Beranda blog Halaman 306

QRIS Jelajah Balinusra Hadir di Lombok, Dorong Pertumbuhan Desa Wisata dan Penguatan UMKM Lokal

Mataram (globalfmlombok.com)-

Bank Indonesia kembali menggelar rangkaian kegiatan QRIS Jelajah Balinusra yang tahun ini diikuti sembilan tim terbaik dari Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setelah sebelumnya berpetualang di Bali, para peserta kini melanjutkan misi mereka di Pulau Lombok yang dikenal sebagai pulau seribu masjid. Salah satu titik utama kegiatannya di Desa Wisata Hijau Bilebante, Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah, Kamis 2 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam memperkuat transformasi digital. QRIS tidak hanya diposisikan sebagai instrumen pembayaran praktis, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan desa wisata dan penguatan UMKM lokal.

Dengan adopsi QRIS, masyarakat dapat melayani wisatawan secara lebih cepat, aman, dan efisien. Sementara itu, UMKM memiliki peluang lebih luas untuk memperbesar pasar tanpa terkendala keterbatasan transaksi tunai.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperluas pemanfaatan QRIS di berbagai sektor ekonomi, mulai dari desa wisata, pasar tradisional, hingga sentra UMKM.

“Bank Indonesia meyakini bahwa melalui semangat dan komitmen yang kuat, generasi muda mampu menjadi pionir dalam memperluas literasi keuangan digital dan mendorong adopsi QRIS di seluruh lapisan masyarakat,” ujar Hario di Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah.

Hario menambahkan, generasi muda Balinusra berperan penting sebagai motor penggerak transformasi digital sekaligus agen perubahan sosial-ekonomi. Peserta kompetisi tidak hanya ditantang untuk berinovasi, tetapi juga untuk menginternalisasi nilai kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan.

“Setiap ide yang lahir akan menjadi bagian dari inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.

Di NTB, Bank Indonesia mencatat sebanyak 499.365 pengguna QRIS dengan volume transaksi mencapai Rp30,87 juta dan jumlah merchant tercatat 386.132. Data ini menunjukkan penerimaan masyarakat yang semakin luas terhadap QRIS, sekaligus menegaskan perannya dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di daerah.(ris/r)

Jaksa Nyatakan Dua Berkas Tersangka Dugaan Pembunuhan Brigadir Nurhadi Lengkap

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB menyatakan berkas perkara dua tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi telah lengkap atau P-21.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati NTB Efrien Saputera, Kamis (2/10/2025) mengatakan, dua berkas perkara yang telah lengkap itu adalah milik Kompol Y dan Ipda HC.

“Sementara untuk tersangka M, berkasnya belum kembali ke jaksa,” kata Efrien.

Setelah berkas perkara lengkap, penyidik Ditreskrimum Polda NTB akan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan pada Jumat (3/10/2025) sekitar pukul 09.00 Wita.

Efrien menyebutkan ada perubahan pasal sangkaan kepada kedua tersangka dugaan pembunuhan Brigadir Nurhadi. Penyidik kini menyangkakan Kompol Y dan Ipda HC dengan Pasal 338 dan/atau Pasal 354 ayat (2) dan/atau Pasal 352 ayat (3) dan/atau Pasal 221 KUHP.

Isyaratkan Dua Terduga Pelaku

Sebelumnya, Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Irwan Setiawan Wahyuhafi menegaskan, terduga pelaku dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nurhadi ini ada dua orang. Yakni Kompol Y dan Ipda HC.

Dia menyebut keduanya sama-sama melakukan dugaan perbuatan pidana tetapi di kurun waktu yang berbeda.

“Sudah kuat (perbuatan tersangka). Tinggal pembuktian di pengadilan nanti,” terangnya.

Sedangkan tersangka M kata dia, belum nampak perannya dalam dugaan pembunuhan anggota Bid Propam Polda NTB itu.

“Dari hasil rekonstruksi memang peran dia belum nampak. Nanti kami perdalam di persidangan,” tambahnya.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar itu berjanji akan menunjuk jaksa paling kompeten untuk menyidangkan perkara ini nantinya.

“Kita buktikan nanti di persidangan,” tandasnya.

Telah Lakukan Rekonstruksi

Sebelumnya, Polda NTB telah melakukan rekonstruksi terhadap kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nurhadi pada Senin (11/8/2025). Rekonstruksi tersebut berdasarkan petunjuk jaksa dalam pengembalian berkas perkara pertama.

