Beranda blog Halaman 315

BNNP NTB Tangkap Oknum Anggota Polisi Terduga Bandar Narkoba

Mataram (globalfmlombok.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) menangkap oknum anggota polisi berinisial ARS alias Alif. Alif diduga terlibat sebagai bandar dalam peredaran narkotika atau narkoba jenis sabu.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan dan Intelijen BNNP NTB, Kombes Pol Gede Suyasa mengatakan, penangkapan anggota Polri itu terjadi pada 14 Agustus 2025 lalu. ‘’Kami menangkap dan memeriksa Alif dengan bantuan Kapolres Bima Kabupaten dan tim,” kata Suyasa, Senin (22/9/2025).

Setelah menangkap Alif, Tim BNNP NTB kemudian menggeledah rumah yang bersangkutan di BTN Panda Kabupaten Bima. Hasil penyidikan menemukan, oknum anggota Polri itu ikut tergabung dalam dugaan peredaran narkoba oleh seseorang berinisial AH alias Ali.

Suyasa mengatakan, pada Desember 2024 Ali mengambil barang dari seseorang berinisial F sebesar 30 gram sabu dengan harga Rp33 juta. Ali kemudian mengenalkan F dengan seseorang berinisial ARS. ‘’Sekitar Januari 2025, Ali langsung bertransaksi dengan ARS. Transaksi kedua ini sama, 30 gram dengan harga Rp33 juta,” jelasnya.

Di Februari 2025, Ali kembali mengambil barang dari ARS dengan jumlah yang sama. Seluruh transaksi langsung dibayar di muka. Mereka melakukan transaksi kembali di Maret 2025. Kali ini jumlah sabu 50 gram dan diambil langsung di rumah ARS.

“Ali membayar cash Rp40 juta, sisanya melalui transfer dua kali yakni Rp5,5 juta dan Rp12,5 juta. Sehingga tototalnya Rp58 juta,” terangnya.

Transaksi sejumlah 50 gram sabu Rp52 juta kembali dilakukan pada April 2025. Pada Mei 2025, transaksi terakhir mereka sebanyak 100 gram seharga Rp30 juta.

Barang bukti narkotika yang berhasil disita dari Ali sejumlah 19,93 gram yang merupakan sisa hasil penjualan. Juga 100 gram dari sisa hasil penjualan Ali ke Alif.

Penyidik BNN menyangkakan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 Undang-Undang Narkotika kepada empat tersangka. Mereka terancam 10 tahun penjara. Adapun empat tersangka yang pihak BNNP telah tahan antara lain, SLH, Ali, dan Alif serta F selaku kurir. (mit)

Guru Non-ASN di Lobar Desak Segera Diusulkan PPPK Paruh Waktu

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Para guru yang tergabung dalam Forum Guru Honorer Negeri (FGHN) Lombok Barat (Lobar) melakukan hearing ke DPRD dan Badan Kepegawaian Negara dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM), pada Senin (22/9). Mereka meminta kepada Pemkab untuk segera diusulkan menjadi PPPK Paruh Waktu, lantaran daerah lain sudah mengusulkan ke Pemerintah Pusat.

Sebelumnya pada tanggal 10 September 2025 lalu, mereka bersama anggota DPRD juga telah ke BKD menyampaikan tuntutan agar segera ditindaklanjuti oleh Pemkab dalam hal ini BKD.

Sekretaris FGHN Lobar, Umi Suryani, S.Pd., mengatakan bahwa pihaknya mempertanyakan kapan diusulkan menjadi PPPK Paruh Waktu dan tindak lanjut Verifikasi Inspektorat terkait data non-ASN status Database BKN. “Semua honorer juga meminta segera diusulkan karena itu merupakan hak semua honorer untuk diusulkan,” kata dia.

Dari hasil penjelasan Komisi IV, bahwa setelah berkomunikasi dengan Bupati Lobar, katanya, akan segera dilakukan pengusulan. Pengusulan itu setelah selesai verifikasi data semua OPD oleh Inspektorat.

Segera Pengusulan PPPK Paruh Waktu

Harapan dari para guru honorer, meminta disegerakan pengusulan karena ada batas waktu yang sudah dibuat oleh pusat. Mereka merasa terancam jika pengusulan tidak sesuai dengan batas waktu.

