Beranda blog Halaman 240

Syukuran HUT Ke-67 NTB, Gubernur Tegaskan “Gerak Cepat NTB Hebat” untuk NTB Makmur Mendunia

Praya (globalfmlombok.com) – Pemprov NTB menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi NTB di halaman Kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Praya, Lombok Tengah, Rabu (17/12/2025). Peringatan tahun ini mengusung tema “Gerak Cepat NTB Hebat” yang mencerminkan semangat kebangkitan, kerja cepat, dan kolaborasi seluruh elemen daerah dengan komitmen bersama untuk membawa NTB menjadi daerah makmur, berdaya saing dan mendunia.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah kerja nyata pemerintah daerah untuk memastikan setiap kebijakan bergerak cepat, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“NTB harus bergerak cepat, tepat, dan berdampak. Kita ingin setiap kebijakan benar-benar menyentuh masyarakat dan setiap langkah pembangunan memberi hasil yang hebat dan nyata,” tegas Gubernur.

Tema “Gerak Cepat NTB Hebat” disebut selaras dengan Tripel Agenda NTB Makmur Mendunia, yakni penurunan angka kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pariwisata yang mendunia.

Dalam kurun waktu 10 bulan, Pemprov NTB mencatat sejumlah capaian signifikan. Angka kemiskinan NTB berhasil ditekan dari 11,91 persen pada 2024 menjadi 11,78 persen pada 2025. Dengan dimulainya program Berdaya Transformatif, penurunan kemiskinan ditargetkan semakin progresif ke depan.

Di sektor ketahanan pangan, pemerintah fokus pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Program Optimalisasi Lahan (Oplah) telah dilaksanakan di lebih dari 10.700 hektare sawah, memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun.

Dampaknya, lanjut Gubernur, produksi padi NTB meningkat signifikan dari 1,45 juta ton pada 2024 menjadi lebih dari 2 juta ton pada akhir 2025. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) melonjak dari 123 pada Desember 2024 menjadi 128 pada November 2025.

“Seperti yang kita impikan bersama, hari ini petani sudah mulai tersenyum. Dan kita ingin senyum itu semakin lebar,” ujar Gubernur.

Di sektor pariwisata, fondasi menuju destinasi kelas dunia terus diperkuat melalui peningkatan konektivitas. Frekuensi penerbangan ke Sumbawa meningkat dari satu menjadi dua kali sehari, sementara ke Bima dari dua menjadi tiga kali sehari.

Sepanjang 2025, NTB juga membuka lima rute penerbangan nasional baru menuju Labuan Bajo, Tambolaka, Waingapu, Malang, dan Banyuwangi. Ke depan, tiga rute penerbangan internasional baru ke Perth, Darwin, dan Bangkok dipersiapkan mulai 2026, disertai upaya membuka konektivitas ke Timur Tengah, Asia Tengah, dan Eropa.

Selain itu, jalur kapal cepat Sanur–Senggigi–Mandalika serta layanan seaplane yang menghubungkan Bandara Bizam dengan destinasi pulau-pulau kecil di NTB tengah dipersiapkan dan ditargetkan beroperasi pada 2026.

Di luar Tripel Agenda, sejumlah langkah fundamental juga berhasil dituntaskan. Antara lain perbaikan total empat ruas jalan strategis provinsi, yakni Simpang Tano Seteluk, Lenangguar Lunyuk, Pohgading Dasan Gres, dan Wakul Ketejer, yang selama bertahun-tahun berdampak besar terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Di bidang kesehatan, RSUD Manambai Sumbawa berhasil naik kelas dari tipe C ke tipe B. Sehingga masyarakat Pulau Sumbawa kini dapat mengakses layanan kesehatan rujukan tanpa harus ke Mataram. Sementara itu, studi kelayakan pembangunan jalan bebas hambatan port to port Lembar–Kayangan diharapkan konstruksi dapat dimulai pada 2027.

Sepanjang 2025, NTB juga menorehkan berbagai prestasi membanggakan, di antaranya TPAKD Awards sebagai provinsi terbaik wilayah timur dalam akses dan literasi keuangan. Juara I SPM Awards tingkat nasional, Penghargaan Kemendagri dan Majalah Tempo atas peningkatan layanan kesehatan, Konsisten masuk tiga besar nasional realisasi pendapatan dan belanja daerah dan Juara I Anugerah Adinata Syariah 2025. Serta sejumlah penghargaan lain di kategori halal, pendidikan, dan keuangan syariah

‘’Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Namun kita tidak boleh berpuas diri. NTB harus terus bergerak lebih cepat, lebih inovatif, dan lebih adaptif,” tegas Gubernur.

