Beranda blog Halaman 316

Akui Menyesal, Kades Poja Sampaikan Permohonan Maaf

Kota Bima (globalfmlombok.com) – Kepala Desa (Kades) Poja, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, RD, menyampaikan penyesalan mendalam sekaligus permohonan maaf atas dugaan tindakannya membakar Kantor Inspektorat yang terjadi pada 7 Agustus 2025 lalu.

RD mengaku, aksi itu lahir dari rasa kecewa terhadap proses audit dana desa tahun anggaran 2022 dan 2023. Ia menilai ada sejumlah pekerjaan yang luput dari pemeriksaan, sehingga memunculkan temuan cukup besar terhadap pengelolaan dana desa di desanya.

“Saya kesal karena Inspektorat tidak melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pekerjaan, sehingga timbul temuan yang besar. Dari situlah saya terpancing emosi dan melakukan tindakan itu,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).

Meski pihak penyidik telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, Kades dua periode itu menegaskan tidak ada pihak lain yang terlibat. Ia mengaku sepenuhnya bertanggung jawab atas insiden kebakaran yang meluluhlantakkan kantor pengawas internal Pemkab Bima tersebut.

“Saya sendiri yang merencanakan dan melakukan aksi itu, tidak ada orang lain yang terlibat,” tegasnya.

RD menyadari perbuatannya telah menimbulkan kerugian besar, tidak hanya bagi institusi Inspektorat, tetapi juga citra pemerintahan desa. Karena itu, ia berharap permohonan maafnya bisa diterima, meskipun proses hukum tetap berjalan.

“Saya sangat menyesal dan meminta maaf kepada masyarakat, pemerintah daerah, dan khususnya jajaran Inspektorat atas apa yang sudah terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, penyidik Polres Bima Kota telah menetapkan RD bersama kedua rekannya DP dan SH sebagai tersangka. RD dan DP dijerat Pasal 187 ke-1 KUHP tentang dugaan kesengajaan menimbulkan kebakaran. Sedangkan SH dikenakan Pasal 187 ke-1 jo Pasal 55 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kasus ini menyita perhatian publik, mengingat peristiwa dugaan pembakaran kantor pemerintah jarang terjadi di Bima. Peristiwa itu juga memunculkan diskursus soal relasi antara pemerintah desa dengan lembaga pengawas, khususnya terkait mekanisme audit pengelolaan dana desa.

Meski RD telah menyampaikan penyesalan, aparat penegak hukum memastikan proses perkara tetap dilanjutkan. Kepolisian menegaskan tindakan main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

Kini, selain menghadapi ancaman hukuman pidana, RD juga harus menanggung konsekuensi sosial dan moral. (hir)

Menteri PUPR Tinjau Bendungan Tanju, Dalami Penyebab Belum Dimanfaatkan untuk Irigasi

Dompu (globalfmlombok.com) – Daerah Irigasi (DI) Rababaka Kompleks yang dibangun pemerintah di Kabupaten Dompu dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 30 Juli 2018 hingga saat ini belum berfungsi. Proyek yang menghabiskan anggaran sekitar Rp1 triliun ini, dirancang akan memperluas pengairan sawah irigasi hingga 2.250 ha.

Belum beroperasinya DI Rababaka Kompleks untuk perluasan pengairan sawah irigasi seperti direncanakan, membuat mega proyek ini mendapat sorotan. Terlebih target pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, memperkuat ketahanan pangan dengan komoditi pertanian.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo secara khusus meninjau langsung Bendungan Tanju di Kecamatan Manggelewa, Minggu, 21 September 2025 siang. Kahadirannya, bahkan luput dari perhatian pejabat pemerintah daerah Kabupaten Dompu. Ia langsung meninjau saluran di Desa Tanju Kecamatan Manggelewa dan melakukan dialog bersama kepala desa setempat serta Masyarakat petaninya.

Usai meninjau saluran irigasi, Mentri yang didampingi Sekretaris Jenderal Kementrian PU RI juga berkesempatan meninjau langsung Bendungan Tanju. Bendungan yang memiliki luas genangan 325,2 Ha dengan kapasitas air hingga 17,86 juta meter kubik yang dibangun sejak 2015.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dompu, Aris Ansary, ST, MT yang dikonfirmasi mengakui kehadiran Mentri PU untuk meninjau bendungan Tanju. Tapi kehadiran Mentri tersebut tidak ingin melibatkan jajaran pemerintah daerah. “Beliau hadir tidak ingin melibatkan pemerintah daerah, sehingga kehadirannya tidak banyak diketahui pejabat daerah,” kata Aris.

