Beranda blog Halaman 307

Disambut Ratusan Fans, Marc Marquez Tiba di Lombok

JUARA dunia MotoGP 2025, Marc Marquez tiba di Lombok, pada Rabu (1/10/2025). Pembalap Lenovo Ducati ini mendapat sambutan meriah dari ratusan fans yang sudah menunggu sejak siang begitu mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Marquez sendiri tiba bersama sejumlah kru dan official tim dari Lenovo Ducati sekitar pukul 16.30 Wita.

Banyaknya fans yang datang membuat prosesi penyambutan sedikit terhambat. Usai dipasangkan Sapuq (ikat kepala khas Sasak) pembalap asal Spanyol ini langsung berjalan menuju mobil yang akan membawanya ke hotel dibawah pengawalan ketat aparat keamanan. Aksi desak-desakan para fans pun terjadi hingga luar terminal bandara.

Sebagai bentuk dukungan moral sejumlah fans membawa pamflet dan spanduk dukungan kepada pemilik tujuh gelar dunia motoGP tersebut. Para fans berharap Marc Marquez bisa tampil maksimal dan meraih podium di balapan MotoGP Mandalika kali ini. Maklum di tiga seri balapan MotoGP yang sudah di gelaran Sirkuit Mandalika sebelumnya Marquez belum pernah merasakan podium.

Pencapaian terbaik pembalap berjuluk Baby Alien ini yakni juara spirit race MotoGP Mandalika 2024 lalu. Sementara di semua balapan utama lainya Marquez selalu gagal finis. Baik karena crash atau kendala motor. “Kita berharap dia (Marquez) bisa menang di sini (Sirkuit Mandalika) jadi satu hadiah bagi masyarakat Lombok dan fans,” ujar

Belum Pernah Naik Podium

CEO Ducati Indonesia Jimmy Budhijanto, kepada awak media di BIZAM mengakui kalau Marquez belum pernah sekalipun naik podium di balapan MotoGP Mandalika. Harapannya pada balapan tahun podium bisa diraih dan menjadi napak tilas tersendiri bagi Marquez. Sekaligus bisa jadi momen merayakan gelar juara dunia yang diraih saat balapan di GP Jepang akhir pekan kemarin.

Jimmy mengaku kalau karakteristik Sirkuit Mandalika cukup menyulitkan bagi Marc Marquez. Mengingat, Marc Marquez punya kelebihan di sirkuit yang banyak tikungan ke kirinya. Sementara tikungan di Sirkuit Mandalika lebih banyak ke kanan.

“Tapi kita sebagai fans tetap berharap Marquez bisa menang. Dan, siap memberikan dukungan pada balapan besok,” tandasnya.

Kepada awak media Marc Marquez mengaku akan  berusaha tampil maksimal di balapan MotoGP Mandalika. Sehingga bisa menang dan juara. “Kita akan berusaha,” jawab Marquez singkat. (kir)

Pembalap MotoGP 2025 Sampaikan Pesan Hangat ke Warga NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Warga NTB memadati Jalam Udayana menanti kedatangan 10 pembalap utama MotoGP Mandalika 2025. Para pembalap ini melakukan parade dari Jalan Sangkareang-Udayana, sebelum beradu balap di Sirkuit Mandalika pada 3-5 Oktober 2025 mendatang.

Melihat antusias warga, para riders menyampaikan pesan hangat mereka kepada warga NTB yang memadati ruas jalan. Masing-masing dari mereka menyampaikan kesan berbeda. Namun dengan makna yang sama, mengatakan masyarakat NTB adalah pribadi yang ramah dan luar biasa.

Pembalap berkebangsaan Italia, sekaligus yang paling banyak mencuri perhatian masyarakat, Fransesco Pecco Bagnaia menyampaikan rasa terima kasih yang sangat luar biasa kepada NTB. Hal ini menyusul namanya yang tidak putus-putusnya disebut oleh warga.

