Beranda blog Halaman 248

Menko Zulkifli Hasan Tinjau Pabrik Daur Ulang Plastik NTB, Dorong Industri Hijau dan Inovasi Daerah

Mataram (globalfmlombok.com)

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau fasilitas pengolahan plastik Block Solutions Indonesia yang berlokasi di kawasan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, Sabtu, 6 Desember. Kedatangan Menko Pangan disambut Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., serta Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, S.Th.I.

Dalam kunjungan itu, Zulkifli Hasan yang didampingi anggota Komisi IX DPR RI, H. Muazzim Akbar, melihat langsung proses produksi balok bangunan berbahan plastik daur ulang. Menurut dia, inovasi seperti ini memiliki nilai strategis bagi masa depan pengelolaan lingkungan.

“Pemanfaatan plastik daur ulang seperti ini bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga membuka peluang besar bagi industri hijau di daerah. NTB punya potensi besar dan perlu kita dorong bersama,” ujar Zulhas, sapaan akrabnya.

Block Solutions Indonesia dikenal sebagai pabrik pengolahan plastik terbesar di NTB. Produk balok bangunan yang dihasilkan dinilai berpotensi mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama dalam penyediaan bahan bangunan ramah lingkungan.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi mengatakan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan teknologi di daerah. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang lahir di NTB tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Kunjungan Menko Pangan ke fasilitas tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri. Kolaborasi ini, menurut BRIDA NTB, akan mendorong pemanfaatan teknologi daur ulang yang lebih luas dan aplikatif.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, inovasi seperti Block Solutions bisa berkembang lebih cepat dan memberi kontribusi bagi pembangunan berkelanjutan di NTB,” kata Gede Aryadi.

BRIDA NTB berharap teknologi ramah lingkungan tersebut dapat terus diperluas pemanfaatannya, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat industri hijau yang tengah tumbuh di Nusa Tenggara Barat.(r)

Diduga Korban Pembunuhan, Mayat Bayi Tanpa Kepala Ditemukan Terbungkus Kantong Plastik

Praya (globalfmlombok.com) – Aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) saat ini tengah menyelidikan kasus penemuan mayat bayi tidak utuh – tanpa kepala, di Desa Penujak Kecamatan Praya Barat. Bayi malang yang diduga korban kekerasan tersebut ditemukan terbungkus kantong plastik oleh warga pada Jumat, 5 Desember 2025 . Sejumlah saksi pun sudah dimintai keterangan awal terkait kasus tersebut.

Kasi Humas Polres Loteng Iptu Lalu Brata Kusnadi, Sabtu, 6 Desember 2025 , mengungkapkan jenazah bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang warga setempat yang sedang memancing di sekitar jalan umum Lambuh Desa Penujak. Sekitar pukul 22.00 Wita saksi melihat ada bungkusan plastik warna kuning tergeletak dekat lokasinya mancing.

Penasaran saksi bersama dua temannya yang lain kemudian memeriksa isi bungkus plastik tersebut. Saksi pun kaget setelah melihat isi bungkusan tersebut ternyata mayat bayi dan kondisi mengenaskan. Dimana bagian tubuhnya tidak utuh saat ditemukan.

Saksi kemudian langsung melaporkan penemuan tersebut Polsek Praya Barat. Bersama tim Unit Inafis Satreskrim Polres Loteng, aparat Polsek Praya Barat datang ke lokasi kejadian beberapa saat kemudian dan langsung melakukan olah TKP. Mayat bayi malang itu juga langsung dievakuasi untuk selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk keperluan penyelidikan. “Kita sedang mendalami dan menyelidiki latar belakang dan penyebab penemuan bayi yang tidak utuh ini,” sebut Brata.

Para saksi nantinya juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Bukti-bukti yang bisa memberikan petunjuk terkait kematian bayi tersebut sejauh ini juga masih terus dikumpulkan. Untuk bisa mengungkap penyebab dan pelaku pembunuhan bayi tersebut. (kir)

Sport Tourism NTB Kembali Bergairah, 7.583 Peserta Meramaikan Korpri Fun Night Run 2025

Praya (globalfmlombok.com)—

Ajang sport tourism di Nusa Tenggara Barat kembali menunjukkan daya tariknya. Sebanyak 7.583 peserta dari 25 provinsi mengikuti Mandalika Korpri Fun Night Run 2025 yang digelar di Kawasan Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Sabtu malam (6/12/2025). Jumlah peserta tersebut melampaui target awal panitia yang dipatok 5.000 orang.

