Beranda blog Halaman 203

Polres Lombok Utara Kerahkan Personel Bersihkan Material Longsor Jalur Pusuk

Tanjung (globalfmlombok.com) – Jajaran Polres Lombok Utara bergerak cepat dengan membersihkan tumpukan material longsor di salah satu titik ruas jalan jalur Pusuk, Desa Menggala, kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (23/1/2026). Sejumlah personel Polsek Pemenang, dikerahkan untuk membersihkan tumpukan material sehingga menjadikan akses jalan jalur Pusuk bejalan normal dan lancar.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kapolsek Pemenang, AKP Henni Adriani, mengatakan pihaknya bergerak cepat menangani kejadian bencana berupa longsor material yang berpotensi menghambat arus lalu lintas jalur Pusuk. Tumpukan material berupa tanah, bebatuan, serta pohon tumbang sempat menutup badan jalan dan menghambat pengguna jalan.

“Menggunakan peralatan seadanya, personel Polsek Pemenang bergerak cepat melakukan pembersihan sebagai langkah tanggap darurat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup,” ujar Henni.

Ia menjelaskan, tanah longsor terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Pemenang dalam 24 jam terakhir, ditambah dengan kondisi kontur tanah di sekitar lokasi yang tidak stabil.

“Pembersihan kami lakukan sebagai bentuk respons cepat Polri agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan akses jalan utama ini bisa segera digunakan kembali,” sambungnya.

Ia melanjutkan, pembersihan material longsor berlangsung hingga pukul 11.00 Wita dan berjalan aman serta kondusif. Saat ini arus lalu lintas di jalur tersebut sudah dapat dilalui kembali, meskipun pengguna jalan tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebagai langkah antisipasi, Kapolsek Pemenang juga telah menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas untuk melakukan memonitor wilayah masing-masing guna mengantisipasi potensi terjadinya longsor susulan maupun bencana alam lainnya, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Henni mengimbau, agar seluruh pengguna jalan jalur Pusuk tetap waspada, terutama saat melintas di kawasan rawan longsor. Pihaknya juga meminta, setiap kejadian atau potensi tanda-tanda bencana yang muncul agar dilaporkan kepada aparat Kepolisian untuk dapat ditindaklanjuti. (ari)

Cuaca Ekstrem, Penerbangan di Bandara Lombok Tetap Normal

Praya (globalfmlombok.com) – Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam sepekan terakhir dipastikan tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Seluruh penerbangan hingga kini tetap berjalan normal, meski pemantauan dan pengawasan terhadap kondisi cuaca dilakukan secara ketat.

Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok, Angga Maruli Anugrah P., menegaskan operasional bandara dan penerbangan masih berlangsung seperti biasa.

“Sampai saat ini operasional BIZAM serta aktivitas penerbangan masih berjalan normal,” ujarnya kepada Suara NTB, Jumat (23/1/2026).

Angga menjelaskan, dalam sehari rata-rata terdapat 70 hingga 80 pergerakan pesawat udara di BIZAM, baik kedatangan maupun keberangkatan. Sejauh ini, seluruh penerbangan tersebut berjalan lancar tanpa dampak signifikan dari kondisi cuaca ekstrem yang terjadi.

Untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, pihak bandara terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait guna memperoleh informasi cuaca yang akurat dan terkini. Informasi tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan operasional penerbangan, terutama saat cuaca kurang bersahabat.

“Bandara selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti AirNav Indonesia maupun BMKG untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan dalam kondisi cuaca seperti sekarang ini,” tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke objek-objek wisata di Loteng, khususnya di wilayah selatan, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak melarang aktivitas wisata. Namun wisatawan diminta untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan serta rambu-rambu peringatan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

“Kondisi cuaca sekarang sedang kurang bersahabat. Untuk itu, tetap waspada saat berwisata, patuhi instruksi dan arahan petugas serta rambu-rambu peringatan yang ada,” ujarnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Cuaca Ekstrem, Aktivitas Penerbangan di BIZAM Tak Terganggu “

Kunjungan Wisatawan ke KLU Tembus 800 Ribu Orang

Tanjung (globalfmlombok.com) – Angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Data Dinas Pariwisata (Dispar) KLU mencatat, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara pada 2025 mencapai 810.910 orang, naik dari 618.241 orang pada 2024.

Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresna Astuti, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa sektor pariwisata Lombok Utara terus menunjukkan progres positif dari tahun ke tahun. Setelah sempat terpuruk akibat gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19, tren kunjungan wisatawan perlahan namun pasti kembali meningkat.

“Jumlah pengunjung objek wisata sepanjang 2025 tercatat 810.910 orang, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 785 ribu orang,” ujar Dewi, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, capaian kunjungan wisatawan tersebut setara dengan 103,3 persen dari target yang ditetapkan. Capaian itu menjadi pemacu semangat jajaran Dispar KLU untuk terus meningkatkan kinerja, mengingat kunjungan wisatawan sangat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari persaingan destinasi wisata, hingga kondisi cuaca di negara asal maupun tujuan wisata.

Kinerja positif sepanjang 2025 tersebut, lanjut Dewi, menjadi modal penting untuk meningkatkan capaian pada tahun 2026. Pihaknya berharap jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok Utara tahun ini dapat kembali meningkat.

Selain berdampak pada angka kunjungan, pertumbuhan sektor pariwisata juga berbanding lurus dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari sektor retribusi masuk kawasan rekreasi wisata yang dikelola Dispar KLU, realisasi PAD sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp9,293 miliar lebih atau 103,25 persen dari target Rp9 miliar.

“Rata-rata lama tinggal wisatawan atau length of stay juga meningkat menjadi 2,20 hari, dari target 2,15 hari,” katanya.

Meski demikian, Dewi mengakui lama tinggal wisatawan masih perlu terus ditingkatkan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan promosi, penyelenggaraan event-event menarik, serta penyediaan fasilitas pendukung yang memadai. Salah satunya, kebutuhan akan sarana amfiteater sebagai wadah penyelenggaraan kegiatan dan event budaya lokal.

“Tahun 2025 awalnya diharapkan menjadi momentum kebangkitan pariwisata secara penuh pascapandemi dan masa pemulihan. Namun di lapangan masih dihadapkan pada berbagai kendala, terutama kondisi cuaca dan musim yang tidak menentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada 2026 mendatang, pihaknya berharap sektor pariwisata Lombok Utara dapat bergerak lebih maksimal. Menurutnya, kunci utama terletak pada terjaganya kondisi keamanan daerah serta situasi global yang kondusif. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Meningkat, Kunjungan Wisatawan ke KLU Lebih dari 800 Ribu Orang “

Direktur SLL Tegaskan Tidak Pernah Suruh Mahasiswa Demo

Selong (globalfmlombok.com) – Direktur Sunrise Land Lombok (SLL), Qori’ Bayyinaturrosy, angkat bicara menanggapi demonstrasi yang terjadi di depan kantor Bupati Lombok Timur (Lotim). Diakui, demo dua jilid yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat tersebut disebut sebagai bentuk pembelaan terhadap SLL selalu berakhir ricuh.

Dalam pernyataannya kepada Suara NTB, Jumat (23/1/2026), Qori’ menyampaikan tiga poin utama. Pertama, pihak manajemen SLL mengaku sangat terharu atas besarnya dukungan yang datang dari lintas organisasi kemahasiswaan, komunitas literasi, generasi Z, kelompok ibu-ibu, dan komunitas lainnya.

“Kami tidak pernah membayangkan konsep pengembangan pariwisata berbasis komunitas, konservasi, edukasi, dan digital melahirkan ikatan emosional yang begitu kuat antara komunitas dengan SLL, sampai-sampai memberikan dukungan seperti ini. Atas itu semua kami ucapkan terima kasih dengan penuh hormat,” ujarnya.

Kedua, SLL menyatakan kesedihan dan mengecam tindakan aparat yang dinilai represif dalam menghadapi unjuk rasa tersebut. Qori’ menyayangkan kericuhan yang terjadi hingga menimbulkan korban di kalangan mahasiswa.