Kepala Desa Tanju Kecamatan Manggelewa, Buyung sempat berdialog dan mendampingi Mentri PU saat meninjau saluran irigasi bendungan Tanju. Dikatakannya, kehadiran Mentri untuk mengecek langsung penyebab bendungan Tanju belum dioperasionalkan hingga saat ini. “Pak Mentri hadir ingin mendengar dan melihat langsung bendungan yang diresmikan sejak 2018, tapi belum bisa difungsikan sampai sekarang,” katanya.

Buyung mengatakan, Mentri PU berjanji akan kembali turun ke Bendungan Tanju bersama Gubernur dan Bupati beserta tim ahli yang akan menelusuri penyebabnya secara teknis. Langkah itu dilakukan agar bendungan yang menghabiskan anggaran besar dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat ini bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Mentri PU juga menyoroti sedimen pada saluran dan bendungan. Hal ini juga menjadi perhatian Mentri PU, sehingga akan dibahas lebih lanjut bersama Gubernur dan Bupati. Namun ia mengingatkan kepada warga agar tidak melakukan perambahan hutan di sekitar area saluran yang menyebabkan sedimen memenuhi bendungan maupun saluran. “Tadi pak Mentri juga menyoroti masalah sedimen pada saluran irigasi,” kata Buyung.

Bendungan Tanju merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Rababaka Kompleks. DI ini dirancang untuk mengalihkan air yang berlebih saat musim hujan dari Sungai Baka di Kecamatan Woja ke Bendungan Tanju di Desa Tanju Kecamatan Manggelewa dan ke Bendungan Mila Kecamatan Woja.

Bendungan Tanju yang dibangun di Sungai Tanju dengan merelokasi pemukiman warga setempat memiliki potensi lahan untuk dijadikan sawah irigasi, tapi kekurangan air. Sehingga dibangun bendung pengalih dan saluran interbasin dengan 2 terowongan. Yaitu terowongan Mila sepanjang 662,7 meter dan terowongan Tanju sepanjang 1.696,69 meter.

Bendungan Mila berfungsi sebagai penyuplai air untuk bendung Rababaka di Desa Rababaka Kecamatan Woja saat kekurangan air pada musim kemarau. Bendungan Mila memiliki daya tampung hingga 6,57 juta meter kubik dengan genangan 84,52 ha. Dari bendung Rababaka akan mengairi sawah irigasi seluas 1.689 ha. Sementara Bendungan Tanju akan mengairi sawah irigasi yang ada di Kecamatan Manggelewa hingga Kecamatan Kempo dengan potensi sawah seluas 2.250 ha.

Pada Bendungan Tanju, juga dirancang bisa menyuplai air bersih dengan kapasitas 50 liter per detik. Sementara bendungan Mila memiliki kapasitas air bersih hingga 100 liter per detik untuk kebutuhan Masyarakat. (ula)

Usulkan Perpanjangan hingga 31 Oktober, 3.341 Non ASN Database Lobar Masih Diaudit Inspektorat

0

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) mengusulkan perpanjangan pengusulan PPPK Paruh Waktu ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) hingga tanggal 31 Oktober. Namun Bupati H Lalu Ahmad Zaini meminta proses verifikasi dan validasi (verivali) dan audit data non ASN yang mau diusulkan tuntas pekan ini.

“Usulan perpanjangan (pengajuan PPPK paruh waktu) sampai 31 Oktober, tapi Pak Bupati minta tuntas Minggu ini,” kata Kepala BKD dan PSDM Lobar Jamaludin, akhir pekan kemarin.

Dikatakan, data yang dituntaskan terkait verifikasi dan validasi serta audit Inspektorat. Di mana Inspektorat mengaudit OPD terkait nonASN yang masuk database BKN. Jumlah nonASN yang masuk database BKN mencapai 3.431 orang.

Mereka, masuk database BKN hasil pendataan tahun 2022. “3.431 ini masih proses (audit) di Inspektorat,” kata dia.

