Beranda blog Halaman 294

Pemprov NTB Enggan Berkomentar, Nama Gubernur Iqbal Terseret Kasus Dugaan Dana “Siluman’’

Mataram (globalfmlombok.com) – Nama Gubernur NTB, Dr.H. Lalu Muhamad Iqbal terseret kasus dugaan dana “siluman” yang saat ini sedang diusut Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Nama Gubernur Iqbal disebut oleh Anggota Komisi IV DRPD NTB Abdul Rahim setelah menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus Kejati NTB.

Menanggapi hal itu, Pj Sekda NTB yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) NTB, H.Lalu Moh.Faozal enggan memberikan komentar.  ‘’Kalau itu saya no comment, saya tidak ngerti (kasus ini, red),’’ ujarnya singkat, Selasa, 14 Oktober 2025.

Menurutnya, meski menjabat sebagai Ketua TAPD, dia tidak tahu menahu persoalan dana “siluman’’ yang kini tengah ditangani Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kejati maupun Polda NTB. “Tidak tahu saya soal itu,” ucapnya.

Menanggapi adanya dugaan gratifikasi dalam kasus ini, Asisten II Setda NTB itu mengaku siap hadir memberikan klarifikasi apabila telah ada surat pemanggilan dari polisi.

Sebut Sumber Dana “Siluman”

Abdul Rahim yang akrab disapa Bram itu mengatakan, dana “siluman” (diduga) berasal dari dana direktif Gubernur NTB untuk mendukung program “Desa Berdaya.” Program Desa Berdaya di antaranya seperti pembangunan jalan lingkungan, usaha tani, dan irigasi.

Di dalam dokumen by bame by address (BNBA) “Desa Berdaya”, anggota dewan mendapatkan 10 program senilai Rp2 miliar dengan nilai masing-masing Rp200 juta per program.

Menurutnya, dana tersebut bukanlah dana pokok pikiran (Pokir). Karena jika menurut aturan, anggota dewan baru akan mendapatkan Pokir pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan.

“Dana tersebut (diduga) berasal dari direktif Gubernur, bukan Pokir,’’ tegas Bram. Dana itu diduga dari Gubernur yang diperuntukkan kepada anggota DPRD yang baru yang sesuai dengan visi misi program Desa Berdaya.

“Contohnya, saya mendapat program, kalau saya tidak pegang program saya tidak punya hak, gak mungkin saya dapat tawaran uang,’’ ungkapnya.

Dana “siluman” itu juga menurutnya kemungkinan berasal dari fee proyek dari bakal calon kontraktor yang akan mengerjakan program tersebut. Adapun ia tidak menampik jika pihaknya pernah mendapat tawaran dana “siluman” itu. Namun, dia menolak tawaran tersebut. Siapa yang menawarkan, dia tidak mengungkapkannya.

“Saya gak berani spekulasi apakah eksekutif terlibat. Ini pelan-pelan akan terbuka,” tegasnya.

Bram juga mengaku tidak mengetahui siapa-siapa saja anggota baru DPRD NTB yang ikut menjadi penerima dalam kasus ini. (era/mit)

Lembaga Ziswaf NTB Raih Penghargaan di Ajang ISEF 2025, Perkuat Peran Daerah dalam Ekonomi Syariah

Jakarta (globalfmlombok.com) –

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Melalui MIM Foundation Mataram, NTB berhasil meraih Juara Nasional Pengelolaan ZISWAF pada ajang bergengsi Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12 tahun 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Capaian ini menambah daftar panjang prestasi NTB setelah sebelumnya menyabet dua penghargaan pada Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025, yakni Juara III Destinasi Pariwisata Ramah Muslim Nasional serta Special Recognition Award of Muslim-Friendly Destination. Kedua penghargaan itu menjadi bukti bahwa NTB terus mengukuhkan diri sebagai daerah dengan komitmen kuat terhadap pengembangan ekonomi dan pariwisata berbasis nilai-nilai syariah.

Direktur MIM Foundation, M. Romi Saefudin, menerima langsung penghargaan tersebut. Ia menilai keberhasilan lembaga yang dipimpinnya tidak lepas dari inovasi dalam pengelolaan wakaf produktif yang menjadi pembeda utama dari lembaga ZISWAF lainnya di Indonesia. “Capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat peran ZISWAF dalam mendorong kemandirian ekonomi umat,” ujarnya. Keberhasilan MIM Foundation juga sekaligus memperkuat legitimasi penetapan Kota Mataram sebagai Kota Wakaf Tahun 2025 oleh Kementerian Agama RI.