“Kawan-kawan mahasiswa hanya ingin melaksanakan amanat konstitusi, menyampaikan aspirasi dan tuntutan di muka umum, ingin bertemu Bupati. Tak sepantasnya mereka dihadapi dengan tindakan yang melampaui batas kewajaran,” tegasnya.

Ketiga, SLL secara tegas membantah tudingan bahwa mereka menyuruh atau menggerakkan mahasiswa untuk turun aksi. Qori’ menegaskan bahwa SLL hanyalah kumpulan anak muda pengelola wisata dari Dusun Montong Meong.

“Meski bisa kami pahami, ikatan emosional yang terjalin dengan komunitas berkat konsep pengembangan pariwisata berbasis komunitas di SLL menjadi ruh dan semangat kawan-kawan mahasiswa memutuskan turun aksi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Qori’ menyebut SLL telah menjadi semacam laboratorium hidup atau living laboratory bagi berbagai komunitas, termasuk mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia. Destinasi wisata ini kerap dijadikan tempat untuk kegiatan wisata edukatif, magang, aksi bersih pantai, reboisasi, dan aksi sosial lainnya.

Demonstrasi yang terjadi sebelumnya diduga terkait dengan persoalan perizinan atau kebijakan yang dianggap mempengaruhi operasional SLL, meski hal tersebut belum dikonfirmasi lebih detail oleh pihak yang berdemo. Hingga berita ini diturunkan, respons resmi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur belum dapat diperoleh. (rus)

Warga Terisolasi, Sejumlah Akses Jalan dan Jembatan di Lobar Putus Diterjang Bencana

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Sejumlah ruas jalan di wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) putus akibat diterjang bencana banjir dan longsor sejak beberapa hari terakhir. Informasi sementara, terdapat empat ruas jalan yang terdampak bencana.

Akses jalan yang terdampak lumayan parah, yaitu penghubung Desa Kedaro dan Lendang Guar mengalami putus total. Kemudian akses jalan lainnya yang terdampak, yakni di Dusun Koal dan Eyat Bau Desa Buwun Mas. Dampaknya, warga yang ada di daerah tersebut masih terisolasi. Selain di jalan di Sekotong, jembatan di wilayah Lembah Sempage, Kecamatan Narmada juga putus akibat Bencana.

Kepala Desa Taman Baru, H. Fadillah mengatakan, kerusakan sejumlah ruas jalan di desanya khususnya di Batu Bong menuju Buwun Mas disebabkan curah hujan yang sangat tinggi melanda beberapa hari terakhir. “Semenjak kejadian banjir itu, puncaknya pada Selasa malam itu, makin rusak dan hampir putus ini (jalan),” kata Fadillah, Jumat (23/1/2026).

Titik yang mengalami kerusakan ini sebelumnya pernah diperbaiki. Kini kerusakan tambah parah, lantaran hampir semua badan jalannya amblas. Solusi jangka pendek yang diharapkannya memperlebar jalan dengan mengepras bukit yang ada di jalan tersebut.

Menurutnya, penanganan ini lebih cepat daripada memperbaiki jalan yang rusak saat ini. Karena kondisi jalan tersebut berada di pinggir tebing sungai yang cukup tinggi. “Solusi itu yang kami harapkan agar bisa dilalui dengan aman oleh warga,” harapnya.

Selain itu, akses jalan di Tibu Lisung juga terkikis air. Bahkan di lokasi ini beberapa kali terjadi kecelakaan. Pihaknya sudah melaporkan ke Pemkab, tetapi belum ada penanganan. Namun baru-baru ini, pihaknya kembali mengajukan proposal penangan sejumkah akses jalan tersebut ke Pemprov maupun Pemkab dalam hal ini PU dan BPBD. “Kami sudah ajukan proposal penangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Buwun Mas Rochidi mengatakan, sejumlah akses jalan di wilayahnya rusak parah, bahkan satu ruas jalan hampir putus. “Dua ruas jalan itu di Koal, kondisi rusah parah (hampir putus). Dan jalan Batu Bong menuju ke Buwun Mas sedikit lagi putus,” kata Rochidi, Jumat (23/1/2026).