Syarat masuk pendataan ketika itu, sesuai aturan minimal satu tahun masa kerjanya per 31 Desember 2021. Sedangkan yang tidak masuk database mencapai 1.632 orang. Mereka ini kemungkinan besar tidak bisa diakomodir, karena tidak masuk database. “Yang 1.632 ini tidak memenuhi syarat masuk database berdasarkan aturan,” tegasnya.

Jamal merincikan, dari 5.063 non-ASN, masing-masing 3.431 orang masuk database dan 1.632 orang tidak masuk database. Mereka ada yang diangkat sendiri oleh OPD tanpa koordinasi dengan BKD, sehingga sumber penggajiannya pun tidak jelas darimana. “OPD ini mengangkat -angkat sendiri, Kita sudah larang,” ungkapnya.

Pihak Pemkab dalam hal ini Sekda Lobar, Inspektorat telah melayangkan surat larangan mengangkat honorer.

Hal ini menindaklanjuti instruksi pusat, tahun 2022 juga ada larangan dari pusat bagi daerah untuk mengangkat tenaga honorer. “OPD tidak boleh mengangkat, mengganti, kami kaget ternyata banyak sekali (masih diangkat),yang tidak masuk database,” tegasnya.

Diakui yang terjadi, justru masih saja terjadi pengangkatan. Mereka pun diangkat menggunakan SK kepala OPD, bukan SK Bupati. Dan hal ini yang tidak boleh dilakukan. (her)

Petani di Lotim Merugi Puluhan Juta Setelah Sawah Tergerus Banjir

Selong (globalfmlombok.com) – Sawah-sawah petani di Desa Mamben Lauq dan Tembeng Putik, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur (Lotim), rusak parah dan tidak bisa ditanami kembali setelah diterjang banjir bandang pada Kamis, 18 September 2025 lalu. Kerugian material yang diderita petani diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasakan pantauan Suara NTB di lapangan, hamparan sawah yang sebelumnya hijau kini berubah menjadi panorama mirip aliran sungai. Tanaman padi dan palawija tertimbun material pasir, batuan, dan sampah yang terbawa arus.

Selama tiga hari terakhir, para petani berusaha membersihkan sisa-sisa timbunan tersebut, meski menyadari pemulihan lahan membutuhkan biaya dan usaha yang sangat besar.

Salah seorang korban, Musliati, petani dari Desa Tembeng Putik, mengungkapkan kesedihannya. Tanaman tomat dan padi yang baru ditanamnya hanyut diterjang banjir. Ia memperkirakan kerugiannya mencapai Rp 50 juta. “Bukan keuntungan yang kita bisa panen, tapi kerugian,” keluhnya dengan pilu.

Musliati berharap pemerintah turun tangan membantu perbaikan lahan. Menurutnya, mustahil bagi petani untuk mengembalikan kondisi sawah seperti semula secara mandiri.

Hal senada disampaikan Sahyun alias Inaq Hariani. Ia menyaksikan dengan sedih lahan seluas 40 arennya yang rusak berat, termasuk tanaman tomat yang hampir panen. Untuk memulihkan lahannya, Inaq Hariani memperkirakan membutuhkan dana setidaknya Rp 25 juta.

“Kami menaruh harapan besar kepada pemerintah agar bisa membantu meringankan beban kami, para petani yang kena musibah ini,” pintanya.

Tidak hanya lahan pertanian, infrastruktur pendukung juga turut menjadi korban. Jalan usaha tani dan tembok penahan yang memisahkan jalan dengan sawah terputus sepanjang lebih dari 50 meter dan berubah menjadi aliran sungai baru. Pipa air milik PDAM juga terlihat rusak dan menumpuk bersama sampah di pinggiran sungai.

Warga setempat menduga penyebab utama banjir adalah perubahan alur Sungai Tanggek yang melintasi tiga kecamatan, termasuk Aikmel, Wanasaba, dan Pringgabaya. Paharudin, seorang petani lainnya, menjelaskan sungai telah mengalami pergeseran. Ia meyakini normalisasi sungai menjadi kunci untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.

Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Lalu Mulyadi, sebelumnya menyatakan bahwa banjir bandang ini dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi. Data sementara BPBD mencatat puluhan hektare lahan sawah di Tembeng Putik dan Mamben Lauq terdampak.

