Beranda blog Halaman 312

Sejumlah Santri dan Santriwati di Lembar Lombok Barat Diduga Keracunan Makanan MBG

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Sejumlah Santri di Lembar Lombok Barat (Lobar) diduga keracunan makanan, Rabu (24/9/2025). Mereka diduga mengalami mual muntah dan pusing setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para santri dilarikan ke Puskesmas Jembatan Kembar (Jakem) untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah penanganan medis di Puskesmas, kondisi mereka pun membaik dan boleh pulang. Kepala UPT BLUD Puskesmas Jakem dr. Komang Arya Duarsa membenarkan adanya para santri dan santriwati yang diduga mengalami keracunan makanan.

Santri dan santriwati yang diduga keracunan dibawa ke Puskesmas sekitar pukul 9.30 Wita. Mereka berasal dari salah satu Pondok Pasantren di wilayah Lembar. “Gejala ada yang mual muntah, ada yang pusing,” kata dia.

Pihaknya pun sudah melakukan penanganan medis dengan cepat terhadap para santri dan santriwati tersebut. Setelah penanganan selama beberapa lama, kondisi mereka membaik. “Dan mereka dibolehkan pulang,”imbuhnya.

Terkait penyebab mereka mengalami gejala itu, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab perlu dilakukan pengecekan atau pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi.

“Itu (penyebab) belum kita tahu pasti, yang jelas penanganannya sesuai dengan seperti keracunan makanan, tapi memastikan itu belum kita pastikan, masih diperiksa,” terang Komang.

Sampel dari makanan itu pun sudah diambil dan dibawa untuk pemeriksaan (uji laboratorium) lebih lanjut. (her)

Parade Pembalap MotoGP 2025, Sejumlah Ruas Jalan di Mataram akan Dialihkan

Mataram (globallfmlombok.com) – Pembalap MotoGP 2025 akan mengikuti parade di Kota Mataram pada, 1 Oktober 2025. Sejumlah ruas jalan di Mataram akan dialihkan untuk memperlancar kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin dikonfirmasi pada Rabu (24/9/2025) membenarkan parade pembalap MotoGP 2025 akan digelar di Kota Mataram pada Rabu (1/10/2025) pekan depan. Selama proses parade akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas mulai dari simpang empat Bank Indonesia, Pejanggik, dan simpang empat Kampus STIE AMM di Jalan Airlangga.

“Kewenangan pengalihan arus lalu lintas ini di Polresta Mataram. Kita hanya membantu back up saja,” terang Zulkarwin.

Pembalap akan parade mulai dari depan Taman Sangkareang sampai Teras Udayana. Zulkarwin mengatakan, pengendara dari arah Jalan Langko dialihkan ke Jalan Pendidikan atau jalan alternatif lainnya. Parade pembalap akan dimulai pukul 16.00-18.00 Wita.

Mantan Camat Selaparang mengatakan, pengalihan sifatnya situasional tergantung biker pengiring dari klub motor yang ditunjuk MGPA. “Kondisinya situasional tergantung biker pengiring yang ikut bergabung,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat bersama PT Pengembang Pariwisata Indonesia (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association, untuk merancang kegiatan untuk parade pembalap MotoGP 2025 di Kota Mataram. Rute parade pembalap dari Taman Sangkareang menuju Teras Udayana di Jalan Udayana. “Pelaksanaan paradenya di tanggal 1 Oktober 2025,” kata Sekda.

Saat balapan MotoGP 2025 pada tanggal 3-5 Oktober, Alwan mengajak aparatur sipil negara dan masyarakat Kota Mataram berpartisipasi. Permintaan ini sifatnya imbauan atau masyarakat tidak wajib untuk hadir menyaksikan.

Akan tetapi, ia berkeyakinan bahwa penonton MotoGP tahun 2025, akan ramai. Pasalnya, banyak pecinta balap motor di Kota Mataram. “Saya rasa semua kita bisa menonton. Pembelian tiketnya bisa secara pribadi,” ujarnya. (cem)

Komisi X DPR RI Kunjungi Sirkuit Mandalika, Cek Kesiapan MotoGP 2025 hingga Hosting Fee

Praya (globalfmlombok.com) – Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Rabu (24/9/2025) siang mengunjungi Sirkuit Internasional Mandalika. Selain mengecek secara langsung kondisi Sirkuit Internasional Mandalika jelang perhelatan akbar balap MotoGP 2025, rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI H. Lalu Hadrian Irfani juga menggelar pertemuan dengan pihak InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).