Tak hanya di sektor ZISWAF, kontribusi NTB di ajang ISEF 2025 juga mencatatkan hasil positif dari berbagai lini. Produk unggulan pesantren, seperti sambal olahan dan kerupuk kulit dari Ponpes Nurul Hakim, laris manis dalam sesi showcasing Gerbang Santri.

Sementara di area Halal Mart, produk makanan olahan UMKM NTB mendapat sambutan positif dari pengunjung. Di sektor kriya dan wastra, merek-merek lokal seperti Lombok Mutiara Wahidah, Erina Gallery, dan Ana Pearls mencatatkan penjualan optimal, sementara CahyaHouse dan Totimori bahkan tampil di IN2MOTIONFEST, perhelatan modest fashion terbesar dunia.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, perbankan, pesantren, UMKM, serta lembaga keuangan syariah. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif demi terwujudnya NTB Makmur, Mendunia, dan Penuh Berkah.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti secara resmi menutup ISEF 2025. Dalam sambutannya, Destry menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk memperkuat peran Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

“Mari jadikan capaian ini sebagai langkah awal untuk terus bersinergi membangun ekonomi syariah yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.

ISEF 2025 tahun ini mencatatkan sejumlah capaian impresif: transaksi senilai Rp3,1 triliun, total 450.000 pengunjung, melibatkan 34 kementerian/lembaga, 30 mitra internasional, serta 700 pelaku UMKM. Angka tersebut menegaskan bahwa geliat ekonomi syariah Indonesia kian kokoh, dan NTB menjadi salah satu daerah yang konsisten memberi kontribusi nyata bagi kebangkitannya.(ris/r)

Penerbangan Lombok – Jogja dan Lombok – Malang Segera Dibuka

Mataram (globalfmlombok.com) – Setelah resmi membuka rute penerbangan Tambolaka–Lombok dan Waingapu–Lombok pada 10 Oktober 2025, Lion Group kembali melanjutkan ekspansi jaringan penerbangannya. Dalam waktu dekat, maskapai ini akan membuka dua rute baru, yakni Lombok–Yogyakarta (Jogja) dan Lombok–Malang (PP).

Corporate Communication Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pengembangan Lombok sebagai hub (pusat operasional) kedua Lion Group di kawasan Indonesia Timur, setelah Denpasar, Bali.

“NTB kini menjadi hub kedua Lion Group untuk wilayah Indonesia Timur. Artinya, Lombok berfungsi sebagai penghubung penerbangan dari dan ke berbagai kota lain di Indonesia,” jelas Danang ditemui di Mataram, Senin, 13 Oktober 2025.

Menurut Danang, posisi geografis NTB yang strategis menjadikan Lombok ideal sebagai titik penghubung berbagai wilayah di Indonesia. Termasuk luar negeri.

“Secara geografis, Lombok sangat menguntungkan. Letaknya di tengah-tengah, memudahkan konektivitas dari barat ke timur maupun sebaliknya,” ujarnya.

Dengan status baru sebagai hub, frekuensi penerbangan ke dan dari Lombok akan meningkat signifikan.

Danang menyebutkan bahwa pembukaan rute Lombok–Malang dan Lombok–Jogja saat ini sedang dalam proses perizinan. Jika semua proses administrasi rampung, penerbangan reguler dijadwalkan akan beroperasi setiap hari.

“Dalam waktu dekat, dua rute baru itu akan segera dibuka. Saat ini kami sedang mempersiapkan izin rute, jadwal penerbangan, serta skema harga tiket,” terang Danang.

Penerbangan akan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 penumpang, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit.

Pemilihan dua kota tersebut bukan tanpa alasan. Malang dikenal sebagai kota wisata dan pusat pendidikan, sekaligus kawasan bisnis yang berkembang pesat di Jawa Timur. Sementara Yogyakarta merupakan destinasi budaya dan pendidikan nasional yang memiliki potensi pergerakan penumpang tinggi.

“Malang dan Jogja memiliki daya tarik kuat, baik dari sisi wisata, pendidikan, maupun bisnis. Dengan adanya rute baru ini, konektivitas antarwilayah makin mudah, dan dampak ekonominya juga akan semakin terasa bagi daera ini khususnya,” jelasnya.