Kegiatan lari malam ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), yang tahun ini digelar secara kolaboratif oleh Korpri Pusat, Provinsi NTB, dan Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, secara resmi melepas para pelari. Dalam sambutannya, Zudan menyampaikan apresiasi kepada ASN dan masyarakat dari berbagai daerah yang hadir mengikuti kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, rekan-rekan ASN, masyarakat NTB, dan peserta dari 25 provinsi di seluruh Indonesia, saya ucapkan selamat datang,” ujar Zudan yang disambut tepuk tangan ribuan peserta.

Zudan juga menyampaikan penghormatan kepada para tokoh daerah yang hadir, di antaranya Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, serta Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri. Turut hadir pula Bupati Pati, Sudewo, yang akan menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Korpri pada Februari mendatang.

“Insya Allah sebelum Ramadan kita berkumpul di Pati. Kebetulan sedang musim durian, jadi sekalian kita pesta durian,” ujarnya berkelakar.

Peserta menempuh rute sepanjang 6 kilometer yang melewati sebagian area Sirkuit Mandalika, kawasan pesisir, hingga finis di Kuta Beach Park. Cahaya lampu yang menerangi kawasan Mandalika pada malam hari memberikan pengalaman berbeda dibandingkan gelaran fun run sebelumnya.

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Mandalika sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut. Ia menegaskan bahwa sport tourism merupakan salah satu sektor unggulan NTB dalam menarik wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“NTB bangga menjadi titik temu ribuan masyarakat dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini bukan hanya membawa kebahagiaan dan kesehatan, tetapi juga mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Event Mandalika Korpri Fun Night Run 2025 diyakini turut memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism. Kehadiran ribuan peserta dari luar daerah memberi dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, sektor perhotelan, hingga jasa transportasi.(r)

Jelang Nataru 2026, Gubernur NTB Siapkan Rencana Kontinjensi Kebencanaan

Mataram (globalfmlombok.com)-

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat langkah antisipasi bencana, khususnya di kawasan wisata Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah pemangku kepentingan di Mataram, Jumat (5/12/2025).

Dalam arahannya, Gubernur Iqbal meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB untuk mengaktifkan command center guna memantau potensi bencana secara real time. Ia menekankan pentingnya penyusunan rencana kontinjensi atau contingency plan sebagai pedoman penanganan jika situasi darurat terjadi selama masa libur akhir tahun.

“Menyambut Nataru, saya minta BPBD mengaktifkan command center terkait informasi dini bencana. Koordinasi harus diperkuat dengan BPBD kabupaten dan kota, terutama di daerah wisata. Contingency plan harus disiapkan agar kita tahu apa yang harus dilakukan bila terjadi bencana,” ujarnya.

Gubernur Iqbal juga meminta koordinasi intensif antara Forkopimda dan seluruh elemen pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota. Perencanaan matang menjadi kunci untuk memastikan kesiapan menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan maupun potensi gangguan keamanan dan kebencanaan.

“Silakan lakukan koordinasi maksimal mengenai persiapan Nataru. Semua langkah teknis harus direncanakan, termasuk antisipasinya,” katanya.

Menurut Iqbal, berdasarkan data statistik tahun-tahun sebelumnya, kepadatan terutama terjadi di titik-titik wisata. Karena itu, peningkatan kewaspadaan di destinasi wisata menjadi prioritas utama.

“Berdasarkan data sebelumnya, kunjungan lokal tidak terlalu tinggi. Namun destinasi wisata justru menjadi titik yang perlu mendapat perhatian lebih,” tuturnya.

Ia menegaskan, penyiapan contingency plan bukan hanya formalitas, melainkan upaya untuk meminimalkan dampak bencana, terutama mengingat pengalaman bencana pada periode Nataru di tahun-tahun sebelumnya.

“Ini penting agar kita siap jika bencana terjadi di kawasan wisata,” kata Iqbal.