Syukuran HUT ke-67 NTB turut dihadiri anggota DPR RI dan DPD RI Dapil NTB, para Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode sebelumnya. Pimpinan DPRD, Forkopimda, Bupati/Wali Kota se-NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, insan pers, warga NTB berprestasi, serta ribuan masyarakat. (era/*)

Bersiap Hadapi Lonjakan Penumpang Selama Nataru, Posko Terpadu di BIZAM Diaktifkan

Praya (globalfmlombok.com) – InJourney Airports Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mengaktifkan Posko terpadu layanan penumpang terhitung mulai Selasa (16/12/2025). Langkah itu dilakukan sebagai untuk memastikan pelayanan penumpang dan operasional kebandarudaraan di BIZAM selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kali ini bisa berjalan lancar. Layanan posko terpadu yang dibuka di area lobi terminal BIZAM tersebut akan dibuka hingga 21 hari ke depan.

“Sebagai bentuk kesiapan operasional kita sudah mengaktifkan Posko layanan angkutan udara di BIZAM. Ini dilakukan untuk memastikan kesiapan penuh dalam melayani perjalanan udara masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru kali ini,” ungkap General Manager InJourney Airports BIZAM Aidhil Philip Julian, Selasa (16/12/2025) siang.

Kesiapan tersebut mencakup optimalisasi infrastruktur penunjang bandara, fasilitas hingga kesiapsiagaan personel. Guna mengantisipasi dan menghadapi potensi terjadinya peningkatan pergerakan penumpang dan lalu lintas penerbangan selama peak season di periode libur natal dan tahun baru.

“Posko berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi dalam rangka memastikan aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan bandara berjalan secara optimal selama periode libur akhir tahun ini. Sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar stakeholder bandara dalam menghadapi peningkatan aktivitas penerbangan,” jelasnya.

Dengan sinergi lintas stakeholder tersebut pihaknya siap menyambut peningkatan pergerakan penumpang dan memberikan seamless journey experience bagi masyarakat yang memanfaatkan libur akhir tahun. Ia juga memastikan seluruh infrastruktur dan fasilitas bandara di BIZAM, baik di sisi udara maupun sisi daratnya dalam kondisi prima dan dan siap mendukung kelancaran operasional selama periode natal dan tahun baru ini.

“Dengan fokus utama memastikan aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan berjalan optimal. Sehingga seluruh pengguna jasa bandara dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman serta berkesan. Pengoperasian Posko Nataru menjadi penanda dimulainya kesiapan penuh seluruh stakeholder bandara dalam melayani perjalanan udara masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru ini,” imbuhnya.

Terkait permintaan extra flight (penerbangan tambahan) untuk musim libur natal dan tahun baru, sejauh ini belum ada dari maskapai. Karena biasanya biasanya maskapai mengajukan extra flight mendekati masa liburan. “Setiap perkembangan nanti akan kami informasikan kembali,” tambah Branch Communication & CSR Department Head InJourney Airports BIZAM Angga Maruli Anugrah P. (kir)

NTB Bermunajat, Pemprov NTB Berikan Penghargaan kepada Puluhan Non-ASN

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemprov NTB menggelar NTB bermunajat sebagai salah satu rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 NTB. NTB Bermunajat sebagai salah satu bentuk syukur Pemprov NTB atas usia yang kini menyentuh 67 tahun. Dalam kegiatan ini, ribuan warga NTB memadati Kantor Gubernur sejak pukul 16.00 Wita untuk menikmati sajian UMKM secara gratis. Di malam puncak, NTB Bermunajat mengundang tiga bintang, yaitu Opick, Habib Ali Zaenal Abidin Alkaff, dan Mohammed Youssef.

Selain NTB bermunajat, daerah juga menggelar NTB expo dan syukuran di halaman kampus Institut Pendidikan Dalam negeri (IPDN) pada Kamis, 17 Desember 2025. Tidak hanya itu, Pemprov juga memberikan sejumlah penghargaan kepada ASN yang kompeten, hingga tokoh-tokoh non-ASN pembantu pengembangan daerah selama 10 bulan terakhir. Pada malam NTB Bermunajat, Gubernur memberikan hadiah umrah ke 19 orang, dan satu orang mendapatkan motor.

