Beranda blog Halaman 31

Dukung Program Desa Berdaya, Pusat Berencana Suntik Dana ke NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) RI mendukung penuh program desa berdaya milik Pemprov NTB. Program ini dinilai memberikan manfaat kepada desa, melakukan pemberdayaan langsung ke unit terkecil daerah yang berkaitan langsung dengan masyarakat.

Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung mengatakan banyak daerah yang mengeluh soal pemotongan Transfer ke Daerah (TKD). Namun, mereka tidak berani bergerak membentuk program-program yang bisa menyejahterakan masyarakat. Sehingga daerah yang seperti ini tidak akan digubris oleh pusat.

Sementara NTB, katanya berbeda. Meski TKD ke provinsi ini dipotong hingga Rp1,2 triliun, provinsi tetap melaksanakan program yang menyejahterakan masyarakat melalui program Desa Berdaya. Sehingga pusat berencana akan memberikan suntikan dana kepada Pemprov NTB.

“Satu desa tambahan sampai Rp500 juta. Ini yang harus kita apresiasi. Kami akan ikut memperjuangkan di pusat, supaya ini ada dana yang bisa menjadi tambahan bagi pemerintah provinsi,” ujarnya saat dikonfirmasi di Kantor Gubernur NTB, Senin, 25 Mei 2026.

Menurutnya, program desa berdaya dinilai mampu meningkatkan ekonomi desa, ia mendorong NTB agar mengambil peran dalam penerapan municipal bonds atau obligasi pemerintah daerah, yaitu surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah. Sehingga daerah bisa memiliki banyak sumber pendanaan, termasuk juga dari jaringan internasional.

Tamsil menjelaskan, selama ini banyak dana APBN yang mengendap, seperti dana LPDP, dana BPKH, dan Dana Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

Tidak hanya itu, TKD NTB tahun 2027 juga berpotensi mengalami kenaikan. Hal ini karena Presiden RI telah menerapkan Perpres Tata Kelola Sumber Daya Alam. Yang mana perusahaan tidak lagi bisa melakukan ekspor secara langsung, melainkan diambil alih BUMN.

“Ada potensi kenaikan. Kan tahun 2027 mulai diterapkan namanya Perpres Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto juga berencana menjadikan program prioritas Desa Berdaya sebagai model pengentasan kemiskinan ekstrem. Ia menilai pendekatan berbasis orkestrasi dan kolaborasi lintas sektor yang diterapkan NTB berpotensi menjadi model nasional dalam penanganan kemiskinan ekstrem berbasis desa.

“Konsep yang disampaikan Pak Gubernur sangat baik. Pendekatan orkestrasi dan kolaborasi ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain dalam menurunkan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Menurutnya, Kementerian Desa siap memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk mengakselerasi berbagai program pemberdayaan desa, termasuk melalui kolaborasi dengan sektor swasta, perguruan tinggi, serta organisasi masyarakat. (era)

Polisi Periksa Mantan Pacar Mahasiswi Unram yang Ditemukan Meninggal di Gomong

Mataram (globalfmlombok.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram masih menggencarkan penyelidikan pada kasus meninggalnya mahasiswi Universitas Mataram (Unram) berinisial NDR di kamar kos di wilayah Gomong Sakura, Kota Mataram, Senin (18/5/2026) lalu.

Kepala Satreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, Senin (25/5/2026) mengatakan, total ada 14 orang yang telah diperiksa penyelidik terkait kasus ini. “Hari ini ada dua saksi yang kami periksa hari ini. Dari rekan korban dan juga mantan pacar korban,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pihaknya masih akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi. “Kami masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan bukti-bukti lainnya,” tambahnya.

Pihaknya saat ini juga masih berkoordinasi dengan dokter forensik untuk hasil autopsi korban.

Lebih lanjut, polisi kini juga telah mengirimkan sampel bukti ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. “Kami masih menunggu hasil uji lab dari Puslabfor,” tambahnya.

Dharma mengaku bahwa saat ini pihak kepolisian masih belum dapat membeberkan siapa terduga pelaku dalam meninggalnya mahasiswi Universitas Mataram. Yang jelas, dia menegaskan ada tindak pidana dalam peristiwa tersebut. “Kami masih melakukan pendalaman. Kami mengharapkan cepat selesai,” tandasnya.