Untuk itu, Gubernur NTB menginstruksikan Kepala Dinas Pariwisata menggelar rapat khusus dengan para pemangku kepentingan dalam satu hingga dua hari ke depan. Pertemuan tersebut akan difokuskan pada penyusunan rencana kontinjensi bagi destinasi wisata, baik yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Karena itu, saya perintahkan Kadis Pariwisata segera melakukan pertemuan khusus untuk menyusun rencana kontinjensi kebencanaan di destinasi wisata,” ujar Iqbal menegaskan.(r)

 

 

 

 

Dari Wisata hingga Komoditas Unggulan, NTB dan Sulsel Siapkan Kolaborasi Baru

Mataram (globalfmlombok.com)-

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menerima kunjungan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, beserta jajaran Forkopimda, bupati/walikota dan Ketua TP PKK Sulsel di Pendopo Gubernur, Jumat (5/12/2025).

Kunjungan tersebut, dimanfaatkan untuk mempererat hubungan kultural dan historis sekaligus menjajaki berbagai peluang kerja sama. Mulai dari sektor pariwisata, pertanian hingga pengembangan UMKM dan kerajinan.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan rasa hormat dan bahagianya atas kehadiran rombongan Sulsel di NTB. Dirinya menegaskan meski secara geografis dipisahkan laut, hubungan NTB dan Sulsel sudah lama terjalin erat.

“Ini kehormatan bagi kami dikunjungi saudara-saudara dari seberang. Kelihatannya jauh, terpotong samudera tapi dekat di hati”, ujarnya.

Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur NTB, menyinggung sejarah transmigrasi warga NTB yang sejak dulu banyak bermukim di Palopo, Luwu Utara dan Mamuju, serta intensitas jalur laut perintis yang menghubungkan kedua wilayah.

Gubernur Iqbal menjelaskan karakteristik NTB yang terdiri dari dua pulau besar yaitu Lombok dan Sumbawa, dengan kekayaan budaya Samawa dan Bima/Dompu yang memiliki ikatan sejarah kuat dengan Makassar dan Bugis. Pada aspek pariwisata dan pertanian, Lombok disebut sebagai salah satu kawasan paling subur di Indonesia dengan kontur ketinggian yang memungkinkan hampir semua komoditas dapat ditanam.

Gubernur NTB menyebut potensi wisata alam NTB, mulai dari Gunung Rinjani yang diakui sebagai salah satu gunung terindah bagi pendaki dunia hingga kawasan Mandalika, Gili Trawangan dan destinasi lainnya.

“Dalam satu hari, Bapak-Ibu bisa menikmati pantai selatan di Sirkuit Mandalika. Kemudian ke Gili atau naik ke Sembalun melihat lereng Rinjani. Lombok ini seperti bekerja sambil berlibur”, tuturnya.

Tak lupa, Gubernur Iqbal mengajak rombongan untuk berkontribusi pada perekonomian lokal.

“Jangan lupa beli oleh-oleh supaya UMKM kita tersenyum. Nanti Bapak-Ibu didoakan kariernya naik, rezekinya banyak. Tapi istri tetap satu saja”, candaannya disambut tawa hadirin.

Dalam pada itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menegaskan kedekatan emosional antara masyarakat Sulsel dengan warga Dompu, Bima dan Sumbawa di NTB.  menyebut Bawang Bima sebagai salah satu bibit terbaik di Indonesia, sejajar dengan Bawang Brebes.

“Bawang Bima ini terkenal, di Indonesia ada dua bibit terbaik di Brebes dan Bima. Masyarakat Dompu dan Bima itu pekerja keras, sama seperti di Enrekang Sulsel”, ujarnya.

Gubernur Sulsel bercerita pernah mengajak Petani Bima menanam bawang di Sulsel dan menyaksikan langsung etos kerjanya yang tak mengenal mundur.

Gubernur Andi Sudirman menyatakan rencana pengembangan pusat kerajinan dan kuliner di Sulsel yang terinspirasi dari mal kerajinan di NTB. Timnya sudah berkunjung lebih dulu ke NTB, untuk belajar konsep pengelolaan dan akan mengembangkan model serupa dengan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).

“Mudah-mudahan tahun depan kita juga punya pusat untuk kerajinan dan kuliner khas Sulsel. Jadi kalau mau cari makanan Sulsel yang enak-enak cukup datang ke satu tempat itu”, jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulsel juga menegaskan pentingnya memperkuat wisatawan nusantara sebagai basis pengembangan pariwisata sebelum memperluas sasaran ke wisatawan mancanegara. Sinergi antardaerah penting untuk membangun jejaring destinasi dan paket wisata bersama.