Thank you so much. Incredible to see this loud here. It’s great, just to enjoy this weekend. They’re incredible as always (terima kasih banyak. Sangat menakjubkan melihat banyaknya orang di sini. Ini sangat luar biasa. Mereka (warga) luar biasa seperti biasa,” ujarnya.

Pembalap MotoGP 2025 asal Italia sekaligus saudara kandung Valentino Rossi, Luca Marini menyampaikan NTB dan masyarakatnya sangat luar biasa. “Amazing people,” katanya saat diminta host menyampaikan kesannya terhadap Indonesia khususnya NTB.

Pembalap berkebangsaan Indonesia, Mario Aji juga menyampaikan hal yang sama. Ia mengatakan sambutan warga NTB sangat luar biasa.

Tarik Perhatian Masyarakat

Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka menyatakan, parade pembalap tahun ini mengundang banyak perhatian masyarakat. Menurutnya, parade yang dihadiri oleh  gubernur dan wakil gubernur ini menjadi momentum spesial bagi masyarakat NTB.

“Artinya bahwa antara masyarakat, pembalap, dan Forkopimda cukup bergembira sore ini. Mudahan ini menjadi hiburan yang hangat bagi masyarakat Lombok juga NTB,” katanya.

Dia mengungkapkan, para pembalap mengaku terkesan dengan sambutan hangat dari masyarakat. Mereka merasakan suasana berbeda yang tidak ditemui di negara-negara lain tempat seri MotoGP digelar.

“Mereka cukup senang dengan acara ini karena dari sekian series ini hanya di Indonesia. Jadi ini yang membuat mereka sesuatu yang menggembirakan, lucu dan yang membedakan di sini anak sekolah menyambut dengan bendera merah putih. Mereka menjadi merasa bintang di negara Indonesia,” lanjutnya.

Parade pembalap MotoGP Mandalika 2025 di Teras Udayana, Mataram, Rabu, 1 Oktober 2025. Gubernur NTB, H.Lalu Muhamad Iqbal bersama Wagub, Hj.Indah Dhamayanti Putri, hadir dalam parade tersebut. (Suara NTB/fan)

Kegiatan MotoGP 2025 di Indonesia menjadi pengalaman yang unik daripada seri lainnya. Interaksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, menjadi daya tarik tersendiri.

“Programnya juga berbeda, mulai besok ada kunjungan ke sekolah-sekolah, ada dua sekolah, dan ada anak-anak sekolah yang datang ke sirkuit sebanyak 1.000 orang. Berbeda sekali dengan yang lain,” tambahnya.

Ia menilai kegiatan parade pembalap MotoGP 2025 ini juga mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Sebab, banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum ini. Begitupun pariwisata turut bergerak dengan tingginya kunjungan dan beberapa postingan pembalap di wisata Mandalika. (era)

Polisi Serahkan Tersangka Kasus Dugaan Pengoplosan Beras di Lombok Barat ke Kejaksaan

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Daerah (Polda) NTB menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan pengoplosan beras di gudang milik seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial NA (38) di Dasan Geres, Lombok Barat.

Polisi melimpahkan tersangka NA (38) beserta barang bukti kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi NTB, Rabu (1/10/2025).

“Setelah kita ungkap kita lakukan penyidikan, kita selesaikan berkas perkaranya. Dan pada hari ini kita akan lakukan penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol FX. Endriadi.

Endriadi menyebutkan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat dan pihak Bulog terkait adanya dugaan pengoplosan beras. Beras oplosan tersebut diduga diperdagangkan menggunakan kemasan beras milik Bulog.

Penggerebekan di Gudang

Atas laporan tersebut, polisi menggerebek gudang pengoplosan beras di Dasan Geres, Lombok Barat milik NA pada Rabu 30 Juli 2025.

Dari penggrebekan tersebut, aparat menyita sejumlah barang bukti. Yakni 78 karung beras beras cacat, dengan 21 karung kemasa 50 kilogram dan 58 karung kemasan 25 kilogram. 41 karung 25 kilogram beras menir. 4.081 lembar karung kemasan beras milik Bulog. Serta seperangkat alat pengoplosan beras lainnya.