Di antaranya yaitu penghargaan wartawan senior kepada Pemimpin Redaksi Suara NTB, Agus Talino dan Suprianto Khafid, wartawan Tempo. Penghargaan wartawan yang bertugas di lingkup Pemprov NTB diberikan kepada wartawan TVRI, Sirajudin. Tidak hanya kepada unsur wartawan, Pemprov juga memberikan penghargaan kepada Tenaga Posyandu, Tenaga Kebersihan/Tukang Kebun dan Sopir Pemerintah Provinsi NTB.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan NTB bermunajat sebagai salah satu cara pemerintah mengekspresikan rasa syukur atas usia NTB yang kini menyentuh 67 tahun.

“Malam ini bukan peringatan, tapi malam ini adalah malam munajat. Malam berdoa untuk mengekspresikan rasa syukur kita bahwa Allah berikan semua hal yang kita butuhkan di NTB ini untuk bisa maju,” ujarnya, Rabu, 17 Desember 2025.

Iqbal melanjutkan, berkumpulnya warga NTB, pimpinan, hingga beberapa tokoh di malam HUT NTB ini semata-mata untuk menunjukkan rasa syukur atas nikmat yag telah diberikan Tuhan kepada NTB. Dengan rasa syukur, lanjutnya akan ada tambahan nikmat-nikmat lainnya yang memudahkan provinsi mencapai visi-misi NTB Makmur Mendunia.

“Caranya adalah dengan bersyukur. Karena itu tema besar malam ini adalah syukur. Allah memberikan semua hal kepada NTB yang dibutuhkan untuk maju,” lanjutnya.

Nikmat NTB, sambung Iqbal tergambar dari kekayaan dan keindahan alam daerah ini, gunung, pantai, air terjun, hingga pangan yang melimpah.Memiliki sumber daya manusia yang baik, dalam tanahnya terdapat sumber daya mineral yang melimpah, dan berbagai nikmat lainnya. “Tidak banyak daerah di dunia ini yang memiliki begitu banyak kenimatan lebih dari yang diberikan kepada NTB,” ucapnya.

Dengan banyaknya nikmat yang dimiliki NTB, Iqbal mengaku daerah ini hanya butuh persatuan dan solidaritas. Saling mendukung antara pemerintah dan masyarakat, saling menguatkan sampai tercapainya kemakmuran yang dimimpikan oleh masyarakat NTB.

Habib Ali Zaenal Abidin Alkaf mengapresiasi penuh kegiatan NTB Bermunajat. Menurutnya tidak banyak pemerintah yang menggelar kegiatan keagamaan seperti ini dalam rangka HUT daerahnya. “Biasanya saya diundang keluar daerah, ke luar negeri. Tapi ini tumben sekali ada kepala daerah mengundang untuk berdoa bersama disini. Terima kasih pak Gubernur,” katanya. (era)

Temuan Bayi Hiu Paus Bukti Ekosistem Laut Masih Subur di Teluk Saleh

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB menyatakan temuan bayi hiu paus oleh para ilmuwan menjadi indikator kuat kondisi ekosistem laut yang masih terjaga dan memiliki tingkat kesuburan yang baik.

Kepala DKP NTB Muslim memandang temuan bayi hiu paus di Teluk Saleh, Pulau Sumbawa, memperkuat posisi kawasan perairan tersebut sebagai habitat penting bagi biota laut langka.

“Temuan ini bukan hal yang mengagetkan bagi kami, karena itu menandakan bahwa tingkat kesuburan perairan dan juga kondisi ekosistem perairan masih bagus,” ujarnya di Mataram, Rabu (17/12/2025).

Muslim mengatakan fenomena kemunculan bayi hiu paus menandakan bahwa Teluk Saleh berfungsi sebagai daerah pemijahan dan tempat mencari makan bagi hiu paus serta biota laut lainnya.

Ia menegaskan pengelolaan kawasan Teluk Saleh harus terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari masyarakat lokal, otoritas pemerintah, sektor swasta hingga lembaga swadaya masyarakat.

“Yayasan Konservasi Indonesia merupakan salah satu mitra kami di NTB yang memang secara fokus melakukan kegiatan konservasi dan upaya bagaimana pemanfaatan tata kelola hiu paus bisa berkelanjutan,” kata Muslim.

Lebih lanjut ia menyampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat pesisir di wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu yang telah sepakat mendorong penetapan kawasan konservasi hiu paus di Teluk Saleh.

Menurutnya, kesepakatan itu sebagai bentuk upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap upaya penting menjaga keberlangsungan spesies laut yang dilindungi.

Keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan konservasi menjadi kunci utama menjaga kesuburan ekologi perairan, mencegah pencemaran, serta menghindari aktivitas yang berpotensi merusak habitat hiu paus.

Aktivitas perlindungan yang dilakukan langsung oleh masyarakat diharapkan mampu mencegah spesies ikan bernama latin Rhincodon typus tersebut bermigrasi ke perairan lain.

“Kami mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam melindungi hiu paus. Spesies ikan terbesar di dunia tersebut bukan untuk satu atau 10 tahun ke depan, tapi kami ingin hiu paus tetap berada di Teluk Saleh sampai ratusan tahun mendatang,” pungkas Muslim.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, para ilmuwan mengonfirmasi temuan neonatal atau bayi baru lahir hiu paus berukuran sekitar 135 sampai 145 sentimeter pada perairan Teluk Saleh yang berada di bagian utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Hasil temuan itu diumumkan melalui jurnal Diversity dan menempatkan Teluk Saleh sebagai salah satu kandidat terkuat pengasuhan anakan hiu paus di dunia.

Catatan kemunculan bayi hiu paus berukuran di bawah 1,5 meter secara global baru tercatat sebanyak 33 kali selama lebih dari satu abad penelitian. Sebagian besar temuan adalah hasil observasi singkat, tanpa dokumentasi visual yang memadai, dan tidak terjadi secara berulang di satu lokasi.

Para Ilmuwan menyatakan situasi berbeda nampak di Teluk Saleh. Pada Agustus hingga September 2024, nelayan lokal melaporkan melihat sedikitnya lima kali kemunculan hiu paus kecil berukuran 1,2 hingga 1,5 meter di sekitar bagan.

Salah satu individu sempat terjaring tanpa sengaja sebelum dilepaskan kembali ke laut. Bayi hiu paus tersebut sempat berada di dalam kota styrofoam berisi air laut yang memungkinkan nelayan melakukan estimasi ukuran tubuh secara presisi menggunakan analisis visual berbasis objek pembanding.

Dengan dimensi kotak 120 x 42 x 32 sentimeter, ilmuwan memperkirakan panjang total bayi hiu paus yang ditemukan di perairan Teluk Saleh sekitar 135 hingga 145 sentimeter. (ant)

Armada Ditambah Dua Unit, Bupati Lobar Tekankan Respons Cepat Damkar Tangani Kebakaran

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Langkah strategis diambil Pemkab Lobar dalam meningkatkan standar keselamatan warganya. Sebagai upaya konkret mempercepat waktu respons (response time) terhadap bencana kebakaran, Pemerintah Daerah resmi menambah dua unit armada pemadam kebakaran baru yang akan disiagakan di titik-titik krusial wilayah Lobar.

Peresmian operasional dua armada tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), melalui tradisi pecah kendi di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Lobar pada Rabu (17/12/2025). Kehadiran unit baru ini menjadi angin segar bagi sistem penanggulangan bencana daerah yang selama ini menghadapi tantangan geografis yang cukup luas.

Dalam arahannya, Bupati H. Lalu Ahmad Zaini menegaskan bahwa penambahan armada ini bukan sekadar pembaruan fasilitas, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam melindungi keselamatan jiwa dan aset masyarakat. Menurutnya, kawasan permukiman padat dan wilayah rawan bencana memerlukan kesiapsiagaan yang lebih tinggi guna meminimalisir dampak kerugian.

“Dengan tambahan dua armada Damkar ini, diharapkan respons petugas semakin cepat dan jangkauan pelayanan pemadaman kebakaran bisa lebih luas,” ujar Bupati.

Ia menyadari bahwa selama ini kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah keterbatasan jumlah unit. Hal ini sering kali mengakibatkan keterlambatan penanganan ketika insiden terjadi di lokasi yang jauh dari pusat komando. Oleh karena itu, investasi pada alat utama sistem proteksi kebakaran ini dinilai sangat mendesak.

Menariknya, Bupati menekankan bahwa strategi penanggulangan kebakaran di Lobar ke depan tidak lagi hanya berorientasi pada pembangunan gedung atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru yang bersifat administratif. Pemerintah lebih memilih pendekatan fungsional dengan menempatkan armada di zona-zona strategis agar lebih dekat dengan masyarakat.

“Kita ingin fokus kepada pelayanan yang cepat, meskipun tanpa ada UPT, yang perlu pelayanan cepat. Strateginya adalah melengkapi perlengkapan dan menyiagakan armada di titik-titik strategis seperti kantor camat atau per wilayah agar lebih responsif terhadap insiden,” tegas Bupati LAZ.