Namun lagi-lagi, jawaban dari Pemkab telah meminta penambahan waktu karena merasa data non-ASN ini belum valid. Perwakilan honorer pun mempertanyakan apakah ada masalah, jika terjadi keterlambatan itu yang diakibatkan sampai sekarang belum adanya pengusulan? Dari pihak Dewan mengatakan bahwa, tidak ada masalah karena Bupati sudah mengajukan perpanjangan waktu. 

Pihak BKD pun memastikan dalam waktu dekat, setelah verifikasi data segera mengusulkan PPPK Paruh Waktu. Ia pun berharap kepada Bupati agar harapan para guru honorer ini diberikan sesuai haknya untuk diusulkan menjadi PPPK paruh waktu.

“Kami mohon kepada pak Bupati segera realisasikan karena harapan kami adalah kebijakan dari bapak agar kami yang honorer bisa bernapas lega, ini merupakan bentuk permintaan kami para honorer yang sudah mengabdikan diri mendidik anak bangsa selama bertahun-tahun,” harap Umi Suryani.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Lobar, M. Munip yang menerima para guru honorer mengatakan, bahwa mereka berharap Pemkab untuk segera mengusulkan menjadi PPPK Paruh Waktu. Karena daerah lain sudah mengusulkan, sehingga muncul rasa khawatir di kalangan guru honorer ini, mengingat tenggat waktu yang diberikan pusat sudah lewat.

Namun dari hasil koordinasi pihaknya bersama guru honorer ke BKD, bahwa Pemkab telah mengusulkan perpanjangan waktu pengusulan PPPK Paruh Waktu sebelum batas waktu dari pusat itu berakhir. Pemkab pun kata dia, tetap mengusulkan PPPK Paruh Waktu, namun tinggal mengunggu waktu saja terkait hasil validasi data ini.

“Mereka butuh kepastian dan jaminan bahwa mereka tetap diusulkan,” imbuhnya.

Mereka juga berharap agar tidak ada data “siluman” yang masuk diusulkan. Sebab jika masuk data “siluman”, honorer yang berhak justru tersingkirkan. (her)

Kejati NTB Gencarkan Pengusutan Kasus Dugaan Dana “Siluman” Pokir Dewan

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejati NTB menegaskan saat ini pihaknya tengah menggencarkan penanganan kasus dugaan korupsi anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD NTB 2025.

“Teman-teman di Pidana Khusus (Pidsus) masih fokus menangani kasus dugaan dana ‘siluman’,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati NTB, Efrien Saputera, Senin (22/9).

Dia tidak membeberkan apakah penanganan kasus ini kini telah masuk ke tahap penyidikan. Termasuk siapa lagi pihak-pihak yang sudah diperiksa tim Pidsus terkait kasus ini. “Belum ada info, saya koordinasi dengan Pidsus dulu,” ucapnya.

Fokusnya penanganan Kejati NTB terhadap kasus dugaan dana “siluman” itu, tidak sampai mengesampingkan penanganan kasus lainnya yang tengah ditangani Kejati NTB. ‘’Masih jalan. Untuk informasi lain nanti akan diumumkan lebih lanjut,’’ tandasnya.

Sebelumnya, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati), Zulkifli Said mengatakan, pengusutan kasus dugaan dana “siluman” itu akan segera menemui titik terang. “Masih berjalan, pelaku utama dulu yang harus kami cari,” ucap Zulkifli di Kejati NTB, Rabu, 10 September 2025.

Dia menegaskan, penanganan kasus ini terus berjalan dan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku. Penanganan kasus ini menurutnya, merupakan kasus yang paling cepat ditangani dibandingkan dengan kasus-kasus lainnya.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Maros itu membantah adanya dugaan suap menyuap di dalam tubuh Kejati NTB terkait perkara ini. “Kami tidak ada yang ‘masuk angin’. Kalau ada, langsung saya keluarkan dari tim saya,” tegasnya.

Dia mengaku tidak dapat mengungkap lebih banyak terkait perkembangan pengusutan kasus dugaan ini karena dapat memengaruhi proses penyelidikan yang ada.

Telah Periksa Beberapa Pihak

Berita sebelumnya, penyelidik Pidsus Kejati NTB telah memeriksa beberapa pihak untuk mengungkap dugaan korupsi ini. Terakhir jaksa memeriksa anggota Komisi V DPRD NTB TGH. Sholah Sukarnawadi. Selain Sukarnawardi, Kejati NTB juga telah memeriksa dan memanggil sejumlah pihak dalam perkara ini.

