Beranda blog Halaman 203

Dorong Keterlibatan Swasta dalam Penanganan Bencana NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Baru-baru ini beredar surat yang ditandatangani oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB dalam menangani banjir yang menerjang sebagian besar wilayah NTB. Dalam surat bernomor 132/4103 tertanggal 22 Januari 2026 tersebut, Lalu Mohammad Faozal selaku Sekda NTB diduga meminta bantuan kepada BUMD, BUMN, hingga swasta.

Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTB, H. Lalu Mohammad Faozal, mengatakan pelibatan swasta itu untuk membantu mengurangi beban penanganan pasca banjir yang merendam ribuan rumah, dan merusak sejumlah fasilitas umum tersebut.

“Karena pemerintah butuh mereka untuk membantu mengurangi beban. Dan kita sudah bangun komitmen untuk bangun secepatnya supporting untuk pemerintah membantu warga masyarakat yang kena bencana,” ujarnya setelah rapat penanganan bencana bersama dengan pihak swasta beberapa waktu lalu.

Besaran bantuan yang diberikan tidak dipatok secara khusus. Pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada kemampuan masing-masing mitra, dengan tujuan utama meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Bantuan tersebut bersifat non-anggaran karena berasal dari CSR dan berada di luar Belanja Tidak Terduga (BTT).

Saat ini, kebutuhan bantuan masih dalam tahap pendataan dan rekapitulasi. Bantuan yang disalurkan nantinya dapat berupa sembako maupun kebutuhan lain yang mendesak bagi warga terdampak. Sementara itu, untuk penanganan infrastruktur yang rusak akibat banjir tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. “Kalau infrastruktur itu tugas pemerintah, tidak mungkin kita minta ke mereka,” tegasnya.

Mengenai informasi yang beredar tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menjelaskan bahwa permintaan oleh Plh Sekda NTB itu berdasarkan perintah Gubernur. Gubernur Iqbal, katanya memerintahkan Plh Sekda untuk mengundang rapat bersama pihak swasta, para pengusaha, serta perbankan baik BUMN maupun BUMD dalam rangka menguatkan sinergi dan partisipasi bersama.

“Arahan Bapak Gubernur adalah membangun kolaborasi dan memperkuat peran multi pihak dalam membantu percepatan penanganan bencana hidrometeorologi di NTB, jadi jelasnya adalah Plh Sekda dipersilahkan untuk mengundang Rapat Koordinasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat kolaborasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui ajakan kepada berbagai pihak agar dapat terlibat secara terkoordinasi melalui organisasi masing-masing.

“Yang dimaksud adalah dukungan dan intervensi masing-masing pihak dikoordinir oleh wadah atau organisasi terkait, misalnya sektor perhotelan melalui PHRI, perbankan melalui BI dan OJK, serta pelaku usaha lainnya melalui jejaring dunia usaha. Selanjutnya semua dukungan tersebut dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi NTB agar tepat sasaran,” jelasnya.

Pemprov NTB menegaskan bahwa bantuan yang dihimpun dalam penanganan bencana harus dan pasti akan dikelola melalui mekanisme resmi dan dapat dipertanggungjawabkan. Penanganan bencana di daerah berada dalam koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di antaranya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, termasuk dalam hal pengelolaan bantuan dan dukungan sumber daya.

“Jika bantuan dalam bentuk dana, penyalurannya dilakukan melalui rekening kedinasan resmi sesuai ketentuan yang berlaku dan dicatat secara tertib. Jika bantuan dalam bentuk barang, akan diterima dan disalurkan melalui mekanisme logistik kebencanaan BPBD berdasarkan kebutuhan prioritas di lapangan. Seluruhnya diawasi dan dapat diaudit sesuai ketentuan, baik oleh Inspektorat maupun BPK,” tegas Mantan Staf Ahli Gubernur itu. (era)

Jaksa Tetapkan Satu Karyawan Bank di Bima Tersangka Dugaan Korupsi Dana Kredit

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) di salah satu bank di Bima Periode 2021-2024, pada Jumat (23/1/2026).