Gubernur Sulsel menginformasikan rencana menjadi tuan rumah Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan kegiatan Dekranasda tingkat nasional, dipimpin langsung Wakil Presiden dan Ibu Wapres. Dirinya berharap, pelaksanaannya dapat berlangsung lebih semarak dengan dukungan dan partisipasi dari berbagai daerah, termasuk NTB.

“Kalau nanti Bapak Gubernur NTB berkunjung, kami siap mengantar ke destinasi unggulan kami, termasuk ke Pulau Tinaboh tempat wisata yang mendapat penghargaan internasional. Di sana, pengunjung bisa memberi makan baby shark (Anakan Hiu) langsung dari tepi pantai”, ujarnya.

Kedua pihak, NTB-Sulsel sepakat kedekatan NTB dan Sulsel bukan hanya secara geografis dan budaya, tetapi juga diwujudkan dalam kerja sama konkret, baik pada aspek pertanian khususnya pengembangan komoditas unggulan seperti Bawang dan Beras. Pariwisata untuk penguatan konektivitas dan promosi destinasi lintas daerah, UMKM dalam pengembangan pusat kerajinan dan kuliner sebagai etalase produk lokal serta event olahraga dalam pemanfaatan Sirkuit Mandalika serta berbagai ajang olahraga lain sebagai ruang kolaborasi.

Pada akhir acara, kedua gubernur saling mendo’akan dan berharap persahabatan NTB–Sulsel dapat terus terjaga dan melahirkan lebih banyak kerja sama strategis yang bermanfaat bagi masyarakat kedua provinsi. (r)

RUPS Luar Biasa PT Bank NTB Syariah: Penguatan Modal dan Perubahan Susunan Pengurus untuk Peningkatan Kinerja

Mataram  (globalfmlombok.com)–

PT Bank NTB Syariah telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Tahun 2025 pada hari Kamis, 4 Desember 2025, bertempat di Auditorium Raudhah Bank NTB Syariah Lt.6. RUPS LB ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait penguatan modal, penetapan pengurus baru, dan rencana pemulihan kinerja Bank.

Penguatan Modal dan Rencana Pemulihan

RUPS LB menyetujui dua agenda utama yang bertujuan memperkuat posisi keuangan Bank dan menjamin keberlanjutan usaha:

  1. Persetujuan Rencana Pengkinian Aksi Pemulihan (Recovery Plan) Tahun 2025. Rencana ini akan disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka memenuhi Peraturan OJK Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penetapan Status Pengawasan dan Penanganan Permasalahan Bank Umum.
  2. Persetujuan dan Penetapan Setoran Modal dari Pemegang Saham. Beberapa Pemegang Saham menyetujui penambahan modal disetor, antara lain:
  3. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat: Setoran tunai senilai Rp10.000.000.000,- , menjadikan total modal disetor menjadi Rp60.689.531.414,-.
  4. Pemerintah Kabupaten Sumbawa: Setoran tunai senilai Rp5.000.000.000,- , menjadikan total modal disetor menjadi Rp79.650.192.974,-

Perubahan dan Penetapan Susunan Pengurus

RUPS LB menyetujui pemberhentian dengan hormat sejumlah pengurus lama dengan ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan selama menjabat sebagai pengurus perseoran, serta menyetujui dan menetapkan susunan Pengurus PT Bank NTB Syariah untuk masa jabatan 4 tahun ke depan dan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu – waktu dengan telah mempertimbangkan POJK nomor 17 tahun 2023 tentang penerapan tata kelola bagi bank umum, efektif terhitung sejak ditutupnya RUPS ini.

Dan menetapkan susunan pengurus untuk masa jabatan 4 tahun kedepan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan OJK sesuai hasil PKK (penilaian kelayakan dan kepatutan).

Susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan DPS yang ditetapkan:

  1. Komisaris Independen yang ditetapkan: Anis Mudjahid Akbar , Achmad Fauzi , dan H. W. Musyafirin.
  2. Komisaris Utama: Anis Mudjahid Akbar ditetapkan sebagai Komisaris Utama. Berlaku efektif setelah persetujuan OJK sesuai hasil PKK (penilaian kelayakan dan kepatutan).
  3. Komisaris Non Independen: Sekretaris Daerah Provinsi NTB (calon akan dinominasikan), dan Dr. H. Ahmad Mohammad Tidjani, MA (calon dinominasikan oleh PSP Bank Jatim dan efektif setelah persetujuan OJK sesuai hasil PKK (penilaian kelayakan dan kepatutan).