Salah satu agendanya yakni terkait penyelesaian pembayaran hosting fee penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025.

Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka yang dikonfirmasi Suara NTB di kantor The Mandalika ITDC, Rabu (24/9/2025) sore, mengaku kalau rombongan Komisi X DPR RI sudah mengunjungi Sirkuit Mandalika. Pada intinya mereka ingin mengetahui kesiapan Sirkuit Mandalika menyelenggarakan MotoGP Mandalika awal Oktober 2025 mendatang.

Termasuk terkait pembiayaan hosting fee penyelenggaraan event MotoGP 2025 juga sempat disinggung. Di mana Komisi X DPR RI siap berkontribusi dalam membantu menyelesaikan hosting fee penyelenggaraan event MotoGP.

“Seperti apa polanya tentu para anggota DPR RI sudah paham. Yang jelas kehadiran dan dukungan para anggota DPR RI ini jadi tambahan semangat bagi kami untuk menyukseskan gelaran event MotoGP,” sebutnya.

Ia menegaskan, event MotoGP 2025 tidak hanya soal olahraga semata. Namun, juga berkaitan erat dengan sektor lainnya, terutama pariwisata. Sehingga keberlangsungan event tersebut menjadi sangat penting dijaga agar bisa terus berkontribusi bagi perkembangan ekonomi daerah maupun nasional.

Terkait Hosting Fee MotoGP 2025

“Soal hosting fee ini nanti akan ada pengumuman tersendiri. Kapan dan bagaimana polanya. Sementara ini belum bisa saya sampaikan,” tambah Troy.

Namun dengan adanya atensi dari para anggota Komisi X DPR RI tersebut pihaknya yakin persoalan hosting fee MotoGP 2025 akan bisa diselesaikan. Ajang MotoGP Mandalika tetap akan berjalan sesuai dengan rencana yang ada. “Dengan pihak Dorna diskusi juga secara intens kita lakukan terkait hosting fee ini,” imbuhnya.

Pihak Dorna Sport pada prinsipnya juga sangat terbuka dengan opsi yang ada terkait hosting fee tersebut. Dengan kata lain, meski kesepakatan hosting fee harus sudah dibayar sebelum ajang digelar, tapi dalam kondisi ini, tentu Dorna masih memberikan toleransi.

Tahun lalu hosting fee dibayarkan setelah ajang MotoGP. Jadi Dorna juga sudah memahami kondisi-kondisi yang ada. “Terpenting bagi Dorna sebenarnya keseriusan kita dalam mempersiapkan ajang MotoGP,” jelasnya.

Tidak hanya ITDC yang menunjukkan keseriusan untuk menggelar event MotoGP, pemerintah provinsi (NTB) hingga pemerintah kabupaten juga menunjukkan hal yang sama. Begitu juga stakeholder yang lain. Inilah yang membuat Dorna tetap berkeinginan untuk menggelar ajang MotoGP Mandalika 2025. Di samping memang Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar untuk ajang balap roda dua. (kir)

Komisi I DPRD NTB akan Panggil BKD, Klarifikasi Seleksi Kepala OPD

Mataram (globalfmlombok.com) – Komisi I DPRD NTB yang membidangi urusan hukum dan pemerintahan memastikan akan memanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB terkait hasil seleksi terbuka jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB. 

Agenda pemanggilan tersebut dilakukan setelah publik ramai menyoroti terkait pelantikan Irnadi Kusuma oleh Gubernur sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB. Padahal yang bersangkutan pernah tersandung kasus hukum.

Ketua Komisi I DPRD NTB, Mohammad Akri menjelaskan bahwa pemanggilan BKD dijadwalkan setelah agenda Badan Musyawarah (Banmus) DPRD NTB selesai. Kemudian mengatur agenda resmi bersama BKD pada awal Oktober nanti. Ia menegaskan, alasan BKD dipanggil terlebih dahulu lantaran persoalan ini menyangkut kepegawaian dan BKD berperan sebagai sekretariat panitia seleksi (pansel). 

