayan dan pertanian. Menurutnya, masih banyak distribusi gas elpiji salah sasaran. Banyak digunakan untuk kebutuhan usaha. Tidak hanya persoalan distribusi gas elpiji, lanjutnya, ia menilai pangkalan data di NTB juga cukup buruk.

“Data kita memang buruk. Database mengenai siapa yang menggunakan gas elpiji sangat lemah. Tapi persoalan ini tidak hanya di NTB di level nasional angka itu  juga lemah. Itu yang harus kita perbaiki,” jelas Gubernur.

Kelangkaan elpiji yang dikeluhkan masyarakat bukan karena ketersediaan pasokan, melainkan masalah distribusi. Untuk itu, ia memastikan pasokan tambahan sudah dikoordinasikan bersama Pertamina pusat maupun daerah.

“Begitu ada kelangkaan gas, saya langsung berkomunikasi dengan Pertamina. Intinya, tidak ada kelangkaan, ini hanya masalah distribusi. Sudah dipastikan antara hari ini sampai Minggu pasokan masuk, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Mantan Duta Besar RI untuk Turki itu mengaku telah meminta penambahan distribusi (extra dropping) hingga 150 ribu tabung untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat. Hal itu juga dilakukan pada saat kelangkaan gas di Pulau Sumbawa beberapa waktu lalu.

“Yang penting sekarang para Bupati bersama Polres di masing-masing kabupaten/kota melakukan traking ke agen memastikan bahwa tidak ada yang menimbun dan menjual diatas harga yang ditentukan,” lanjutnya. (era)

Dugaan Siswa Keracunan Konsumsi MBG, Dinkes NTB Lakukan Investigasi, BPOM Uji Mikrobiologi

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB tengah melakukan investigasi terkait dugaan siswa di Empang, Kabupaten Sumbawa keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (16/9/2025) lalu. Sementara Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) Mataram, sedang melakukan uji mikrobiologi untuk memastikan penyebab siswa mengalami gejala keracunan.

Kepala Dinkes NTB, dr.H.Lalu Hamzi Fikri pada Jumat (19/9/2025) mengatakan, saat ini pihaknya tengah menginvestigasi temuan kasus dugaan keracunan MBG di Sumbawa. “Kita dalam proses investigasi baik itu di Puskesmas dengan ahli gizi dan juga (di) sekolah kita sudah lakukan wawancara kepada siswa,” katanya.

Dari hasil investigasi sementara, ada indikasi gejala muntah. Mual setelah mengonsumsi paket MBG. Pihaknya kemudian membawa sampel makanan yang dikonsumsi siswa untuk pengujian di laboratorium. “Kita masih menunggu konfirmasi hasil laboratoriumnya,” jelasnya.

Ia juga melaporkan, bahwa puluhan siswa yang dirawat di Puskesmas setempat sudah sehat dan sudah bisa pulang ke rumah masing-masing. “Biaya perawatan semua siswa sepenuhnya ditanggung oleh pemilik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi),” ungkapnya.

Perkuat Langkah Antisipasi Hindari Keracunan Menu MBG

Hamzi menegaskan bahwa ke depan, pihak terkait mesti memperkuat langkah antisipatif demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.  Peran Satgas MBG tingkat provinsi juga mesti memperkuat koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinkes, dan juga BPOM.

“Pengawasan itu juga tetap kita harus perkuat di sisi higiene dan sinitasi kemudian rantai distribusi juga kita perkuat dan juga standar penyimpanan juga perlu dilihat, terutama di seluruh dapur MBG,” jelasnya.

Hamzi juga meminta Satgas MBG untuk memastikan agar distribusi makanan tidak melebihi jeda waktu aman konsumsi yakni maksimal dua jam. Kemudian, pengaturan jadwal supervisi oleh tim ahli gizi dan pengawas lapangan perlu dilakukan. Pemda Sumbawa, lanjut Hamzi juga punya peran pada aspek pendampingan kepada korban.

Lalu, evaluasi terhadap SOP, terutama pada aspek distribusi MBG ke wilayah sasaran di Pulau Sumbawa. “Kemudian ada juga penguatan dari sisi Pemda Sumbawa di sisi percepatan hasil uji lab-nya,’’ jelasnya.

Hamzi juga mengatensi perlunya langkah mitigasi, khususnya dari menu MBG. Menurutnya, langkah tersebut untuk memastikan menu yang tersaji layak santap.

BPOM Mataram Lakukan Uji Mikrobiologi

Sementara itu, ditemukan sejumlah kasus keracunan menu MBG di NTB, pihak BPOM Mataram tidak tinggal diam. Beberapa kasus diduga terjadi seperti  di Lombok Barat dan di Kabupaten Sumbawa.

Demikian disampaikan Kepala BPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan yang dikonfirmasi, Jumat (19/9). Katanya, di Lobar, ditemukan sebanyak 17 siswa diduga keracunan MBG. Di Sumbawa, 130 siswa di Kecamatan Empang  diduga mengalami keracunan dengan gejala mual, muntah, dan diare. Keracunan itu diduga akibat menu MBG yang tercemar bakteri Escherichia Coli (E. Coli).

Yosef Dwi Irwan mengatakan, akan melakukan uji mikrobiologi terhadap sampel makanan program MBG menyusul sejumlah kasus dugaan keracunan yang terjadi di Lombok dan Sumbawa.