Melalui rute tersebut, masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, terutama di Indonesia Timur bisa lebih mudah terhubung ke kota-kota besar di Pulau Jawa tanpa harus transit jauh.

Danang menegaskan bahwa kehadiran rute-rute baru ini diharapkan mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata NTB. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan masyarakat yang telah berperan aktif dalam mengembangkan potensi penerbangan di Lombok.

“Dengan semakin banyak rute yang dibuka, mobilitas masyarakat akan meningkat, waktu tempuh makin singkat, dan peluang ekonomi makin terbuka. Kami berharap seluruh pihak terus mendukung langkah ini,” tutup Danang. (bul)

RSUD Bima Bantah Isu Penolakan Pasien di IGD

Bima (globalfmlombok.com) – Isu penolakan pasien di RSUD Bima ramai beredar di media sosial, memicu keresahan publik. Dalam sebuah unggahan akun Facebook bernama Ahmadin Usman pada Sabtu, 11 Oktober 2025, disebutkan bahwa beberapa pasien ditolak pihak rumah sakit dengan alasan yang dinilai tidak masuk akal.

“Sudah sampai 10 menit saya duduk di IGD RSUD Bima, sudah beberapa pasien yang ditolak karena alasan yang tidak masuk akal. Setidaknya pasien itu ditangani dulu, apapun alasannya, karena ini menyangkut nyawa manusia,” tulisnya pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

Dalam kolom komentar, Ahmadin menambahkan bahwa penolakan tersebut terjadi dengan alasan penuh tempat tidur. “Alasan full bed. Coba ditangani dulu walaupun di lantai bawah,” sebutnya.

Unggahan ini langsung menuai reaksi dari warganet. Sejumlah komentar bernada kritik diarahkan kepada manajemen RSUD Bima yang dianggap lalai dalam memberikan pelayanan darurat. Namun, tak sedikit pula yang meminta agar masyarakat menunggu klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit.

Menanggapi isu tersebut, Direktur RSUD Bima, drg. H. Ihsan, MPH., dengan tegas membantah tudingan penolakan pasien itu. Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial tidak benar dan bersifat sepihak.

“RSUD Bima menegaskan tidak pernah menolak pasien dalam kondisi apapun, terlebih pasien dengan kondisi gawat darurat. Keselamatan dan nyawa manusia adalah prioritas utama kami,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin, (13/10/2025).

Ia menegaskan, pasien yang dimaksud dalam unggahan tersebut sebenarnya telah ditangani oleh tim medis dan kini masih berada di ruang IGD untuk penanganan lebih lanjut. “Faktanya, pasien tersebut telah dalam penanganan tim medis RSUD Bima,” tegasnya.

Ihsan juga menjelaskan bahwa unggahan di media sosial tersebut tidak berdasarkan informasi dan kronologi lengkap. “Pemberitaan yang beredar tidak melalui proses konfirmasi resmi kepada pihak rumah sakit,” tuturnya.

Saat ini, manajemen RSUD Bima tengah melakukan penelusuran internal untuk memastikan seluruh pelayanan berjalan sesuai prosedur dan standar etika medis. Ihsan menegaskan, pihaknya terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan yang profesional dan humanis kepada seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang pasien.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan media untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, karena hal tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan publik,” tambahnya.

RSUD Bima, lanjut Ihsan, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk memperkuat sistem triase di IGD agar setiap pasien, terutama dengan kondisi gawat darurat, mendapat penanganan cepat dan tepat.

“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada RSUD Bima. Kami akan terus berbenah demi memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kabupaten Bima,” pungkasnya. (hir)

OPINI-Senat Universitas dan Realitas Politik Pemilihan Rektor

Oleh : Markum, Guru Besar Universitas Mataram (Unram)

Tulisan ini menelaah realitas peran senat dan proses pemilihan rektor di perguruan tinggi negeri berstatus PTN BLU. Proses ini tidak hanya menjadi ajang pertimbangan akademik, tetapi juga arena tarik-menarik kepentingan yang mencerminkan dinamika politik kampus. Di sinilah idealisme keilmuan sering kali bernegosiasi dengan strategi dan kalkulasi kekuasaan dalam ruang demokrasi universitas.