Pihak kepolisian merekonstruksi 88 adegan terkait kasus kematian Brigadir Nurhadi.

Tiga adegan di kediaman Kompol Y, enam adegan di Polda NTB, 21 adegan di Pelabuhan Senggigi, 16 adegan di Fresh Market, dan 42 di Gili Trawangan. Di Gili Trawangan, polisi merekonstruksi 42 adegan di tiga lokasi, yakni di Villa Tekek, Natya Hotel, dan Klinik Warna Medica.

Rekonstruksi dugaan pembunuhan Brigadir Nurhadi itu juga menghadirkan ahli forensik dan ahli bela diri. Ahli bela diri menunjukkan bagaimana tulang lidah dan tulang leher korban bisa patah.

Ahli bela diri yang hadir dalam rekonstruksi tersebut menyebut bahwa Nurhadi meninggal karena dipiting dan dipukul.

Dirreskrimum Polda NTB menyebut bahwa tersangka Kompol Y dan Ipda HC merupakan pelaku utama kematian Brigadir Muhammad Nurhadi.

Kompol Y dan Ipda HC kuat menjadi pelaku utama karena mereka berdualah yang berada di tempat kejadian saat itu. Dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Nurhadi diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.59 Wita hingga 20.00 Wita.

Sejumlah kejanggalan dalam peristiwa ini memicu penyelidikan mendalam hingga akhirnya polisi menetapkan tiga tersangka, yakni: Kompol Y, Ipda HC, dan Perempuan berinisial M. (mit)

NTB Ekspor Perdana 345 Kg Emas Batangan ke Swiss, Hasil Smelter AMNT

0

Mataram (globalfmlombok.com) – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencetak sejarah baru dalam industri pertambangan dan pengolahan mineral dengan mengekspor 345 kilogram emas batangan ke Swiss. Ekspor perdana ini merupakan hasil pemurnian dari smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Batu Hijau, Sumbawa Barat.

Nilai ekspor emas tersebut mencapai USD 37,41 juta atau setara Rp516,2 miliar (dengan asumsi kurs USD1 = Rp15.000).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Drs. Wahyudin, MM, menjelaskan bahwa ekspor emas batangan dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta, setelah mendapatkan izin dari Bea Cukai pusat. “Ini pertama kalinya NTB mengekspor emas hasil pemurnian di dalam daerah,” jelas Wahyudin (2 Oktober 2025).

Emas batangan ini berasal dari tambang tembaga milik PT AMNT di Batu Hijau. Melalui proses pemurnian di fasilitas smelter lokal, emas sebagai produk sampingan dari konsentrat tembaga kini bisa diekspor secara legal dan langsung. “Smelter yang aktif ini meningkatkan potensi Dana Bagi Hasil (DBH) untuk daerah, karena nilai tambah tak hanya dari tambang, tapi juga dari pengolahan industri,” tambah Wahyudin.

Sebelum emas, NTB telah mengekspor katoda tembaga sejak April 2025. Katoda tembaga adalah logam murni berbentuk lembaran dengan kemurnian 99,99%, digunakan di berbagai industri strategis seperti Kabel listrik, Kendaraan listrik dan Energi terbarukan.

Menurut Baiq Denny Evita Darmiyana, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan NTB, keberadaan smelter mendorong posisi NTB sebagai provinsi eksportir mineral strategis nasional. “Dengan pemurnian di dalam negeri, nilai tambah meningkat, dan penerimaan daerah juga terdongkrak,” ujarnya.

Meskipun data resmi dari NTB belum mencatat ekspor emas secara langsung karena proses pengiriman melalui Jakarta, keberhasilan ini menunjukkan potensi besar hilirisasi industri tambang di NTB.

Ekspor emas batangan ke Swiss menandai babak baru bagi NTB — tak lagi sekadar daerah penghasil tambang, tetapi juga sebagai pusat pengolahan mineral bernilai tinggi untuk pasar global. (bul)

Polisi Segera Limpahkan Tersangka Pembunuhan Mahasiswi di Pantai Nipah

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Utara segera melimpahkan berkas perkara R, tersangka dugaan pembunuhan mahasiswi MVP (19) di Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lombok Utara AKP Punguan Hutahaean, Kamis (2/10/2025) mengatakan, pihaknya akan menyerahkan berkas perkara tersangka R ke Kejaksaan Negeri Mataram pada pekan ini.