‎‎”Sudah saya jadwalkan, minggu setelah jadwal Banmus awal Oktober. BKD ini kan sekretaris pansel, jadi BKD dulu yang kita panggil baru ke Sekda, karena notabenenya terkait kepegawaian daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu, (24/9/2025). 

Klarifikasi Beberapa Hal

‎‎Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menjelaskan, ada beberapa hal yang akan diklarifikasi, mulai dari dasar kebijakan gubernur hingga transparansi proses seleksi. Pihaknya juga akan meminta laporan detail mengenai mekanisme seleksi terbuka, aturan seleksi, dan poin-poin penilaian yang digunakan.

“Pertama kita minta klarifikasi, kemudian pertanyakan hasil kebijakan Gubernur terhadap kakaknya itu, baru setelah itu kita tanyakan yang narapidana. Jadi saya minta laporan proses seleksinya seperti apa, aturan mainnya seperti apa, poinnya seperti apa,” tukasnya. 

‎Akri menambahkan, evaluasi ini tidak menyasar persoalan pidana, melainkan fungsi pengawasan DPRD terhadap kebenaran dan kepatuhan proses seleksi terbuka. Jika ditemukan ada kejanggalan, hasilnya akan dilaporkan ke Gubernur NTB.

‎”Nanti kita evaluasi, ini menjadi Komisi I bersama pimpinan. Apakah yang dihasilkan oleh BKD ini keliru atau tidak. Kalau memang keliru, berarti ini menjadi laporan ke Pak Gubernur. Pengawasan kita kan bukan pada persoalan pidananya, tapi menanyakan kembali hasil pansel itu benar atau tidak,” pungkasnya. 

‎‎Diketahui, Irnadi Kusuma pernah menjadi terdakwa kasus pidana perkawinan dan divonis enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun. Meski begitu, ia tetap diloloskan dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama hingga dipercaya memimpin DPMPTSP NTB.

‎Irnadi dilantik bersama tujuh pejabat eselon II lainnya di Pendopo Gubernur NTB pada Rabu (17/9/2025). Dari delapan pejabat yang dilantik, enam di antaranya merupakan hasil seleksi terbuka pengisian Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB. (ndi)

Jaksa Telaah Dokumen Hasil Geledah Kantor Pertanahan Lombok Barat

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram mulai menelaah dokumen hasil penggeledahan di Kantor Pertanahan Lombok Barat. Penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan penjualan aset milik Pemerintah Daerah Lombok Barat berupa tanah kas desa (pecatu).

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Mataram Muhammad Harun Al-Rasyid, Rabu (24/9/2025) mengatakan, dokumen yang disita berkaitan dengan penerbitan sertifikat tanah milik Pemkab Lobar yang kini atas nama Kepala Desa Bagik Polak.

Harun mengaku tidak dapat merinci dokumen sitaan tersebut terkait apa saja. Yang jelas kata dia, seluruh dokumen yang disita berkaitan dengan penerbitan sertifikat tanah oleh Kades Bagik Polak.

“Kami harus meneliti apa yang kami dapatkan kemarin. Nanti kami akan melakukan pendalaman ke semua sektor,” jelasnya.

Penyidik akan meneliti hasil geledah  tersebut untuk melengkapi bukti-bukti yang telah jaksa pegang di tahap penyidikan.

Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram melakukan penggeledahan terhadap Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat (Lobar), pada Selasa (23/9/2025).

Penggeledahan dilakukan di beberapa ruangan yang ada di Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat. Yakni di Ruang Bidang Pendaftaran dan Penetapan Hak, Bidang Pengukuran, Bidang Sengketa dan di ruangan Arsip milik Kantor Pertanahan/BPN Lombok Barat.

Dari penggeledahan tersebut, Tim Jaksa Penyidik berhasil menyita 36 item dokumen yang berhubungan dengan perkara dugaan penjualan aset daerah tersebut.