Cara NA melancarkan aksi bejatnya adalah dengan membeli beras medium dan beras menir di penggilingan padi di sekitar Lombok Tengah dan Lombok Barat. Beras tersebut kemudian dia bawa ke rumahnya yang berada di Lombok Barat.

Tersangka kemudian mengemas ulang beras tersebut ke dalam tiga merek kemasan beras milik Bulog, yakni SPHP, Beraskita, dan Beras Medium ukuran 5 kilogram. Tersangka kemudian menjual beras tersebut melalui sales-sales.

“Kemasan-kemasan ini, pelaku ini beli secara daring melalui market place yang sudah kita kejar juga. Ini dibeli dari produk-produk lamanya bulog,” tuturnya.

Dia menegaskan, pihak Bulog tidak ada sangkut pautnya dalam penggunaan kemasan beras di kasus ini.

Dari hasil pemeriksaan, NA mengaku telah menjalankan bisnis ini selama 2 bulan. Dia mengaku telah menjual sekitar 15 ton beras ke berbagai kios di Mataram. Keuntungan per kemasan yang NA dapatkan sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta.

Atas tindakannya itu, polisi menyangkakan NA dengan Pasal 62 jo. Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dia juga dijerat dengan Pasal 106 jo. Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Serta Pasal 100 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram Muhammad Harun Al-Rasyid mengatakan telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari Polda NTB. “Ya telah kami terima, tersangka kami tahan di Lapas Kuripan untuk 20 hari ke depan,” pungkas Harun. (mit)

Propam Polda NTB Tangani Dugaan Pelanggaran Etik Brigadir R di Kasus Meninggalnya Brigadir Esco

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Daerah (Polda) NTB memastikan penanganan etik terhadap Brigadir R, anggota polisi yang juga tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan suaminya, Brigadir Esco Faska Rely berproses.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Mohammad Kholid, membenarkan bahwa saat ini Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTB tengah memproses pemeriksaan kode etik terhadap Brigadir R.

“Propam sedang melakukan pemeriksaan terhadap kode etiknya,” kata Kholid, Selasa (1/10/2025).

Kholid tidak merinci apakah Brigadir R kini telah menjalani pemeriksaan di Bid Propam terkait penanganan etik tersebut.

Sementara itu, kuasa hukum Brigadir R, Rosihan Zulby mengatakan belum mendapat informasi terkait pemeriksaan kliennya di Bid Propam Polda NTB.

“Kemarin hari Senin terakhir saya konfirmasi saat penjengukan keluarga, tidak ada diberitahukan soal itu,” jelasnya.

Dia mengaku, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Brigadir R memang pernah menjalani pemeriksaan di Propam Polres Lombok Barat.

“Namun itu keterkaitannya saat masih penyelidikan kasus ini,” tandasnya.

Dalam kasus ini, istri almarhum yang juga bertugas di Polres Lombok Barat itu telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara khusus di Polda NTB.

Setelah menjadi tersangka, polisi menyangkakan R dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo. Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau perbuatan lainnya yang menyebabkan nyawa seseorang hilang dan jo. Pasal 44 Tahun 2004 tentang PKDRT.

Saat ini, polisi telah menahan tersangka di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda NTB.

Kronologi Penemuan Jenazah Brigadir Esco

Sebelumnya, jenazah Brigadir Esco ditemukan di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) di bawah perbukitan daerah setempat, pada Minggu (24/8/2025) siang.

Jenazah korban membengkak dan mulai membusuk mengeluarkan bau tak sedap, sehingga dikerubungi lalat. Bagian lehernya terikat tali.

Informasi penemuan pertama kali dilaporkan oleh Kepala Dusun Nyiur Lembang. Dari keterangan saksi bernama Amaq Siun (50), warga setempat, penemuan jenazah berawal saat ia mencari ayamnya yang hilang di bukit belakang rumah.

Saat pencarian, sekitar pukul 11.30 Wita, saksi menemukan sosok pria dalam posisi terlentang di bawah pohon. Kondisi korban sudah tidak bernyawa, dengan leher terikat tali, wajah rusak, serta tubuh membengkak.