Direksi yang ditetapkan:

  1. Direktur Pembiayaan: Agus Suhendro.
  2. Direktur Dana dan Jasa: Adhi Susantio.
  3. Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko: Ferry Ardiansyah.
  4. Direktur Keuangan & Operasional: Ajar Susanto Broto. Berlaku efektif setelah persetujuan OJK sesuai hasil PKK (penilaian kelayakan dan kepatutan).

Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang ditetapkan:

Ketua DPS: Sdr. Dr. H. Lalu Ahmad Zaenuri dan Anggota DPS: Sdr. Dr. M. Syamsurrijal untuk diajukan PKK (penilaian kelayakan dan kepatutan) ke OJK setelah mendapat rekomendasi DSN – MUI dan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan OJK sesuai hasil PKK dengan masa jabatan 4 tahun kedepan.

Pemegang saham menaruh harapan besar kepada Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi yang baru ditetapkan ini. Dengan komposisi kepengurusan yang solid, Bank NTB Syariah diyakini akan mampu bergerak lebih cepat dalam melaksanakan langkah-langkah strategis dalam rencana pemulihan serta melakukan transformasi menyeluruh.

Kombinasi keahlian dan pengalaman para pengurus baru diharapkan dapat mengakselerasi peningkatan kinerja Bank, terutama dalam hal kualitas aset, efisiensi operasional, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan daerah Nusa Tenggara Barat.(r)

Rakor Penataan Tiga Gili, Pemda KLU Hanya Dapat Sepertiga dari Potensi PAD

Tanjung (globalfmlombok.com) – Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., menegaskan Pemda Lombok Utara melalui OPD terkait harus lebih optimal dalam mengelola kawasan pariwisata, khususnya yang menyangkut Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menilai, Pemda hanya meraih pajak daerah dan retribusi daerah sebesar satu per tiga dari seluruh potensi PAD yang ada.

“Lebih dari 60 persen PAD Lombok Utara berasal dari tiga Gili. Seharusnya kita bisa memaksimalkan potensi PAD antara Rp600 miliar-Rp700 miliar per tahun. Namun faktanya hanya sepertiganya saja,” tegas Wabup saat memimpin Rakor Penataan Kawasan Wisata tiga Gili, Jumat (5/12/2025).

Ia melanjutkan, kawasan wisata tiga gili merupakan sumber PAD terbanyak untuk Kabupaten Lombok Utara. Ia juga melihat potensi capaian bisa lebih tinggi asal pendekatan pengelolaan oleh OPD dilakukan dengan tepat.

Lombok Utara sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia. Menurut Wabup, merupakan potensi tersendiri yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia. Daerah ini terbukti banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun domestik.

“Pengunjung yang mencapai ratusan ribu per tahun supaya dikelola dengan baik. Kawasan publik perlu ditertibkan karena jangan sampai kawasan sempadan pantai di tiga gili (maupun di daratan Lombok), berdiri bangunan yang mengganggu kenyamanan wisata,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam kegiatan penataan sempadan pantai ketiga gili sebagai upaya mendukung pembangunan daerah melalui sektor pariwisata sehingga menjadi daya tarik para wisatawan untuk datang dan berkunjung yang akan berdampak bagi UMKM Lokal serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kita semua harus dapat memberikan saran dan masukan baik secara teknis dan administratif. Sehingga apa yang kita harapkan bersama akan terwujud sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” demikian Wabup.

Untuk diketahui, pada Rakor tersebut, Pemda menghadirkan seluruh OPD teknis beserta pejabat Sekretariat Daerah, Forkopimda, serta instansi vertikal BKKN Kupang. (ari)

Tahun Depan, Bank NTB Syariah akan Sediakan KUR

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur NTB, Dr.H. Lalu Muhamad Iqbal, memastikan tahun depan Bank NTB Syariah bisa menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu disampaikan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa BUMD tersebut yang dilakukan pada Kamis malam, 4 Desember 2025.

KUR Bank NTB Syariah akan bisa dijadikan opsi oleh para pekerja, seperti Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelaku UMKM, koperasi, dan pelaku perumahan.

“Jadi sudah dapat Insya Allah, kita mulai dari kecil-kecil dulu. Bangun kredibilitas karena kemarin kan kita diblok,” ujarnya, Jumat, 5 Desember 2025.