Sebagai informasi, perempuan berinisial NDR (21) asal Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa itu pertama kali ditemukan tak bernyawa oleh sepupunya yang merasa curiga karena tidak bisa menghubungi korban sejak beberapa hari.

Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, korban sempat menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp pada 16 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Namun, saat itu saksi masih berada di Jakarta dalam perjalanan menuju Lombok.

Setelah tiba di Lombok pada 17 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 Wita, saksi mencoba kembali menghubungi korban, tetapi handphone korban sudah tidak aktif. Sekitar pukul 21.00 Wita, saksi bersama sepupunya mendatangi kamar kos korban.

Saat tiba di lokasi, kamar korban dalam keadaan gelap. Saksi beberapa kali mengetuk pintu namun tidak ada respons. Karena sepeda motor korban juga tidak terlihat, saksi sempat mengira korban sedang keluar.

Karena merasa curiga, saksi kemudian kembali bersama beberapa rekannya untuk memastikan kondisi korban. Saat mengintip melalui ventilasi kamar menggunakan senter, mereka melihat korban dalam posisi terlentang dan mencium bau tidak sedap dari dalam kamar.

Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kepala lingkungan setempat yang selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Selaparang bersama Unit Identifikasi Polresta Mataram langsung melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ini, jenazah korban telah dipulangkan kepada pihak keluarga di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Pemulangan jenazah setelah proses autopsi selesai dilakukan. (mit)

Dinilai Picu Masalah Sosial Serius, NTB Siapkan Raperda Penanggulangan Judol dan Pinjol Ilegal

Mataram (globalfmlombok.com)—

Pemerintah Provinsi NTB menilai praktik judi online (judol) dan pinjaman online ilegal telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang serius di tengah masyarakat. Karena itu, Pemprov NTB mendorong pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan terhadap Pinjaman atau Pendanaan Berbasis Teknologi Informasi Ilegal dan Judi Online.

Pandangan tersebut disampaikan Sekda NTB Abul Chair saat menyampaikan pendapat Gubernur NTB dalam rapat paripurna DPRD NTB tahun 2026 tentang pembahasan 5 Buah Raperda Prakarsa DPRD NTB, Senin (25/5/2026).

Menurut pemerintah daerah, tingginya praktik pinjaman online ilegal dan judi online di NTB tidak hanya memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, tetapi juga memicu persoalan sosial yang semakin mengkhawatirkan.

“Fenomena ini memicu berbagai dampak negatif seperti meningkatnya moral hazard di tengah masyarakat, konflik rumah tangga yang berujung perceraian, tekanan psikologis, hingga kasus bunuh diri,” demikian isi pendapat gubernur yang dibacakan dalam rapat paripurna.

Pemprov NTB menyebut sepanjang tahun 2024 praktik judol dan pinjol ilegal menjadi fenomena yang meresahkan karena berkembang pesat seiring kemajuan teknologi digital dan masih lemahnya literasi keuangan serta literasi digital masyarakat.

Selain merugikan secara finansial, kedua praktik tersebut dinilai mengancam ketahanan keluarga, stabilitas sosial, produktivitas masyarakat, hingga masa depan generasi muda. Banyak masyarakat disebut terjebak dalam lingkaran utang, intimidasi, hingga ketergantungan yang berdampak pada rusaknya kehidupan sosial dan ekonomi keluarga.

Karena itu, pemerintah daerah memandang penanganan persoalan tersebut harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan banyak pihak, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah pusat dan daerah, lembaga keuangan, perusahaan teknologi, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, hingga partisipasi masyarakat.

Pemprov NTB juga mengakui hingga saat ini belum memiliki dasar hukum daerah yang secara khusus mengatur peran pemerintah daerah dalam melakukan intervensi, edukasi, pencegahan, serta penanggulangan praktik judi online dan pinjaman online ilegal.

“Menjadi penting bagi Pemerintah Provinsi NTB untuk memiliki peraturan daerah yang dapat menjadi landasan hukum dalam memperkuat langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan praktik pinjol ilegal dan judi online,” demikian disampaikan Gubernur dalam rapat tersebut.