“Dalam minggu ini akan kami tahap satu (penyerahan berkas tersangka ke kejaksaan),” kata Punguan. Dia mengaku penyusunan berkas saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian. Punguan tidak membeberkan sudah berasa saksi yang polisi periksa sejauh ini. Juga telah berapa ahli yang ia mintai keterangan dalam proses penyidikan. “Nanti bisa kita lihat di persidangan,” tandasnya.

Polres Lombok Utara menggelar rekonstruksi kasus meninggalnya mahasiswi Universitas Mataram (Unram) itu pada Kamis (25/9/2025). Proses rekonstruksi mulai berlangsung sekitar pukul 09.32 Wita di tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang.

Polisi tidak merinci jumlah adegan dalam rekonstruksi kasus meninggalnya korban MVP di Pantai Nipah. Namun, mereka membaginya ke dalam tiga klaster, yakni saat kedatangan, saat peristiwa terjadi, dan ketika saksi menemukan korban bersama tersangka.

Adanya beberapa reka ulang adegan mengandung unsur dugaan kekerasan dan dugaan pelecehan seksual jadi alasan aparat melarang adanya dokumentasi.

Rekonstruksi dilakukan untuk memastikan jaksa bahwa penyidikan telah lengkap. Polisi juga menghadirkan ahli guna menjelaskan luka pada korban maupun tersangka.

Penetapan dan Penahanan Tersangka

Polres Lombok Utara mengumumkan penetapan RA (20) sebagai tersangka kasus meninggalnya mahasiswi Unram berinisial MVP (19) itu pada Sabtu (20/9/2025).

RA sendiri merupakan rekan korban, MVP (19) saat pergi ke Pantai Nipah, Desa Malaka, Pemenang, Lombok Utara pada Selasa (26/8/2025).

Polisi menetapkan tersangka setelah melakukan gelar perkara di Direktorat Reskrimum Polda NTB dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 36 orang.

“Kami juga telah memeriksa ahli pidana, forensik, kriminolog. Kemudian melakukan tes tes poligraf dan psikologi terhadap tersangka,” ucap Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta dalam konferensi pers, Sabtu (20/9/2025).

Polisi menyangkakan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP kepada RA. Yakni pasal pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan mati seseorang. Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Setelah menetapkan RA sebagai tersangka, polisi langsung menahan RA di Rutan Polres Lombok Utara. (mit)

Siap Amankan MotoGP, Polda NTB Gelar Apel Personel Pengamanan Operasi Mandalika Rinjani 2025

Praya (globalfmlombok.com) – Menjelang dimulainya ajang internasional MotoGP Mandalika 2025, Polda NTB menggelar apel kesiapan personel Operasi Mandalika Rinjani 2025. Apel berlangsung di depan Posko Operasi Mandalika, Kamis (2/10/2025), dengan dipimpin langsung Kepala Operasi Mandalika Rinjani 2025, Kombes Pol. I Wayan Winiaya, SIK.

Ribuan personel gabungan yang terlibat dalam pengamanan MotoGP hadir dalam apel tersebut. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh petugas siap siaga dalam menjalankan tugas sesuai peran masing-masing selama event balap dunia berlangsung di Sirkuit Mandalika.

Kasatgas Humas Operasi Mandalika Rinjani 2025, Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., menyampaikan bahwa apel kesiapan ini menjadi momentum penting untuk mengecek kesiapan akhir personel di lapangan.

“Apel ini untuk memastikan seluruh personel benar-benar siap. Petugas harus tanggap terhadap situasi sekitar, menguasai wilayah tugas masing-masing, serta bekerja sesuai dengan arahan yang telah ditentukan,” jelasnya.

Polda NTB menggelar apel kesiapan personel Operasi Mandalika Rinjani 2025. Apel berlangsung di depan Posko Operasi Mandalika, Kamis (2/10/2025), dengan dipimpin langsung Kepala Operasi Mandalika Rinjani 2025, Kombes Pol. I Wayan Winiaya, SIK. (globalfmlombok.com/Humas Polda NTB)

Dalam arahannya, pimpinan operasi juga menekankan pentingnya disiplin, kewaspadaan, serta tanggung jawab tinggi dari seluruh personel yang bertugas. Tidak hanya fokus pada keamanan sirkuit, pengamanan juga akan mencakup wilayah penyangga dan jalur kedatangan tamu maupun penonton.