Kepala Kejari Bima, Heru Kamarullah mengatakan, satu tersangka itu merupakan karyawan bank berinisial FF. Tersangka FF di salah satu bank di Bima menjabat sebagai marketing atau SGK (Sales Generalis Konsumtif) pada bagian Kredit KSM.

Ia menyebutkan, tersangka FF menangani sebanyak 119 debitur KSM. Sebagian besar debitur berasal dari pegawai instansi pemerintah di Kabupaten Bima dan Kota Bima sejak tahun 2021-2024.

“Fakta penyidikan menunjukkan bahwa sebanyak 49 pengajuan kredit KSM diduga telah dimanipulasi oleh tersangka,” sebutnya.

Sementara sebagian dana hasil pencairan kredit digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka sendiri.

Adapun modus operandi yang dilakukan FF, yaitu melakukan rekayasa dokumen kredit dengan cara mark-up permohonan pinjaman yang tidak sesuai dengan permohonan pengajuan debitur.

Kemudian setelah kredit dicairkan ke rekening tabungan debitur, tersangka memindahkan sebagian dana sesuai limit yang diketahui debitur ke rekening debitur di bank lain.

“Sedangkan sisa dana dari selisih pencairan kredit digunakan oleh tersangka FF,” sebutnya.

Heru menegaskan, FF telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu melanggar Petunjuk Teknis Operasional (PTO) KSM. Pelanggaran itu dilakukan dengan cara menambah besaran limit kredit yang diajukan debitur. Tanpa sepengetahuan debitur tersebut dan menggunakan selisih limitnya untuk kepentingan pribadi. Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian mencapai Rp7,1 miliar.

Jaksa menyangkakan FF dengan Pasal 603 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 2023 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001.

Atau melanggar Pasal 604 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 2023 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 126 Ayat (1) Undang-Undang Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 2023.

“Saat ini kami telah menahan FF di Rutan Kelas IIB Raba Bima,” ucap Heru.

Tersangka mulai menjalani penahanan selama 20 hari ke depan mulai Jumat (26/1/2026). (mit)

Jalur Pusuk Sembalun Kembali Dilanda Longsor, Arus Lalu Lintas Sempat Terganggu

Selong, (globalfmlombok.com) – Ruas jalan Pusuk Sembalun, salah satu akses utama menuju kawasan wisata Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, kembali dilanda tanah longsor, Sabtu (24/1/2026) pagi. Peristiwa ini menyebabkan arus lalu lintas menuju dan dari kawasan tersebut sempat terganggu.

Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Subadri menjelaskan, longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sehingga membuat kondisi tanah menjadi labil. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup sebagian bahu jalan.

“Kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 07.00 Wita. Personel Polsek Sembalun langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal,” kata Lalu Subadri.

Petugas gabungan dari Polsek Sembalun dan Koramil 1615/10 Sembalun kemudian diterjunkan ke lokasi. Dengan menggunakan peralatan seadanya, seperti sekop dan cangkul, mereka membersihkan material longsoran agar jalur dapat kembali dilalui.

“Material longsor di bahu jalan sudah berhasil disingkirkan. Saat ini kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa melintas, namun masih diberlakukan sistem buka-tutup karena hanya satu lajur yang bisa digunakan,” ujarnya.

Untuk mempercepat pembersihan secara menyeluruh, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Balai Penanganan Jalan Nasional (BPJN) guna mendatangkan alat berat ke lokasi.