Raperda terkait judol dan pinjol ilegal itu menjadi satu dari lima raperda prakarsa DPRD NTB yang mendapat pendapat gubernur. Empat raperda lainnya meliputi perubahan Perda Bale Mediasi, perlindungan dan pemberdayaan petani, sumbangan dana pendidikan masyarakat pada satuan pendidikan menengah, serta pelaksanaan delegasi kewenangan urusan pemerintahan di bidang pertambangan mineral dan batu bara.(r)

Putaran Pembuka Moto3 Junior, Binaan Astra Honda Siap Taklukan Sirkuit Barcelona

Mataram (globalfmlombok.com)–

Pebalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa, siapmelesat kencang hadapi tantangan baru pada ajang Moto3 Junior World Championship 2026 yang dimulai akhir pekan ini pada 21-24 Mei 2026, di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol. Musim ini menjadi langkah penting dalam perjalanankarier Ramadhipa setelah tampil impresif pada European Talent Cup (ETC) tahun lalu.

Keikutsertaan Ramadhipa pada ajang yang sebelumnya bernama FIM JuniorGP ini menjadi tahun kedua di Eropa bersama Honda Asia-Dream Racing Junior Team. Pebalap berusia 16 tahun ini akan mengendarai Honda NSF250RW dengan nomor balap #32, nomor yang membawanya mencetak sejarah sebagai peb lap Indonesia pertama yang meraih kemenangan di ETC.

Musim lalu, Ramadhipa menutup kompetisi ETC di posisi kelima klasemen akhir dengan raihan dua kemenangan dan satu podium tambahan. Selain itu, dirinya juga menempati posisi kedelapan pada Red Bull Rookies Cup. Salah satupencapaian terbaiknya terjadi di Catalunya, sirkuit yang akan menjadi seri pembuka JuniorGP 2026, saat Ramadhipasukses meraih podium tertinggi ETC.

Mempersiapkan musim balap 2026, pebalap asal Sleman, Yogyakarta itu telah menjalani berbagai program latihanintensif di Eropa sejak awal Maret, termasuk winter camp, latihan fisik, hingga sesi tes motor bersama tim di Valencia dan Barcelona.

”Saya akan mencoba meraih hasil lebih baik dibandingkan tahun lalu. Saya juga ingin terus berkembang, bukan hanyasebagai pebalap tetapi juga sebagai pribadi. Saya tidak ingin membandingkan diri saya dengan pebalap lain, tetapidengan diri saya di musim-musim sebelumnya. Tahun ini lawan terbesar saya adalah diri saya sendiri,” ujar Ramadhipa.

Dia juga mengaku ingin terus berkembang secara bertahap tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada dirinyasendiri. ”Saya tentu punya target pribadi seperti pebalap lainnya. Saya ingin bisa berada sedekat mungkin denganpodium dan tampil lebih baik dibandingkan musim lalu di European Talent Cup,” lanjut Ramadhipa.

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, mengatakan keikutsertaan Ramadhipa di Moto3 Junior World Championship merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan AHM dalam mengembangkan talentamuda Indonesia melalui jalur pembinaan balap berjenjang hingga level tertinggi.

”Kami berharap Ramadhipa dapat terus berkembang, menikmati prosesnya, dan memberikan performa terbaiksepanjang musim ini serta menjadi inspirasi bagi anak muda Indonesia yang ingin berprestasi di ajang balap International,” ujar Andy.

Moto3 Junior World Championship 2026 akan berlangsung dalam tujuh putaran di berbagai sirkuit Eropa, yaituBarcelona, Estoril, Jerez, Magny-Cours, Valencia, MotorLand Aragon, dan Misano. Total akan digelar 12 balapansepanjang musim, dengan sebagian besar seri menghadirkan dua race dalam satu akhir pekan.

Pada seri pembuka di Barcelona, Ramadhipa akan menjalani sesi latihan resmi pada Kamis (21/5) dan Jumat (22/5), dilanjutkan sesi kualifikasi pada Sabtu (23/5). Sementara dua balapan utama sepanjang 14 lap akan berlangsung pada Minggu (24/5), start pukul 11.00 dan 14.00 waktu waktu setempat, atau pukul 16.00 dan 19.00 WIB. Balapan bisadisaksikan langsung di Youtube FIM MotoJunior.(r)

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima hingga 6 Juni

Mataram (globalfmlombok.com)-

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di wilayah pesisir Lombok dan pesisir Bima, Nusa Tenggara Barat, yang berlaku mulai 26 Mei 2026 pukul 08.00 Wita hingga 6 Juni 2026 pukul 20.00 Wita.

Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Praya menyusul adanya potensi pasang air laut maksimum yang dapat memicu genangan di sejumlah wilayah pesisir.

Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi, mengatakan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir rob, terutama di kawasan pesisir, bantaran sungai, dan daerah dataran rendah.

“Dengan adanya fenomena tersebut, masyarakat di sekitar pesisir Lombok dan pesisir Bima, bantaran sungai dan daerah yang lebih rendah dihimbau tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang air laut maksimum seperti banjir rob,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).

BMKG memperkirakan kondisi cuaca di wilayah Lembar dan Sape umumnya cerah hingga hujan ringan dengan arah angin dari timur hingga selatan berkecepatan 5–20 knots. Sementara tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.

Di wilayah Lembar, pasang maksimum diperkirakan mencapai 2 meter pada pukul 08.00–13.00 Wita. Adapun di wilayah Sape, pasang maksimum diprakirakan mencapai 1,9 meter pada pukul 08.00–15.00 Wita.

Wilayah yang berpotensi terdampak di Pulau Lombok meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.

Sementara di Pulau Sumbawa, potensi dampak diperkirakan terjadi di kawasan Sumbawa dan Labuhan Badas. Adapun di wilayah Bima meliputi Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG, termasuk laman maritim.bmkg.go.id dan media sosial Info BMKG NTB.(ris/r)

BRIDA NTB Siap Kembangkan Pilot Project Smart Farming Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular

Mataram (globalfmlombok.com) —

Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai menyiapkan pengembangan kawasan pertanian terintegrasi berbasis smart farming sebagai bagian dari implementasi hasil riset dan inovasi tahun 2025.

Program tersebut diproyeksikan menjadi proyek percontohan pengelolaan ekonomi sirkular yang mendukung pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pembangunan lingkungan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.

Langkah itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Pertanian Terintegrasi di Kawasan BRIDA NTB dalam rangka Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) 2026, Senin 25 Mei 2026.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil riset kolaboratif antara Universitas Mataram, Universitas Lambung Mangkurat, dan Institut Pertanian Bogor. Sejumlah pihak turut dilibatkan, di antaranya SMK Pertanian Mataram, Dinas Peternakan, hingga yayasan yang bergerak di bidang pengolahan limbah menjadi biogas.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan riset dan inovasi harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat serta mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi NTB.

“Semua riset dan inovasi ujungnya harus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah,” kata Aryadi.

Ia menjelaskan, hasil penelitian terkait pengelolaan air lindi di Kebon Kongok kini memasuki tahap implementasi melalui pengembangan biodigester portable. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang mengalami kelebihan kapasitas sekaligus menghasilkan gas metana dan pupuk organik yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Sementara itu, akademisi dari Unram, Misbahuddin, menyebut penelitian tahun kedua difokuskan pada pengembangan biodigester portable berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi itu memungkinkan pemantauan produksi gas secara real time melalui telepon pintar, termasuk pengendalian tekanan gas otomatis untuk menjaga keamanan sistem.

Selain pengembangan biodigester, konsep kawasan pertanian terintegrasi juga akan mencakup hidroponik, bioflok, budidaya maggot, serta pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi mandiri.

Akademisi dari ULM, Apip Amrullah, mengatakan seluruh sistem dirancang saling terhubung dalam konsep waste to energy berbasis ekonomi sirkular.

“Limbah organik yang dihasilkan nantinya dapat kembali dimanfaatkan menjadi energi, pupuk, hingga mendukung kebutuhan pertanian dan perikanan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, perwakilan SMK PP Negeri Mataram juga menyatakan kesiapan mendukung pengembangan pilot project smart farming sebagai sarana pembelajaran siswa sekaligus pengembangan agroeduwisata berbasis teknologi.

Melalui kolaborasi lintas sektor itu, BRIDA NTB berharap inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan bagi masyarakat NTB.(ris/r)

Pemprov dan BPS Ajak Pelaku Usaha di NTB Ikut Sukseskan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026

Mataram (globalfmlombok.com) —

Pemerintah Provinsi NTB bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mendorong keterlibatan aktif pelaku usaha, UMKM, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih terukur dan berbasis data.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB bersama BPS NTB di Ruang Rapat Tambora Kantor Gubernur NTB, Senin (25/5).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Asisten II Setda NTB H. Lalu Moh. Faozal yang mewakili Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Kepala BPS NTB Dr. Drs. H. Wahyudin, serta Ketua KADIN NTB yang diwakili Ir. Hasmudin.