Akses jalan di Dusun Koal merupakan jalan provinsi yang menghubungkan dengan Pabrik Pengolahan Limbah B3. Kondisi jalan bergeser hingga menimbulkan retakan menganga pada aspal. Sedangkan akses jalan Batu Bong mengalami kerusakan pada titik yang telah ditangani sebelumnya akibat dilanda bencana. Jalan yang diperbaiki tersebut kembali rusak, bahkan lebih parah lagi akibat bencana susulan yang melanda daerah setempat.

Penanganan jalan ini pun akan dibuka jalan baru dengan mengepras bukit yang ada di jalan tersebut. Sehingga areal ini lebih aman jika melebarkan jalan tersebut.

Sementara itu, Camat Sekotong Andi Purnawan mengatakan pihaknya sudah turun mengecek kondisi sejumlah akses jalan terdampak bencana. Beberapa titik yang terdampak seperti di Dusun Koal, Eyat Bau Desa Buwun Mas, Batu Bong, dan Tibu Lisung Desa Taman Baru. Kemudian Lendang Guar-Kedaro. Khusus jalan yang putus seperti di Lendang Guar, ada beberapa alternatif yang bisa dilalui warga namun pihaknya tetap melaporkan ke pihak Sekber.

Untuk penanganan bencana jangka pendek, pihaknya memprioritaskan yang mendesak, seperti logistik kebutuhan masyarakat terdampak yang diprioritaskan, antara lain kebutuhan makanan dan lainnya.

Terkait jalan yang putus telah dikoordinasikan dengan Pemkab dan Pemprov melalui tim Sekber. Sejauh ini makanan siap saji telah disalurkan ke warga terdampak bencana di sejumlah wilayah. (her)

Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Feri Lembar–Padangbai Tetap Berjalan Normal

Mataram (globalfmlombok.com) — Aktivitas penyeberangan feri lintas Pelabuhan Lembar, Lombok Barat–Padangbai, Bali, dipastikan tetap berjalan normal meskipun wilayah perairan Selat Lombok dalam beberapa hari terakhir dilanda cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang.

Hingga kini, layanan penyeberangan tidak mengalami penutupan karena kondisi gelombang dan angin masih berada dalam batas aman untuk operasional kapal feri.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar, Firman Dandy, mengatakan hasil pemantauan selama tiga hari terakhir menunjukkan tinggi gelombang di Selat Lombok berada di kisaran 0,5 hingga 1 meter.

“Alhamdulillah sampai hari ini kondisi masih aman. Memang angin cukup kencang, tetapi dengan tinggi gelombang seperti itu, pelayanan kapal feri tetap berjalan dan tidak ada penutupan,” ujar Firman, Jumat (23/1/2026).

Ia menegaskan, sejauh ini tidak ada laporan insiden serius yang melibatkan kapal feri anggota Gapasdap Cabang Lembar. Termasuk isu yang beredar di media sosial terkait kendaraan terguling di atas kapal.

“Untuk lintasan Lembar–Padangbai, belum ada laporan kapal atau muatan yang sampai terguling. Semua masih aman dan lancar,” tegasnya.

Firman memastikan jadwal keberangkatan kapal serta aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Lembar juga tidak mengalami gangguan. Kondisi tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi logistik, aktivitas perdagangan, hingga sektor pariwisata antara Lombok dan Bali.

“Operasional masih berjalan normal. Harapannya kondisi cuaca tetap aman supaya perekonomian dan pariwisata tidak terganggu,” katanya.

Ia menjelaskan, penundaan atau pembatasan keberangkatan kapal biasanya dilakukan jika tinggi gelombang melebihi 2,5 meter, terutama untuk kapal berukuran tertentu.

“Kalau ombak sudah di atas 2,5 meter, ada kapal-kapal tertentu yang meminta untuk tidak berangkat. Namun, kapal berukuran lebih besar masih bisa beroperasi dengan catatan muatan penuh, pengikatan (lashing) lengkap, dan stabilitas kapal terjaga,” jelasnya.