Iptu Lalu Subadri mengimbau masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur Pusuk Sembalun, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Kawasan tersebut dikenal rawan longsor dan pohon tumbang, terutama pada musim penghujan.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat menyiapkan alat berat secara siaga agar penanganan longsor dapat dilakukan lebih cepat jika kejadian serupa terulang. (*)

Polres Lombok Utara Kerahkan Personel Bersihkan Material Longsor Jalur Pusuk

Tanjung (globalfmlombok.com) – Jajaran Polres Lombok Utara bergerak cepat dengan membersihkan tumpukan material longsor di salah satu titik ruas jalan jalur Pusuk, Desa Menggala, kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (23/1/2026). Sejumlah personel Polsek Pemenang, dikerahkan untuk membersihkan tumpukan material sehingga menjadikan akses jalan jalur Pusuk bejalan normal dan lancar.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kapolsek Pemenang, AKP Henni Adriani, mengatakan pihaknya bergerak cepat menangani kejadian bencana berupa longsor material yang berpotensi menghambat arus lalu lintas jalur Pusuk. Tumpukan material berupa tanah, bebatuan, serta pohon tumbang sempat menutup badan jalan dan menghambat pengguna jalan.

“Menggunakan peralatan seadanya, personel Polsek Pemenang bergerak cepat melakukan pembersihan sebagai langkah tanggap darurat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup,” ujar Henni.

Ia menjelaskan, tanah longsor terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Pemenang dalam 24 jam terakhir, ditambah dengan kondisi kontur tanah di sekitar lokasi yang tidak stabil.

“Pembersihan kami lakukan sebagai bentuk respons cepat Polri agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan akses jalan utama ini bisa segera digunakan kembali,” sambungnya.

Ia melanjutkan, pembersihan material longsor berlangsung hingga pukul 11.00 Wita dan berjalan aman serta kondusif. Saat ini arus lalu lintas di jalur tersebut sudah dapat dilalui kembali, meskipun pengguna jalan tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebagai langkah antisipasi, Kapolsek Pemenang juga telah menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas untuk melakukan memonitor wilayah masing-masing guna mengantisipasi potensi terjadinya longsor susulan maupun bencana alam lainnya, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Henni mengimbau, agar seluruh pengguna jalan jalur Pusuk tetap waspada, terutama saat melintas di kawasan rawan longsor. Pihaknya juga meminta, setiap kejadian atau potensi tanda-tanda bencana yang muncul agar dilaporkan kepada aparat Kepolisian untuk dapat ditindaklanjuti. (ari)

Cuaca Ekstrem, Penerbangan di Bandara Lombok Tetap Normal

Praya (globalfmlombok.com) – Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam sepekan terakhir dipastikan tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Seluruh penerbangan hingga kini tetap berjalan normal, meski pemantauan dan pengawasan terhadap kondisi cuaca dilakukan secara ketat.

Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok, Angga Maruli Anugrah P., menegaskan operasional bandara dan penerbangan masih berlangsung seperti biasa.

“Sampai saat ini operasional BIZAM serta aktivitas penerbangan masih berjalan normal,” ujarnya kepada Suara NTB, Jumat (23/1/2026).

Angga menjelaskan, dalam sehari rata-rata terdapat 70 hingga 80 pergerakan pesawat udara di BIZAM, baik kedatangan maupun keberangkatan. Sejauh ini, seluruh penerbangan tersebut berjalan lancar tanpa dampak signifikan dari kondisi cuaca ekstrem yang terjadi.

Untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, pihak bandara terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait guna memperoleh informasi cuaca yang akurat dan terkini. Informasi tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan operasional penerbangan, terutama saat cuaca kurang bersahabat.

“Bandara selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti AirNav Indonesia maupun BMKG untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan dalam kondisi cuaca seperti sekarang ini,” tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke objek-objek wisata di Loteng, khususnya di wilayah selatan, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak melarang aktivitas wisata. Namun wisatawan diminta untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan serta rambu-rambu peringatan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

“Kondisi cuaca sekarang sedang kurang bersahabat. Untuk itu, tetap waspada saat berwisata, patuhi instruksi dan arahan petugas serta rambu-rambu peringatan yang ada,” ujarnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Cuaca Ekstrem, Aktivitas Penerbangan di BIZAM Tak Terganggu “

Kunjungan Wisatawan ke KLU Tembus 800 Ribu Orang

Tanjung (globalfmlombok.com) – Angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Data Dinas Pariwisata (Dispar) KLU mencatat, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara pada 2025 mencapai 810.910 orang, naik dari 618.241 orang pada 2024.

Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresna Astuti, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa sektor pariwisata Lombok Utara terus menunjukkan progres positif dari tahun ke tahun. Setelah sempat terpuruk akibat gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19, tren kunjungan wisatawan perlahan namun pasti kembali meningkat.

“Jumlah pengunjung objek wisata sepanjang 2025 tercatat 810.910 orang, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 785 ribu orang,” ujar Dewi, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, capaian kunjungan wisatawan tersebut setara dengan 103,3 persen dari target yang ditetapkan. Capaian itu menjadi pemacu semangat jajaran Dispar KLU untuk terus meningkatkan kinerja, mengingat kunjungan wisatawan sangat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari persaingan destinasi wisata, hingga kondisi cuaca di negara asal maupun tujuan wisata.

Kinerja positif sepanjang 2025 tersebut, lanjut Dewi, menjadi modal penting untuk meningkatkan capaian pada tahun 2026. Pihaknya berharap jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok Utara tahun ini dapat kembali meningkat.

Selain berdampak pada angka kunjungan, pertumbuhan sektor pariwisata juga berbanding lurus dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari sektor retribusi masuk kawasan rekreasi wisata yang dikelola Dispar KLU, realisasi PAD sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp9,293 miliar lebih atau 103,25 persen dari target Rp9 miliar.

“Rata-rata lama tinggal wisatawan atau length of stay juga meningkat menjadi 2,20 hari, dari target 2,15 hari,” katanya.

Meski demikian, Dewi mengakui lama tinggal wisatawan masih perlu terus ditingkatkan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan promosi, penyelenggaraan event-event menarik, serta penyediaan fasilitas pendukung yang memadai. Salah satunya, kebutuhan akan sarana amfiteater sebagai wadah penyelenggaraan kegiatan dan event budaya lokal.

“Tahun 2025 awalnya diharapkan menjadi momentum kebangkitan pariwisata secara penuh pascapandemi dan masa pemulihan. Namun di lapangan masih dihadapkan pada berbagai kendala, terutama kondisi cuaca dan musim yang tidak menentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada 2026 mendatang, pihaknya berharap sektor pariwisata Lombok Utara dapat bergerak lebih maksimal. Menurutnya, kunci utama terletak pada terjaganya kondisi keamanan daerah serta situasi global yang kondusif. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Meningkat, Kunjungan Wisatawan ke KLU Lebih dari 800 Ribu Orang “

Direktur SLL Tegaskan Tidak Pernah Suruh Mahasiswa Demo

Selong (globalfmlombok.com) – Direktur Sunrise Land Lombok (SLL), Qori’ Bayyinaturrosy, angkat bicara menanggapi demonstrasi yang terjadi di depan kantor Bupati Lombok Timur (Lotim). Diakui, demo dua jilid yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat tersebut disebut sebagai bentuk pembelaan terhadap SLL selalu berakhir ricuh.

Dalam pernyataannya kepada Suara NTB, Jumat (23/1/2026), Qori’ menyampaikan tiga poin utama. Pertama, pihak manajemen SLL mengaku sangat terharu atas besarnya dukungan yang datang dari lintas organisasi kemahasiswaan, komunitas literasi, generasi Z, kelompok ibu-ibu, dan komunitas lainnya.

“Kami tidak pernah membayangkan konsep pengembangan pariwisata berbasis komunitas, konservasi, edukasi, dan digital melahirkan ikatan emosional yang begitu kuat antara komunitas dengan SLL, sampai-sampai memberikan dukungan seperti ini. Atas itu semua kami ucapkan terima kasih dengan penuh hormat,” ujarnya.