Belakangan terungkap, Brigadir Esco merupakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Sekotong, Lombok Barat. Hal itu diperkuat dengan sejumlah barang bukti berupa pakaian, ponsel, jam tangan, dan kunci sepeda motor yang ditemukan di saku celana korban. (mit)

Ribuan Penonton Padati Taman Sangkareang, Sambut Meriah Parade MotoGP 2025 di Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – Ribuan masyarakat memadati kawasan Taman Sangkareang, Kota Mataram untuk menyaksikan Parade MotoGP Mandalika 2025, Rabu (1/10/2025). Antusiasme warga terlihat sejak siang hari, jauh sebelum para pembalap dijadwalkan melintas di sepanjang Jalan Pejanggik dan Jalan Udayana, Kota Mataram.

Berdasarkan pantauan Suara NTB, sekitar pukul 14.00 Wita, warga mulai berdatangan bersama keluarga dan sanak saudara. Banyak di antara mereka membawa bendera merah putih berukuran kecil sebagai simbol dukungan dan semangat nasionalisme.

Para penonton tampak memenuhi sisi bahu Jalan Pejanggik. Mereka mencari posisi strategis untuk menyaksikan para pembalap yang dijadwalkan memulai parade MotoGP 2025 pada pukul 15.00 Wita.

Salah seorang warga asal Labuapi, Lombok Barat, Susanti, mengaku sengaja datang lebih awal demi menyaksikan langsung momen langka tersebut. Ia berangkat dari rumahnya di Kuranji bersama keempat anaknya sejak pukul 14.00 Wita.

“Saya berangkat dari rumah jam dua siang, sampai di sini (Taman Sangkareang) pas jam tiga, tapi belum mulai. Jadi kami duduk di taman menunggu,” ujarnya.

Pengalaman Berharga bagi Warga

Susanti mengatakan, ini adalah pengalaman pertamanya dan anak-anaknya menyaksikan langsung kehadiran para pembalap MotoGP 2025. Biasanya, ia hanya bisa melihat aksi mereka melalui layar televisi.

“Pertama kali ini saya nonton langsung dan bisa melihat wajah pembalap yang biasanya hanya kami lihat di TV,” ungkapnya dengan antusias.

Hal senada juga disampaikan Widiani, seorang pedagang kaki lima di sekitar Taman Sangkareang. Ia mengaku dagangannya laris manis sejak siang hari.

“Alhamdulillah, lumayan ramai pembeli. Dari jam 1 siang (13.00) Wita masyarakat yang mau nonton sudah banyak yang datang ke sini,” ujarnya.

Parade MotoGP Mandalika 2025 merupakan bagian dari rangkaian pembuka perhelatan akbar MotoGP yang akan digelar pada 3–5 Oktober 2025 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

Selain menjadi daya tarik bagi wisatawan, parade pembalap MotoGP 2025 ini juga menjadi momen istimewa bagi masyarakat NTB untuk melihat langsung para pembalap dunia yang selama ini hanya bisa disaksikan melalui layar kaca. (pan)

87 Persen Tiket MotoGP Sudah Terjual, Warga Lingkar Sirkuit Disiapkan Tiket Gratis

Praya (globalfmlombok.com) – Penjualan tiket nonton MotoGP Mandalika terus bergerak. Hingga Selasa, 30 September 2025 kemarin, jumlah tiket yang terjual sudah menyentuh angka diatas 87 persen dari total 50 ribu lebih tempat duduk yang tersedia. Pihak InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) selaku penyelenggara pun kini mulai ancang-ancang mengantisipasi jika terjadi onjakan pemesanan tiket jelang balapan pada 3 sampai 5 Oktober 2025 mendatang.

Ditemui di area VIP Deluxe Sirkuit Mandalika, Selasa siang kemarin, Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka mengatakan kalau penjualan tiket nonton MotoGP trennya terus bergerak naik. Baik tiket kategori grandstand reguler maupun premium. Bahkan untuk beberapa kategori tiket sudah terjual habis. Seperti tiket royal box. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan ajang balap MotoGP.