Dari sisi jumlah penumpang, Firman menyebutkan kondisi relatif stabil. Peningkatan jumlah penumpang biasanya terjadi pada momen tertentu, seperti saat layanan fast boat ditutup akibat cuaca, sehingga sebagian penumpang beralih menggunakan kapal feri. Sementara itu, penyeberangan masyarakat lokal yang rutin melakukan aktivitas perdagangan masih tergolong normal.

Menurutnya, dengan pengaturan muatan yang optimal dan sistem pengamanan sesuai standar, kapal feri masih mampu beroperasi secara stabil meskipun menghadapi gelombang dari berbagai arah.

“Hingga hari ini, dengan ombak di kisaran setengah sampai satu meter dan kondisi angin yang relatif aman, penyeberangan masih terkendali. Tidak ada masalah,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Cuaca Ekstrem, Kapal Penyeberangan Lembar–Padangbai Tetap Beroperasi Normal “

Polisi Tangkap Buruh Harian Lepas di Mataram, Diduga Jadi Pengedar Sabu

Mataram (globalfmlombok.com) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Mataram menangkap seorang buruh harian lepas berinisial SH yang diduga merangkap sebagai pengedar narkotika jenis sabu di Lingkungan Gontoran Barat, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Kasatresnarkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra mengatakan, SH ditangkap di pinggir jalan tidak jauh dari rumahnya pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu, terduga pelaku diketahui tengah menunggu pembeli.

“Saat ditangkap, yang bersangkutan sedang menunggu pembeli,” ujar Suputra, Jumat (23/1/2026).

Penangkapan tersebut sempat membuat istri SH pingsan karena kaget mengetahui suaminya diamankan polisi dalam kasus narkoba. Selama ini, SH dikenal keluarga dan warga sekitar hanya bekerja sebagai buruh harian lepas.

“Kaget, namanya suami ditangkap polisi pasti syok. Apalagi anak-anaknya juga masih kecil,” ucapnya.

Suputra mengungkapkan, SH diduga setiap hari menjual sabu di lokasi tempat ia ditangkap. Transaksi dilakukan di pinggir jalan dekat jembatan yang menjadi akses masuk ke wilayah Gontoran Barat.

“Memang langganannya tahu dia biasa mangkal di mana. Jadi pembeli datang langsung ke tempat tersebut,” jelasnya.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan delapan poket sabu siap edar dengan berat total 4,16 gram. Selain itu, turut diamankan pipa kaca dan sejumlah plastik klip kosong.

Dari hasil pemeriksaan awal, SH mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang yang masih satu kampung dengannya. Namun, saat dilakukan pengembangan, orang yang diduga sebagai pemasok itu berhasil melarikan diri.

“Ketika langsung kami datangi, yang bersangkutan tidak ada di rumah,” tambah Suputra.

SH diketahui mengambil sabu dengan harga bervariasi. Untuk pembelian tunai, 1 gram sabu dibayar Rp800 ribu. Sementara jika dibayar dengan cara dicicil, harganya mencapai Rp1,3 juta per gram. Selanjutnya, sabu tersebut dipecah menjadi 16 poket dan dijual seharga Rp100 ribu per poket.

“Selain mendapatkan keuntungan uang, dia juga untung karena ikut memakai. Jadi dia juga pemakai,” tandasnya.

Saat ini, SH beserta barang bukti telah diamankan di Polresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polisi Tangkap Buruh Harian Lepas di Mataram, Diduga Nyambi Jual Sabu “

Gubernur Dorong Museum Jadi Pusat Peradaban NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal berharap Museum Negeri NTB ke depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi berkembang menjadi pusat peradaban Nusa Tenggara Barat.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur saat meninjau Pameran Temporer Kain dan Diplomasi Budaya 2026 di Museum Negeri NTB, Jumat (23/1/2026). Kunjungan itu dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Museum Negeri NTB ke-44.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Setda NTB Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr. H. Fathul Gani, M.Si., Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Sintha Agathia Iqbal, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., serta Kepala Museum Negeri NTB Dr. Ahmad Nuralam, S.H., M.H.