Hingga saat ini, para petani masih diliputi kecemasan akan datangnya banjir bandang susulan, terlebih musim hujan yang sebenarnya belum tiba. Mereka berharap bencana besar seperti ini tidak terulang lagi dan pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk pemulihan dan pencegahan.

Sementara, aliran pipa milik PDAM yang terlihat hanyut sampai sekarang terlihat belum ada yang tersambung. Direktur Teknis PDAM, Dedy Daeng Lale saat dikonfirmasi terpisah mengatakan pihaknya butuh waktu untuk menyambung kembali pipa yang hanyut. Akibat musibah ini, ratusan kepala keluarga di wilayah Kecamatan Wanasaba, Pringgabaya dan Labuhan Haji sampai saat ini belum bisa mendapatkan air bersih dari PDAM. (rus)

Dua Sepeda Motor Tabrakan di Loteng, Tiga Meninggal Dunia, Satu Luka Parah

Praya (globalfmlombok.com) – Insiden kecalakaan maut mengakibatkan tiga pemuda meninggal dunia terjadi di jalan raya Dusun Mangkung Desa Teruwai Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng), Minggu, 21 September 2025 siang. Satu korban dinyatakan selamat, namun harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Mandalika Desa Sengkol. Aparat kepolisian pun sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menggelar penyelidikan guna mengungkap penyebab kecelakaan maut tersebut.

“Kita sudah turun melakukan olah TKP  begitu mendapat laporan kasus kecelakaan tersebut,” kata Kasat Lantas AKP Puteh Rinaldi, S.I.K., M.Sc., di Praya, Minggu sore.

Dari hasil olah TKP dan keterangan warga sekitar kejadian, kecelakaan maut itu melibatkan dua sepeda motor dengan empat orang korban. Yakni sepeda motor Yamaha N-Max Nopol DR 2971 UE yang dikendarai Abdul Kadir Nuralam (22) asal Desa Bangket Parak serta Sumaharja (22) warga Desa Teruwai. Dan, Honda Vario Nopol DR 5570 UR yang dikendarai Nurman (30) bersama Suparlan (25) keduanya warga Desa Landah, Praya Timur.

Kecelakaan lalu lintas tersebut bermula saat sepeda motor Yamaha N-Max yang dikendarai oleh Abdul Kadir Nuralam bersama Sumaharja melaju dari arah timur hendak menuju barat. Memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi, setibanya di lokasi kejadian Abdul Kadir diduga mengambil haluan terlalu kanan saat sepeda motor yang dikendarai oleh Nurman datang dari arah berlawanan.

Akibatnya, tabrakan pun tidak bisa dihindari. Benturan keras yang melibatkan dua sepeda motor tersebut membuat keempat korban terpental. Warga sekitar yang mengetahui kecelakaan itu kemudian berhamburan mendatangi lokasi kejadian. Tanpa menunggu lama, warga langsung membawa keempat ke Rumah Sakit Mandalika.

Namun naas karena menderita luka parah, nyawa tiga korban masing-masing Abdul Kadir Nuralam, Sumaharja dan Nurman tak tertolong. Sedangkan Suparlan masih menjalani perawatan medis secara intensif di rumah sakit tersebut. “Penyebab kecelakaan masih kita selidiki. Adapun barang bukti dua sepeda motor para korban saat ini sudah diamankan di Mapolres Loteng,” sebutnya.

Pihaknya berharap kasus kecelakaan tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar senantiasa mematuhi aturan berlalu lintas saat berkendaraan. Dengan menggunakan helm serta mematuhi rambu lalu lintas dan tidak memacu kendaraan melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Itu semua demi keselamatan bersama di jalan raya.

“Bagi keluarga korban kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam. Dan, berharap kejadian ini bisa jadi pembelajaran bagi semua kita. Untuk tetap patuh ada aturan berlalu lintas. Demi keselamatan kita bersama,” ujar pria asal Aceh ini. (kir)

PT AMNT Susun FS Perluas Eksploitasi ke Kawasan Blok Elang

0

Mataram (globalfmlombok.com) – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menambah lokasi baru untuk melakukan eksploitasi cadangan mineral tembaga dan emas. Tambahan lokasi itu memungkinkan perusahaan tersebut menambah masa eksploitasi, lebih dari tahun 2030.