“Khusus untuk grandstand kita sedang hitung ulang kapasitasnya. Jangan sampai tiket yang terjual melebihi ketersediaan kursi yang ada,” jelasnya.

Dengan melihat tren penjualan tiket yang ada pihaknya optimis gelaran MotoGP Mandalika tahun ini bakal lebih ramai. Dan ini semua tidak lepas dari dukungan yang diberikan oleh semua pihak. Termasuk pemerintah provinsi maupun kabupaten yang dukungannya semakin baik. “Secara khusus kami apresiasi atas dukungan semua pihak. Sehingga event MotoGP Mandalika tahun ini bakal lebih ramai,” ujar Troy.

Khusus bagi masyarakat lingkar kawasan The Mandalika, ITDC kata Troy juga sudah menyiapkan alokasi tiket gratis. Yang nanti akan disalurkan melalui pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Penyiapan tiket gratis tersebut sebagai wujud apresiasi kepada masyarakat lingkar kawasan The Mandalika yang selama ini telah banyak memberikan dukungan. Dengan turut menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan The Mandalika.

Sehingga kawasan The Mandalika bisa berkembang menjadi seperti sekarang ini. “Untuk alokasi tiket gratisnya nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi. Namun sebelum itu kita akan koordinasikan dengan pemerintah daerah setempat. Untuk memastikan jumlah dan pola penyalurannya. Setiap tahun tiket gratis ini wajib kita siapkan,” tegasnya. (kir)

Volunteer MotoGP Dapat Jaminan Keselamatan dan Kesehatan

Praya (globalfmlombok.com) – Sebanyak 2.000 lebih volunteer yang akan bertugas mengawal gelaran event MotoGP Mandalika 2025 dipastikan mendapat jaminan kesehatan dan keselamatan dari Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Jaminan mencakup semua aspek perlindungan diri dari potensi kecelakaan kerja, kekerasan fisik hingga kekerasan seksual.

Adanya jaminan kesehatan dan keselamatan dari BPJS Kesehatan tersebut diharapkan bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi para volunteer selama bertugas mengawal jalannya event MotoGP Mandalika tahun ini.

“Pemberian perlindungan ini sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab ITDC (InJourney Tourism Development Corporation) bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) untuk mensukseskan gelaran MotoGP Mandalika. Tidak hanya dari sisi penyelenggaraan saja. Tetapi juga dari sisi keselamatan para pekerjaan yang ikut terlibat dalam penyelenggaraan event balap dunia ini,” ungkap Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka, Selasa, 30 September 2025.

Ditemui usai penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara MGPA dengan BPJS Kesehatan di area VIP Deluxe Sirkuit Mandalika, Troy mengatakan kalau MotoGP merupakan ajang internasional. Yang tentunya punya standar tersendiri dalam hal pelaksanaannya. Salah satunya yakni soal adanya jaminan keselamatan terhadap para pekerja atau karyawan yang terlibat di dalamnya.

Sehingga ajang MotoGP tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraannya saja. Tetapi juga sukses dalam memberikan jaminan keselamatan bagi para pekerjaan dan karyawan yang telah ikut berkontribusi dalam mensukseskan ajang MotoGP itu sendiri.

“Pemberian jaminan kesehatan ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap para volunteer yang mau mendukung penyelenggaraan MotoGP. Dengan ikut terlibat sebagai bagian dari penyelenggaraan event dunia ini,” imbuhnya.

Tidak kalah penting dengan adanya jaminan kesehatan dan keselamatan dari BPJS kesehatan ini, para volunteer bisa bekerja dengan maksimal. Dan, tidak perlu khawatir lagi selama bertugas. Pihak keluarga juga bisa tenang, karena keluarganya yang ikut terlibat dalam penyelenggaraan event MotoGP Mandalika sudah terjamin dari potensi risiko kesehatan dan keselamatan yang bisa menimpa selama bertugas mengawal ajang MotoGP Mandalika.