Audit Kerugian Negara

Dia membeberkan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB saat ini tengah melakukan audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) terhadap kasus ini. “Perhitungan kerugian negara kini masih proses,” tandasnya.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Mataram, Mardiyono sebelumnya menjelaskan, tanah yang menjadi objek perkara seluas 36 are dan semula berstatus sebagai tanah pecatu milik Dusun Karang Sembung. Namun, lahan tersebut berubah status menjadi milik pribadi dan dijual pada 2020 seharga Rp180 juta.

“Penyimpangannya jelas, tanah milik negara hilang. Modusnya klasik, ada gugatan, lalu berdamai, muncul putusan. Berdasarkan putusan itu, tanah dijual oleh pihak yang menang, padahal belum tentu dia pemilik sah,” terang Mardiyono.

Dari total nilai transaksi Rp360 juta, pembeli baru membayar setengahnya. Sisanya dijanjikan setelah tidak ada persoalan hukum. Namun karena kasus mencuat, pembayaran tidak dilanjutkan. Saat ini, tanah tersebut telah disita sebagai barang bukti.

Menurutnya, tanah pecatu tersebut berada di wilayah administratif Desa Bagik Polak, tetapi tercatat sebagai aset Dusun Karang Sembung.

“Lucunya, tanah itu bukan milik Desa Bagik Polak, tapi dijual oleh aparatnya,” ujarnya.

Persoalan muncul sejak program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018, ketika tiba-tiba terbit sertifikat atas nama pribadi Kepala Desa Bagik Polak. Padahal, berdasarkan arsip warkah dan SK Bupati, lahan tersebut adalah milik Pemda Lombok Barat dan digunakan sebagai tanah pecatu oleh Dusun Karang Sembung.

“Sertifikat itu sekarang atas nama pembeli terakhir. Sebelum dijual, itu tanah pecatu Karang Sembung. Tapi kemudian dialihkan oleh Kades Bagik Polak,” kata Mardiyono.

Dia menambahkan, SK sertifikat sempat dibatalkan setelah diprotes warga, namun lahan tetap berpindah tangan.

Dalam kasus ini, penyidik telah membidik satu orang sebagai calon tersangka. “Untuk sementara, calon tersangkanya satu orang, tapi tidak menutup kemungkinan bertambah. Indikasi kuatnya mengarah ke aparat desa,” pungkasnya. (mit)

Bandara Lombok Beroperasi 24 Jam Jelang MotoGP Mandalika 2025

Mataram (globalfmlombok.com) – PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Lombok siap mendukung penuh perhelatan akbar MotoGP Mandalika 2025 yang akan digelar di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, pada 3–5 Oktober 2025 mendatang. Dukungan itu dari sisi infrastruktur, fasilitas, maupun personel bandara.

Adu balap yang akan digelar di Sirkuit Mandalika ini adalah seri ke-18 MotoGP 2025.

“Infrastruktur, fasilitas, dan personel di Bandara Lombok telah dipersiapkan secara optimal. Persiapan itu untuk menyambut kedatangan kargo logistik MotoGP 2025. para pembalap, tim ofisial, hingga penonton ajang balap motor terbesar di dunia ini,” ujar General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Lombok, Aidhil Philip Julian, Rabu, 24 September 2025.

Dari sisi infrastruktur, Bandara Lombok mumpuni untuk melayani pergerakan pesawat, logistik, maupun penumpang selama gelaran MotoGP 2025. Dengan pengaturan konfigurasi parkir pesawat di sisi udara, Bandara Lombok mampu untuk menampung enam pesawat berbadan lebar (wide body). Serta, 10 pesawat berbadan sedang (narrow body) dalam waktu yang bersamaan.

Jika terjadi penambahan pergerakan pesawat, Bandara Lombok telah berkoordinasi dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Blimbingsari Banyuwangi sebagai bandara alternatif untuk penempatan parkir pesawat selama event MotoGP.

Kesiapan Personel

Sementara itu dari sisi kesiapan personel, sebanyak 307 personel telah disiagakan untuk mendukung kelancaran operasional. Terdiri dari 267 personel internal Bandara Lombok dan 40 personel eksternal yang berasal dari stakeholder terkait.

“Kami juga siap mengoperasikan Bandara selama 24 jam untuk mengakomodasi permintaan penerbangan tambahan dari pihak maskapai,” imbuh Aidhil.