Meski demikian, proses perluasan ini masih cukup panjang. Sebagian wilayah yang masuk rencana pengembangan berada di kawasan hutan lindung sehingga memerlukan penyesuaian dengan Kementerian terkait.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Samsudin menyatakan, saat ini PT AMNT tengah menyusun Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan untuk penambangan di lokasi tersebut.

“Saat ini mereka lagi menyusun FS nya. In line dengan penyusunan Amdalnya, untuk kawasan yang diperlukan lokasi tambang,” ujarnya, akhir pekan kemarin.

Penyusunan ini akan memperhatikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) karena lokasi baru berada di kawasan hutan lindung. Yaitu di Blok Elang, Kabupaten Sumbawa, sekitar 60 km di sebelah timur Tambang Batu Hijau.

Proses penyusunan Amdal, PT AMNT berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kehutanan. Perusahaan itu juga rutin berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB.

“Saat ini prosesnya berjalan terus, saat ini proses diskusi komunikasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas LHK. Diskusi untuk segera memberikan bagaimanaa langkah-langkah ke depannya,” katanya.

Blok Elang yang akan menjadi lokasi eksploitasi baru PT AMNT itu, lanjut Samsudin sesuai dengan kotak karya operasional PT AMNT. Di sana, PT Amman akan membangun conveyor. Yaitu berupa sabuk atau ban berjalan, yang dirancang khusus untuk memindahkan material seperti bijih, batu bara, dan mineral dari satu lokasi ke lokasi lain dalam operasi penambangan secara efisien dan aman.

“Tapi nanti akan dibangun konpreyor untuk pengembangannya, tapi masih jauh prosesnya. Ada sebagian hutan lindung, tapi itu akan dilakukan penyesuaian dengan Kementerian,” jelas mantan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas LHK NTB itu. (era)

Perbaiki Tiga Ruas Jalan di NTB

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membangun tiga ruas jalan di NTB. Tiga ruas jalan itu masuk dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi atau Inpres Jalan Daerah (IJD).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir.Sadimin menyatakan, jalan yang akan diperbaiki melalui skema IJD itu di antaranya ruas jalan Paokmotong – Kotaraja dengan anggaran Rp27 miliar, ruas jalan Lingkar Luar Amahami, Kota Bima sebesar Rp34 miliar, dan ruas jalan Sambelia – Labuhan Lombok dengan anggaran Rp46 miliar.

“IJD untuk sementara ada tiga yang sudah disetujui. Masuk tahun ini,” ujarnya.

Seluruh anggaran untuk perbaikan itu murni dari APBN. Sementara, Pemprov NTB hanya perlu menyiapkan beberapa hal. Di antaranya dokumen perencanaan teknis, kelayakan lahan, serta pembebasan lahan.

Ruas jalan yang diusulkan akan ditingkatkan sesuai standar jalan provinsi dengan lebar 5,5 meter hingga 6 meter. Pemilihan tiga ruas tersebut berdasarkan fungsi strategisnya, yakni mendukung ketahanan pangan, memperlancar arus energi, serta meningkatkan jalan provinsi yang kemantapannya cukup rendah. Hal itu sesuai dengan Program  Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Yang jelas harus disiapkan perencanaannya, lahanya sesuai kemapuan anggaran kan. Di sana ada skala prioritas,” katanya.

Saat ini, tingkat kemantapan jalan provinsi di NTB berada di kisaran 75 persen. Angka ini menurun dibandingkan capaian pada 2023 yang sempat mencapai 84 persen. Meski begitu, capaian tersebut masih tergolong tinggi bila dibandingkan dengan sejumlah provinsi lain.

“Tapi dibanding provinsi lain, kita sidah tinggi sih sebenarnya, sekitar 75 persen. 84 persen itu 2023, dua tahun kan turun,” ungkapnya.

15 Jalan Diusulkan Masuk IJD

Sebelumnya, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan NTB, Rikson, S.T., M.T., menyampaikan, sebanyak 15 ruas jalan di NTB lolos masuk IJD. Meski telah lolos, perbaikan untuk seluruh ruas itu tidak bisa dilakukan tahun ini. Sebab, NTB hanya mendapat alokasi sekitar Rp200 miliar karena adanya keterbatasan anggaran di Kementerian PU.