“Kami berharap seluruh personel melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, penuh rasa tanggung jawab, sehingga MotoGP Mandalika 2025 berjalan aman, lancar, dan sukses,” tegas Kholid.

Apel kesiapan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Polda NTB dan seluruh stakeholder terkait dalam memberikan pengamanan terbaik bagi event balap motor paling bergengsi di dunia tersebut, yang juga menjadi kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat. (r)

Wali Kota Mataram Minta Masyarakat Meriahkan Penyelenggaraan MotoGP 2025

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram meminta masyarakat turut serta memeriahkan penyelenggaraan MotoGP 2025 di Sirkuit Mandalika. Balap motor kelas dunia itu, dinilai menjadi ajang promosi daerah di pentas dunia.

 

Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana mengharapkan, penyelenggaraan MotoGP 2025 berlangsung ramai dan meriah. Kesuksesaan kegiatan bertaraf internasional akan memberikan dampak secara ekonomi bagi masyarakat. Masyarakat harus mendukung dengan menjaga keamanan serta kondusifitas wilayah, sehingga memberikan kesan bagi wisatawan yang datang.

“Mudah-mudahan MotoGP ini ramai dan sukses, supaya dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” harap Wali Kota ditemui pada Kamis (2/10/2025).

Persoalan masih rendahnya okupansi hotel, ia belum mengetahui secara pasti. Biasanya kata Wali Kota, hunian akan ramai saat injury time atau pelaksanaan uji coba race dan balapan dimulai pada hari terakhir. “Nanti kita lihat di ujung atau injury time,” katanya.

 

Namun demikian, Pemkot Mataram sudah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan MotoGP 2025 pada 3-5 Oktober tersebut. Salah satunya, aparatur sipil negara membeli tiket serta mengeluarkan imbauan kepada pelaku usaha tidak menaikan tarif hotel, kuliner, dan lain sebagainya. “ASN sudah ikut berkontribusi meramaikan dengan membeli tiket,” katanya.

Keterlibatan ASN Pemkot Mataram membeli tiket diharapkan animo masyarakat tinggi. Olahraga motor kelas dunia ini, dinilai sebagai ajang bagi pemerintah daerah untuk mempromosikan daerah di kancah dunia.

Apakah ada kebijakan menambah waktu jam operasional pedagang di Kota Mataram seperti tahun sebelumnya? Orang nomor satu di Mataram mengatakan akan melihat kondisi serta perkembangan di tengah masyarakat. Apabila penonton MotoGP 2025 dari luar daerah ramai akan diminta kuliner serta pusat perbelanjaan menambah jam buka, sehingga tamu dari luar daerah tidak kebingungan mencari makanan dan berbelanja kebutuhan lainnya. (cem)

MotoGP Mandalika 2025, Bagnaia Target Ulangi Hasil di GP Jepang

Praya (globalfmlombok.com) – Pembalap Ducati Lenovo Team Franco Bagnaia menegaskan akan berusaha untuk tampil maksimal di balapan MotoGP Mandalika 2025 yang akan berlangsung akhir pekan ini. Dengan begitu, ia bisa mengulangi hasil impresif yang diperoleh pada balapan GP Jepang di Sirkuit Motegi pekan kemarin.

Ia pun mengaku optimis bisa meraih hasil maksimal dengan paket motor yang ada sekarang ini. “Kita akan mencoba untuk menjadi yang terbaik,” ujar Bagnaia dalam konfrensi pers di Paddock Sirkuit Mandalika, Kamis (2/10/2025).

Menurutnya posisi kedua klasemen merupakan target realistis yang bisa dikejar, karena gelar juara dunia sendiri sudah dikunci.

Pada balapan GP Jepang akhir pekan kemarin, pembalap asal Italia ini sukses menjadi yang tercepat di balapan utama. Berkat hasil tersebut, juara MotoGP 2022 dan 2023 ini memantapkan posisinya di posisi ketiga klasemen MotoGP 2025.