Sebagai informasi, kasus ini bermula dari dugaan pemotongan program Pokir Anggota DPRD NTB Periode 2019-2024 yang sudah menjadi Daftar Pelaksanaan Anggaran di APBD NTB tahun 2025. Program Pokir tersebut memang masih menjadi hak anggota DPRD NTB sebelumnya. Karena berasal dari penjaringan aspirasi mereka dan juga disahkan dalam APBD tatkala mereka masih menjabat.

Dugaannya, dalam pemotongan program Pokir tersebut ada beberapa oknum anggota dewan baru di DPRD NTB yang disinyalir mengkoordinir pembagian uang kepada rekan-rekannya sesama anggota dewan baru.

Uang yang dibagikan tersebut diduga merupakan fee dari anggaran program yang akan didapatkan para anggota dewan. Fee itu disinyalemen bersumber dari pemotongan Pokir 39 anggota DPRD NTB periode sebelumnya yang tidak terpilih kembali. (mit)

MRS Putaran Keempat, Ujian Terakhir Sebelum MotoGP

Praya (globalfmlombok.com) – Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) putaran keempat sukses di gelar di Pertamina Mandalika International Circuit pada 19-21 September 2025. Kejuaraan balap nasional yang diikuti sebanyak 126 pembalap tersebut menjadi ajang balap terakhir sebelum ajang MotoGP Mandalika digelar pada 3-5 Oktober 2025 mendatang.

Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) selaku penyelenggara pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksa dan mengecek semua perangkat pendukung balapan yang ada di Sirkuit Mandalika, sebelum proses homologasi dilakukan FIM pekan depan.

“MRS ini jadi ujian terakhir kita sebelum menggelar MotoGP. Jadi selama ajang MRS putaran keempat ini semua perangkat pendukung balapan kita cek dan periksa satu per satu. Seperti digital flag sampai kelengkapan marshal. Jadi kalau ada yang mati atau kurang masih ada kesempatan bagi kita untuk memperbaiki dan melengkapinya,” sebut Direktur Utama MGPA Priandhi Satria kepada awak media Minggu, 21 September 2025 kemarin

Ditemui di sela-sela balapan final MRS putaran keeempat, ia mengungkapkan kalau pada MotoGP Mandalika tahun ini pihaknya tidak menutup sirkuit secara penuh seperti pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Karena dari sisi persiapan tidak ada pembenahan besar yang dilakukan. Hanya berupa pekerjaan-pekerjaan minor saja.

Justru dengan adanya event, pihaknya bisa melakukan pemeriksaan berkala terhadap semua perangkat pendukung balapan yang ada. Sehingga pihaknya menilai tidak perlu menutup Sirkuit Mandalika. Dalam artinya, meski gelaran MotoGP sudah dekat, tetap ada event yang digelar di Sirkuit Mandalika.

“Kalau dulu sebulan sebelumnya MotoGP sirkuit kita tutup. Karena ada pembenahan skala besar. Tapi kalau sekarang tidak,” sebutnya.

Sirkuit Mandalika baru akan ditutup mulai tanggal 29 September 2025 sampai tanggal 5 Oktober 2025 mendatang. Jadi hingga sepekan ke depan sirkuit Mandalika masih tetap akan dibuka untuk berbagai event. Sembari itu pihaknya terus melakukan persiapan untuk menyambut ajang bergengsi tersebut.

Disinggung kedatang logistik pendukung ajang MotoGP, Priandhi mengatakan sejauh ini sudah ada beberapa kontainer yang berisikan logistik MotoGP yang tiba di sirkuit Mandalika. Khususnya logistik yang dikirim melalui jalur laut. Sementara untuk logistik yang dikirim melalui udara direncanakan akan tiba mulai tanggal 29 September 2025 mendatang. Termasuk para kru dan pembalap.