Di tempat yang sama Kepala BPJS Kesehatan NTB Nasrullah, menambahkan, perlindungan yang diberikan bagi para volunteer MotoGP Mandalika tersebut meliputi aspek kesehatan dan keselamatan terjadi. Berupa santunan kematian maupun kecelakaan serta layanan kesehatan bagi volunteer yang mengalami kecelakaan ataupun gangguan kesehatan selama bertugas di ajang MotoGP. Termasuk perlindungan dari potensi kekerasan seksual maupun kekerasan fisik lainnya.

 Pihaknya pun berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang prima bagi semua volunteer. Ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan BPJS kesehatan dalan mendukung dan mensukseskan event MotoGP Mandalika.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Muslim, ST., MSi., menegaskan, jika pemerintah daerah secara khusus memberikan apresiasi atas perhatian yang diberikan ITDC dan MGPA kepada para volunteer MotoGP. ‘’Dan, bagi para volunteer tidak ada alasan untuk bekerja maksimal dalam mensukseskan ajang MotoGP. Karena sukses penyelenggaraan MotoGP juga menyangkut nama baik daerah,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB ini.  (kir)

Warga Santong Ditemukan Meninggal Tergantung di Rumahnya

Mataram (globalfmlombok.com) – Seorang warga Dusun Waker, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara berinisial LJI (30) ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tergantung di rumahnya sendiri, Selasa (30/9/2025).

Kapolsek Kayangan Iptu Zainudin membenarkan adanya peristiwa tersebut. Zainudin saat dikonfirmasi Selasa (29/9/2025) mengatakan jenazah LJI pertama kali ditemukan istrinya, US alias Saroh (29).

“Sesampainya di dalam rumah, Saroh kaget melihat suaminya sudah tergantung,” kata Zainudin.

Saroh sempat menolong suaminya dengan cara menyangga tubuh korban. Dia juga langsung meminta bantuan kepada warga sekitar.

“Tetangga korban, Herman yang mendengar teriakan permintaan tolong Saroh segera mendatangi lokasi dan menghubungi warga serta aparat desa,” jelasnya.

Setelah mendengar teriakan Saroh, warga sekitar bersama petugas kehutanan TNGR membantu menurunkan korban dan membawanya ke Puskesmas Santong.

“Setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia diduga akibat gantung diri. Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah orang tua istri korban di Dusun Mekar Sari, Desa Santong,” tuturnya.

Dalam penanganan pihak kepolisian, aparat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi saat juga telah mengamankan barang bukti, melakukan pemeriksaan, dan visum luar terhadap korban.

“Hasil pemeriksaan awal, korban meninggal dunia diduga akibat gantung diri,” tambahnya.

Zainudin menuturkan, dari pengakuan keluarga, korban sebelumnya sempat mengalami gangguan kesehatan. Pada Mei 2025, korban pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa selama dua minggu karena kesurupan.

Dalam sebulan terakhir, korban juga mengeluhkan sakit asam lambung, sulit tidur, serta sempat mengonsumsi obat penenang namun tidak memberikan efek.

“Korban juga bahkan sempat mencari informasi di internet terkait efek obat hingga mengalami halusinasi dan pesimis terhadap kondisi kesehatannya,” ucap Zainudin.

“Pihak keluarga telah menerima musibah ini dengan ikhlas. Rencananya jenazah korban dimakamkan sore ini di TPU Dusun Sempakok, Desa Santong, Kecamatan Kayangan,” pungkas Zainudin. (mit)

Jaksa Kembalikan SPDP Kasus Pembakaran Tambang Emas Ilegal Sekotong ke Polisi

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB mengembalikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tambang emas ilegal di kawasan perbukitan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, ke Polres Lombok Barat.

Pengembalian tersebut karena hingga dua bulan setelah SPDP dikirim, tidak ada berkas perkara yang sampai ke pihak kejaksaan.

“Secara administrasi, kami kembalikan SPDP karena tidak ada tindak lanjut berkas,” kata Asisten Pidana Umum Kejati NTB, Irwan Setiawan Wahyuhafi, Selasa (30/9/2025).