Menurutnya, di tahun ini Bank NTB Syariah sempat diblokir karena dianggap tidak kredibel. Namun, Pemprov selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) mulai melakukan pembenahan sehingga terbuka ruang untuk BUMD keuangan ini bisa menyalurkan KUR dan pelayanan-pelayanan lain yang memudahkan masyarakat.

Bahkan, lanjutnya Bank NTB Syariah akan menjadi bank pengelola dana Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, NTB mendapat Rp5,7 triliun dari pusat untuk menyalurkan MBG, lebih tinggi dari target APBD tahun yang sama.

“Nah ini kan sayang untuk dilepas, InsyaAllah dalam waktu dekat tanggal 12-13 Kepala MBG akan datang sekaligus menandatangani MoU dengan Bank NTB untuk fokus mengelola itu,” lanjutnya.

Begitu pun dengan permasalahan Informasi Teknologi (IT) yang sempat menyerang bank ini hingga tidak bisa melakukan transfer antar bank. Iqbal mengaku Bank NTB Syariah akan memiliki pejabat khusus untuk penanganan IT. “Kita lagi headhunting, itu nanti mungkin dari salah satu bank-bank digital yang ada,” katanya.

Bahas Rencana Bisnis Satu Tahun ke Depan

Dalam RUPS luar biasa tersebut, para pemegang saham juga membahas soal rencana bisnis bank ini dalam satu tahun ke depan. Iqbal mengatakan, Bank NTB Syariah akan fokus ke usaha retail dan produktif, terutama UMKM. Hal ini bertujuan agar keberadaan Bank NTB Syariah bisa dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.

“Saat ini sektor konsumtifnya itu 90 persen. Hanya 10 persen yang produktif. Produktif yang 10 persen itu 80 persennya terkonsentrasi di 25 perusahaan. Hanya dua persen dari 10 persen itu yang ke sektor-sektor real,” jelasnya.

Termasuk juga, sambung Mantan Dubes RI untuk Turki itu akan mendukung program-program pemerintah pusat. Seperti Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Merah Putih, MBG. Dan menyiapkan human capital.

“Karena saya tadi malam sudah menyampaikan kepada BOD (Board of Directors) atau Dewan Direksi yang baru bahwa anda tidak selamanya di sini. Maksimal 4 tahun. Dan setelah itu saya ingin melihat putra-putri NTB sendiri yang akan memimpin Bank NTB,” ungkapnya.

RUPS Luar Biasa Tetapkan Pengurus Baru Bank NTB Syariah

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa Bank NTB Syariah, menetapkan jajaran direksi dan komisaris baru bank pembangunan daerah (BPD) hasil seleksi terbuka beberapa waktu lalu.

“Hasilnya kita sudah tetapkan BOD (Board of Directors) atau Dewan Direksi, komisaris baru sudah ditetapkan, termasuk rencana bisnisnya sudah kita tetapkan,” ungkapnya.

Mereka yang dinyatakan lolos sebagai pengurus Bank NTB Syariah ini sudah melalui berbagai tahapan seleksi, termasuk fit and proper test di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (era)

Penurunan Angka Stunting di Mataram Capai Target

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram mengungkapkan bahwa angka stunting di kota ini terus menunjukkan tren penurunan signifikan. Berdasarkan penarikan data terakhir pada Oktober 2025, prevalensi stunting tercatat berada di angka 5,84 persen. Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kota Mataram menilai target penurunan stunting tahun 2025, yakni mencapai angka 5 persen pada prinsipnya telah terpenuhi.

Pemerintah daerah selanjutnya menargetkan penurunan lanjutan pada 2026 dengan ambisi mencapai nol persen kasus baru.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintah, fasilitas kesehatan, kader posyandu, serta masyarakat. Meski angka yang dicapai sedikit di atas target, menurutnya capaian tersebut telah sesuai dengan arahan pimpinan daerah.

“Artinya sudah tercapai sesuai target, karena Pak Wali menyebutkan 5 persen,” ujarnya, Jumat, 5 Desember 2025.

Menurut Emirald, upaya mempertahankan dan menurunkan kembali angka stunting pada 2026 menjadi tantangan tersendiri. Ia menekankan perlunya penguatan sumber daya manusia (SDM), terutama tenaga kesehatan dan kader lapangan, agar intervensi bisa dilakukan lebih efektif dan merata.