Tapi untuk pastinya kedatangan para pembalap utamanya, itu tergantung jadwal dari tim masing-masing. “Informasinya untuk kru dan pembalap direncanakan akan datang menggunakan dua pesawat carter langsung di Jepang. Nah, kalau logistik akan diangkut menggunakan lima pesawat khusus kargo,” imbuhnya. (kir)

Polisi Isyaratkan Tersangka Meninggalnya Brigadir Esco Lebih dari Satu Orang

Mataram (globalfmlombok.com) – Meninggalnya anggota Intel Polsek Sekotong, Brigadir Esco Faska Rely masih menjadi misteri. Meskipun saat ini pihak kepolisian telah menetapkan istri Brigadir Esco, Briptu R sebagai tersangka.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid saat ditemui media, Senin (22/9/2025) mengatakan saat ini pihaknya tengah mendalami adanya tersangka lain dalam kasus ini.

“Sementara masih didalami penyidik semua, potensi terduga pelaku lainnya,” ucap Kholid ketika ditanya, kapan polisi akan memberikan pernyataan resmi terkait kasus kematian bintara tingkat tiga itu.

Kholid masih tidak mau membeberkan motif dan pasal yang disangkakan kepada tersangka Briptu R. Dia juga tak menanggapi banyak ketika ditanya apakah kasus ini mengarah ke dugaan pembunuhan berencana atau tidak. “Ya, nanti ya,” balasnya singkat.

Kabid Humas Polda NTB itu menyebut akan memberikan pernyataan resmi setelah polisi rampung dalam urusan penetapan tersangka lainnya.

“Nanti, kami masih mendalami adanya dugaan tersangka lainnya,” tandasnya.

Dia menegaskan akan selalu memberikan informasi perkembangan terbaru dari kasus ini.

Telah Periksa Lebih dari 50 Orang Saksi

Informasi terakhir dari pihak kepolisian sebelum penetapan tersangka, mereka telah memeriksa lebih dari 50 orang saksi dalam kasus ini.

Polisi juga telah menerima hasil dari Lab Forensik terkait barang bukti berupa bercak darah yang ditemukan di rumah korban. Mereka juga telah menganalisis hasil ekstrak dari handphone korban dan istrinya (tersangka).

Kronologi Penemuan Mayat Brigadir Esco

Sebelumnya, jenazah Brigadir Esco ditemukan di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) di bawah perbukitan daerah setempat, pada Minggu (24/8/2025) siang.

Jenazah korban membengkak dan mulai membusuk mengeluarkan bau tak sedap, sehingga dikerubungi lalat. Bagian lehernya terikat tali.

Informasi penemuan pertama kali dilaporkan oleh Kepala Dusun Nyiur Lembang. Dari keterangan saksi bernama Amaq Siun (50), warga setempat, penemuan jenazah berawal saat ia mencari ayamnya yang hilang di bukit belakang rumah.

Saat pencarian, sekitar pukul 11.30 Wita, saksi menemukan sosok pria dalam posisi terlentang di bawah pohon. Kondisi korban sudah tidak bernyawa, dengan leher terikat tali, wajah rusak, serta tubuh membengkak.

Belakangan terungkap, Brigadir Esco merupakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Sekotong, Lombok Barat. Hal itu diperkuat dengan sejumlah barang bukti berupa pakaian, ponsel, jam tangan, dan kunci sepeda motor yang ditemukan di saku celana korban. (mit)

Diarpus Mataram akan Terima Rp750 Juta dari DAK 2026

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Mataram dipastikan akan menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp750 juta dari pemerintah pusat pada tahun anggaran 2026. Dana ini akan dimanfaatkan untuk mendukung transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, yang merupakan bagian dari sektor pendidikan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram, Jemmy Nelwan mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat, khususnya melalui pendekatan inklusi sosial.

“Jadi, nanti kita gunakan untuk kegiatan yang fokus pada pengembangan transformasi perpustakaan,” jelasnya pekan kemarin.

Ia menambahkan, perpustakaan ke depan diharapkan menjadi ruang publik yang terbuka, ramah, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pengetahuan dan keterampilan. Hal ini sejalan dengan semangat inklusi sosial yang diusung dalam program transformasi perpustakaan.

Menurut Jemmy, alokasi DAK ini menjadi dukungan penting dalam mendorong perpustakaan menjadi pusat layanan literasi yang lebih inklusif dan berdaya guna. Fokus utama dari program ini adalah peningkatan akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan program nasional yang mendorong perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat. Diarpus Mataram berharap melalui program ini, perpustakaan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) lokal.

Jemmy juga menyampaikan, dengan dukungan dana ini, perpustakaan di Kota Mataram akan lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi informasi.