Pemilihan rektor di perguruan tinggi negeri sering kali disebut sebagai puncak demokrasi akademik. Namun, di balik idealisme itu, tersembunyi realitas politik yang tak kalah kompleks dari panggung kekuasaan nasional. Senat universitas yang sejatinya dibentuk sebagai penjaga nilai-nilai akademik dan moral kelembagaan, dalam praktiknya condong berperan sebagai institusi yang melegitimasi terpilihnya rektor. Peran strategis senat menonjol pada masa-masa menjelang pemilihan rektor, ketika suara senat menjadi rebutan para calon rektor yang ingin memastikan dukungan formal untuk melangkah ke kursi tertinggi kampus. Setelah proses itu usai, fungsi senat cenderung beralih menjadi kelembagaan simbolik dan seremonial.

Dalam suasana kompetisi yang kental dengan kepentingan, ruang-ruang akademik perlahan bergeser menjadi arena lobi, negosiasi, dan bahkan transaksi. Tidak jarang, preferensi politik dan kedekatan personal lebih menentukan arah pilihan dibandingkan pertimbangan akademik atau rekam jejak integritas calon. Senat yang berafiliasi dengan rektor pemenang akan memperoleh posisi yang lebih menguntungkan, baik secara struktural maupun akademik. Hal ini menciptakan lingkaran kepentingan yang berulang dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya.

Situasi ini semakin diperumit oleh komposisi suara yang tidak sepenuhnya otonom. Ketika suara menteri memiliki bobot hingga 35 persen, maka kontestasi menjadi pertarungan untuk memenangkan hati kementerian. Siapa yang mampu meraih restu politik di tingkat pusat, hampir pasti memiliki peluang besar untuk memenangkan pemilihan. Dalam kondisi demikian, pemilihan rektor bukan lagi sekadar ajang seleksi pemimpin akademik, melainkan refleksi dari dinamika politik kekuasaan yang menembus tembok universitas.

Dengan komposisi suara yang menetapkan 65 persen berasal dari senat universitas dan 35 persen dari kementerian, dinamika politik kampus pun tak terelakkan. Dalam ruang inilah kalkulasi strategis dan hitung-hitungan politis mulai dimainkan. Setiap calon rektor pasti berupaya mengamankan sedikitnya 51 persen suara sebagai tiket aman menuju kursi tertinggi kepemimpinan universitas.

Namun, siapa yang bisa menjamin bahwa suara yang tampak solid dalam satu kubu tidak akan berpindah arah di menit-menit terakhir? Dinamika politik kampus kerap cair, dan loyalitas sering kali bertahan sejauh kepentingan berjalan. Karena itu, mendapatkan dukungan menteri menjadi jalan paling aman. Masalahnya, suara menteri bukanlah hadiah yang jatuh dari langit—melainkan hasil dari jaringan, kedekatan, dan afiliasi politik yang kuat di lingkar kekuasaan. Di titik inilah, arena akademik mulai beririsan dengan gelanggang politik nasional.

Maka setiap calon rektor akan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimilikinya untuk menembus lingkar pengaruh kementerian. Segala jalur komunikasi dibuka, dari pendekatan formal hingga diplomasi personal yang halus dan terukur. Siapa pun yang diyakini memiliki kedekatan atau daya kendali terhadap menteri segera menjadi target utama—sosok yang harus dirangkul, diyakinkan, bahkan mungkin “diinvestasikan” demi memastikan arah restu politik tidak melenceng dari harapan.

Jabatan rektor adalah posisi tertinggi di lingkungan universitas. Sebuah kursi yang memegang kendali atas arah kebijakan, sumber daya, dan wajah institusi di mata publik. Dari peran dan fungsinya, jabatan ini memang bersifat akademis, namun proses menuju ke sana justru sarat nuansa politis. Seperti dikatakan Clark Kerr (President University of California), seorang rektor bukan semata pemimpin akademik, melainkan mediator di antara kepentingan yang saling bersaing—akademik, politik, dan finansial. Tak heran, siapa pun yang berhasil mendudukinya akan berupaya untuk bertahan, menjaga pengaruh, dan memastikan jejaring dukungannya tetap solid sepanjang masa kepemimpinan. Kekuasaan adalah daya pesona paling menggoda (Henry Kissinger, 1973).