Hingga saat ini, pihaknya tercatat telah menerima permintaan 28 penerbangan ekstra atau extra flight pada periode 29 September hingga 6 Oktober 2025. Rinciannya yaitu Garuda Indonesia 18 penerbangan, AirAsia 8 penerbangan, dan Pelita Air 2 penerbangan dengan mayoritas rute Jakarta.

Selain itu, sebanyak lima penerbangan kargo yang seluruhnya dioperasikan oleh Qatar Airways menggunakan pesawat Boeing 777 akan tiba di Bandara Lombok untuk mengangkut peralatan tim dan motor balap MotoGP. Penerbangan tersebut dijadwalkan tiba pada 29 September 2025 pukul 21.05 Wita. Serta pada 30 September 2025 sebanyak empat penerbangan yang masing-masing tiba pada pukul 00.05, 14.35, 17.00, dan 22.10 Wita. Seluruh penerbangan kargo ini berasal dari Narita International Airport (NRT), Jepang. (bul)

PEDA KTNA XVII Provinsi NTB di KSB Resmi Dibuka, Bupati Amar Ajak Jadikan Ajang Belajar dan Berinovasi

Taliwang (globalfmlombok.com) – Kegiatan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) XVII Provinsi NTB Tahun 2025 yang digelar di Alun-alun Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi dibuka pada,  Senin malam, 22 September 2025. Acara yang diikuti oleh kontingen 10 kabupaten/kota se-NTB itu berlangsung meriah.

Pada kegiatan PEDA KTNA NTB tahun ini mengangkat tema “Pangan Berdaulat, Petani Nelayan Maju Luar Biasa, NTB Makmur Mendunia”. KSB sebagai tempat penyelenggaraan merasa bangga telah ditunjuk sebagai tuan rumah, karena acara tahun ini sekaligus dirangkaikan dengan agenda Agro Expo NTB 2025.

“Kami bangga dan merasa terhormat telah ditunjuk sebagai tuan rumah acara bergengsi ini. Dan kami juga ucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen,” kata Bupati, H Amar Nurmansyah, ST., M.Si dalam sambutannya.

Menurut Bupati, acara PEDA KTNA ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Sebab kegiatan semacam ini adalah kesempatan untuk belajar, berbagi, melahirkan inovasi dan memperkuat jejaring antardaerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. “Semoga pertemuan ini memberi manfaat bagi semua kontingen,’’ harapnya.

Bupati menegaskan bahwa berbagai agenda resmi tahunan, PEDA tidak hanya sebagai wadah silaturahmi. Tetapi juga sebagai ajang seleksi untuk menentukan delegasi terbaik NTB yang akan mewakili provinsi pada Pekan Nasional KTNA di Gorontalo tahun 2026.

“Semoga kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi kemajuan sektor pangan di NTB dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Bupati.

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur NTB yang diwakili oleh Asisten III Setda NTB, Hj. Eva Dewiyani, S.P., menekankan pentingnya modernisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan melalui mekanisasi, digitalisasi, serta penguatan rantai pasok.

Ia juga menegaskan bahwa sektor pangan merupakan penopang utama perekonomian NTB yang harus terus didorong agar mampu bersaing di tingkat nasional dan global. “Maka dari itu penting agenda PEDA KTNA ini dalam rangka menguatkan sektor pangan kita dalam arti luas,” katanya.

Bupati H Amar Nurmansyah mewakili Gubernur NTB secara resmi didaulat membuka acara PEDA KTNA NTB Tahun 2025 ini. Rangkaian acaranya pun dimulai sejak siang hari, diawali dengan defile kontingen dari seluruh kabupaten/kota dan puncaknya ditandai dengan pemukulan rantok (lesung penumbuk padi) oleh Bupati KSB didampingi sejumlah kepala daerah dan jaran Forkopimda yang hadir dalam acara tersebut.

Berdasarkan laporan pelaksana, PEDA KTNA Tingkat NTB ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 22 hingga 27 September mendatang. Kegiatan ini diikuti oleh 321 peserta perwakilan dari 10 kabupaten/kota di NTB. Ada sejumlah agenda utama yang akan digelar sepenjang acara tersebut. Mulai dari pameran produk pertanian dan perikanan, temu kontak tani, temu profesi, unjuk tangkas, asah terampil. Hingga temu teknologi termasuk juga pelatihan pengembangan usaha tani modern, hingga bazar UMKM.