Sebelumnya, Diarpus Kota Mataram telah menerima bantuan fasilitas seperti komputer dan koleksi buku, yang telah didistribusikan ke sejumlah kelurahan sebagai pendukung taman bacaan masyarakat.

Lebih lanjut, Jemmy menyebut bahwa saat ini Diarpus Kota Mataram termasuk salah satu yang terbaik di NTB. Ia menargetkan peningkatan akreditasi perpustakaan dari status B menjadi A.

“Dulu, saat saya baru masuk, statusnya masih C. Sekarang sudah naik ke B. Kalau bisa naik ke A, kita berpeluang mendapat DAK lebih besar, bisa mencapai sekitar Rp1,2 miliar,” ungkapnya.

Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan perpustakaan sebagai pusat edukasi dan literasi publik yang menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk pelajar, dan komunitas. (pan)

Penyedia Klarifikasi dan Janji Evaluasi, Viral, Diduga Ada Ulat di Menu MBG SMPN 1 Taliwang

Taliwang (globalfmlombok.com) – Siswa SMPN 1 Taliwang sempat dikejutkan dengan dugaan keberadaan ulat yang ditemukan pada makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG). Ulat terlihat menempel pada daging ayam yang menjadi salah satu menu makan siswa.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak terdapat satu ulat berwana putih bergerak di potongan daging ayam dalam salah satu ompreng atau tempat makan siswa. Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 17 Septermber 2025 lalu.

Viralnya temuan video tersebut pun langsung ditanggapi oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau unit dapur MBG yang melayani SMPN 1 Taliwang. Melalui juru bicaranya, Ernawati Sudirman, pihak dapur MBG di bawah bendera CV JK itu membenarkan peristiwa tersebut. “(video) itu benar dan kami yang melayani untuk SMP 1 Taliwang,” katanya, Sabtu, 20 September 2025

Erna menyebut, temuan ulat di menu MBG itu hanya terjadi pada satu nampan siswa. Sementara lainnnya, semua siswa tetap menyantap menu yang disediakan pikanya di hari itu.

Namun demikian, ia menegaskan tidak akan berkilah dari kejadian tersebut. Pihaknya, tegas Erna, tetap akan bertanggung jawab. “Ini memang kesalahan kami. Dan akan kami perbaiki ke depannya,” janjinya.

Sejauh ini Erna mengatakan, belum mengetahui persis sebab munculnya ulat pada daging ayam di salah satu omprengan siswa tersebut. Menurut dia, selama ini seluruh proses penyediaan menu MBG ribuan siswa yang dilayani dapurnya, setiap hari, dijalankan secara ketat.

“Mulai dari bahan baku, proses memasak, packing (pengemasan) sampai pengantaran kami kawal ketat. Dan khususnya bahan baku kami tidak pernah ada yang disediakan lebih dari 24 jam,” klaim Erna seraya kembali menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

“Untuk evaluasi, kami akan lebih memperketat pengawasan terhadap bahan baku yang masuk, guna mencegah kejadian serupa ke depannya. Dan atas peristiwa ini, sekali lagi kami memohon maaf dan kami akan ketat juga kepada pemasok. Ke depan, kami akan lebih hati-hati dan lebih selektif lagi,” sambung Erna.

Sementara itu Anggota DPRD Sumbawa Barat, Iwan Irawan Marhalim yang memviralkan video temuan ulat pada menu MBG itu lewat media sosial Facebook-nya menyampaikan tak ada niat untuk menjatuhkan pihak mana pun termasuk dapur penyedia MBG.

Ia melalukannya murni sebagai bentuk pengawasan dirinya selaku anggota DPRD dalam mengawal program pemerintah. “Saat video saya unggah, saya sambil koordinasi dengan semua pihak terkait. Dengan Pemda KSB, pihak dapur dan lainnya,” tegas Iwan.

Ia berharap dengan kejadian itu agar semua pihak terkait dapat segera melalukan evaluasi. Dengan begitu program MBG di KSB dapat berjalan sesuai harapan tanpa harus kemudian terdapat kejadian-kejadian tidak diinginkan seperti di daerah lain.

“Untung ini masih temuan ulat, yang katanya hanya di satu nampan. Bukan kemudian kasus keracunan seperti di daerah lain. Jadi ayo bersama kita perbaiki untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan kualitas gizi anak bangsa ini,” papar politisi PAN ini.