“Kami dari BPOM Mataran akan melakukan pengujian terkait parameter ataupun mikrobiolog. Sampel yang selama ini dari Lombok Barat, Sumbawa sudah masuk. Nanti kami melakukan pengujian untuk memastikan terkait apa penyebab keracunan,” ujarnya, Jumat, 19 September 2025.

Menurutnya, hasil uji laboratorium selama ini sering mengindikasikan adanya cemaran Bakteri E.coli, yang menunjukkan adanya masalah pada aspek higienitas dan sanitasi. Namun penyebab keracunan dinilai kompleks, bisa berasal dari proses pemasakan di Sentra Penyediaan Pangan Gotong Royong (SPPG) maupun di sekolah, hingga perilaku siswa yang langsung mengonsumsi makanan tanpa cuci tangan.

“Tapi ada dua hal yang perlu kita lihat, bahwa proses pemasakan di SPPG nya ataukah di sekolahnya sendiri. Berdasarkan penelusuran di sekolah nya kemarin, anak anak ini saat mereka menu MBG itu mereka langsung mengkonsumsi tanpa cuci tangan dulu,” katanya.

BPOM Soroti Sanitasi di SPPG

BPOM juga menyoroti sanitasi di SPPG, termasuk proses distribusi makanan yang idealnya harus segera dikonsumsi maksimal lima jam setelah dimasak. Proses pengolahan dalam jumlah besar juga menuntut standar kebersihan yang ketat, seperti penggunaan sarung tangan, masker, penutup kepala, dan kewajiban mencuci tangan bagi petugas.

Selain faktor makanan, kebiasaan siswa yang mengonsumsi air keran tanpa dimasak juga menjadi perhatian. Menurut Yosef, perlu adanya edukasi kepada siswa agar tidak mengkonsumsi air keran sembarangan.

 “Terkait pentingnya cuci tangan sebelum makan menggunakan sabun. Ada di sekolah yang cuci tangan tetap tidak ada sabunnya. Itukan sama saja,” katanya.

Dia menegaskan, pengujian mikrobiologi memerlukan waktu lebih lama dibanding uji kimia karena harus melalui proses inkubasi dan verifikasi ulang. Hasil akhir akan disampaikan ke Dinas Kesehatan sebagai pihak yang berwenang menangani kasus ini.

“Kalau kasus di Sumbawa, kurang lebih kalau kita uji lengkap yang lama itu uji mikrobiologi. Karena kalau uji kimia seperti pH, nitrit dan sianida itu tidak lama karena penggunaan rapid. Yang lama itu mikrobiologi karena harus diinkubasikan. Bisa empat sampai lima hari. Biasanya hasil ujinya kita sampaikan ke Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (sib/era)

Istri Brigadir Esco Jadi Tersangka Dugaan Pembunuhan

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat (Lobar) telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir Esco Faska Rely. Tersangka tersebut merupakan istri dari Brigadir Esco sendiri.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid saat dikonfirmasi Suara NTB Jumat (19/9/2025), mengatakan penetapan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang telah dilakukan pihak kepolisian.

“Ya, hasil gelar perkara penyidik menetapkan istri Brigadir Esco berinisial R menjadi tersangka,” kata Kholid.

Kholid tidak merinci apakah istri Brigadir Esco tersebut langsung ditahan pihak kepolisian setelah ditetapkan sebagai tersangka. Dia juga tidak merinci pasal apa yang disangkakan kepada R.

Polisi Periksa Keluarga

Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat pada Senin (15/9/2025) telah memeriksa dua orang saksi dari keluarga korban almarhum Brigadir Esco. Diduga, penyidik memeriksa keduanya hingga tengah malam.

Fakta tersebut terungkap melalui pernyataan kuasa hukum orang tua almarhum Brigadir Esco, Dr. Lalu Anton Hariawan. Anton, pada Selasa (16/9/2025) mengaku mendapatkan informasi terkait pemeriksaan itu langsung dari penyidik kepolisian.

“Ada pemeriksaan beberapa saksi yang dimintai keterangan sampai tengah malam,” bebernya.

Salah satu saksi kata dia berinisial R dan kedua saksi merupakan keluarga Brigadir Esco sendiri.

Anton enggan membeberkan apakah ekstrak handphone milik korban telah dikantongi polisi.

“Terkait bukti petunjuk, ada beberapa hal yang tidak berani kami buka. Itu rahasia penyidikan,” tegasnya.

Kronologi Penemuan Mayat Brigadir Esco

Sebelumnya, jenazah Brigadir Esco ditemukan di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) di bawah perbukitan daerah setempat, pada Minggu (24/8/2025) siang.

Jenazah korban membengkak dan mulai membusuk mengeluarkan bau tak sedap, sehingga dikerubungi lalat. Bagian lehernya terikat tali.

Informasi penemuan pertama kali dilaporkan oleh Kepala Dusun Nyiur Lembang. Dari keterangan saksi bernama Amaq Siun (50), warga setempat, penemuan jenazah berawal saat ia mencari ayamnya yang hilang di bukit belakang rumah.

Saat pencarian, sekitar pukul 11.30 Wita, saksi menemukan sosok pria dalam posisi terlentang di bawah pohon. Kondisi korban sudah tidak bernyawa, dengan leher terikat tali, wajah rusak, serta tubuh membengkak.

Belakangan terungkap, Brigadir Esco merupakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Sekotong, Lombok Barat. Hal itu diperkuat dengan sejumlah barang bukti berupa pakaian, ponsel, jam tangan, dan kunci sepeda motor yang ditemukan di saku celana korban. (mit)