Bagnaia sukses mengumpulkan total 274 poin. Di bawah rekan setimnya Marc Marquez dengan 541 poin yang akhir pekan kemarin sukses mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025. Sementara di posisi kedua pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP Alex Marquez dengan 340 poin.

Sikap optimis juga ditunjukkan Joan Mir, pembalap Honda HRC Castrol. Pada balapan GP Jepang pembalap asal Spanyol ini sukses meraih podium ketiga untuk pertama kali. Di mana pada musim balap tahun 2025 ini itu merupakan capaian terbaiknya. Terlebih Sirkuit Mandalika ujarnya merupakan salah satu sirkuit favoritnya.

Ia yakin bisa meraih hasil maksimal di balapan MotoGP Mandalika 2025. “Perasaan sejauh ini cukup bagus. Dan, kami yakin tetap kompetitif pasca hasil baik di Jepang,” imbuhnya.

Sementara itu pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team Franco Morbidelli memilih realialistis. Ia menegaskan tetap akan berupaya meraih hasil maksimal di balapan MotoGP Mandalika 2025 akhir pekan besok, supaya bisa tetap mempertahankan posisi di lima besar klasemen MotoGP 2025. “Soal balapan kita lihat saja nanti,” jawabnya singkat.

Perkuat Citra Pariwisata NTB

Sebelumnya Chairman MotoGPTM 2025 Troy Warokka menegaskan kesiapannya untuk menggelar balapan MotoGP Mandalika. Sejauh ini persiapan berjalan sesuai harapan. Secara khusus ia menyampaikan apreasiasi atas tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti berbagai kegiatan jelang balapan MotoGP Mandalika 2025. Dan, berharap antusiasme tersebut terus terjaga hingga hari balapan nantinya.

“Ajang MotoGP Mandalika 2025 tidak hanya menjadi panggung dunia bagi olahraga balap motor saja. Tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat citra pariwisata NTB dan kebanggaan bangsa di mata internasional,”jelasnya seraya menambahkan untuk penjualan tiket saat ini sudah di posisi 88,83 persen.

Ia pun mengajak masyarakat untuk segera membeli tiket. Supaya tidak ketinggalan menyaksikan aksi para pembalap dunia di Sirkuit Mandalika.

Gelaran MotoGP Mandalika 2025 sendiri akan diisi empat kelas balapan. Yakni Idemitsu Asia Talent Cup (IATC), Moto3, Moto2 serta MotoGP. Dengan balapan dimulai pada Jumat (3/10/2025) besok, yang akan diisi dengan sesi latihan bebas dan latihan resmi untuk semua kelas.

Kemudian pada Sabtu (4/10/2025), balapan MotoGP Mandalika 2025 akan diisi dengan sesi latihan bebas dan kualifikasi untuk semua kelas. Ditambah sprint race untuk kelas MotoGP dan race 1 untuk IATC. Sementara untuk hari Minggu (5/10/2025) diisi balapan untuk semua kelas. Termasuk balapan utama MotoGP. (kir)

Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM

Praya (globalfmlombok.com) – Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) resmi mengeluarkan homologasi Grade A untuk Sirkuit Internasional Mandalika jelang perhelatan MotoGP Mandalika, Kamis (2/10/2025). Dengan begitu Sirkuit Internasional Mandalika dipastikan bisa menggelar balap MotoGP, mulai hari Jumat hingga Minggu (5/10/2025).

Demikian diungkapkan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) Priandhi Satria, kepada Suara NTB, Kamis sore.

Ia menjelaskan proses pemeriksaa oleh tim FIM bersama Dorna dan MGPA sudah dimulai pada Selasa (30/9) kemarin. Hasilnya, semua persyaratan untuk memperoleh homologasi Grade A sudah dipenuhi oleh Sirkuit Internasional Mandalika. Meski sebelumnya, beberapa area lintasan sirkuit mengalami perubahan. Karena harus mengejar homologasi Grade 3 FIA agar bisa menggelar balapan roda empat.

“Dengan diperolehnya homologasi Grade A FIM ini, maka Sirkuit Mandalika saat ini resmi mengantongi dua homologasi sekaligus. Setelah terlebih dahulu mengantongi homologasi Grade 3 FIA,” jelas Priandhi.