Kedua, SLL menyatakan kesedihan dan mengecam tindakan aparat yang dinilai represif dalam menghadapi unjuk rasa tersebut. Qori’ menyayangkan kericuhan yang terjadi hingga menimbulkan korban di kalangan mahasiswa.

“Kawan-kawan mahasiswa hanya ingin melaksanakan amanat konstitusi, menyampaikan aspirasi dan tuntutan di muka umum, ingin bertemu Bupati. Tak sepantasnya mereka dihadapi dengan tindakan yang melampaui batas kewajaran,” tegasnya.

Ketiga, SLL secara tegas membantah tudingan bahwa mereka menyuruh atau menggerakkan mahasiswa untuk turun aksi. Qori’ menegaskan bahwa SLL hanyalah kumpulan anak muda pengelola wisata dari Dusun Montong Meong.

“Meski bisa kami pahami, ikatan emosional yang terjalin dengan komunitas berkat konsep pengembangan pariwisata berbasis komunitas di SLL menjadi ruh dan semangat kawan-kawan mahasiswa memutuskan turun aksi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Qori’ menyebut SLL telah menjadi semacam laboratorium hidup atau living laboratory bagi berbagai komunitas, termasuk mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia. Destinasi wisata ini kerap dijadikan tempat untuk kegiatan wisata edukatif, magang, aksi bersih pantai, reboisasi, dan aksi sosial lainnya.

Demonstrasi yang terjadi sebelumnya diduga terkait dengan persoalan perizinan atau kebijakan yang dianggap mempengaruhi operasional SLL, meski hal tersebut belum dikonfirmasi lebih detail oleh pihak yang berdemo. Hingga berita ini diturunkan, respons resmi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur belum dapat diperoleh. (rus)

Warga Terisolasi, Sejumlah Akses Jalan dan Jembatan di Lobar Putus Diterjang Bencana

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Sejumlah ruas jalan di wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) putus akibat diterjang bencana banjir dan longsor sejak beberapa hari terakhir. Informasi sementara, terdapat empat ruas jalan yang terdampak bencana.

Akses jalan yang terdampak lumayan parah, yaitu penghubung Desa Kedaro dan Lendang Guar mengalami putus total. Kemudian akses jalan lainnya yang terdampak, yakni di Dusun Koal dan Eyat Bau Desa Buwun Mas. Dampaknya, warga yang ada di daerah tersebut masih terisolasi. Selain di jalan di Sekotong, jembatan di wilayah Lembah Sempage, Kecamatan Narmada juga putus akibat Bencana.

Kepala Desa Taman Baru, H. Fadillah mengatakan, kerusakan sejumlah ruas jalan di desanya khususnya di Batu Bong menuju Buwun Mas disebabkan curah hujan yang sangat tinggi melanda beberapa hari terakhir. “Semenjak kejadian banjir itu, puncaknya pada Selasa malam itu, makin rusak dan hampir putus ini (jalan),” kata Fadillah, Jumat (23/1/2026).

Titik yang mengalami kerusakan ini sebelumnya pernah diperbaiki. Kini kerusakan tambah parah, lantaran hampir semua badan jalannya amblas. Solusi jangka pendek yang diharapkannya memperlebar jalan dengan mengepras bukit yang ada di jalan tersebut.

Menurutnya, penanganan ini lebih cepat daripada memperbaiki jalan yang rusak saat ini. Karena kondisi jalan tersebut berada di pinggir tebing sungai yang cukup tinggi. “Solusi itu yang kami harapkan agar bisa dilalui dengan aman oleh warga,” harapnya.

Selain itu, akses jalan di Tibu Lisung juga terkikis air. Bahkan di lokasi ini beberapa kali terjadi kecelakaan. Pihaknya sudah melaporkan ke Pemkab, tetapi belum ada penanganan. Namun baru-baru ini, pihaknya kembali mengajukan proposal penangan sejumkah akses jalan tersebut ke Pemprov maupun Pemkab dalam hal ini PU dan BPBD. “Kami sudah ajukan proposal penangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Buwun Mas Rochidi mengatakan, sejumlah akses jalan di wilayahnya rusak parah, bahkan satu ruas jalan hampir putus. “Dua ruas jalan itu di Koal, kondisi rusah parah (hampir putus). Dan jalan Batu Bong menuju ke Buwun Mas sedikit lagi putus,” kata Rochidi, Jumat (23/1/2026).