Konsep ini nantinya akan memanfaatkan personel dari kantor camat setempat saat terjadi situasi darurat. Pola ini dianggap lebih efisien dibandingkan harus membentuk struktur UPT baru yang membutuhkan penambahan personel tetap dalam jumlah besar. Bupati berpendapat bahwa efektivitas di lapangan lebih utama daripada jalur birokrasi yang panjang.

Pemkab Lobar juga tengah bersiap melakukan transformasi kelembagaan sesuai regulasi pusat. Pada tahun 2026 mendatang, Dinas Damkar akan berkembang menjadi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). Perubahan ini membawa konsekuensi pada beban kerja yang dipastikan akan semakin meningkat karena mencakup fungsi penyelamatan non-kebakaran.

Menyikapi hal tersebut, Bupati memastikan bahwa kesejahteraan personel akan menjadi perhatian serius. Risiko tinggi yang dihadapi petugas di lapangan harus sebanding dengan apresiasi yang diberikan oleh negara.

“Beban kerja yang lebih besar harus mendapatkan hasil atau penghargaan yang lebih besar pula. Hal ini sedang kita rumuskan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota yang memiliki risiko dan beban tugas tinggi, sedang kita upayakan sesuai dengan beban kerja,” tambahnya secara lugas.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Damkar Lobar, H. Suherman, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya. Ia menyebutkan bahwa usulan penambahan armada ini sebenarnya telah diperjuangkan sejak masa kepemimpinan sebelumnya dan baru berhasil terealisasi di tahun ini.

Herman merinci bahwa dua unit armada baru ini memiliki spesifikasi mumpuni dengan nilai investasi yang signifikan. “Satu unit itu perkiraan harganya Rp1,6 miliar lebih, itu sudah siap jalan kita terima. Totalnya lebih dari Rp3,2 miliar untuk dua unit,” jelasnya.

Dengan adanya unit baru ini, semangat para personel di lapangan pun kian meningkat. Herman berencana segera mendistribusikan kekuatan armada ini untuk mem-back up wilayah-wilayah yang secara geografis sulit dijangkau dari pusat kota, seperti wilayah Sekotong di bagian selatan dan Narmada di bagian timur.

“Rencananya kita buat pos damkar di Kecamatan Narmada dan Lembar, agar pelayanan lebih cepat menjangkau. Pengaturan dalam bentuk pos dinilai lebih fleksibel karena memudahkan kita melakukan rotasi atau rolling personel, sehingga semua personel bisa merasakan tugas di pos dan menjaga kesiagaan secara merata,” pungkas Suherman.

Melalui penambahan armada dan strategi pembagian zona ini, masyarakat Lobar diharapkan dapat merasa lebih aman. Kehadiran negara dalam situasi darurat kini diharapkan tidak lagi terhambat oleh jarak dan waktu, demi mewujudkan Lobar yang tangguh terhadap bencana. (her)

Pencarian Korban Hilang di Gunung Sangeangapi Dihentikan Sementara

Bima (globalfmlombok.com) – Proses pencarian Kifen (18), warga Desa Sangiang, yang hilang di Gunung Sangeangapi, dihentikan sementara sesuai permintaan pihak keluarga.

Kepala SAR Bima, M. Darwis, menjelaskan penghentian sementara dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak menentu, serta permintaan langsung dari keluarga korban. “Ini atas permintaan keluarga dan sudah ada surat pernyataan dari pihak keluarga,” ujar Darwis, Rabu (17/12/2025).

Meski pencarian dihentikan, Darwis memastikan tim SAR akan kembali turun jika ada tanda-tanda baru yang ditemukan oleh masyarakat atau keluarga yang melakukan pencarian mandiri.

“Tim langsung balik sesuai dengan permintaan pihak keluarga. Kami akan turun kembali jika ada tanda-tanda ditemukan oleh masyarakat yang mencari mandiri,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa jalur pendakian yang dilalui korban tergolong ekstrem, dan cuaca di puncak Gunung Sangeangapi sangat tidak menentu, menjadi kendala utama saat pencarian.

Diberitakan sebelumnya, bahwa peristiwa ini bermula pada Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 Wita, saat Kifen berangkat bersama tiga rekannya, Aldin, Meri, dan Kafun, menuju puncak Gunung Sangeangapi. Tujuan mereka adalah berburu kambing liar yang sering ditemukan di kawasan tersebut. Rombongan tiba di lokasi peristirahatan Karombo sekitar pukul 19.00 WITA dan bermalam di sana.