Pada akhirnya, dinamika politik dalam pemilihan rektor tidak bisa dilepaskan dari sistem yang dibentuk oleh kebijakan nasional tentang tata kelola universitas. Campur tangan negara dalam menentukan komposisi suara, peran senat, dan porsi kementerian telah melahirkan pola interaksi politik yang tidak terelakkan dalam konteks sistem tersebut. Perilaku seseorang untuk memenangkan pertarungan kekuasaan, dibentuk karena sistem yang diciptakan. Seperti dikatakan Machiavelli (1527), perilaku politik seseorang bukan hanya cermin dari tabiat pribadinya, tetapi juga dari sistem yang membentuknya. Dalam setiap arena kekuasaan, siapa pun akan belajar menyesuaikan diri dengan aturan yang diciptakan sistem itu sendiri,  sebab di sanalah ukuran kemenangan ditentukan.

Pada titik inilah, demokrasi kampus dihadapkan pada tantangan mendasar: bagaimana menjaga keseimbangan antara kompetisi kekuasaan yang tak terelakkan dengan nilai-nilai etik dan akademik yang menjadi ruh universitas. Oleh karena itu, refleksi terhadap sistem dan perilaku politik dalam pemilihan rektor sejatinya bukan sekadar persoalan  kepatuhan pada hukum atau kebijakan nasional, tetapi juga penting untuk penghormatan dan kepatuhan terhadap nilai-nilai dan marwah akademis.(*)

 

Audiensi dengan Bakesbangpoldagri NTB, BEM Bali-Nusra Bahas Isu Imigran, Pariwisata, hingga Stabilitas Politik

0

Mataram (globalfmlombok.com) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB terima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bali – Nusa Tenggara, Senin,13 Oktober 2025. Dalam audiensi tersebut, BEM bersama Bakesbangpol membahas tiga isu penting berkaitan dengan imigran, pariwisata, dan stabilitas politik.

Audiensi tersebut dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di NTB, antara lain Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Universitas Mataram (Unram), Universitas Gunung Rinjani (UGR), dan Universitas Bumigora (UBG).

Kepala Bakesbangpoldagri NTB, H.Ruslan Abdul Gani menyatakan, kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi antara mahasiswa dengan pemerintah daerah, sekaligus forum koordinasi awal menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakenwil) BEM Bali Nusra yang akan digelar di Universitas Mataram pada akhir Oktober mendatang.

Dalam kesempatan itu, Ruslan mengungkapkan perwakilan BEM menjelaskan mengenai Rakenwil tahun ini yang akan mengangkat tema “Imigran dan Pariwisata dalam Stabilitas Kawasan Bali-Nusra”.

Isu ini dinilai strategis karena wilayah Bali-Nusra (Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur) merupakan salah satu tujuan destinasi wisata di Indonesia. Hal ini juga beriringan dengan recana Gubernur NTB mengembangkan pariwisata berkelas dunia. .

“Isu ini dianggap penting karena wilayah Bali-Nusra merupakan kawasan pariwisata internasional yang memiliki mobilitas tinggi, termasuk arus pekerja dan wisatawan asing, yang perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan permasalahan sosial dan keamanan,” ujar Ruslan.

Persiapan Rakernas BEM Seluruh Indonesia

Rakenwil di NTB ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) yang akan digelar di Jakarta pada awal November 2025.

Kegiatan nasional tersebut akan dihadiri oleh lebih dari 400 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, dan menjadi momentum strategis bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan konstruktif dalam isu-isu kebangsaan, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan.

“Rakerwil di NTB kami jadikan ruang konsolidasi awal, agar delegasi dari wilayah Bali-Nusra punya satu pandangan yang kuat dalam membawa isu-isu daerah ke forum nasional,” tambahnya.

Bakesbangpoldagri NTB Siap Dukung Gerakan Mahasiswa

Kepala Bakesbangpoldagri NTB menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap semangat mahasiswa dalam menjaga semangat kebangsaan, serta peran aktif mereka dalam mengawal isu strategis daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah dan mahasiswa memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga stabilitas politik dan sosial, terlebih menjelang peringatan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Pemerintah daerah melalui Kesbangpoldagri bersama dengan BEM SI Bali-Nusra menjaga stabilitas politik menysukuri satu tahun pemerintahan Prabowo,” katanya.