Irwan menjelaskan, pengembalian SPDP ke Satreskrim Polres Lombok Barat sebagai yang melakukan penyidikan merupakan bentuk penyelesaian administrasi. Sehingga perkara tersebut dinyatakan selesai di kejaksaan.

“Sudah tertutup di data kami. Jadi, secara administratif di kami sudah selesai,” kata dia.

Adanya pengembalian SPDP tersebut ke pihak kepolisian juga mengindikasikan penyidikan kasus tersebut berpeluang untuk dihentikan melalui penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

Terkait kemungkinan adanya penghentian penyidikan, Irwan menegaskan bahwa hal tersebut berada di luar kewenangan kejaksaan untuk mengomentari.

“Saya tidak bisa berkomentar. Yang jelas, kami kembalikan kepada mereka sesuai regulasi, tinggal nanti mereka seperti apa,” terangnya.

Jika kepolisian menerbitkan SP3 setelah pengembalian SPDP oleh kejaksaan, mereka juga tidak berkewajiban menyampaikan informasi tersebut kepada jaksa.

“Enggak ada kewajiban juga di situ. Ya, kalau ada penanganan baru dengan kasus yang sama, itu pun harus ada SPDP baru,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satreskrim Polres Lombok Barat AKP Lalu Eka Arya Marwidinata yang dikonfirmasi Selasa (30/9/2203) menyebutkan, pihaknya belum mengetahui informasi pengembalian SPDP dari kejaksaan.

“Saya cek suratnya (SPDP) dahulu ya,” ujar Lalu Eka.

Sebelumnya, sekitar Februari 2025 Lalu Eka menyampaikan bahwa penyidik sedang memperkuat alat bukti sesuai dengan hasil gelar perkara dalam kasus ini.

Saat itu dia mengaku masih tercatat sebagai pejabat baru. Pada awal menjabat, ia meminta penyidik menunjukkan progres penyidikan yang signifikan, mengingat kasus ini masuk dalam tunggakan penanganan tahun 2025.

Selain itu, Lalu Eka meminta penyidik untuk memperkuat koordinasi dengan pihak imigrasi terkait keberadaan WNA asal China yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang emas ilegal di Sekotong.

Ia juga menekankan pentingnya penyidik segera memperoleh pandangan ahli dari Dinas ESDM NTB, mengingat arah penyidikan Polres Lombok Barat mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Penyidik pun diarahkan untuk terus menjalin koordinasi dengan Balai Gakkum Kementerian LHK Jabalnusra, mengingat kasus ini juga menyangkut dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Proses pemeriksaan masih berjalan. Sejumlah pejabat dari Dinas ESDM provinsi serta pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat sudah kami mintai keterangan,” ujarnya.

Dalam perkembangannya, kata Lalu Eka, penyidik telah mengumpulkan keterangan dari belasan saksi, baik dari kalangan pemerintah maupun warga yang mengetahui langsung aktivitas penambangan di wilayah Sekotong.

“Untuk barang bukti, beberapa telah diamankan. Dua unit dump truk saat ini masih ditahan di Polres Lombok Barat,” tandasnya. (mit)

Suara PPP NTB di Muktamar X Disebut Terbelah, Bisa Pengaruhi Peta Muswil

0

Mataram (globalfmlombok.com)-

Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Ancol, Jakarta Utara pada Sabtu (27/9/2025) tak berjalan mulus. Pemilihan pucuk pimpinan partai Ka’bah ini justru melahirkan dualisme kepemimpinan. Kondisi nasional ini dinilai berimbas hingga ke daerah, termasuk ke Provinsi NTB.

Sejak awal, suasana Muktamar X yang berlangsung di Hotel Mercure, Ancol sudah memanas. Pemilihan ketua umum yang semestinya dilangsungkan Minggu (28/9/2025) mendadak dipercepat oleh panitia. Alasannya, karena situasi tidak kondusif.