Keesokan harinya, Minggu, 14 Desember 2025, Aldin dan Kifen memutuskan untuk mendaki lebih dulu menuju puncak, sementara Meri dan Kafun tetap di Karombo untuk menyiapkan bekal. Sekitar pukul 08.00 Wita, Meri dan Kafun melanjutkan perjalanan ke puncak. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Aldin yang sudah turun kembali. Namun, Kifen tidak bersama Aldin.

Meri dan Kafun sempat menunggu, tetapi hingga beberapa jam kemudian Kifen tidak muncul di titik pertemuan yang telah disepakati. Kegelisahan mulai muncul, dan mereka melakukan pencarian mandiri sepanjang hari, menyusuri jalur pendakian, naik ke puncak, dan kembali ke lokasi awal berulang kali hingga malam. (hir)

Ijazah Bermasalah, 10 Calon PPPK Paruh Waktu NTB Terancam Tak Terima SK

Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak 10 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu NTB terancam tak dapat terima Surat Keputusan (SK). Hal ini karena adanya permasalahan dalam verifikasi ijazah yang dilakukan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs.Tri Budiprayitno, M.Si., mengatakan, sebenarnya ada 15 orang yang terancam tidak mendapatkan SK pengangkatan pegawai. Namun, dalam waktu dekat sekitar lima orang akan sempurna data-datanya. Sementara sisanya masih bermasalah.

“Dari 15 itu mungkin sekitar lima akan sempurna dalam waktu dekat. Sementara 10 itu ada kendala terkait dengan autentifikasi bahan-bahannya,” ujarnya, Rabu, 17 Desember 2025.

Berdasarkan temuan pusat, terdapat permasalahan pada dokumen ijazah, yang sebagian besar menjadi alasan tertundanya penerbitan SK. “15 orang dalam kondisi bahan tidak sempurna. Salah satunya ijazah. Ijazahnya tidak dapat diidentifikasi sebagai sesuatu yang benar,” lanjutnya.

Apabila persyaratan administrasi itu tidak dapat dipenuhi, maka yang bersangkutan berpotensi tidak menerima SK. Namun, pemerintah daerah masih memberi ruang penyelesaian hingga akhir tahun, dengan harapan kendala administrasi tersebut dapat segera dituntaskan.

“Kalau syaratnya tidak terpenuhi, tentu tidak bisa dilanjutkan. Tapi penyelesaiannya kita tunggu sampai akhir tahun, mudah-mudahan bisa diselesaikan,” katanya.

Kendati demikian, Tri mengaku Pemprov NTB tetap bersyukur karena secara keseluruhan proses berjalan lancar. Dari ribuan usulan PPPK Paruh Waktu yang diajukan, hanya tersisa 15 orang yang masih dalam proses penyelesaian administrasi. “Yang pasti kita bersyukur, dari 9.416 usulan itu hanya tersisa 15 orang,” katanya.

Pelantikan PPPK Paruh Waktu NTB Pada 23 Desember

Pemprov NTB akan melantik sejumlah 9.416 dari total usulan 9.466 PPPK Paruh Waktu NTB pada 23 Desember mendatang. Dari total 9.416 tersebut, masih ada 15 yang bermasalah, sehingga Pemprov NTB kemungkinan akan melantik sekitar 9.406 orang.

Hal ini karena 50 calon lainnya tidak melakukan pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH), 15 orang bermasalah administrasi, namun dalam waktu dekat persyaratan lima orang lainnya akan sempurna.

Rencananya, pelantikan tidak akan langsung dilakukan terhadap 9000an PPPK Paruh Waktu tersebut. Tri mengaku akan mengundang perwakilan sebab beberapa calon berada di luar daerah. Sehingga untuk tidak mengganggu pelayanan, dipilihlah rencana melantik perwakilan saja.

Gaji PPPK Paruh Waktu NTB Sesuai dengan Gaji saat Menjadi Honorer

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, Dr.H.Nursalim mengatakan, gaji PPPK Paruh Waktu NTB sesuai dengan nominal yang diterima saat masih menjadi tenaga kontrak. “Yang penting sama dengan yang diterima. Ada yang dapat Rp2 juta, ada yang dapat Rp2 juta sekian, maksimal UMP,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penentuan besaran gaji tidak dilakukan secara seragam, melainkan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah. Pemerintah daerah juga tetap memprioritaskan belanja pelayanan publik dalam penyusunan anggaran.

“Kan kita lihat kondisi keuangan daerah. Kita lihat belanja pelayanan publik yang dikedepankan,” lanjutnya.