Selain itu, PEDA kali ini juga mengusung misi besar untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya regenerasi petani dan nelayan muda di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi.(*)

Polisi Usut Kasus Dugaan Keracunan MBG Dua SD di Lombok Barat

Mataram (globalfmlombok.com) – Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram tengah menyelidiki kasus dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Kepala Unit Tipidter Ipda Imamul Ahyar, Rabu (24/9/2025) mengatakan, penanganan terkait dugaan keracunan MBG tersebut kini masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian.

“Kami menangani kasus dugaan keracunan MBG di dua sekolah, Yakni SDN 1 Nyurlembang dan SDN 1 Selat,” kata Ahyar.

Dari dua SD tersebut, dugaannya ada enam murid yang mengalami keracunan. Tiga murid dari SDN 1 Nyurlembang dan tiga lainnya dari SDN 1 Selat. Gejala yang dialami murid tersebut sama, yaitu merasa mual dan sakit perut. Dugaan keracunan terjadi pada Rabu 3 September 2025.

Enam murid itu sempat dilarikan ke puskesmas setempat, tetapi tidak sampai menjalani opname.

Dia menyebutkan, yang melaporkan dugaan keracunan MBG adalah kepala sekolah dari masing-masing sekolah dasar. Laporan masuk pada Rabu (17/9/2025).

Periksa Sejumlah Saksi

Tindak lanjut dari laporan tersebut, penyelidik kini telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Sejauh ini ini polisi telah memeriksa kepala sekolah selaku pelapor, pihak dapur umum serta pemilik lahan, dan ahli gizi dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram.

“Ahli gizi memeriksa sampel makanan MBG tersebut,” ucapnya.

Dari pemeriksaan terhadap pihak yang menyiapkan MGB, mereka mengaku telah memasak dan menyiapkan makanan sesuai dengan SOP yang berlaku. Mereka mengaku tidak ada bahan makanan yang kedaluwarsa yang ikut tercampur.

“Selanjutnya mungkin kami akan memeriksa saksi-saksi yang ada di TKP yakni korban itu sendiri. Sembari menunggu hasil Balai Besar POM di Mataram,” tuturnya.

Mengenai apakah pengusutan kasus dugaan keracunan MBG nantinya akan berujung kepada penetapan tersangka, Ahyar masih belum bisa membeberkan lebih jauh. “Karena ini masih tahap penyelidikan, tapi kalau kami temukan pelanggaran pidana, maka kami lanjut hukum. Namun, kalau tidak ada kami temukan pidana, kami akan tutup,” pungkas dia. (mit)

Polisi Periksa Saksi yang Pertama Temukan Jenazah Brigadir Esco

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap AS, orang yang pertama kali menemukan jenazah Brigadir Esco Faska Rely. AS diperiksa di Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat pada Senin (22/9/2025) kemarin.

Pemeriksaan tersebut dikonfimasi langsung oleh Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata. “Iya (diperiksa), tapi nanti disampaikan (Kabid Humas Polda NTB) ya lengkapnya,” ujar Eka, Selasa (23/9/2025).

Selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang melihat jenazah Brigadir Esco, Polres Lombok Barat juga diketahui juga melakukan pemanggilan kepada ayah Esco yakni Samsul Herawadi. Namun dengan status sebagai saksi dan pelapor. “Iya kemarin itu dilakukan pemeriksaan,” ucap kuasa hukum keluarga Esco, Lalu Anton Heriawan, Selasa (23/9/2025) secara terpisah.

Saat pemanggilan, polisi hanya menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Delapan orang saksi ahli beserta CCTV sudah diperiksa. Terkait detail pemeriksaa itu, Anton menyebut tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan kepada media.

Ia juga menambahkan, bahwa pemanggilan Samsul Herawadi terkait dengan adanya penambahan Pasal 44 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). 