Akses jalan di Dusun Koal merupakan jalan provinsi yang menghubungkan dengan Pabrik Pengolahan Limbah B3. Kondisi jalan bergeser hingga menimbulkan retakan menganga pada aspal. Sedangkan akses jalan Batu Bong mengalami kerusakan pada titik yang telah ditangani sebelumnya akibat dilanda bencana. Jalan yang diperbaiki tersebut kembali rusak, bahkan lebih parah lagi akibat bencana susulan yang melanda daerah setempat.

Penanganan jalan ini pun akan dibuka jalan baru dengan mengepras bukit yang ada di jalan tersebut. Sehingga areal ini lebih aman jika melebarkan jalan tersebut.

Sementara itu, Camat Sekotong Andi Purnawan mengatakan pihaknya sudah turun mengecek kondisi sejumlah akses jalan terdampak bencana. Beberapa titik yang terdampak seperti di Dusun Koal, Eyat Bau Desa Buwun Mas, Batu Bong, dan Tibu Lisung Desa Taman Baru. Kemudian Lendang Guar-Kedaro. Khusus jalan yang putus seperti di Lendang Guar, ada beberapa alternatif yang bisa dilalui warga namun pihaknya tetap melaporkan ke pihak Sekber.

Untuk penanganan bencana jangka pendek, pihaknya memprioritaskan yang mendesak, seperti logistik kebutuhan masyarakat terdampak yang diprioritaskan, antara lain kebutuhan makanan dan lainnya.

Terkait jalan yang putus telah dikoordinasikan dengan Pemkab dan Pemprov melalui tim Sekber. Sejauh ini makanan siap saji telah disalurkan ke warga terdampak bencana di sejumlah wilayah. (her)

Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Feri Lembar–Padangbai Tetap Berjalan Normal

Mataram (globalfmlombok.com) — Aktivitas penyeberangan feri lintas Pelabuhan Lembar, Lombok Barat–Padangbai, Bali, dipastikan tetap berjalan normal meskipun wilayah perairan Selat Lombok dalam beberapa hari terakhir dilanda cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang.

Hingga kini, layanan penyeberangan tidak mengalami penutupan karena kondisi gelombang dan angin masih berada dalam batas aman untuk operasional kapal feri.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar, Firman Dandy, mengatakan hasil pemantauan selama tiga hari terakhir menunjukkan tinggi gelombang di Selat Lombok berada di kisaran 0,5 hingga 1 meter.

“Alhamdulillah sampai hari ini kondisi masih aman. Memang angin cukup kencang, tetapi dengan tinggi gelombang seperti itu, pelayanan kapal feri tetap berjalan dan tidak ada penutupan,” ujar Firman, Jumat (23/1/2026).

Ia menegaskan, sejauh ini tidak ada laporan insiden serius yang melibatkan kapal feri anggota Gapasdap Cabang Lembar. Termasuk isu yang beredar di media sosial terkait kendaraan terguling di atas kapal.

“Untuk lintasan Lembar–Padangbai, belum ada laporan kapal atau muatan yang sampai terguling. Semua masih aman dan lancar,” tegasnya.

Firman memastikan jadwal keberangkatan kapal serta aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Lembar juga tidak mengalami gangguan. Kondisi tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi logistik, aktivitas perdagangan, hingga sektor pariwisata antara Lombok dan Bali.

“Operasional masih berjalan normal. Harapannya kondisi cuaca tetap aman supaya perekonomian dan pariwisata tidak terganggu,” katanya.