Terkait keberlanjutan pembayaran gaji, Nursalim memastikan anggaran penggajian PPPK telah dialokasikan dalam APBD. Dengan demikian, skema pembayaran gaji ke depan tidak akan keluar dari kerangka anggaran yang sudah ditetapkan. “Untuk peningkatan pendapatan persentase, gaji kan sudah jelas masuk dalam APBD,” katanya.

Saat ini, besaran penghasilan yang diterima pegawai bervariasi. Sebagian menerima gaji sekitar Rp2,1 juta Rp2,2 juta, bahkan ada juga yang masih mendapatkan Rp1,koma per bulan. Angka tersebut menjadi salah satu acuan dalam penetapan gaji PPPK paruh waktu ke depan, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan pelayanan publik. (era)

BPKP NTB Periksa Kepala BPN Lombok Tengah Terkait Audit Pembelian Lahan Samota

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepala Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Tengah, Subhan menjalani pemeriksaan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Kejaksaan Tinggi NTB, Rabu (17/12/2025).

Asisten Pidana Khusus Kejati NTB, Muh Zulkifli Said membenarkan pemeriksaan Subhan oleh BPKP NTB untuk proses audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) itu. “Sama seperti pemeriksaan Ali BD kemarin,” kata dia.

Zulkifli menjelaskan, Subhan diperiksa dalam perkara ini dalam jabatan sebelumnya sebagai Kepala BPN Sumbawa. Sebelumnya penyidik bidang Pidsus Kejati NTB juga pernah memeriksa Subhan dalam proses penyidikan.

Asisten Pidsus Kejati NTB itu belum dapat membeberkan apakah pihaknya telah mengantongi calon tersangka dalam perkara ini. “Bisa berkembang kalau itu, nanti, belum bisa jawab,” tandasnya.

Sebelumnya pada Senin (15/12/2025), Mantan Bupati Lombok Timur Ali Bin Dachlan alias Ali BD juga menjalani pemeriksaan di Kejati NTB oleh pihak BPKP untuk proses audit kerugian negara.

Ali yang ditemui wartawan saat itu mengaku proses jual beli lahan tersebut sudah berjalan sesuai prosedur. Lebih lanjut, lahan miliknya yang dibeli pemerintah daerah seluas 70 hektare itu dibayar Rp52 miliar.

Ali mengungkapkan bahwa lahan miliknya dijual dengan harga bervariasi, antara Rp200 juta hingga Rp400 juta per hektare.

Pembayaran lahan tersebut dilakukan dengan sistem konsinyasi (penitipan pembayaran di pengadilan). Proses jual beli lahan berurusan langsung dengan Pemkab Sumbawa. Dalam hal ini yang bertanda tangan adalah Bupati Sumbawa saat ini, Mahmud Abdullah.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa membeli lahan untuk kebutuhan sirkuit MXGP Samota itu pada tahun 2022-2023. Pemerintah mengalokasikan anggaran pembelian sebesar Rp53 miliar dari APBD.

Di masa Kepala Kejati NTB Enen Saribanon, penyidik sudah menemukan unsur perbuatan pidana korupsi yang mengarah pada dugaan penggelembungan harga beli lahan dan penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat daerah.

Selain dugaan adanya mark up atau penggelembungan harga dalam proses pembelian tanah, diduga juga ada praktik dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam prosedurnya. (mit)

Eksepsi Dikabulkan, Enam Terdakwa Kasus Dugaan Perusakan Mapolda NTB Bebas dari Penjara

Mataram (globalfmlombok.com) – Pengadilan Negeri (PN) Mataram mengabulkan eksepsi atau keberatan enam terdakwa kasus dugaan perusakan Mapolda NTB saat unjuk rasa Sabtu (31/8/2025).

Dalam sidang dengan agenda putusan sela yang berlangsung pada Rabu (17/12/2025) itu, Rosihan Luthfi selaku hakim ketua mengatakan, eksepsi dari terdakwa diterima dan dakwaan dinyatakan batal demi hukum.

“Menyatakan surat dakwaan Penuntut Umum Nomor Reg: PDM-4779/N.2.10 Eoh.2/10/2025 tanggal 12 Nopember 2025 batal demi hukum,” ucap Luthfi dalam amar putusannya.

Hakim juga memerintahkan mengembalikan berkas perkara enam terdakwa kepada jaksa penuntut umum (JPU). “Memerintahkan para terdakwa dibebaskan dari tahanan,” tutupnya.