Desak Polisi Menangkap Pelaku Lain

Sebelumnya, keluarga Esco mendesak polisi segera menangkap terduga pelaku lain yang terlibat dalam pembunuhan anggota Intel Polsek Sekotong itu. Keluarga meyakini Briptu Rizka bukan pelaku tunggal dalam kasus tersebut.

“Kami minta segera ditetapkan tersangka lainnya, karena tidak akan mungkin seorang R bekerja sendiri melakukan (dugaan) penganiayaan tersebut,” ujar kuasa hukum keluarga Esco, Lalu Anton Hariawan.

Diketahui, Brigadir Esco ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan di kebun belakang rumahnya, di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, pada 24 Agustus lalu.

Jenazah Esco pertama kali ditemukan oleh AS. Kondisi jasad Brigadir Esco kala itu sudah membusuk, tubuh menghitam, dan wajah yang telah rusak. Selain itu, leher Brigadir Esco ditemukan terikat tali di bawah pohon.

Berdasarkan kondisi tersebut, Brigadir Esco semula diduga tewas akibat gantung diri. Namun, hasil autopsi menunjukkan Brigadir Esco diduga sempat dianiaya sebelum akhirnya meregang nyawa.

Sebelum hilang dan akhirnya ditemukan tewas. Fakta ini dikuatkan oleh teman-teman piketnya di Polsek Sekotong dan buku pencatatan kehadiran. (her)

3.037 Personel Gabungan akan Amankan MotoGP Mandalika 2025

Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak 3.307 yang tergabung dalam personel gabungan Polri, TNI, Pemerintah Provinsi NTB serta BKO dari Mabes Polri akan terlibat dalam pengamanan pagelaran MotoGP Mandalika 2025. Pengamanan tersebut disebut juga Operasi Mandalika Rinjani 2025.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTB, Irjen Pol Hadi Gunawan, Rabu (24/9/2025) mengatakan, pengamanan dibagi menjadi tiga skema khusus. Yakni skema zona barat, zona timur, dan zona tengah.

“Dari Polda NTB dan jajaran ada 2.250 personel. Kemudian jajaran personel atau Bawak Kendali Operasional (BKO) dari Mabes Polri 266 personel. Serta 191 personel dari Tentara Nasional Indonesia (TNI),” jelasnya.

Dalam pengamanan tersebut, telah dibentuk beberapa satuan tugas (Satgas). Yakni Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Walrolakir, Satgas Tindak, satgas Gakkum, satgas Humas, Satgas Banops, dan satgas Pamwil.

Sasaran Pengamanan

Sasaran pengamanan Operasi Mandalika Rinjani 2025 antara lain; orang, tempat atau lokasi serta benda. Yakni keselamatan orang selama pelaksanaan MotoGP Mandalika 2025 baik Peserta panitia, pengunjung, pelaku UMKM, juru parkir serta seluruh orang yang berada di kawasan tempat pelaksana MotoGP.

Dia menyebutkan, pengamanan MotoGP Mandalika 2025 harus optimal sejak kedatangan pembalap, di penginapan, hingga area sirkuit. Petugas juga wajib memastikan seluruh barang bawaan pembalap dan penonton tetap aman.

“Kita mulai dari bagian transportasi, ini satgas lalu lintas, kita berikan parkir yang nyaman agar terhindar dari pencurian,” tutur Hadi.

Dia menambahkan, penonton akan diatur agar masuk dengan tertib. Penonton juga akan diperiksa untuk memastikan tidak membawa barang yang dapat mengganggu jalannya event berskala internasional tersebut.

Telah Melakukan Berbagai Persiapan

Sebelum pelaksanaan Operasi Mandalika Rinjani 2025, Polda NTB telah melakukan berbagai persiapan, di antaranya Ciptakondisi tahap I oleh Direktorat Intelkam pada 26 Juli-15 September 2025 serta Cipkon oleh Direktorat Binmas pada 25-28 Agustus 2025.

Tim gabungan juga telah melakukan survei final penyusunan Rencana Operasi (Ranops) pada 8-12 September 2025, serta rapat koordinasi pada 17 September.

“Kami berharap bahwa event internasional (MotoGP Mandalika 2025) ini kembali sukses terselenggara di NTB,” tandasnya. (mit)