Ia mengakui, untuk memperoleh homologasi Grade A FIM tersebut gampang-gampang susah. Karena pihaknya harus melakukan penyesuian-penyesuain setelah ada beberapa perubahan di area lintasan. Tapi menjadi mudah, karena hal itu sudah sering dilakukan. Mengingat, ini bukan kali pertama Sirkuit Internasional Mandalika menggelar balap MotoGP.

Disinggung terkait persiapan Sirkuit Mandalika sendiri Priandhi menegaskan sudah sangat siap. Keluarnya homologasi Grade A FIM jadi momen yang ditunggu-tunggu. Karena itu menjadi penentu bisa tidaknya Sirkuit Mandalika menggelar balap MotoGP. “Sekarang homologasi Grade A FIM sudah diterima. Maka bisa dikatakan persiapan kita sudah 100 persen,” tandasnya.

Persiapan Pengamanan

Terkait pengamanan ajang MotoGP Mandalika, Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., yang dihubungi sebelumnya menegaskan kalau pihaknya telah menyiapkan pengamanan maksimal. Untuk memastikan gelaran MotoGP Mandalika 2025 bisa berjalan aman dan lancar.

Polres Loteng sendiri menerjunkan lebih dari 500 personel untuk pengamanan area sekitar Sirkuit Mandalika serta akses menuju kawasan The Mandalika. Personel yang diterjunkan pun tidak hanya yang berseragam, tetapi juga yang berpakaian bebas. Dan, banyak yang ditempatkan di dalam area Sirkuit Mandalika.

“Semua potensi gangguan keamanan hingga bencana alam juga sudah disiapkan pola penanganan. Ini semua dilakukan untuk memastikan ajang internasional ini berjalan sukses. Sehingga pada akhirnya bisa membawa nama baik Indonesia dimata dunia,” tegasnya. (kir)

210 Pejabat Pemprov NTB Terdampak SOTK

RATUSAN pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemprov NTB terancam jadi fungsional. Hal ini menyusul adanya peraturan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) baru yang mulai berlaku di awal tahun 2026.

Kepala Biro Organisasi Setda NTB, Muhamad Taufieq Hidayat menyatakan, sekitar 210 eselon III dan IV terdampak SOTK. Dengan rincian, 69 eselon III dan 141 eselon IV. “Ini yang dipikirkan sekarang. Mereka ini harus beralih ke jabatan fungsional,” ujarnya, Kamis, 2 Oktober 2025.

Untuk mengamankan posisi mereka, Taufieq mendorong sejumlah 210 orang itu untuk mengikuti uji kompetisi yang akan segera dilaksanakan oleh Pemprov NTB. Mereka juga diminta mendatangi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pendataan ulang, menyesuaikan posisi mereka dengan Perda SOTK.

“Kita belum tahu siapa yang akan terdampak, siapa yang lolos beauty contest. Tentu yang tidak lolos ini kan harus dipikirkan. Kita berharap semua eselon III dan IV untuk melakukan uji kompetisi. Kalau mereka lolos pada beauty contest-kan tidak masalah, kalau tidak terpilih kan sudah ada tempatnya,” jelasnya.

Perda Masih di Pemerintah Pusat

Saat ini, Perda SOTK masih bergulir di Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk disahkan menjadi Peraturan Gubernur (Pergub).

‘’Tinggal kita menunggu. Sudah kemarin Kepala Bagian minta kita ke sana. Tinggal kita menunggu di awal Oktober untuk SOTK ini,’’ katanya.

Dalam proses evaluasi oleh Kemendagri, pemerintah pusat itu memberikan beberapa catatan terhadap Perda SOTK. Di antaranya yaitu tidak boleh memunculkan kembali jabatan yang sudah hilang. Misalnya di eselon IV ada Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan, itu tidak boleh diadakan lagi karena sudah menjadi fungsional.

‘’Jadi itu dilarikan ke fungsional, tidak terlalu signifikan. Pada prinsipnya sudah benar. Untuk eselon II tidak masalah,’’ lanjutnya.

Berdasarkan Perda SOTK, beberapa struktur organisasi digabung dengan organisasi lainnya. Semula dari total 24 OPD, dirampingkan menjadi 19 OPD. Kemudian dari 9 Biro menjadi 7 Biro. Dari 3 Staf Ahli Gubernur dikurangi menjadi 2 Staf Ahli.

Di antaranya yaitu Dinas Perdagangan dan Dinas Perindustrian digabung menjadi Dinas Perindustrian Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga, Dinas Kebudayaan.