Atas putusan majelis hakim tersebut, Heru Sandika Triyana mewakili JPU mengaku harus menunggu salinan lengkap putusan majelis hakim untuk dapat memutuskan upaya hukum selanjutnya.

Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Perusakan Mapolda NTB Tunggu Langkah JPU

Sementara itu, kuasa hukum keenam terdakwa, Andre Safutra menyoroti poin yang menjadi pertimbangan besar majelis hakim menerima eksepsi pihaknya.

“Ada salah satu terdakwa yang tidak ada namanya di dakwaan. Itu yang jadi intinya lah hakim menerima eksepsi dari penasihat hukum,” jelasnya.

Dia mengaku, saat ini pihaknya masih menunggu langkah yang akan ditempuh JPU mengenai hasil putusan sela itu.

“Kita akan melihat apakah jaksa menerima atau keberatan terkait itu. Terkait putusan sela yang tadi hakim putuskan,” ucap Andre.

Bila nantinya jaksa mengajukan keberatan terhadap putusan majelis hakim, pihaknya perlu meneliti dalam hal apa saja poin keberatan tersebut. “Jadi belum selesai sampai di sini,” tandasnya

Sebagai informasi, polisi menetapkan enam tersangka dalam kasus perusakan Mapolda NTB ini. Rinciannya, empat (L, MI, M, dan AN) merupakan mahasiswa. FA dan LA masyarakat biasa. Polisi menyangkakan para tersangka dengan Pasal 170 ayat (1) dan Pasal 460 KUHP.

Di tahap penyidikan, polisi telah mengumpulkan sejumlah barang bukti. Barang bukti itu berupa barang-barang yang diduga digunakan dalam perusakan. Juga barang-barang yang mengalami kerusakan.

Adapun barang-barang yang mengalami kerusakan antara lain, gerbang, tempat parkir, pintu masuk lobi Polda NTB, hingga papan lampu nama di depan gedung. Akibat peristiwa tersebut, Mapolda NTB mengklaim mengalami kerugian Rp280 juta. (mit)

Polisi Tahan Seorang Pria di Mataram Atas Dugaan Persetubuhan Anak

Mataram (globalfmlombok.com) – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Mataram menahan pria berinisial WY (25) asal Cakranegara, Kota Mataram atas dugaan persetubuhan pada anak di bawah umur.

Kasubnit I Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram Aiptu Sri Rahayu, Selasa (16/12/2025) mengatakan, penyidik kini telah menetapkan WY sebagai tersangka dan telah menahannya di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polresta Mataram.

Polisi menyangkakan WY dengan Pasal 81 ayat (1) dan (2) Jo. Pasal 76D Undang-Undang No. 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak Jo. Undang-Undang No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

“Ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” terangnya.

Rahayu menjelaskan, kasus ini pertama kali terungkap saat korban, DO (15) bercerita kepada pamannya via pesan WhatsApp bahwa ia mengalami kekerasan oleh pacarnya (tersangka).

“Mereka pacaran kurang lebih tujuh bulan, kenal di TikTok beralih ke Whatsapp,” sebutnya.

Korban, lanjutnya sempat curhat ke tersangka bahwa ia tak betah di rumahnya karena ada masalah keluarga. Pria asal Cakranegara itu kemudian mengajak korban untuk tinggal di rumahnya. Korban tinggal di rumah tersangka selama tiga bulan lebih.

“Ga mau pulang karena dia sering mengalami kekerasan oleh orang tuanya (si korban). Sempat pulang namun balik lagi tinggal dengan pelaku,” jelasnya.

Saat tinggal di rumah tersangka, keluarga korban sempat membuat laporan orang hilang ke Polsek Sandubaya. “Pelaku dan korban ditemukan di salah satu kafe yang ada di Cakranegara,” tambahnya.

Dari hasil interogasi terhadap korban, korban mengaku telah mengalami dugaan persetubuhan sebanyak 28 kali. Kejadian berlangsung dari September hingga Desember 2025. Korban juga telah menjalani visum et repertum.

Dari keterangan keluarga tersangka, korban mengaku telah berusia 20 tahun. Karena menganggap korban telah dewasa, keluarga tidak terlalu mempermasalahkan korban dan anaknya tinggal bersama.

Dari hasil visum dan keterangan korban, polisi sampai saat ini belum menemukan dugaan kekerasan fisik seperti apa yang dilaporkan di awal.

“Namun, kami akan tetap dalami ke sana, paman dari korban juga saat ini belum kami mintai keterangan,” tandasnya. (mit)