Peserta yang hadir sekitar 60 orang berasal dari perangkat daerah, asosiasi pengusaha, pelaku UMKM, media, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga PT Pos Indonesia sebagai bentuk kolaborasi bersama menyukseskan pendataan ekonomi nasional.

Kepala Diskominfotik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, dalam laporannya menegaskan bahwa data statistik yang berkualitas menjadi kebutuhan penting dalam menyusun, mengevaluasi, dan mengarahkan pembangunan daerah menuju visi “NTB Makmur Mendunia”.

Menurut Aka, sapaan akrabnya, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekedar kegiatan pendataan rutin, tetapi menjadi instrumen strategis untuk membaca kekuatan ekonomi daerah, memetakan potensi usaha, serta memastikan kebijakan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Melalui sensus ekonomi, NTB diharapkan memiliki data yang lebih akurat untuk membangun daerah dan memperkuat arah kebijakan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Setda NTB Lalu Moh. Faozal memaparkan kondisi ekonomi NTB yang dalam beberapa triwulan terakhir menunjukkan tren pertumbuhan positif dan memiliki daya tahan ekonomi yang cukup kuat.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi NTB Triwulan I Tahun 2026 mencapai 13,64 persen yang ditopang sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, peternakan, dan pariwisata. Menurutnya, kualitas pertumbuhan tersebut harus dijaga melalui kebijakan yang berbasis data akurat dan kondisi riil masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi yang kuat harus didukung data yang benar agar arah kebijakan pembangunan tidak salah sasaran,” katanya.

Faozal juga mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data secara terbuka, jujur, dan sesuai kondisi sebenarnya.

“Kalau petugas resmi BPS datang, mohon diterima dengan baik dan diberikan data yang sesuai kondisi riil. Karena kualitas data akan menentukan kualitas kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS NTB Dr. H. Wahyudin menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.

Menurutnya, sensus ekonomi menjadi dasar penting untuk memetakan struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangann UMKM, ekonomi digital, hingga ekonomi lingkungan di seluruh wilayah Indonesia.

Ia menegaskan bahwa seluruh data responden dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun audit usaha.

“Data masyarakat dilindungi undang-undang dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta penyusunan kebijakan pembangunan,” tegas Wahyudin.

Dukungan dunia usaha juga disampaikan Ketua KADIN NTB yang diwakili Ir. Hasmudin. Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan sangat penting dalam memetakan daya saing usaha, membuka peluang pasar baru, sekaligus memperkuat pengembangan UMKM di NTB.

“Kami ingin data ekonomi NTB benar-benar kuat karena itu akan menjadi dasar lahirnya kebijakan pro usaha dan mendorong UMKM NTB naik kelas,” katanya.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026, di mana peserta langsung dipandu tim BPS NTB melakukan simulasi pengisian sensus secara daring maupun pendataan lapangan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah pelaku usaha dan asosiasi menyatakan kesiapan mendukung Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya membangun basis data ekonomi NTB yang lebih kuat, akurat, dan terpercaya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di masa mendatang.

Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh BPS berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.  Jadwal pelaksanaan tersebut terbagi menjadi dua tahap utama: Mei – Agustus 2026: Periode pengisian kuesioner secara mandiri (online) oleh pelaku usaha. Tanggal 15 Juni – 31 Agustus 2026: Periode pendataan lapangan (door-to-door) oleh petugas sensus BPS.(ris)

Rp128 Miliar untuk Desa Berdaya NTB di 2026, Kades Diminta Kelola Anggaran dengan Amanah, Transparan, dan Kreatif

Mataram (globalfmlombok.com) —

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan melalui program yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi, sinkronisasi data, dan orkestrasi pembangunan yang terintegrasi hingga ke tingkat desa.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Rapat Koordinasi Desa Berdaya Tematik 2026 di Aula Hotel Grand Madani, Mataram, Senin (25/5/2026).