Ia menambahkan, Bakesbangpoldagri siap berkolaborasi dengan mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya stabilitas sosial, politik, dan keamanan sebagai fondasi pengamanan dan keamanan daerah. (era/*)

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Dugaan Korupsi di BUMDes Motong

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa menetapkan dua orang tersangka di kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana masyarakat di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Motong tahun  2017-2019 dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp257 juta.

“Kedua tersangka tersebut yakni BU yang merupakan Manager BUMDes dan ZF selaku bendahara. Mereka belum kita tahan karena kami masih menunggu penetapan dari majelis hakim,” kata Kasat Reskrim, AKP Dilia Pria Firmawan, kepada wartawan, Senin, 13 Oktober 2025.

Dilia melanjutkan, modus yang digunakan para tersangka yakni bantuan yang diterima dari pemerintah tidak disertai dengan laporan pertanggungjawaban. Misalnya jika masyarakat melakukan pinjaman, seharusnya ada akad kredit dan jaminan, tetapi di mekanisme pinjaman di BUMDes ini tidak ada syarat tersebut.

“Tidak ada akad dan jaminan kredit sehingga inspektorat menyebutkan penggunaan anggaran tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh manajemen BUMDes,” ujarnya.

Ia menambahkan, seharusnya penggunaan dana kerabat ini hanya dipergunakan untuk simpan pinjam bagi para petani miskin yang menjadi anggota. Namun faktanya justru ada beberapa saksi yang mengaku tidak tahu dan pernah meminjam uang tersebut di BUMDes.

“Jadi, anggaran tersebut digunakan untuk modal usaha lain dan itu diluar AD/ART yang ditetapkan oleh BUMDes. Seharusnya dana kerabat ini untuk pola simpan pinjam,” ucapnya.

Dilia melanjutkan, penetapan tersangka dilakukan setelah memeriksa 42 orang saksi di tahap penyidikan. Saksi tersebut merupakan orang-orang yang namanya tercatat dalam Basis Data Terpadu (BDT) yang merupakan peminjam Dana Kerabat (Kredit Sahabat).

“Jadi, dari 42 orang saksi tinggal beberapa orang yang belum kita periksa di tahap penyidikan dan kami pastikan dalam waktu dekat bisa segera selesai,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan korupsi di BUMDes Bina Rakyat Desa Motong ini berawal dari pengaduan masyarakat. Pengaduan menyebutkan, sebanyak 161 orang warga Desa Motong yang menerima bantuan simpan pinjam Dana Kerabat senilai total Rp180 juta.

Dana itu merupakan anggaran yang bersumber dari penyertaan modal dari dana desa sebanyak dua kali yakni tahun 2017 senilai Rp50 juta, tahun 2018 Rp50 juta dan dari kementerian tahun 2019 sebesar Rp50 juta. Di dalam AD/ART BUMDes tersebut diketahui usaha simpan pinjam, tetapi dalam pelaksanaannya diduga disalahgunakan untuk kegiatan lain. (ils)

Harga Elpiji 3 Kilogram di Sumbawa Tembus Rp40 Ribu

0

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kecamatan Sumbawa masih menemukan gas elpiji 3 kilogram yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan harganya mencapai Rp40 ribu dari seharusnya Rp16 ribu hingga Rp20 ribu.

“Kami sangat kaget saat melakukan inspeksi di lapangan, ada salah satu pangkalan yang menjual gas elpiji 3 kilogram Rp40 ribu padahal mereka pangkalan bukan pengecer,” kata Camat Sumbawa, Iwan Sofyan kepada wartawan, Senin, 13 Oktober 2025.

Iwan melanjutkan, berdasarkan hasil pengecekan diketahui bahwa penyaluran elpiji 3 kilogram tidak sesuai sasaran. Sebab sejumlah pangkalan tidak hanya menjual gas subsidi di atas HET tapi juga menyalurkan tabung dalam jumlah besar ke pengecer.

“Bahkan ada pangkalan yang menjual gas tersebut menggunakan mobil pick up dalam sekali transaksi. Praktik ini dinilai sangat merugikan masyarakat miskin yang seharusnya menjadi penerima utama gas subsidi dari pemerintah,” ujarnya.

Tak hanya pangkalan, rumah makan berskala besar pun terpantau ikut menikmati gas bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin tersebut. Padahal, sesuai ketentuan, subsidi elpiji hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro.