Peringatan HUT Museum Negeri NTB ke-44 tahun ini dikemas dengan nuansa Memori Putih Abu-abu. Para staf dan tamu undangan mengenakan busana putih abu-abu menyerupai seragam SMA sebagai simbol kenangan serta perjalanan panjang museum dalam menjaga memori kolektif masyarakat NTB.

Gubernur menjelaskan, Museum Negeri NTB saat ini telah menyimpan berbagai koleksi bernilai sejarah, mulai dari kain tradisional, keris, lontar, hingga naskah-naskah kuno. Menurutnya, koleksi tersebut sudah sangat memadai untuk dikembangkan menjadi museum-museum tematik atau museum yang terdiversifikasi.

“Kalau mau membuat museum-museum dengan tema khusus, koleksi yang ada di Museum Negeri NTB ini sebenarnya sudah sangat memadai. Tinggal ditambah dari luar, karena di sini sudah menyimpan kain, keris, lontar, dan naskah-naskah tua,” terangnya.

Ia menilai, pengembangan museum tematik akan memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi masyarakat maupun wisatawan yang memiliki minat khusus. Kendati demikian, Museum Negeri NTB tetap menjadi pusat utama yang menyajikan gambaran utuh tentang peradaban NTB.

“Saya membayangkan ke depan Museum Negeri NTB menjadi museum peradaban. Jadi, kalau orang ingin mendapatkan gambaran lengkap tentang NTB, datanglah ke Museum Negeri NTB. Spesialisasinya nanti bisa dikembangkan di tempat lain,” ujarnya.

Terkait kiprah Museum Negeri NTB yang menggelar pameran hingga ke Arab Saudi dan Australia, Gubernur menilai langkah tersebut sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan. Menurutnya, diplomasi tidak hanya dilakukan melalui jalur formal atau first track oleh para diplomat, tetapi juga melalui second track seperti diplomasi budaya.

“Apa yang dilakukan Museum Negeri NTB ini adalah langkah yang sangat baik. Ini memperkenalkan sisi lain dari Indonesia melalui budaya. Diplomasi itu kaya, ada first track dan second track, dan museum sudah mengambil peran penting dalam second track tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam mengungkapkan, panitia peringatan HUT Museum Negeri NTB ke-44 ini 99 persen ditangani oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Hal tersebut dimaksudkan agar ke depan mereka memiliki kapasitas dan pengalaman setara ASN dalam menggelar berbagai kegiatan atau event museum. (ham)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gubernur Ingin Museum Jadi Pusat Peradaban NTB “

Pemkot Mataram Naikkan Status Bencana Menjadi Tanggap Darurat

Mataram, (globalfmlombok.com) –

Pemerintah Kota Mataram meningkatkan status kebencanaan dari siaga menjadi tanggap darurat menyusul banjir dan gelombang pasang yang melanda sejumlah wilayah pesisir, khususnya di Kecamatan Ampenan.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan, peningkatan status dilakukan setelah gelombang pasang menerjang permukiman warga di Lingkungan Bugis dan Bintaro Jaya, Kelurahan Bintaro, pada Rabu (21/1/2026). Dampak bencana tersebut menyebabkan kerusakan rumah warga serta mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

“Pasca kejadian, seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Mataram dibantu TNI dan Polri dikerahkan untuk membersihkan kawasan terdampak,” ujar Mohan saat ditemui, Jumat (23/1/2026).

Mohan menyampaikan, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah penanganan, termasuk relokasi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat ke hunian sementara (huntara). Selain itu, dapur umum juga dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama satu pekan.

“Gelombang pasang ini berdampak langsung pada perekonomian warga. Nelayan tidak bisa melaut dalam kondisi cuaca seperti sekarang,” katanya.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 18 unit rumah dilaporkan rusak berat dan ratusan warga terdampak. Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkot Mataram menyiapkan langkah jangka pendek berupa pembangunan tanggul sementara dan pemasangan batu bolder di kawasan pesisir.

“Batu bolder cukup efektif untuk mengurangi hempasan ombak ke permukiman warga,” ujarnya.