Rapat koordinasi yang mengusung tema “Desa Berdaya untuk Pengentasan Kemiskinan melalui Ketahanan Pangan, Kelestarian Hutan, dan Pariwisata Kelas Dunia” tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi NTB memperkuat pembangunan desa sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa desa tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai objek pembangunan, tetapi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menggerakkan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.

“Saya percaya upaya membangun bangsa harus dimulai dari titik paling bawah, yaitu desa. Kalau desa maju, maka daerah dan negara juga akan maju,” ujar Gubernur.

Menurutnya, selama ini banyak program bantuan pemerintah, NGO internasional, hingga sektor swasta yang masuk ke desa, namun belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan karena berjalan tanpa koordinasi dan arah pembangunan yang terintegrasi.

“Selama ini program masuk sendiri-sendiri, tidak saling terhubung, tidak ada sinkronisasi data, dan tidak ada yang mengorkestrasi. Karena itu pemerintah provinsi hadir untuk memastikan semua program bergerak dalam satu arah,” tegasnya.

Melalui Program Desa Berdaya Tematik, Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan verifikasi dan validasi data kemiskinan, memetakan persoalan spesifik di setiap desa, sekaligus menghubungkan berbagai sumber bantuan dan pendanaan agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, serta mengembangkan potensi pariwisata desa berbasis kekuatan lokal masing-masing wilayah.

Gubernur menjelaskan, pembangunan desa yang terarah diyakini akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah tantangan fiskal yang saat ini dihadapi pemerintah daerah.

Ia mengungkapkan bahwa kapasitas fiskal NTB mengalami tekanan akibat penurunan transfer pusat dan meningkatnya kebutuhan belanja daerah. Namun demikian, Pemerintah Provinsi NTB tetap mempertahankan Program Desa Berdaya Tematik sebagai salah satu prioritas pembangunan.

“Ini bukan sekadar program bantuan. Ini ikhtiar membangun kekuatan ekonomi masyarakat dari desa agar pertumbuhan daerah lebih inklusif dan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Menurut Gubernur, tahun ini anggaran Program Desa Berdaya Tematik yang langsung disalurkan ke desa mencapai sekitar Rp128 miliar. Jika digabung dengan program OPD serta dukungan berbagai pihak lainnya, total anggaran yang berputar di tingkat desa diperkirakan melebihi Rp500 miliar.

“Tahun ini, melalui Desa Berdaya saja, ada sekitar Rp128 miliar yang langsung turun ke desa. Kalau digabung dengan program OPD dan berbagai pihak lainnya, totalnya dipastikan lebih dari Rp500 miliar yang berputar di desa,” paparnya.

Ia juga mengingatkan para kepala desa dan lurah agar menjaga kepercayaan tersebut dengan mengelola anggaran secara amanah, transparan, kreatif, dan berorientasi jangka panjang.

Menurutnya, dana yang diberikan pemerintah harus mampu menjadi pemantik tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat infrastruktur desa, dan membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.

“Dana Rp300 juta mungkin terlihat kecil. Tetapi kalau diorkestrasi dengan baik, dampaknya bisa jauh lebih besar dan menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Gubernur meminta seluruh desa menunjukkan tata kelola yang baik agar desa-desa di NTB semakin dipercaya dalam mendapatkan dukungan program pembangunan di masa mendatang.

“Tunjukkan bahwa desa-desa di NTB mampu mengelola program dengan baik, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(ris/r)

Manajemen Baru MGPA Target Hadirkan “Asia Le Mans” di Sirkuit Mandalika

Praya (globalfmlombok.com)  – Usai ditunjuk InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) untuk mengelola Sirkuit Internasional Mandalika, manajemen baru Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) di bawah Direktur Utama Ananda Nikola langsung memasang target besar. Pihaknya ingin terus menambah dan mendatangkan berbagai event balap roda empat dunia minimal grade dua di Sirkuit Internasional Mandalika. Salah satu yang diincar yakni balap Asia Le Mans.

Ajang balap hypercar tersebut ditargetkan bisa mentas di Sirkuit Mandalika di tahun 2027 mendatang atau paling tidak di tahun 2028. Namun sebelum itu sejumlah pembenahaan akan dilakukan. Pembenahan untuk memastikan Sirkuit Internasional Mandalika layak menggelar ajang balap dunia tersebut.