Iwan melanjutkan, evaluasi terhadap temuan di SMPN 1 Taliwang itu harus tuntas. Ia menyarankan kepada pihak dapur melaksanakannya secara menyeluruh, bukan hanya pada kualitas masakan, melainkan juga pada tata laksana penyiapan, distribusi, hingga standar operasional (SOP) penyajian makanan. “Harus disisir semua sampai ketemu penyebabnya,” cetusnya.

Iwan pun mendorong agar seluruh unit SPPG di KSB dapat meminimalisasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama yang berkaitan dengan keamanan pangan program MBG ke depannya. “Insiden ini haruslah menjadi sebuah refleksi bagi semua SPPG agar lebih berhati-hati dan meningkatkan pengawasan serta higienitas,” imbuhnya. (bug)

Karya Kreatif NTB 2025 Ditutup, UMKM Raih Omzet Rp450 Juta dan Rp19,3 Miliar Pembiayaan UMKM

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memajukan UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat agar dapat berkembang dan naik kelas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) di Lombok Epicentrum Mall, Mataram selama tiga hari pada tanggal 19 – 21 September 2025.

Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 100 UMKM mitra dan binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI). Kegiatan tersebut juga  sebagai ajang bagi UMKM baru yang potensial atau hidden gem untuk memperluas akses pasar, termasuk pembiayaan di tengah tantangan baik domestik maupun global yang semakin dinamis. (21/09).

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hario K. Pamungkas, menyampaikan beberapa lesson learned dalam penyelenggaraan KK-NTB 2025 yang di rangkum dalam “3-si”, yaitu: 1) KolaboraSI, bahwa kita tidak bisa berdiri sendiri dan harus bersama-sama dalam pengembangan UMKM melalui semangat sinergi dan kolaborasi agar dapat memperkuat 3K (Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas produk) untuk menjaga sustainabilitas produk dan proses bisnis UMKM.

Kemudian 2) InovaSI, UMKM dituntut untuk inovatif dapat melihat tren pasar dan selera konsumen. “ Yang ke 3 DigitalisaSI, Pengalaman pandemi yang pernah terjadi membuktikan bahwa penguasaan teknologi digital memberikan kesempatan bagi UMKM untuk bertahan sehingga untuk selanjutnya UMKM harus lebih melek digital termasuk dalam sistem pembayaran transaksi non tunai,” katanya.

Adapun capaian dari kegiatan KK-NTB Tahun 2025 di antaranya adalah omzet UMKM yang berhasil terkumpul hingga Rp450 juta per tanggal 21 September 2025 pukul 19.00 WITA dan akan terus bertambah sampai di penghujung acara, kemudian pembiayaan/kredit UMKM dari Perbankan NTB yang mencapai Rp19.314 miliar, serta jumlah wakaf yang terkumpul dari omzet selama berlangsungnya acara sebesar Rp5,6 juta sehingga akumulasi wakaf hingga saat ini mencapai Rp31,9 juta yang akan diserahkan kepada MIM Foundation selaku nazhir wakaf.

Pada kesempatan yang sama, Asisten III Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani, S.P menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan KK-NTB yang dinilai memiliki makna penting bagi perkembangan karya dan kreativitas di daerah.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah dan manfaat nyata bagi para pelaku kreatif dan masyarakat NTB secara luas serta mampu menjadi titik tolak bagi masa depan daerah yang berdaya saing dan siap mendunia. Dengan dukungan kolaborasi dan inovasi, produk-produk unggulan NTB diyakini mampu menembus pasar global,” katanya.

Dalam rangkaian KK-NTB 2025, KPwBI Provinsi NTB juga secara resmi meluncurkan inovasi QRIS Tap sebagai tonggak penting dalam memperluas ekosistem pembayaran digital di Provinsi NTB dengan menghadirkan layanan transaksi yang lebih cepat, praktis, aman, sekaligus terjangkau bagi masyarakat. Untuk memastikan manfaatnya dirasakan langsung, seluruh tenant UMKM peserta Karya Kreatif NTB 2025 telah dilengkapi dengan soundbox yang berfungsi sebagai perangkat QRIS Tap. Langkah ini memberi peluang bagi para pelaku UMKM untuk segera memanfaatkan teknologi terbaru, sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital di daerah.