Sementara untuk penanganan jangka panjang, Mohan menyebutkan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I merencanakan pembangunan pemecah gelombang (breakwater) pada 2027.

“Informasi yang kami terima dari BWS, pemecah gelombang direncanakan dibangun pada 2027,” kata Mohan.

Ia menegaskan, peningkatan status kebencanaan dilakukan karena kondisi cuaca yang belum kondusif serta mempertimbangkan potensi dampak lanjutan. Dengan status tanggap darurat, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis diminta melakukan intervensi penanganan secara terpadu.

“Kami naikkan status menjadi tanggap darurat agar penanganan bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Ahmad Muzaki menambahkan, status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari ke depan. Namun, durasi tersebut masih dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

“Kami tingkatkan status dari siaga menjadi tanggap darurat selama 14 hari, sambil terus memantau eskalasi bencana,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemkot Mataram Tingkatkan Status Bencana Jadi Tanggap Darurat “

Atasi Abrasi Ampenan, Pemecah Gelombang Dijadwalkan Dibangun 2027

Mataram, (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram menyiapkan langkah cepat dan terukur untuk menangani abrasi di kawasan Pantai Ampenan. Selain penanganan jangka pendek, pemerintah juga merancang solusi permanen berupa pembangunan pemecah gelombang (breakwater) yang direncanakan mulai dikerjakan pada 2027.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Wediahning, mengatakan penanganan awal abrasi di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, dilakukan dengan pembangunan batu bolder di sejumlah titik rawan.

“Untuk jangka pendek, kami membangun batu bolder di tiga lokasi, yaitu Lingkungan Bugis, Loang Baloq, dan Mapak. Pekerjaan ini dibiayai melalui anggaran Dinas PUPR,” ujar Lale, Jumat (23/1/2026).

Selain itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I juga akan membangun batu bolder di lokasi lain di sepanjang pesisir Ampenan. Penanganan ini dilakukan secara terpadu antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Kami membangun di tiga lokasi, sementara BBWS juga membangun di titik yang berbeda,” katanya.

Menurut Lale, pemasangan batu bolder cukup efektif menahan gelombang pasang. Hal ini terlihat dari kondisi permukiman warga yang terdampak abrasi, yang umumnya berada di kawasan pesisir tanpa pelindung gelombang.

Meski demikian, pemerintah menilai penanganan tersebut belum cukup. Oleh karena itu, BBWS Nusa Tenggara I telah memberikan persetujuan awal untuk pembangunan pemecah gelombang permanen pada 2027.

“Rencana pembangunan breakwater membutuhkan anggaran sekitar Rp240 miliar. Lokasi pembangunannya akan ditentukan berdasarkan kajian teknis dan perhitungan dari BBWS,” ujar Lale.

Ia menjelaskan, panjang garis Pantai Ampenan mencapai sekitar sembilan kilometer. Namun keterbatasan anggaran membuat pembangunan pemecah gelombang hanya dapat dilakukan di sekitar empat titik prioritas.

“Kalau seluruh garis pantai dibangun pemecah gelombang, anggarannya bisa mencapai triliunan rupiah. Dengan Rp240 miliar, diperkirakan hanya empat lokasi yang bisa ditangani,” katanya.

Terkait desain dan model pemecah gelombang, Lale menegaskan sepenuhnya menjadi kewenangan BBWS. Penyesuaian desain akan mempertimbangkan kedalaman laut, karakter gelombang, serta kondisi teknis lainnya yang berpengaruh terhadap volume dan kekuatan bangunan.

Sementara itu, Ahmad, warga Lingkungan Bugis, berharap pemerintah dapat merealisasikan penanganan jangka panjang tersebut. Menurut dia, warga pesisir Ampenan setiap tahun selalu dihantui gelombang pasang, terutama saat musim barat.

“Kalau bisa jangan terus seperti ini. Setiap musim barat kami tidak tenang, aktivitas terganggu dan barang-barang sering rusak diterjang gelombang,” ujarnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemecah Gelombang akan Dibangun 2027 “