Selanjutnya Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Anak, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Dinas PUPR dan Perkim, Biro Umum dan Protokol Setda NTB, Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, dan pengurangan satu staf ahli.

Penerapan SOTK Awal Tahun untuk Menghindari Hambatan Administrasi

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, Dr. H. Nursalim mengatakan, kebijakan ini diambil untuk menghindari adanya hambatan administrasi dan keuangan apabila perubahan SOTK diterapkan di tengah tahun anggaran.

Dengan diberlakukannya SOTK baru pada awal tahun anggaran, Pemprov NTB ingin memastikan seluruh proses  administrasi berjalan efektif. Seperti pendataan aset , transaksi anggaran, hingga penyesuaian tanggung jawab keuangan masing-masing perangkat daerah.

Keputusan itu lanjut Nursalim, telah disetujui oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. Sembari menyiapkan penerapan SOTK baru, OPD yang terdampak saat ini sedang melakukan input Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Proses ini ditargetkan rampung pada bulan Agustus 2025. (era)

Pertumbuhan Ekonomi 2025, NTB Perlu 8 Persen dalam Tiga Bulan untuk Penuhi Target Nasional

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi NTB di tahun 2025 bertumbuh 7 persen. Sepertinya membutuhkan kerja keras mengingat pertumbuhan ekonomi NTB selama dua triwulan merosot. Masing-masing di triwulan I ekonomi NTB mengalami kontraksi -1,43 dan di triwulan II kontraksi mencapai -0,82.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Wahyudin menyatakan, di sisa tiga bulan tahun 2025, NTB membutuhkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen untuk memenuhi target Pemerintah Pusat tersebut.

“Target Pusat untuk NTB di tahun 2025 pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen. Kalau kita akumulasikan triwulan I dan II, pertumbuhan minus -0,11 persen. Butuh sekitar 8 persen lagi,” ujarnya pada acara Bincang Kamisan, Kamis, 2 Oktober 2025.

Target untuk NTB lanjutnya, merupakan target tertinggi kedua dari 38 provinsi di Indonesia. Tingginya target itu untuk mendukung target rata-rata 7 persen pertumbuhan ekonomi nasional. “Di tahun 2025 targetnya 7 persen. Kemudian di tahun 2029, 9,3 persen targetnya,” lanjutnya.

Menurutnya, Pemprov NTB tidak mungkin mencapai target itu. Kecuali ada kebijakan lain dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memberikan kelonggaran kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk melakukan ekspor konsentrat tembaga.

“Tapi belum tentu kita pesimis. Kecuali ada semacam regulasi yang memperbolehkan tambang itu bisa ekspor. Karena ada pengaturan dilarang untuk ekspor barang mentah, agak sulit kita mendapatkan pertumbuhan ekonomi positif,” jelasnya.

Wahyudin melanjutkan, sektor tambang sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi NTB. Sebab, sektor ini merupakan share tertinggi kedua setelah sektor pertanian. “Pada saat terjadi penurunan produksi, share jadi 16 persen dari sebelumnya yang hampir 20 persen,” ungkapnya.

Relaksasi Tambang PT AMNT Jadi Kunci Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi NTB

Ekonom Universitas Mataram, Dr. Iwan Harsono menyatakan relaksasi tambang PT AMNT jadi penentu pertumbuhan ekonomi NTB di tahun 2025. Meski selama delapan bulan terakhir pusat belum juga menyanggupi permintaan ekspor konsentrat tembaga tersebut.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi NTB yang ditargetkan oleh pusat itu tidak rasional. Apalagi hingga kini mereka belum juga mengizinkan PT AMNT untuk melakukan relaksasi tambang. “Untuk mencapai itu harus perlu konsultasi, lobby, dan secepatnya. Kerja-kerja, harus segera. Sebenarnya yang harus berjuang untuk ekspor konsentrat itu pusat, karena dia yang menargetkan,” katanya.

Kepala BPS NTB, Wahyudin melanjutkan, pertumbuhan ekonomi NTB di luar tambang para triwulan kedua tahun 2025 naik mencapai 6,08 persen. Hal ini menunjukkan ekonomi masyarakat cukup stabil.

“Kalau di luar tambang, kondisinya baik. Bahkan pertumbuhannya lebih tinggi dibanding triwulan I,” pungkasnya. (era)