Lebih lanjut, KK-NTB Tahun 2025 adalah bagian dari Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang telah dilaksanakan di Jakarta pada Agustus 2025. Seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia termasuk KPwBI Provinsi NTB menyelenggarakan Road To dan Post Event KKI tersebut. Pada event KKI tersebut, 20 UMKM binaan KPwBI Provinsi NTB yang telah lolos kurasi nasional berhasil mengumpulkan omset sebesar Rp5,8 miliar baik secara offline maupun online.

Melalui penyelenggaraan Karya Kreatif NTB 2025, diharapkan terbangun sebuah ekosistem UMKM yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing. Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dekranasda, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk mendorong produk-produk unggulan NTB agar terus naik kelas, memperluas pasar, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (ris/r)

Kakanwil Kemenag NTB Minta Maaf Usai Aksi Lempar Mikrofon Viral

Mataram (globalfmlombok.com) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Zamroni Aziz, menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya saat pelantikan pejabat lingkup Kemenag NTB yang belakangan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, Zamroni tampak melempar tiang mikrofon atau pelantang saat acara pelantikan. Aksi tersebut menuai beragam reaksi, mulai dari kritik keras hingga desakan agar ia dicopot dari jabatan. Sejumlah pihak menilai tindakan itu tidak mencerminkan sikap seorang pimpinan yang seharusnya menjadi teladan.

Melalui akun Instagram resmi Kantor Wilayah Kemenag NTB pada Minggu (21/9/2025), Zamroni Aziz menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya, Zamroni Aziz atas nama pribadi, dengan penuh kerendahan hati, menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTB. Terkait video yang beredar di kalangan masyarakat, saya menyadari sepenuhnya bahwa kejadian tersebut adalah murni kekhilafan pribadi saya tanpa menyinggung siapa pun. Demikian permohonan maaf ini saya sampaikan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ujarnya.(ris/ham)

50 Persen Pustu di Mataram Tidak Layak

Mataram (globalfmlombok.com) – Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) memiliki peran penting untuk melayani masyarakat. Keberadaan Pustu justru tidak dioptimalkan. Sebanyak 50 persen dari 18 pustu di Mataram kategori tidak layak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menyebutkan, setengah dari 18 Puskesmas Pembantu di Kota Mataram, kondisinya tidak layak. Sementara, satu Pustu Plus di Kelurahan Karang Pule, memiliki fasilitas lengkap baik sarana prasarana dan tenaga kesehatan. “Hampir semua Pustu kurang layak. Tetapi kondisi parah 50 persen,” sebutnya dikonfirmasi pekan kemarin.

Di tahun 2024, ia telah melakukan pemetaan terhadap kondisi Pustu di Mataram. Dari hasil pemetaan itu, ditindaklanjuti dengan mengusulkan ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, untuk memperbaiki dan membangun 50 puskesmas pembantu.

Akan tetapi, tempat yang diusulkan belum keluar karena pemerintah pusat memprioritaskan untuk daerah tertinggal, terpencil, dan terluar. ‘’Mataram masih kategori perkotaan sehingga tidak dijadikan prioritas untuk pembangunan atau rehab Pustu,’’ ujarnya.

Meskipun tidak ada sumber pembiayaan dari pemerintah pusat kata Emirald, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur Pustu. Salah satunya memperbaiki Pustu di Tanjung Karang Permai melalui program Pokir.

Pihaknya juga telah menyusun perencanaan untuk rehab pustu di tahun 2025. Karena, pustu di Monjok Timur, Karang Genteng, Kelurahan Pagutan, Babakan jadi prioritas. “Secara perencanaan sudah ada tinggal di eksekusi saja,” pungkasnya.

Bagaimana efektifitas Pustu dalam melayani masyarakat. Faktanya masyarakat memilih berobat ke Puskesmas dan klinik? Ia menjelaskan, Pustu dalam aspek kesehatan mendekatkan pelayanan. Selain ada Pustu, juga memakai Posyandu untuk memberikan pelayanan walaupun Posyandu bukan berada di bawah Dinas Kesehatan.

Tetapi, pihaknya memaksimalkan petugas Puskesmas memberikan layanan bagi lansia dan remaja. “Kita berikan obat-obat,” ujarnya.

Pustu sebagai garda terdepan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat. Emirald berharap adanya dokter, bidan, dan perawat dapat memberikan layanan maksimal bagi masyarakat. (cem)