Ia menjelaskan, penundaan atau pembatasan keberangkatan kapal biasanya dilakukan jika tinggi gelombang melebihi 2,5 meter, terutama untuk kapal berukuran tertentu.

“Kalau ombak sudah di atas 2,5 meter, ada kapal-kapal tertentu yang meminta untuk tidak berangkat. Namun, kapal berukuran lebih besar masih bisa beroperasi dengan catatan muatan penuh, pengikatan (lashing) lengkap, dan stabilitas kapal terjaga,” jelasnya.

Dari sisi jumlah penumpang, Firman menyebutkan kondisi relatif stabil. Peningkatan jumlah penumpang biasanya terjadi pada momen tertentu, seperti saat layanan fast boat ditutup akibat cuaca, sehingga sebagian penumpang beralih menggunakan kapal feri. Sementara itu, penyeberangan masyarakat lokal yang rutin melakukan aktivitas perdagangan masih tergolong normal.

Menurutnya, dengan pengaturan muatan yang optimal dan sistem pengamanan sesuai standar, kapal feri masih mampu beroperasi secara stabil meskipun menghadapi gelombang dari berbagai arah.

“Hingga hari ini, dengan ombak di kisaran setengah sampai satu meter dan kondisi angin yang relatif aman, penyeberangan masih terkendali. Tidak ada masalah,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Cuaca Ekstrem, Kapal Penyeberangan Lembar–Padangbai Tetap Beroperasi Normal “

Polisi Tangkap Buruh Harian Lepas di Mataram, Diduga Jadi Pengedar Sabu

Mataram (globalfmlombok.com) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Mataram menangkap seorang buruh harian lepas berinisial SH yang diduga merangkap sebagai pengedar narkotika jenis sabu di Lingkungan Gontoran Barat, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Kasatresnarkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra mengatakan, SH ditangkap di pinggir jalan tidak jauh dari rumahnya pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu, terduga pelaku diketahui tengah menunggu pembeli.

“Saat ditangkap, yang bersangkutan sedang menunggu pembeli,” ujar Suputra, Jumat (23/1/2026).

Penangkapan tersebut sempat membuat istri SH pingsan karena kaget mengetahui suaminya diamankan polisi dalam kasus narkoba. Selama ini, SH dikenal keluarga dan warga sekitar hanya bekerja sebagai buruh harian lepas.

“Kaget, namanya suami ditangkap polisi pasti syok. Apalagi anak-anaknya juga masih kecil,” ucapnya.

Suputra mengungkapkan, SH diduga setiap hari menjual sabu di lokasi tempat ia ditangkap. Transaksi dilakukan di pinggir jalan dekat jembatan yang menjadi akses masuk ke wilayah Gontoran Barat.

“Memang langganannya tahu dia biasa mangkal di mana. Jadi pembeli datang langsung ke tempat tersebut,” jelasnya.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan delapan poket sabu siap edar dengan berat total 4,16 gram. Selain itu, turut diamankan pipa kaca dan sejumlah plastik klip kosong.

Dari hasil pemeriksaan awal, SH mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang yang masih satu kampung dengannya. Namun, saat dilakukan pengembangan, orang yang diduga sebagai pemasok itu berhasil melarikan diri.

“Ketika langsung kami datangi, yang bersangkutan tidak ada di rumah,” tambah Suputra.

SH diketahui mengambil sabu dengan harga bervariasi. Untuk pembelian tunai, 1 gram sabu dibayar Rp800 ribu. Sementara jika dibayar dengan cara dicicil, harganya mencapai Rp1,3 juta per gram. Selanjutnya, sabu tersebut dipecah menjadi 16 poket dan dijual seharga Rp100 ribu per poket.

“Selain mendapatkan keuntungan uang, dia juga untung karena ikut memakai. Jadi dia juga pemakai,” tandasnya.

Saat ini, SH beserta barang bukti telah diamankan di Polresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polisi Tangkap Buruh Harian Lepas di Mataram, Diduga Nyambi Jual Sabu “