“Kami telah memanggil pemilik rumah makan sekaligus kita imbau untuk berhenti menggunakan elpiji 3 kg. Alhamdulillah mereka sudah menghentikan penggunaan gas melon,” ucapnya.

Ia berharap agar Satgas Pengawasan Elpiji segera turun melakukan tindakan tegas agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Ia pun telah menyampaikan persoalan ini langsung kepada Wakil Bupati Sumbawa untuk menyiapkan langkah alternatif jika pangkalan bermasalah harus ditutup.

“Wabup sudah sepakat mempercepat operasional Koperasi Merah Putih. Ini bisa jadi sub pangkalan yang akan menjamin layanan tetap berjalan, meski ada pangkalan ditutup,” tukasnya. (ils)

5 Tempat Wisata Keluarga di Jakarta yang Cocok Dikunjungi saat Libur Akhir Pekan

LIBUR akhir pekan merupakan momen ideal untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Jakarta sebagai ibu kota tidak hanya pusat bisnis dan pemerintahan, tapi juga menawarkan beragam tempat wisata yang cocok untuk seluruh anggota keluarga. Dari destinasi edukasi hingga taman hiburan, banyak pilihan yang dapat memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus belajar bagi anak-anak.

Bagi Anda yang merencanakan perjalanan ke Jakarta, jangan lupa mencari tiket pesawat Medan-Jakarta di platform terpercaya. Dengan pemesanan tiket yang mudah dan promo menarik, perjalanan keluarga Anda akan semakin praktis dan hemat. Berikut ini adalah lima tempat wisata keluarga di Jakarta yang patut dikunjungi saat libur akhir pekan.

5 Tempat Wisata Keluarga di Jakarta

Berikut ini ulasan singkat mengenai beberapa destinasi seru dan edukatif di Jakarta untuk mengisi akhir pekan bersama keluarga.

1. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Taman Mini Indonesia Indah adalah destinasi wisata edukasi sekaligus hiburan yang sangat populer di Jakarta. Lokasinya menyediakan berbagai anjungan budaya dari seluruh provinsi di Indonesia, lengkap dengan paviliun dan pertunjukan seni tradisional. Selain itu, di TMII tersedia wahana permainan yang ramah anak serta beberapa museum yang menawarkan pengalaman belajar interaktif.

Keluarga bisa menjelajahi keanekaragaman budaya Indonesia dalam satu lokasi dengan suasana yang asri dan nyaman. Anak-anak dapat belajar sambil bermain dengan mengenal beragam budaya daerah, sementara orang tua dapat menikmati suasana santai dan berbagai fasilitas pendukung.

2. Kebun Binatang Ragunan

Kebun Binatang Ragunan menjadi pilihan favorit keluarga yang ingin mengenalkan dunia satwa kepada anak. Berlokasi di kawasan pasifik Jakarta Selatan, Ragunan menyajikan koleksi satwa yang lengkap mulai dari fauna lokal hingga internasional. Area kebun binatang yang luas dan rindang membuat kegiatan jalan santai bersama keluarga terasa menyenangkan dan menyegarkan.

Selain melihat binatang, pengunjung juga bisa belajar tentang konservasi dan pelestarian satwa. Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap dengan area bermain anak dan tempat istirahat yang memadai, menjadikan kunjungan ke Ragunan sangat ideal untuk rekreasi keluarga.

3. Dunia Fantasi (Dufan) Ancol

Dufan Ancol merupakan taman hiburan terbesar di Jakarta yang cocok dikunjungi oleh seluruh keluarga. Di sini, berbagai wahana menarik dan menantang tersedia untuk segala usia, mulai dari permainan yang seru untuk anak-anak hingga atraksi yang memacu adrenalin bagi orang dewasa.

Dufan juga sering mengadakan event dan pertunjukan khusus, menambah keseruan pengalaman berwisata keluarga. Lokasinya yang berada di kawasan Ancol membuat pengunjung bisa sekaligus menikmati pemandangan laut dan fasilitas rekreasi lain di area tersebut.

4. Seaworld Ancol

Seaworld di Ancol menawarkan pengalaman edukasi mengenai dunia kelautan yang kaya dan menakjubkan. Aquarium raksasa dengan berbagai spesies ikan dan biota laut menjadi daya tarik utama. Pertunjukan interaktif dan edukatif membuat pengunjung lebih memahami pentingnya menjaga ekosistem laut.