Kubu Muhammad Mardiono mengklaim bahwa jagoannya telah terpilih secara aklamasi untuk memimpin PPP untuk periode 2025-2030. Sehari setelahnya, kubu Agus Suparmanto juga menyatakan bahwa Agus terpilih secara aklamasi untuk memimpin partai ini lima tahun kedepan.

Adapun posisi PPP NTB pada dasarnya adalah mendukung penuh Muhammad Mardiono. Keputusan itu telah diambil dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PPP NTB yang digelar di Mataram, Senin (8/9/2025). Ketua DPW PPP NTB Muzihir mengatakan, dukungan tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh pengurus DPW dan DPC se-NTB setelah mempertimbangkan rekam jejak kepemimpinan Muhammad Mardiono.

Namun belakangan muncul kabar suara PPP NTB terbelah di momen Muktamar X kemarin. Media siber ntbterkini.id edisi 30 September 2025 mengutip sumber anonim dari internal PPP NTB yang menyebut suara NTB terbagi jadi dua kelompok. Kelompok pertama dipimpin oleh Ketua Wilayah PPP NTB, H. Muzihir, sementara kelompok kedua dipimpin oleh Sekretaris Wilayah, H.M Akri.

Sumber anonim itu bahkan menyebutkan bahwa dari total 10 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP kabupaten/kota se-NTB yang hadir dalam Muktamar, dukungan cenderung mengarah ke kelompok Sekretaris Wilayah yang merapat ke kubu Agus Suparmanto. Ada tujuh DPC ikut Sekretaris Wilayah, dan hanya tiga DPC yang ikut Ketua Wilayah. Kabar perpecahan ini memicu tanda tanya di masyarakat dan simpatisan PPP.

Terkait hal ini, Ketua DPW PPP NTB H. Muzihir membantah ketidakkompakan suara PPP di Muktamar X Ancol. Sehingga ia menyebut kabar terbelahnya NTB menjadi dua sebagai rumor atau isu.

“Sekedar rumor niki besok tiang (saya-red) kumpulkan pelungguh semua,” kata Muzihir, Selasa (30/9).

Sementara itu Sekretaris DPW PPP NTB M. Akri ketika dikonfirmasi terkait kabar dirinya dan sejumlah DPC yang mendukung kubu Agus Suparmanto tak memberikan tanggapan.

Seorang kader senior PPP NTB memberikan respons terhadap dinamika internal pasca Muktamar X. Menurutnya, munculnya dualisme di partai Ka’bah ini akan mempengaruhi peta Muswil PPP NTB yang akan digelar pasca terbitnya SK hasil Muktamar.

Kader yang enggan disebutkan namanya itu menyebutkan, panasnya situasi Muktamar dan dugaan terbelahnya suara dari NTB bisa menjadi petunjuk awal arah dukungan untuk calon ketua DPW PPP. Seperti diketahui, dua kader yang diprediksi akan tampil merebut kursi partai Ka’bah NTB di Muswil nanti adalah H Muzihir dan M. Akri.

“Kalau benar 7 DPC ikut Sekretaris Wilayah di Muktamar kemarin maka tak menutup kemungkinan Akri bisa memenangkan kontestasi Muswil PPP NTB,” ujar sumber tersebut, Selasa (30/9).

Munculnya kabar terbelahnya suara NTB ke kubu Mardiono dan ke Kubu Agus Suparmanto di Muktamar X dinilai karena persaingan kekuatan pengaruh antara Ketua dan Sekretaris DPW PPP.

“Ada kekuatan pengaruh sekretaris dan ketua. Ini lebih kuat pengaruh sekretaris dibanding ketua. Artinya sekretaris lebih didengar oleh ketua dan sekretaris cabang. Sebab ada tujuh yang kabarnya ikut ke sekretaris untuk memilih Agus Suparmanto dan hanya tiga yang ikut ketua PPP NTB ke Mardiono,” imbuhnya.

Untuk diketahui, H Muzihir saat ini duduk di kursi wakil ketua DPRD NTB, sementara M. Akri saat ini menjadi ketua Komisi I DPRD NTB. Keduanya sudah lama digadang-gadang akan maju di Muswil PPP NTB mendatang.(ris)