Karena anggaran Kementerian terbatas, seluruh nasional kebutuhan untuk infrastruktur lebih dari Rp100 triliun,’’ ujarnya, Sabtu, 9 Agustus 2025 lalu.

Dari total Rp100 miliar kebutuhan untuk IJD, Kementerian PU hanya mendapat alokasi sekitar Rp4 triliun. Sehingga pemerintah pusat hanya menganggarkan untuk jalan-jalan super prioritas sesuai dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Jalan super prioritas tersebut adalah jalan pemenuhan tiga sektor, yaitu pertanian ketahanan pangan, energi, dan pendidikan.

“Yang prioritas semuanya, sekarang tinggal ini yang ruas ini kita anggap segala kriteria sudah terpenuhi semua masalah lahan. Design kemudian doplingnya. Itu yang dianggap lengkap memenuhi syarat,” katanya. (era)

Abdul Hadi Resmikan Jembatan Gantung Kokok Lenek Desa Lantan, Mobilitas Warga Makin Lancar

Mataram (globalfmlombok.com)-

Masyarakat Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, kini memiliki akses transportasi yang lebih baik setelah Jembatan Gantung Kokok Lenek diresmikan pada Sabtu (20/9/2025).

Peresmian dilakukan oleh Anggota Komisi V DPR RI Dapil Pulau Lombok dari Fraksi PKS, H. Abdul Hadi, SE, MM. Ia didampingi Ketua DPW PKS NTB, Uhibbussa’adi, serta jajaran pemerintah daerah dan pusat. Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita.

Dalam keterangannya, Abdul Hadi menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini menelan anggaran sebesar Rp7,4 miliar, yang bersumber dari program pembangunan pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, jembatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, terhadap pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa,” kata Abdul Hadi dalam sambutannya.

Ia berharap kehadiran jembatan tersebut dapat mempermudah mobilitas warga, mempercepat pembangunan, serta mendukung peningkatan ketahanan pangan. “Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih mudah, kesejahteraan meningkat, dan pembangunan lebih merata,” ujarnya.

Masyarakat Desa Lantan menyambut gembira pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Lantan dan Karang Sidemen itu. Salah satu warga, Inaq Huswatun, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya jembatan ini. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Haji Abdul Hadi yang telah membawa program ini ke desa kami,” katanya.

Menurut Huswatun, jembatan ini sangat bermanfaat bagi warga yang sehari-hari harus menuju kebun untuk mencari nafkah. “Sekarang lebih mudah bagi kami untuk beraktivitas. Insya Allah ini bisa meningkatkan kehidupan kami,” tambahnya.

Dengan berfungsinya Jembatan Gantung Kokok Lenek, masyarakat Desa Lantan dan sekitarnya kini memiliki prasarana transportasi baru yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.(ris/r)

Di Seminar CME UNISSULA, Kadis Kesehatan NTB Bicara Praktik Hipnosis dalam Dunia Medis

Mataram (globalfmlombok.com)-

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) menggelar Seminar Continuing Medical Education (CME) dan Temu Alumni wilayah NTB di Roemah Langko, Mataram, Minggu 21 September 2025. Salah satu topik utama yang dibahas adalah pemahaman ilmu hipnosis dan implementasinya dalam praktik medis.

Salah satu pembicara Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS yang menegaskan bahwa hipnosis merupakan ilmu yang bersifat ilmiah. Hipnosis adalah suatu kondisi kesadaran khusus di mana seseorang menjadi lebih fokus, rileks, dan terbuka terhadap sugesti.

Ia menekankan pentingnya menjaga pikiran agar tetap positif. “Kita adalah apa yang kita pikirkan. Kalau ingin sehat, bahagia, dan makmur, semuanya berawal dari pikiran. Karena itu, hati-hati dengan apa yang kita tanamkan dalam pikiran,” kata Hamzi Fikri.

Menurutnya, hipnoterapi sudah lama diakui di sejumlah negara maju sebagai bagian dari layanan medis. “Di Amerika, hipnoterapi menjadi bagian dari prosedur medis yang biasa dilakukan. Di Indonesia, dasar hukumnya sudah ada melalui UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 dan PP Nomor 28 Tahun 2024. Sekarang kita menunggu Permenkes sebagai aturan teknis,” jelasnya.