Tempat ini sangat cocok bagi keluarga yang ingin anak-anaknya mengenal dan mencintai lingkungan laut sejak dini. Dengan suasana yang nyaman dan fasilitas lengkap, Seaworld Ancol menjadi destinasi rekreasi sekaligus pembelajaran yang menyenangkan.

5. Museum Macan

Museum Macan adalah destinasi seni modern yang mengedepankan konsep interaktif dan edukatif, cocok untuk kunjungan keluarga. Museum ini menampilkan berbagai karya seni kontemporer dari seniman lokal maupun internasional yang dibalut dengan pendekatan yang mudah dipahami anak-anak.

Selain menikmati koleksi seni, keluarga bisa ikut serta dalam berbagai workshop atau aktivitas edukasi yang diselenggarakan secara berkala. Museum Macan memberikan pengalaman berbeda dari wisata umum, mengajak pengunjung untuk lebih mengenal seni dengan cara menyenangkan dan inspiratif.

Jakarta menyediakan berbagai tempat wisata keluarga yang menyenangkan sekaligus edukatif untuk mengisi akhir pekan Anda. Mulai dari Taman Mini Indonesia Indah, Kebun Binatang Ragunan, Dunia Fantasi, Seaworld Ancol, hingga Museum Macan, semua destinasi tersebut menawarkan pengalaman beragam yang cocok untuk seluruh anggota keluarga.

Agar perjalanan Anda ke Jakarta semakin lancar dan hemat, segera cari tiket pesawat Medan-Jakarta melalui Traveloka. Dengan banyak promo menarik, Traveloka menjadikan rencana liburan keluarga Anda di Jakarta selalu untung dan menyenangkan. Jangan lewatkan kesempatan menikmati waktu berkualitas bersama orang terkasih dengan fasilitas lengkap dan harga terbaik di Traveloka!(*)

Pengurangan TKD Hambat Tiga Program Prioritas Pemprov NTB

PEMPROV NTB memastikan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) hingga Rp1 triliun tidak mempengaruhi belanja pegawai, termasuk alokasi gaji untuk 9.466 calon PPPK Paruh Waktu. Namun pengurangan TKD ini, diprediksi akan menghambat tiga program prioritas yang telah dicanangkan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, Dr.H.Nursalim menyatakan, belanja pegawai seperti gaji ASN, pengangkatan ASN dan PPPK sudah ditentukan penggunaannya. Walaupun dana itu berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang juga turut berkurang hingga Rp310,7 miliar.

“DAU itu kan sudah ada earmarknya. Earmark itu kan belanja pegawai, belanja untuk gaji PPPK. Kalau DAU ini kan harus terpenuhi dulu belanja pegawai, belanja yang bersifat wajib dan sisanya untuk prioritas daerah lainnya,” jelasnya Senin, 13 Oktober 2025.

Menurutnya, pengurangan TKD akan mempengaruhi program percepatan daerah. Termasuk tiga program prioritas Gubernur NTB, yaitu pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata mendunia. Pengurangan ini juga dapat mempengaruhi program prioritas nasional yang dilangsungkan di daerah.

“Tiga program prioritas nasional itu bisa menjadi tidak maksimal pelaksanaannya. DAU ini kan untuk belanja pegawai, setelah sisanya untuk pelaksanaan program prioritas nasional dan daerah yang lainnya,” katanya.

TKD NTB Berkurang hingga Rp1 Triliun

Alokasi dana transfer ke daerah NTB berkurang hingga Rp1 triliun. Pengurangan terjadi disebabkan oleh berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Pengurangan juga terjadi pada Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang sampai saat ini nilainya masih nol.

Plt. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB, Fathurrahman menjelaskan, dana transfer untuk NTB yang semula di tahun 2025 Rp3,4 triliun sesuai penyesuaian di RAPBD Perubahan, berubah menjadi Rp2,4 triliun.

“Termasuk yang paling besar DBH kita, juga DAU kemudian DAK Fisik. Kecuali DAK non-fisik yang meningkat karena lebih kepada program prioritas dan sebagainya,” katanya Senin kemarin.

Meski sudah ada surat dari Kemenkeu terkait pemotongan TKD ini, Pemprov NTB tetap berupaya melobi pusat agar ada kelonggaran perihal penyusutan alokasi transfer. (era)