Dalam konfrensi pers di kawasan Kuta Mandalika, Jumat (23/5/2026) malam, Direktur Utama MGPA Ananda Nikola mengatakan kalau ajang Asia Le Mans sebenarnya sudah masuk daftar atau list untuk diselesanggarakan di Sirkuit Mandalika tahun ini. Namun karena kondisi geopolitik yang tidak menentukan ajang tersebut tidak bisa dilaksanakan.
“Tapi kita akan berupaya Asia Le Mans bisa hadir di tahun 2027 atau 2028 mendatang,” sebutnya.

Di luar itu, pihaknya juga akan terus berupaya menghadirkan event-event lainnya di Sirkuit Mandalika. Tidak hanya event balap saja. Namun, juga event olahraga dan non-olahraga lainnya. Kehadiran event-event tersebut tentunya diharapkan bisa semakin menarik minat wisatawan untuk datang. Dengan begitu, Sirkuit Mandalika bisa semakin ramai dan berkembang ke depannya.

“Kita ingin Sirkuit Mandalika bisa menjadi angker (jangkar) bagi perkembangan kawasan The Mandalika kedepan. Untuk itu, event-event yang ada kita maksimalkan,” tegasnya.

Optimis Terus Berkembang

Rasa optimis terhadap perkembangan Sirkuit Mandalika di bawah manajemen yang baru juga disampaikan Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka, di tempat yang sama. Dalam beberapa tahun terakhir Sirkuit Mandalika menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kehadiran berbagai event dunia jadi salah satu bukti nyata.

Hal tersebut memberi dampak yang signifikan terhadap perkembangan kawasan The Mandalika itu sendiri. “Ke depan, di bawah manajemen yang baru kita optimis Sirkuit Mandalika akan terus berkembang,” ujarnya.

Terlebih dengan kehadiran sosok Ananda Nikola yang punya pengalaman panjang di dunia balap internasional dengan jaringannya yang kuat di Ikatan Motor Indonesia (IMI) tentu akan memberikan nilai tambah untuk bisa menghadirkan lebih banyak event di Sirkuit Mandalika. “Kolaborasi tripartit antara IMI, ITDC dan MGPA siap membawa Sirkuit Mandalika lebih maju,” tandas Troy. (kir)

Bank NTB Syariah Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan di Kota Bima

Kota Bima (globalfmlombok.com)-

PT Bank NTB Syariah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kota Bima dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi literasi dan inklusi keuangan syariah yang menyasar masyarakat serta calon nasabah baru di Kota Bima.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Manager Consumer Protection and Literacy Bank NTB Syariah, Muh. Nur Rahmat, A. Ir., S.E., perwakilan Kantor OJK Provinsi NTB Yan Anjas Pratama, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Bima, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Dikpora, Kepala Dinas Koperindag, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas PPPA, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Pariwisata, serta Camat dan Lurah se-Kota Bima.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima H. A. Rahman, S.E., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara TPKAD Kota Bima, PT Bank NTB Syariah, dan OJK Provinsi NTB dalam menghadirkan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Wali Kota Bima juga menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus mendukung penguatan sektor ekonomi masyarakat dan pelaku usaha agar dapat tumbuh lebih produktif serta berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Manager Consumer Protection and Literacy Bank NTB Syariah, Muh. Nur Rahmat, A. Ir., S.E., menyampaikan bahwa literasi keuangan syariah bukan hanya berkaitan dengan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan, namun juga bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Literasi keuangan syariah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar semakin memahami manfaat dan penggunaan produk serta layanan keuangan syariah secara tepat. Melalui edukasi yang terus dilakukan, kami berharap masyarakat dapat mengelola keuangan dengan lebih baik, meningkatkan produktivitas usaha, serta memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman dan sesuai prinsip syariah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan, khususnya melalui penguatan UMKM dan perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Bank NTB Syariah meyakini bahwa kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci penting dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif. Melalui sinergi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai layanan keuangan, namun juga semakin percaya dan memanfaatkan layanan keuangan formal untuk mendukung aktivitas ekonomi serta kebutuhan sehari-hari.

Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus memperluas program literasi dan edukasi keuangan syariah sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam menghadirkan layanan yang memberikan Berkah Bermakna bagi masyarakat dan pembangunan daerah.(ris/r)