Ia menambahkan, praktik hipnosis dalam layanan kesehatan hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis. “Kalau nonmedis ingin berpraktik, harus memiliki STPT atau Surat Terdaftar Pengobatan Tradisional dari Dinas Kesehatan. Itu masuk kategori olah pikir dalam Permenkes,” tambah dr. Fikri.

Dalam paparannya, Hamzi Fikri juga memaparkan ragam aplikasi hipnosis. Misalnya hypnoparenting untuk pola asuh anak, hypnosleeping untuk membantu tidur, hypnoteaching dalam pengajaran, hingga hypnoslimming untuk menjaga berat badan. Selain itu, ada hypnomotivasi untuk pengembangan diri dan hypnosport untuk meningkatkan prestasi atlet.

“Pelari nasional Lalu Muhammad Zohri pernah bermasalah dengan start. Kami lakukan intervensi lewat hypnosport, dan hasilnya ia bisa bangkit hingga menjadi juara dunia,” ungkapnya.

Selain sesi tentang hipnosis, seminar ini juga menghadirkan dr. Hj. Setio Rini, M.Si, Med Sp.PK, yang membahas pentingnya donor darah. Dekan Fakultas Kedokteran UNISSULA, Dr. dr. Setyo Trisnadi, Sp.KF, turut hadir dan memberikan dukungan penuh bagi para alumni yang berkiprah di berbagai bidang kesehatan.(ris)

Merasa Tertipu Travel Umrah, Keluarga Jemaah Lapor Polisi dan Tuntut Pengembalian Dana

Mataram (globalfmlombok.com)-

Sejumlah keluarga jemaah umrah di Kota Mataram dan Lombok Barat melaporkan salah satu biro perjalanan haji dan umrah ke kepolisian, setelah gagal memberangkatkan puluhan calon jemaah pada Juli dan Agustus 2025. Laporan ini dilayangkan ke Polsek Ampenan dan Polres Mataram pada Agustus kemarin.

Biro perjalanan tersebut adalah PT.CTT yang beralamat di Kecamatan Sekarbela, Mataram yang dikelola oleh Nova Putri. Berdasarkan keterangan keluarga jemaah, sebanyak 34 orang telah melunasi biaya keberangkatan dengan skema tabungan maupun pembayaran tunai.

BP, salah satu keluarga jemaah yang enggan ditulis lengkap namanya, mengaku telah mendaftarkan ibunya melalui program tabungan selama sembilan bulan. “Awalnya dijanjikan berangkat 17 Juli, tapi seminggu sebelumnya dibatalkan dengan alasan visa belum bisa diterbitkan. Lalu dijanjikan lagi tanggal 6 Agustus, tapi juga gagal,” kata BP, Minggu 21 September 2025.

Ia menuturkan, alasan pembatalan juga dinilai tidak masuk akal. Salah satunya, pihak travel menyebut nama belakang calon jemaah harus lengkap, padahal dalam paspor sudah tercantum nama “binti”. “Dari sana kami menilai sudah ada kebohongan,” ujarnya.

Kekecewaan itu semakin mendalam karena pihak travel tiga kali membuat janji keberangkatan, namun tidak kunjung terealisasi. Bahkan, pemilik travel sempat membuat surat pernyataan akan mengurus visa dalam tiga hari, atau mengembalikan uang jemaah bila gagal berangkat. “Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” kata BP.

BT, keluarga jemaah lain, juga menuntut agar dana yang sudah disetor dikembalikan utuh. Berdasarkan data para pelapor, biaya umrah yang dipungut travel tersebut bervariasi, mulai dari Rp32 juta per orang hingga Rp72 juta untuk dua orang dengan paket 12 hari, tergantung fasilitas.

Atas persoalan ini, empat orang telah resmi membuat laporan polisi. Satu laporan masuk ke Polsek Ampenan, sementara tiga laporan lainnya ke Polres Mataram.

Sementara itu, pemilik PT CTT, Nova Putri, saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya akan tetap akan memberangkatkan seluruh jemaah yang sudah mendaftar di perusahaannya. “Jemaah akan diberangkatkan dalam waktu dekat,” ujarnya singkat.(ris)