“Kita harus realistis. Target nol persen bukan berarti tidak mungkin, tetapi membutuhkan kesiapan SDM dan strategi intervensi yang tepat,” jelasnya.

Dalam upaya menekan kasus baru, Pemkot Mataram kini memperkuat intervensi hulu. Pemerintah mendorong identifikasi dini risiko stunting sejak masa kehamilan, termasuk pemantauan status gizi ibu, kondisi lingkungan, hingga faktor sosial ekonomi keluarga.

“Kami tidak ingin ada kasus baru. Karena itu, yang harus diperhatikan adalah aspek sosial ekonomi, sanitasi, dan pola asuh agar dapat kita intervensi,” kata Emirald.

Dinas Kesehatan juga memperluas akses layanan kesehatan bagi ibu hamil. Salah satu langkah konkret adalah penyediaan layanan USG gratis di 11 puskesmas di seluruh wilayah Kota Mataram. Dengan demikian, kondisi kehamilan dapat dipantau sejak dini dan risiko stunting dapat dicegah sebelum bayi lahir.

Selain itu, program “Sayang Ibu Hamil” terus digencarkan dengan melibatkan keluarga, khususnya suami, untuk memastikan kecukupan asupan nutrisi selama masa kehamilan. Program pemberian makan tambahan (PMT) juga diperkuat untuk membantu keluarga yang membutuhkan dukungan gizi.

Emirald menuturkan, sejauh ini proses penurunan angka stunting berjalan sesuai rencana, meskipun membutuhkan komitmen jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa upaya pemberantasan stunting bukanlah pekerjaan sekali selesai. Tetapi memerlukan pemantauan dan pendampingan berkelanjutan hingga anak mencapai usia dua tahun.

“Kalau dibilang kendala, sebenarnya bukan kendala. Melainkan proses yang memang harus dijalani secara bertahap,” terangnya.

Dengan berbagai program yang sudah berjalan serta dukungan lintas sektor, Pemkot Mataram optimistis angka stunting akan terus menurun pada tahun-tahun mendatang. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam menjaga kesehatan keluarga, terutama dalam pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, agar generasi Mataram tumbuh lebih sehat dan produktif. (pan)

Kasus Dugaan Penipuan, Mantan Bupati Loteng Ajukan Kasasi

Praya (globalfmlombok.com) – Mantan Bupati Lombok Tengah (Loteng) dua periode H.M. Suhaili, FT., mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait kasus dugaan penipuan yang menjeratnya. Langkah hukum tersebut dilakukan setelah Pengadilan Tinggi (PT) Mataram mengabulkan upaya banding jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng. Dengan menambah masa hukuman politisi Partai Golkar tersebut dari penjara empat bulan menjadi satu tahun.

Kasi. Pidana Umum (Pidum) Kejari Loteng Fajar Said, S.H., LL.M., kepada Suara NTB, di kantornya, Jumat (5/12/2025), mengungkapkan, upaya kasasi H.M. Suhaili, FT., sudah diajukan ke MA, sehingga untuk saat ini proses eksekusi terhadap putusan banding PT Mataram sejauh ini belum bisa dilakukan.

“Jadi selama ada upaya hukum (kasasi) maka putusan pengadilan belum bisa kita eksekusi. Karena belum dinyatakan inkrah,” sebutnya.

Dalam hal ini, pihaknya masih harus menunggu putusan kasasi turun lebih dulu. Baru bisa melakukan eksekusi berdasarkan putusan kasasi dari MA nantinya.

Ia menjelaskan, saat ini H.M. Suhaili FT, masih berstatus tahanan kota. Penetapan tersebut berlaku sejak mantan Ketua DPD I Partai Golkar NTB tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan hingga saat ini. “Mudahan putusan kasasi MA bisa segera turun. Sehingga kasus bisa selesai,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah via ponselnya Abdul Hanan, S.H., selaku kuasa hukum H.M. Suhaili, FT., menegaskan upaya kasasi dilakukan pekan kemarin. Hal ini dilakukan karena dalam proses banding PT Mataram tidak mempertimbangkan unsur niat baik dari terdakwa yang bersedia untuk melakukan pengembalian uang kepada pihak pelapor.

Pasalnya, kasus tersebut dasarnya pinjam meminjam. Sementara pinjam meminjam itu ranahnya perdata. “Kita optimis upaya kasasi bisa diterima oleh MA. Karena ini sebenarnya kasus perdata,” tegasnya. (kir)